• (GFD-2022-11132) Cek Fakta: Tidak Benar Foto Burung Hantu Norwegia Berwarna Biru

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim burung hantu Norwegia berwarna biru beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 3 Desember 2022.
    Akun Facebook tersebut mengunggah foto burung hantu yang hinggap di batang pohong. Bulu dari burung hantu itu didominasi warna biru.
    Mata dari burung hantu itu juga berwarna biru, Sementara bulu di dekat paruh berwarna putih dan bulu di kepala belakangnya berwarna kuning. Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan burung hantu asal Norwegia.
    "The beautiful Norwegian Blue owl," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons oleh warganet.
    Benarkah dalam foto tersebut burung hantu berwarna biru dari Norwegia? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim burung hantu Norwegia berwarna biru. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari foto tersebut ke situs Google Images.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Blue Owls Aren't Real, Despite Pictures Shared Online" yang dimuat situs snopes.com pada 2 Desember 2022.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa foto burung hantu berwarna biru sempat muncul di berbagai platform media sosial, satu di antaranya Twitter.
    Menurut Brittanica.com, burung hantu memiliki warna yang bervariasi. Mulai dari putih, coklat, abu-abu, hingga coklat tua. Namun tidak ada burung hantu berwarna biru dan oranye seperti yang terlihat pada foto tersebut.
    Snopes.com mengutip argumen pemeriksa fakta HoaxEye, yang mentwit bahwa gambar burung hantu biru itu kemungkinan dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
    Gambar tersebut terlihat dibuat oleh AI. Salah satunya terlihat dari kurangnya detail pada bagian kaki burung hantu.
    Ini bukan pertama kalinya gambar burung hantu berwarna biru beredar di media sosial. Pada 2021 lalu, tim pemeriksa fakta USA Today menyanggah gambar yang disebut sebagai burung hantu biru dari Filipina.
     

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim burung hantu Norwegia berwarna biru ternyata tidak benar. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital.
     

    Rujukan

  • (GFD-2022-11134) [SALAH] Wakil Presiden Republik Indonesia Meninggal Dunia

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita

    INALILLAHI: Indonesia Kembali Berduka, Wapres Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube Tribun Muda mengunggah video dengan klaim bahwa Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia meninggal dunia pada tanggal 29 November 2022 di RSPAD Jakarta.

    Setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut merupakan informasi yang salah. Video yang beredar tersebut merupakan potongan video dari meninggalnya BJ Habibie (mantan Wapres) dan Hartanto Sastrosoenarto (mantan Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara era kabinet Pembangunan VII). Terlihat dari cuplikan foto mantan Presiden SBY yang sedang melayat pada video tersebut.

    Ma’ruf Amin baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur yang dimulai sejak 28 November – 2 Desember 2022.

    Dilansir dari merdeka.com, kunjungan Wapres tersebut berjalan lancar sesuai rencana dan tidak ada kendala.

    Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun Istana Negara atas informasi meninggalnya Wakil Presiden seperti yang diinformasikan melalui video yang beredar tersebut.

    Kesimpulan

    Saat ini Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur. Hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi dari Istana Negara mengenai meninggalnya Ma’ruf Amin seperti yang diinformasikan pada video yang beredar.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11135) Cek Fakta: Tidak Benar Heru Budi Minta Rakyat Bantu Negara karena Kas Menipis

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta rakyat membantu negara karena kas negara menipis. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 9 Desember 2022.
    Dalam postingannya terdapat artikel berjudul "Heru Budi minta-minta rakyat bantu negara kas negara menipis"
    Akun itu menambahkan narasi "Jakarta dipegang Heru langsung miskin...Duit nya di kemanakan? Buang buang uang ngumpulin relawan di GBK? Masuk kantong sendiri via koruptor?"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta rakyat membantu negara karena kas negara menipis?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka website Democrazy.id seperti yang ada dalam postingan. Di kolom pencarian kami memasukkan kata kunci "Heru Budi".
    Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah pada 7 Desember 2022 dengan foto yang sama dengan postingan yang beredar.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Matinya Demokrasi DKI di Tangan Heru Budi". Artikel itu merupakan tulisan opini dari Achmad Nur Hidayat, pakar kebijakan Publik Narasi Institute.
    Berikut isi artikelnya:
    "SALAH satu hasil reformasi yang patut disyukuri oleh Bangsa Indonesia adalah pemilihan kepala daerah, baik gubernur maupun walikota dan bupati yang dipilih secara langsung oleh masyarakat. Dimana sebelum reformasi, para kepala daerah ini dipilih oleh pusat, dalam hal ini adalah presiden.
    Dengan pemilihan secara langsung tersebut masyarakat dapat memilih seorang kepala daerah yang benar-benar mewakili aspirasi mereka.
    Karena hakikat dari demokrasi adalah pertisipasi langsung publik untuk memilih pemimpin dan wakil wakilnya yang akan memperjuangkan hajat hidup masyarakat banyak.
    Namun pemilihan langsung kepala daerah ini berusaha dirampas kembali oleh pemerintah pusat. Adanya peraturan pilkada secara serentak setelah pemilu 2024 membuat kepala daerah yang habis jabatannya sebelumnya 2024 akan ditunjuk oleh pemerintah pusat, dalam hal ini adalah presiden dan mendagri.
    Tentu saja hal ini dari awal dikritisi oleh banyak pihak. Bagaimana di tahun ini dimana pemilu masih 2 tahun lagi namun karena adanya peraturan pilkada serentak tersebut pemimpin daerah tersebut dipilih oleh pusat dan tidak dipilih langsung oleh masyarakat.
    Lebih parahnya lagi seorang pejabat sementara yang ditunjuk pusat tersebut diberi kewenangan yang luas oleh Kemendagri.
    Pejabat sementara diberi kewenangan yang luas untuk memutasi dan mencopot pejabat pejabat yang ada di bawahnya. Dan hal ini sangat berbahaya dan benar benar telah mengancam demokrasi dan reformasi yang telah dibangun selama ini.
    Kepala kepala daerah yang di tunjuk oleh pemerintah pusat tersebut tentu adalah kepanjangan tangan pemerintah pusat. Agenda agenda politik dan kekuasaan tentu saja akan sangat dengan mudah dijalankan oleh pejabat-pejabat sementara ini.
    Yang paling kentara tentang berapa rusaknya penjabat sementara ini adalah apa yang terjadi di ibukota Jakarta. Dimana penjabat sementara yang masih merangkap kepala kesekretariatan presiden yang belum genap 2 bulan menjabat sudah mencopot sejumlah dirut-dirut dan Komisaris BUMD.
    Bahkan terbaru Penjabat Sementara Provinsi DKI Jakarta tersebut telah mencopot orang nomor satu di birokrasi Pemda DKI yaitu Marullah Matali tanpa alasan yang jelas.
    Pencopotan tersebut sangat kental nuansa politik yang ada. Dimana Marullah Matali sebagai Sekda diberhentikan tanpa alasan yang jelas dan ini sangat berbahaya bagi birokraso di Pemda DKI.
    Apa yang dilakukan Pjs Heru Budi ini merupakan tindakan mematikan demokrasi di DKI. Heru Budi yang notabene hanyalah seorang penjabat sementara yang mestinya hanya mengurus hal-hal yang bersifat administratif saja tapi bahkan mengambil tindakan yang amat vital, yaitu mencopot seorang sekda dan menggantikan dengan orang yang tidak jelas apa parameternya.
    Tindakan yang dilakukan Heru Budi ini harus dilawan karena hal tersebut akan menjadi preseden buruk bagi DKI Jakarta. Masyarakat Jakarta harus bersuara secara lantang terhadap kebijakan kebijakan Heru Budi.
    Jika tidak masyakarat Jakarta sendiri yang akan merasakan kerugiannya."

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meminta rakyat membantu negara karena kas negara menipis adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel di website itu telah diedit.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11137) [SALAH] Dokumen Resi Pengiriman dalam Format APK

    Sumber: WHATSAPP
    Tanggal publish: 13/12/2022

    Berita

    “Assalamu’alaikum selamat siang
    Ada paket dari J&T atas nama nurhayani

    Cek Resi J&T.apk

    Mohon dicek resi & paketnya”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan WhatsApp terkait informasi mengenai resi pengiriman yang dikirimkan oleh pihak yang mengatasnamakan J&T Ekspress. Dalam pesan tersebut dilampirkan dokumen dengan format APK. Tangkapan layar pesan tersebut juga viral di media sosial Twitter dan mendapat berbagai respon dari warganet.

    Dikutip dari kompas.com, Public Relations J&T Express, Diego Prayoga angkat bicara terkait informasi yang mengatasnamakan perusahaan jasa kirim J&T itu. Ia menyebutkan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari pihak J&T. Diego menambahkan, pelanggan J&T diharapkan bisa berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan pihak J&T.

    Salah seorang web developer, Nikko Enggaliano melakukan analisis terhadap aplikasi scammer yang beredar tersebut. Didapatkan fakta bahwa aplikasi tersebut adalah tiruan dari aplikasi J&T Ekspress. Aplikasi akan meminta permission untuk mengakses SMS.

    Ketika izin diberikan, maka semua isi SMS yang masuk akan dikirimkan ke server penyerang. Sehingga kode rahasia seperti kode OTP dan tautan reset password yang dikirimkan melalui SMS akan terkirim juga kepada pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

    Kesimpulan

    Nomor resi yang dikirimkan oleh pihak yang mengatasnamakan jasa kirim J&T Ekspress tersebut adalah informasi yang salah. J&T Ekspress mengatakan pesan yang berisi soal dokumen pengecekan resi paket J&T itu bukan berasal dari perusahaannya.

    Rujukan