• (GFD-2022-11138) [SALAH] Video "gunung simeru meletus hari ini ( 3 Desember 2022)"

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita

    BERAPAKAH KORBAN ERUPSI GUNUNG SEMERU?

    Hasil Cek Fakta

    Akun Tiktok bernama "Farel Fahlevi" mengunggah video berdurasi 12 detik memperlihatkan letusan dari sebuah gunung berapi di dekat laut pada malam hari dengan keterangan Gunung Semeru meletus hari ini.
    Setelah melakukan penelusuran, video tersebut tidak berkaitan dengan letusan Gunung Semeru. Kanal Youtube "T N" telah mengunggah video dengan judul Explosive Eruption of Sakurajima on November 12, 2019. Keterangan itu menyebutkan bahwa gesekan dari partikel abu yang berputar-putar menghasilkan petir. Situasi tersebut merupakan letusan Gunung Sakurajima. Jadi klaim letusan Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur, seperti keterangan pada video Tiktok "Farel Fahlevi" merupakan informasi yang salah.
    Dengan demikian, fakta video akun Tiktok "Farel Fahlevi" tentang letusan Gunung Semeru tersebut adalah hoaks, isi video sebenarnya adalah erupsi di gunung Sakurajima di Jepang.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut merupakan letusan Gunung Sakurajima, di Jepang. Pada tanggal 12 November 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11139) [SALAH] ORMAS DAPAT DUIT DARI INFAQ

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita

    Enak aja gak ngapa2an Ormas dapat duit dari infaq masjid, pemimpin sontoloyo buat kebijakan asal2an seperti ini.

    Hasil Cek Fakta

    Akun twitter bernama @suwito_abdullah mengunggah cuitan disertai dengan link berita yang bernarasikan tidak terima jika Ormas mendapat uang infaq masjid dari kebijakan asal-asalan yang dibuat oleh pemimpin.
    Melansir suara.com dalam artikel yang sebelumnya berjudul "Semua Masjid di Jakarta Diminta Setor 50 Persen Infak Jumatnya ke Rekening Ormas, Sudah Disetujui Heru Budi" yang telah diganti menjadi "Semua Masjid di Jakarta Diminta Setor 50 Persen Infak Jumatnya ke Rekening Ormas untuk Cianjur Sudah Disetujui Heru Budi", beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Jakarta merencanakan kegiatan pengumpulan bantuan untuk korban gempa di Cianjur, Jawa Barat dengan cara menyalurkan setengah dari infak Jumat dari setiap masjid di Jakarta untuk para korban.
    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Munahar Muchtar menyebut rencana ini sudah disampaikan dan disetujui oleh Heru Budi Hartono selaku Gubernur DKI Jakarta. Nantinya, akan dibagikan surat imbauan kepada masjid-masjid di Jakarta untuk menyetorkan 50 persen infaknya ke rekening perwakilan Ormas.
    "Kami mengimbau kepada seluruh masjid-masjid yang ada di DKI Jakarta dalam dua Jumat ini akan diupayakan untuk bisa menyisihkan 50 persen dari kotak amal untuk Cianjur. Itu maklumatnya sudah kami keluarkan, satu pintu, ada rekeningnya," tutur Munahar.
    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Ormas mendapat uang infaq masjid dari kebijakan asal-asalan yang dibuat oleh pemimpin adalah salah dan termasuk konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya pengumpulan infaq Jumat masjid di Jakarta ke rekening Ormas adalah untuk penyaluran bantuan bagi korban gempa Cianjur.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11140) [SALAH] PERAYAAN KEMENANGAN MAROKO

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita

    perayaan kemenangan maroko 🇲🇦

    Hasil Cek Fakta

    Akun twitter bernama @gusbaster87 membagikan cuitan disertai lampiran video yang menampilkan sejumlah pria bergamis putih menembakkan peluru ke atas dan bersorak-sorak dengan narasi yang menyatakan bahawa video tersebut adalah video perayaan kemenangan Maroko pada Piala Dunia 2022.

    Setelah ditelusuri, video tersebut adalah potongan video yang identik dengan video dari channel youtube Epic Movie Team dengan judul "Arab Wedding Celebration with Guns" yang diunggah pada tanggal 23 September 2012.

    Dalam video unggahan channel youtube tersebut juga menambahkan keterangan sebagai berikut "Tembakan perayaan di pesta pernikahan di Arab Saudi.
    CATATAN: Adalah umum bagi banyak orang Arab untuk menembakkan senjata mereka pada pernikahan, ini adalah bentuk perayaan".

    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa video tersebut adalah video perayaan kemenangan Maroko pada Piala Dunia 2022 tidak terbukti dan termasuk konten yang menyesakan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya video yang ditampilkan adalah video unggahan dari channel youtube Epic Movie Team yang berjudul "Arab Wedding Celebration with Guns" yang diunggah pada 23 September 2012.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11131) Cek Fakta: Tidak Benar Mahfud MD Minta 50 Persen Infak Masjid Disetor ke Negara

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 12/12/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Menkopolhukam, Mahfud MD meminta infak masjid dipangkas 50 persen untuk negara. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 5 Desember 2022.
    Dalam postingannya terdapat gambar Mahfud MD dengan judul artikel "Mahfud MD segera pangkas infak masjid 50 persen setor ke negara"
    Akun itu menambahkan narasi
    "LUAR BIASA, LUAR DLM PENGUASA SDH RUSAK BINASA, KOK GAK PUNY A RASA MALU YA, BEGÍT U TEGANYA, BEGITU NE KATNYA MERAMPOK DG BAHASA" SEGERA PANG KAS INFAK MASJID 50 PERSEN DISETOR KEKAS NEGARA (MAHFUD MD)"KENAPA GAK DIRAMPOK DUIT KONSERSIUM 303 SENILAI RP.155 T (MILIK FERDY SAMBO,TITO KAR NAVIAN). LEBIS PAS CAR ANYA, DUIT HASIL RAMP OK ITU DIRAMPOK,DISIT A OLEH NEGARA UTK KE PENTINGAN NEGARA, KOK INFAK MESJID YG DI PANGKAS 50 PERSEN .AMBYAR"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menkopolhukam, Mahfud MD meminta infak masjid dipangkas 50 persen untuk negara?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengetik nama penulis artikel yang ada dalam postingan dalam mesin pencarian Google.
    Hasilnya, nama Andika Primasiwi tercatat sebagai jurnalis di Suaramerdeka.com. Pencarian dilanjutkan dengan memasukkan nama Mahfud MD di kolom pencarian Suaramerdeka.com.
    Pencarian menemukan artikel terkait Mahfud MD pada 3 Desember 2022 adalah berjudul "Pemilu 2024 Tak Bisa Mundur, Mahfud MD: Tahapan Sudah Mulai".
    Artikel itu sesuai dengan postingan yang beredar yakni dengan penulis Andika Primasiwi dan diunggah pada Sabtu, 3 Desember 2022 pukul 07.00 WIB.
    Berikut isi artikel itu selengkapnya:
    "JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Pemilu 2024 tidak dapat dimundurkan karena tahapan sudah resmi ditetapkan.
    Proses Pemilu itu, diungkapkan Menko Politik, Hukum dan Kemanan (Polhukam) Mahfud MD seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat 2 Desember 2022.
    "Proses Pemilu atau tahapan-tahapan sudah mulai dan tak bisa mundur. Karena secara yuridis itu tak bisa mundur lagi, sudah ditentukan bulan apa, tanggal berapa, sudah ditentukan itu setiap tahapan harus selesai," beber Mahfud MD.
    Pada kesempatan yang sama, Mahfud MD memastikan seluruh stakeholder terkait akan menyediakan seluruh kebutuhan atau anggaran Pemilu 2024.
    Pemerintah ingin Pemilu 2024 berjalan lancar.
    "Kami sudah berdiskusi di internal pemerintah dengan Bu Sri Mulyani, dengan KPU dan seterusnya, tentu Pemilu itu jalan sesuai tahapan-tahapannya dan anggaran disediakan," tuturnya.
    "Kami sudah berdiskusi di internal pemerintah dengan Bu Sri Mulyani, dengan KPU dan seterusnya, tentu Pemilu itu jalan sesuai tahapan-tahapannya dan anggaran disediakan," tuturnya.
    Selain itu, pemerintah juga menyiapkan perangkat hukum yang masih jadi pekerjaan rumah.
    Mengingat adanya empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua dan Ibu Kota Negara (IKN).
    Semula, kata Mahfud MD, semua pihak sepakat untuk menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
    "Sehingga tak akan diundurkan, tak akan dimajukan, dan tak akan ubah presidential threshold, sehingga waktu itu kita tidak akan berubah."

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Menkopolhukam, Mahfud MD meminta infak masjid dipangkas 50 persen untuk negara adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel itu telah diedit.

    Rujukan