• (GFD-2026-32795) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran PPPK BGN Tahap 3

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 10/03/2026

    Berita

    Akun TikTok “bgn.info.nasional” pada Senin (2/3/2026) mengunggah video [arsip] yang dilengkapi narasi berikut: 

    “BADAN GIZI NASIONAL

    PENDAFTARAN PPPK BGN TAHAP 3

    25 FEBRUARI - 31 MARET 2026

    INFO PENDAFTARAN ONLINE DI WEBSITE BIO PROFIL KAMI”.

    Hingga Selasa (10/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 344 akun, menuai 35 komentar dan dibagikan ulang 62 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan “bgn.info.nasional” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu adalah milik CLOUDFLARENET dan berdomain di Ascension Island, tidak terafiliasi dengan BGN maupun pemerintah Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram. 

    TurnBackHoax kemudian mencari media sosial resmi BGN dan menemukan TikTok, Instagram dan situs web BGN. Tidak ada unggahan tentang pendaftaran PPPK BGN tahap 3 di ketiga platform tersebut.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan merupakan percobaan phishing dan pihak BGN belum membuka pendaftaran PPPK tahap 3. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran PPPK BGN tahap 3” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32796) Cek Fakta: Video Tentara Israel Diserang Ribuan Lebah Ini Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video yang mengklaim tentara Israel diserang ribuan lebah di kapal perang. Video itu beredar sejak akhir pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat sejumlah tentara di atas kapal perang yang sedang diserang ribuan lebah. Bahkan beberapa tentara ada yang melompat dari kapal untuk menghindari serangan lebah itu.
    Video itu disertai narasi:
    "Terbaru, tentara Israel, di serang Ribuan Lebah, Apalah ini tanda Bahwa Alloh murka Pada Israel"
    Lalu benarkah postingan video yang mengklaim tentara Israel diserang ribuan lebah di kapal perang?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan dua situs pendeteksi AI. Yang pertama adalah Hive Moderation.
    Hasil analisa Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 73,8 persen merupakan buatan AI. Analisa juga menunjukkan video tersebut dibuat menggunakan aplikasi video AI, Sora 2.
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan situs pendeteksi AI, Sight Engine. Hasil analisa mengungkapkan video dalam postingan 92 persen merupakan buatan AI.
    Analisa Sight Engine juga menjelaskan bahwa video tersebut menggunakan aplikasi video AI, Sora.
    Selain itu dalam video terdapat kejanggalan karena orang yang merekam justru tampak tenang dikejar ribuan lebah. Selain itu logo dalam pesawat tempur juga logo milik tentara AS bukan Israel.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan video yang mengklaim tentara Israel diserang ribuan lebah di kapal perang adalah hoaks. Faktanya video tersebut merupakan buatan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32797) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BSU Jelang Lebaran

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BSU jelang Lebaran, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran BSU kelang Lebaran berupa poster digital bertuliskan sebagai berikut.
    BSU
    (Bantuan Subsidi Upah)
    KLAIM SEKARANG
    BSU Rp.600RB SIAP DICAIRKAN"
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "BSU jelang lebaran sdh di buka segera daftar dan cairkan"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://pendaftaran22.online-ri.com/?fbclid=IwY2xjawQcjTJleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFDQUZOV1c2MG1QUnFpMlVSc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHqU32Rd93bDJIztrPc26Gi7hTtMCvETD68wTxcNbXU8yzlegl3uI70dBFGgQ_aem_81U8bS7pBJdPW5-Kdlyvow"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta data pribadi seperti nama sesuai E-KTP, nomor Telegram, Provinsi, dan jenis kelamin.
    Benarkah klaim link pendaftaran BSU jelang Lebaran? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BSU jelang Lebaran, penelusuran mengarah pada judul artikel "Link BSU 2026 Bermunculan di Media Sosial, Simak Fakta dari Kemnaker" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 7 Januari 2026.
    Dalam artikel Liputan6.com, Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
    “Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri,” kata Faried, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2025
    Sebagai informasi, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.
    Faried menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
    “Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Faried.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BSU jelang Lebaran tidak benar.
    Hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
  • (GFD-2026-32798) Tidak Benar: Video Kondisi Israel Usai Diserang Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/03/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial beredar sebuah video yang diklaim memperlihatkan kondisi terkini Israel setelah terdampak serangan Iran. Video tersebut menampilkan pemandangan sebuah kota yang hancur dengan puing-puing bangunan berserakan di hampir seluruh area.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu unggahan yang menyebarkan klaim tersebut dibagikan oleh akun Instagram @fajariio_ (arsip) pada Jumat (06/03/2026). Dalam video itu terlihat hamparan reruntuhan bangunan yang luas, dengan sejumlah struktur gedung yang tampak roboh dan hanya menyisakan rangka beton. Beberapa tenda atau penutup sementara juga terlihat berdiri di antara puing-puing.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kondisi Israel terkini, dampak dari salah memilih pemimpin. Rakyat jadi korban. Iran luar biasa,” tulis narasi yang terdapat dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Kondisi Terkini Israel. foto/hotlin eperiksa fakta tirto

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Hari Kesepuluh Perang Iran vs Amerika: Apa Saja yang Terjadi?AS Serang Iran, Puan Nilai Sistem Keamanan Global Gagal

    Narasi tersebut memunculkan kesan bahwa kehancuran kota dalam video merupakan dampak langsung dari serangan Iran terhadap Israel.

    ADVERTISEMENT

    “Sesuai doaku di malam ke-16 Ramadhan kemarin. Tertawalah sebelum kalian tertawa dilarang luar biasa IR,” tulis pengunggah di keterangan unggahan.

    Hingga Senin (09/03/2026), video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 1 juta kali serta mendapatkan sekitar 41 ribu tanda suka, 2,4 ribu komentar, 1,2 ribu diunggah ulang, dan 1,1 ribu kali dibagikan. Unggahan dengan video dan klaim serupa juga ditemukan di sini dan ini.

    Baca juga:Singapura Evakuasi Warganya dari Arab Saudi Imbas Perang AS-Iran

    Lantas, benarkah video tersebut menunjukkan kondisi terkini Israel setelah serangan Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran dimulai dengan menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi yang dapat memverifikasi kondisi terkini Israel setelah serangan Iran. Melalui hasil penelusuran, ditemukan sejumlah laporan media mengenai konflik antara Iran dan Israel.

    Baca juga:Trump Klaim Perang Iran vs AS akan Segera Berakhir

    Dilansri oleh CNBC Indonesia, konflik besar di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis. Serangan tersebut menjadi bagian dari operasi militer yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta sejumlah target lain di kawasan

    Laporan lainnya oleh Al Jazeera juga menyebut Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone sebagai bentuk balasan terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat, yang menargetkan berbagai fasilitas militer di kawasan.

    Meski demikian, dari berbagai laporan media tersebut tidak ditemukan informasi yang menyebut wilayah Israel hancur total atau luluh lantak seperti yang digambarkan dalam video yang beredar di media sosial. Laporan yang ada umumnya menyebut adanya serangan rudal, sirene peringatan, serta kerusakan pada beberapa titik tertentu, namun bukan kehancuran kota secara luas seperti dalam video yang diklaim sebagai kondisi Israel terkini.

    Selanjutnya, penelusuran dilakukan menggunakan Google Lens untuk mencari sumber asli video yang beredar. Dari hasil pencarian tersebut ditemukan video dengan visual yang sangat mirip dengan video yang beredar, mulai dari hamparan reruntuhan bangunan beton, struktur bangunan yang runtuh, hingga sudut pengambilan gambar dari ketinggian.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @ahmad.musleh33 pada 10 Februari 2026. Dalam keterangan unggahannya, disebutkan bahwa video tersebut diambil di Jabalia Camp pada 26 Februari 2025.

    Baca juga:Perang Iran-AS: Iran Tetap Menolak Menyerah Tanpa Syarat

    Jabalia Camp merupakan kawasan kamp pengungsi yang berada di Gaza, Palestina, wilayah yang selama ini menjadi salah satu lokasi terdampak konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok militan Palestina.

    Melalui deskripsi akun, pemilik akun juga menjelaskan bahwa foto dan video yang diunggah merupakan hasil dokumentasi pribadi dari lokasi tersebut.

    Baca juga:Sejauh Apa Perang AS vs Iran Berlangsung: Sprint atau Marathon?

    Temuan ini menunjukkan bahwa video yang beredar di media sosial bukan menggambarkan kondisi Israel setelah serangan Iran, melainkan rekaman kerusakan dari kawasan pengungsian di Gaza, Palestina, yang kemudian diberi narasi baru untuk membangun kesan seolah-olah itu adalah kondisi terbaru Israel.

    Praktik penggunaan rekaman dari konflik lain lalu diberi konteks berbeda merupakan salah satu pola yang kerap muncul dalam penyebaran misinformasi di media sosial. Dengan menambahkan teks narasi yang provokatif, visual kehancuran dari lokasi lain dapat dengan mudah disalahartikan sebagai peristiwa baru yang sedang terjadi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, video yang diklaim memperlihatkan kondisi terkini Israel yang hancur akibat serangan Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, tidak ditemukan laporan kredibel yang menyebut wilayah Israel mengalami kehancuran luas seperti yang ditampilkan dalam video tersebut. Hasil penelusuran juga menunjukkan bahwa video tersebut berasal dari unggahan akun TikTok @ahmad.musleh33, yang menyebut rekaman diambil di Jabalia Camp, Gaza, pada Februari 2025.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan