• (GFD-2020-8347) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan longsornya tanah di depan sebuah gedung perkantoran beredar di Facebook pada 24 Oktober 2020. Dalam video berdurasi 30 detik ini, terlihat pula bahwa tempat parkir yang berada di depan gedung tersebut runtuh. Video itu diklaim sebagai video gempa di Arab Saudi.
    Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun Cahaya Hati. Akun ini menulis, "Gempa di Saudi arabian. Mohon doanya moga semuanya baik" aja amin" ya Allah yarobal alamin." Di kolom komentar, akun ini juga menulis bahwa video itu dikirim oleh seorang ulama.
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapat lebih dari 500 reaksi dan sebanyak 141 komentar serta dibagikan lebih dari 500 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Cahaya Hati.
    Apa benar video tersebut merupakan video gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle.
    Hasilnya, ditemukan informasi bahwa video tersebut merupakan video tanah longsor di depan sebuah gedung di Al Khobar, Arab Saudi, bukan video gempa. Peristiwa itu pun terjadi pada 18 Oktober 2020, sepekan sebelum akun Cahaya Haiti mengunggah video tersebut.
    Video ini pernah dimuat oleh situs media Al Jazeera pada 18 Oktober 2020 dalam artikelnya yang berjudul “Arab Saudi: tanah longsor di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan di Khobar”. Selain video itu, situs ini juga memuat video-video lain dari peristiwa yang sama.
    Menurut laporan Al Jazeera, video itu menunjukkan runtuhnya tempat parkir di kompleks komersial Al-Saeed di distrik Al Rakah, Provinsi Al Khobar, Arab Saudi timur, akibat tanah longsor. Juru bicara pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan terdapat dua orang yang terluka karena kejadian itu.
    Video yang sama juga pernah dimuat oleh kanal YouTube Seeking Truth pada 18 Oktober 2020. Dalam video ini, terdapat pula rekaman kamera CCTV yang menunjukkan terjadinya peristiwa tersebut. Video tersebut, menurut kanal ini, adalah video tanah longsor di tempat parkir sebuat pusat perbelanjaan di Al Khobar, Arab Saudi timur.
    Foto-foto yang menujukkan tanah longsor di kompleks komersial Al-Saeed, Al Khobar, itu juga dimuat oleh situs Akhbaar24 pada 18 Oktober 2020. Menurut Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil, dua orang yang terjebak telah diselamatkan. Runtuhnya sebagian tempat parkir itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah mobil.
    Dilansir dari CNN, menurut juru bicara Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi Letnan Kolonel Abdul Hadi Al-Shahrani, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada orang yang berada di bawah reruntuhan. Dia juga mengatakan puing-puing dan beton yang runtuh yang menimpa mobil di lantai bawah tanah sedang ditangani.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020 menyesatkan. Video tersebut merupakan video peristiwa tanah longsor yang terjadi di kompleks komersial Al-Saeed, distrik Al Rakah, Provinsi Al Khobar, Arab Saudi timur, pada 18 Oktober 2020. Tanah longsor ini menyebabkan tempat parkir kompleks tersebut runtuh.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5365) [SALAH] Akun Facebook Irjen Polisi Supratman

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita

    Akun Facebook atas nama Irjen Pol Supratman

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial sebuah akun Facebook bernama Irjen Pol Supratman. Foto akun tersebut adalah foto Irjen Pol Supratman yang berjabat tangan dengan seorang artis. Sampai saat ini, akun tersebut telah memiliki 2.279 pertemanan.

    Setelah ditelusuri, akun Facebook tersebut ternyata palsu. Akun atas nama Irjen Pol Supratman itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno yang membenarkan akun Facebook Kapolda Supratman itu hoaks atau palsu.

    “Ya, kami mendapatkan laporan adanya akun Facebook yang mengatasnamakan Kapolda Bengkulu. Kami beritahukan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk tidak percaya akan akun FB tersebut. Akun FB tersebut palsu, dan yang telah terlanjur berteman diharapkan hapus pertemanannya,” ungkap Sudarno, Kamis (20/6/2019).

    Setelah dikonfirmasi, Irjen Pol Supratman mengatakan bahwa akun tersebut palsu.

    “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman, Minggu (25/10/2020).

    Sebelumnya, akun atas nama mantan Kapolda Bengkulu tersebut juga pernah dibuat oleh pelaku yang digunakan untuk melakukan penipuan dengan modus meluluskan calon anggota polisi dengan meminta sejumlah uang.

    Sehingga, akun Facebook Irjen Pol Supratman adalah hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, Irjen Polisi Supratman tidak memiliki media sosial Facebook dan Twitter. “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5366) [SALAH] Telegram Kemenkop UKKM “Kemenkopukm_info”

    Sumber: telegram
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita

    Telegram Kemenkop UKKM Beredar di Masyarakat

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Telegram Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Lewat pesan singkat Telegram, akun tersebut membagikan link formulir berisi informasi untuk pengajuan Banpres Produktif Usaha Mikro dan pendaftaran Bantuan Modal Kerja Darurat yang meminta data lengkap dan mengatasnamakan Menteri Koperasi dan UKM.

    Sebelumnya juga pernah tersebar hoax mengenai link pendataan yang telah di bahas di website turnbackhoax dengan judul “Situs Formulir Online BANPRES oleh Kementrian Koperasi dan UKM” pada tanggal 20 Oktober 2020.
    Setelah dilakukan penelusuran, diketahui akun tersebut adalah palsu dan bukan dikelola oleh Kemenkop UKM. Pihak Kemenkop UKM, menghimbau masyarakat selalu berhati-hati saat dihubungi oleh akun atau nomor yang tidak dikenal, terutama akun yang mengatasnamakan Kemenkop UKM.

    Melalui akun instagram resmi Kemenkop UKM mengatakan,

    “#SobatKUKM harap lebih waspada terhadap informasi yang beredar mengatasnamakan akun media sosial KemenkopUKM.

    KemenkopUKM tidak memiliki saluran telegram ya Sobat. Harap berhati-hati #SobatKUKM pastikan data pribadi diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.”

    Dilansir dari fame.grid.id bantuan BLT UMKM sendiri masih dalam tahap II. Seleksi tahap II lebih diperketat lagi dibandingkan tahap I. Pihak Kemenkop UKM pun lebih mengutamakan para UMKM yang berasal dari wilayah yang penyalurannya masih kecil, seperti Maluku, Kalimantan, dan NTT.

    Dengan demikian, informasi terkait akun Telegram Kementrian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil termasuk hoax dengan kategori konten palsu.

    = = = = =

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahma An Nisa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Akun Telegram dengan username “Kemenkopukm_info” bukanlah milik Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Informasi tersebut tidak benar. Dalam akun Instagram resmi @kemenkopukm mengonfirmasi bahwa akun Telegram dengan username “@Kemenkopukm_info” palsu atau hoax.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5352) [SALAH] Daftar Kartu Prakerja, PT Shell Indonesia Beri Bantuan Senilai Rp600.000

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 25/10/2020

    Berita

    Rencana pengalaman pengisian bahan bakar

    Kami mengundang Anda untuk merasakan pengalaman terbaik dari bahan bakar kelas dunia kami di SPBU Shell terdekat.

    Selama program ini, Anda bisa mendapatkan kualifikasi pengalaman kartu gas 600.000 rupiah

    Langkah untuk mendaftar Prakerja

    :point_right:Kunjungi situs web di bawah ini

    :point_right:Isi formulir data diri

    :point_right:Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp

    :point_right:Bantuan akan dikirim melalui rekening bank

    harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

    https://hxhb.vip/j/

    Kartu gas gratis

    Shell hoax

    Program Kartu Prakerja bantu yang terdampak pandemi melalui pelatihan kemampuan dan kapasitas diri serta mendapatkan insentif tambahan modal. covid19.go.id

    Hasil Cek Fakta

    Beredar narasi lewat aplikasi Whatsapp yang menyatakan bahwa akan diberikan kartu bahan bakar gas senilai 600.000 rupiah di SPBU Shell terdekat jika masyarakat mendaftar kartu Prakerja melalui link yang disediakan di akhir narasi.

    Dilansir dari media liputan6.com, pihak humas PT Shell Indonesia menyatakan bahwa narasi tersebut adalah hoaks. Pihak PT Shell Indonesia juga menyatakan bahwa tidak memiliki program pemberian kartu bahan bakar yang dikaitkan dengan program tersebut. Untuk itu, PT Shell Indonesia menghimbau masyarakat mewaspadai penipuan bermodus penawaran untuk pendaftaran Program Prakerja dengan janji/iming-iming pemberian kartu bahan bakar Shell bernominal tertentu.

    Kartu Prakerja sendiri berfokus pada pemberian insentif dan pelatihan terhadap masyarakat yang belum bekerja atau kepada yang sudah bekerja namun ingin meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. 8 mitra yang telah resmi bekerjasama dalam program Kartu Prakerja ini adalah Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Pijar Mahir, Sekolahmu, serta Sistem Informasi Ketenaga Kerjaan (Sisnaker) Kementerian Tenaga Kerja. Jadi dapat dipastikan bahwa tidak ada perusahaan bahan bakar seperti PT Shell Indonesia yang menjadi mitra dari Kartu Prakerja.

    Dari hasil penelusuran yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bantuan senilai 600.000 oleh PT Shell Indonesia melalui pendaftaran Kartu Prakerja adalah hoaks kategori fabricated content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Hal tersebut tidak benar. Faktanya, PT Shell Indonesia tidak pernah bermitra pada program Kartu Prakerja.

    Rujukan