Akun Youtube Roda Politik (https://youtube.com/@Miftah290391) pada tanggal 9 Februari 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Jokowi memecat hakim yang terbukti menerima suap dari Ferdy Sambo. Namun narasi dan video dalam unggahan tersebut justru malah membahas upaya suap oleh staff Sambo kepada LPSK berupa dua amplop coklat besar.
Dalam unggahan video dinarasikan beberapa waktu lalu tepatnya 13 Juli 2022, staf LPSK tiba-tiba menerima dua amplop besar yang diduga dari orang suruhan Sambo. Namun pihak LPSK tidak membukanya dan langsung dikembalikan. Upaya pemberian pelicin semacam itu tidak hanya sekali itu saja.
(GFD-2023-11909) [SALAH] Video Jokowi Pecat Hakim yang Terbukti Terima Suap dari Sambo
Sumber: YoutubeTanggal publish: 20/02/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari metro.suara.com, KPK tangkap jaksa dan hakim gara-gara suap Sambo adalah berita hoax. Diketahui Hakim Wahyu Iman Santoso masih menjabat dan pada tanggal 13 Februari 2023 menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Ferdy Sambo.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara isi dengan judul video. Dalam thumbnail dan judul video sendiri, akun Politik Nusantara berisi pemecatan hakim oleh Jokowi karena terbukti terima suap. Sedangkan dalam isi dan narasi pada unggahan tersebut sama sekali tidak menampilkan hal tersebut. Justru yang dibahas adalah pemberian amplop coklat oleh pihak Sambo kepada LPSK walau pihak LPSK langsung menolak amplop tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara isi dengan judul video. Dalam thumbnail dan judul video sendiri, akun Politik Nusantara berisi pemecatan hakim oleh Jokowi karena terbukti terima suap. Sedangkan dalam isi dan narasi pada unggahan tersebut sama sekali tidak menampilkan hal tersebut. Justru yang dibahas adalah pemberian amplop coklat oleh pihak Sambo kepada LPSK walau pihak LPSK langsung menolak amplop tersebut.
Kesimpulan
Unggahan video dengan klaim bahwa hakim terbukti terima suap dari Sambo, Jokowi tak segan pecat hakim tersebut adalah konten yang tidak benar. Faktanya tidak ada bukti kuat yang dapat membuktikan hakim menerima suap dan dipecat oleh Presiden.
Rujukan
(GFD-2023-11910) [SALAH] Megawati Resmi Tunjuk Ganjar Maju Capres 2024
Sumber: YoutubeTanggal publish: 20/02/2023
Berita
Akun Youtube Pusaka NKRI (https://youtube.com/@PORTALTV49) pada tanggal 15 Februari 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Megawati telah resmi menunjuk Ganjar Pranowo maju sebagai capres 2024. Namun narasi dan video dalam unggahan tersebut hanya membahas elektabilitas Ganjar yang lebih tinggi daripada Puan dan beberapa kandidat capres lain.
Dalam unggahan video tersebut dijelaskan berdasarkan data survei elektabilitas Ganjar jauh lebih tinggi dibandingkan Puan. Yaitu Ganjar menempati urutan pertama dengan dukungan 17,6%, disusul Prabowo Subianto 12,6%, Joko Widodo 12,5%, Anies Baswedan 9,1%, Ridwan Kamil 4,3%. Namun keputusan siapa yang akan maju dalam Pilpres 2024 nanti ada di tangan Megawati selaku ketua umum Partai PDIP. Walaupun begitu hasil survei bisa saja bersifat dinamis.
Dalam unggahan video tersebut dijelaskan berdasarkan data survei elektabilitas Ganjar jauh lebih tinggi dibandingkan Puan. Yaitu Ganjar menempati urutan pertama dengan dukungan 17,6%, disusul Prabowo Subianto 12,6%, Joko Widodo 12,5%, Anies Baswedan 9,1%, Ridwan Kamil 4,3%. Namun keputusan siapa yang akan maju dalam Pilpres 2024 nanti ada di tangan Megawati selaku ketua umum Partai PDIP. Walaupun begitu hasil survei bisa saja bersifat dinamis.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, hingga saat ini Megawati belum menyebutkan nama untuk maju dalam Pilpres 2024. Dilansir dari KompasTV, pada peringatan ulang tahun ke 50 PDI- Perjuangan Megawati sempat menyinggung soal siapa yang diusung di Pilpres mendatang. Pada kesempatan itu pula ia menegaskan bahwa urusan calon Presiden menjadi kewenangannya sebagai Ketua Umum PDI-P. “Diberikanlah kepada Ketua Umum terpilih, hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan dipilih (calon Presiden)” tuturnya.
Kesimpulan
Unggahan video dengan klaim bahwa Megawati resmi tunjuk Ganjar sebagai Capres 2024 adalah konten yang tidak benar. Faktanya hingga berita ini dibuat Megawati belum menunjuk siapapun untuk maju dalam Pilpres 2024 nanti.
Rujukan
(GFD-2023-11918) [SALAH] Rusia dan Korea Utara Membela Indonesia
Sumber: YoutubeTanggal publish: 20/02/2023
Berita
Channel YouTube JENDERAL (https://www.youtube.com/@jenderal538) pada 12 Februari 2023 mengunggah video yang mengklaim bahwa China dan Amerika Serikat murka karena 500 tentaranya tewas akibat rudal dari Korea Utara dan Rusia. Sebelumnya diketahui bahwa AS dan China mengatakan jika Indonesia harus segera dihancurkan. Dalam narasi disebutkan bahwa Korea Utara berjanji akan turun tangan jika Indonesia diancam oleh negara lain. Selain itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa ratusan penembak jitu telah dikerahkan untuk memburu para pemimpin China.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya unggahan tersebut hanya berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan, sehingga terdapat ketidaksesuaian antara narasi dan video yang diunggah.
Video yang menampilkan wajah Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, nyatanya diambil dari channel YouTube New China TV (https://www.youtube.com/@ChinaViewTV). Video asli yang telah diunggah pada 30 Juli 2017 itu menampilkan Perayaan Ulang Tahun ke-90 Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Dalam momen tersebut, Xi Jinping berperan sebagai Kepala Komisi Militer Pusat yang memeriksa pasukan dari sebuah jip di markas pelatihan Zhurihe, China.
Selain itu, terdapat pula video yang menampilkan sistem peluncur roket ganda BM-21 Grad milik militer Ukraina yang telah diunggah oleh channel YouTube Gung Ho Vids (https://www.youtube.com/@Gung_Ho_Vids) pada 4 April 2017. Dalam video asli tersebut, tertulis keterangan bahwa Ukraina sedang melakukan latihan tembakan langsung roket ganda BM-21 Grad pada 29 Maret 2017 di Pusat Pelatihan Tempur Yavoriv, Ukraina.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube JENDERAL merupakan konten yang menyesatkan.
Video yang menampilkan wajah Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, nyatanya diambil dari channel YouTube New China TV (https://www.youtube.com/@ChinaViewTV). Video asli yang telah diunggah pada 30 Juli 2017 itu menampilkan Perayaan Ulang Tahun ke-90 Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Dalam momen tersebut, Xi Jinping berperan sebagai Kepala Komisi Militer Pusat yang memeriksa pasukan dari sebuah jip di markas pelatihan Zhurihe, China.
Selain itu, terdapat pula video yang menampilkan sistem peluncur roket ganda BM-21 Grad milik militer Ukraina yang telah diunggah oleh channel YouTube Gung Ho Vids (https://www.youtube.com/@Gung_Ho_Vids) pada 4 April 2017. Dalam video asli tersebut, tertulis keterangan bahwa Ukraina sedang melakukan latihan tembakan langsung roket ganda BM-21 Grad pada 29 Maret 2017 di Pusat Pelatihan Tempur Yavoriv, Ukraina.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube JENDERAL merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Unggahan video yang mengklaim bahwa Rusia dan Korea Utara membela Indonesia dari ancaman serta serangan Amerika Serikat dan China adalah konten yang menyesatkan. Faktanya, unggahan tersebut hanya berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Rujukan
(GFD-2023-11919) [SALAH] Perang Dunia III Pecah jika China-Iran Terlibat Konflik Indonesia-Australia
Sumber: YoutubeTanggal publish: 20/02/2023
Berita
Channel YouTube DUNIA BERITA (https://www.youtube.com/@duniaberita2029) pada 18 Februari 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Amerika Serikat mengatakan jika Perang Dunia III dapat meletus apabila China dan Iran terlibat dalam konflik antara Indonesia-Australia. Lebih lanjut Amerika mengatakan apabila hal itu terjadi, maka akan muncul kelompok Islam radikal bersenjata nuklir.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya narasi yang dibacakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil suntingan karena narator hanya membaca ulang artikel milik CNN Indonesia (https://www.cnnindonesia.com/). Artikel asli dengan judul “Senator AS: PD III Pecah jika China-Iran Ikut Konflik Rusia-Ukraina” telah diunggah pada 24 Februari 2022. Dalam artikel tertulis bahwa Perang Dunia III akan pecah jika China-Iran ikut terlibat konflik antara Rusia dengan Ukraina, bukan konflik antara Indonesia dan Australia seperti yang tertulis pada judul video.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube JENDERAL merupakan konten yang menyesatkan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube JENDERAL merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Perang Dunia III akan meletus jika China dan Iran ikut campur dalam konflik antara Indonesia dan Australia adalah konten yang dimanipulasi. Faktanya, narator hanya membaca ulang dan menyunting artikel milik CNN Indonesia dengan judul “Senator AS: PD III Pecah jika China-Iran Ikut Konflik Rusia-Ukraina”.
Rujukan
Halaman: 5743/8132



