• (GFD-2023-12094) Cek Fakta: Hoaks Kabar Justin Bieber Meninggal Dunia pada 7 Maret 2023

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 18/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Justin Bieber dikabarkan meninggal dunia pada 7 Maret 2023. Informasi tersebut disebarkan salah akun Facebook.
    Akun Facebook tersebut mengunggah artikel berjudul "( RIP ) Justin Bieber died after crashing at over 100mph, coroner’s report reveals 7 .03.2023" yang dimuat situs citynewsjet.com.
    Artikel tersebut juga memuat gambar Justin Beiber dengan tulisan Rest In Peace (RIP) dengan disandingkan gambar lilin.
    "( RIP ) Justin Bieber died after crashing at over 100mph, coroner’s report reveals 7 .03.2023," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan dibagikan oleh warganet.
    Benarkah Justin Bieber meninggal dunia pada 7 Maret 2023? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Justin Bieber meninggal dunia pada 7 Maret 2023. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "justin bieber died" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Justin Bieber Death Hoax: The singer is still alive; Viral claim debunked" yang dimuat situs pinkvilla.com pada 12 Maret 2023.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kabar tentang Justin Bieber meninggal dunia akibat jatuh dengan kecepatan 100mph pada 7 Maret 2023 adalah tidak benar. Justin Bieber justru tampil di depan publik pada hari yang sama.
    Masih menurut laporana yang sama, penyanyi asal Kanada itu baru-baru ini merayakan ulang tahunnya yang ke-29 bersama teman dan keluarga.
    Bernard Harvey, Billie Eilish, Kid Laroi, Jaden Smith, Leon Bridges, dan Don Toliver termasuk di antara mereka yang menghadiri pesta ulang tahun bertema Karnaval.
    Dia juga membagikan korsel foto ulang tahun di media sosialnya. Penyanyi 'Peaches' berbagi foto dari perayaan di Instagram, di mana dia dan teman-temannya terlihat lebih bahagia dari sebelumnya, saling berpelukan di pesta tersebut.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang Justin Biber meninggal dunia pada 7 Maret 2023 ternyata tidak benar alias hoaks. Tidak ada informasi valid yang memberitakan kabar tersebut.
     

    Rujukan

  • (GFD-2023-12095) Cek Fakta: Hoaks Kabar Bharade E Kritis hingga Dilarikan ke RSUD

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 18/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu kritis dan dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Maret 2023.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video berjudul "BREAKING NEWS TANGIS KELUARGA PECAH KONDISI BARADA, KRITIS LANGSUNG DILARIKAN KE RSUD".
    Video berdurasi 15 menit 2 detik itu menampilkan gambar thumbnail seorang pria berbaju tahanan oranye terbaring di ranjang rumah sakit. Dia dorong oleh beberapa orang dan petugas polisi.
    Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Bharada E atau Richard Eliezer saat ini tengah kritis dan langsung dilarikan ke RSUD.
    "TANGIS HISTERIS IBU BARADA E, PECAH NYAWA ANAKNYA, TAK TOLONG LPSK HARUS BERTANGGUNG JAWAB-," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 2.800 kali direspons dan mendapat 358 komentar dari warganet.
    Benarkah kabar Bharada E atau Richard Eliezer kritis dan dilarikan ke RSUD? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar Bharada E atau Richard Eliezer kritis dan dilarikan ke RSUD. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "richard eliezer kritis dilarikan ke rsud" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya, tidak ada informasi valid dari media arus utama yang mengabarkan bahwa Bharada E atau Richard Eliezer kritis dan dilarikan ke RSUD.
    Pada video berdurasi 15 menit 2 detik tidak ditemukan informasi bahwa Bharada E atau Richard Eliezer kritis dan dilarikan ke RSUD. Video itu justru berisi tentang LPSK yang mencabut perlindungan terhadap Bharada E atau Richard Eliezer.
    Dilansir dari Liputan6.com, Bharada E atau Richard Eliezer hingga kini masih menjalani masa penahanan di Rutan Bareskrim Polri cabang Salemba setelah dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 6 bulan penjara lantaran terlibat kasus pembunuhan Brigadir J.
    Selama di tahanan, Richard Eliezer mengaku tengah mencoba untuk menyelesaikan kuliahnya. "Sekarang saya masih dalam tahap belajar untuk membuat skripsi," kata Richard Eliezer dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Kamis (9/3/2023).
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang Bharada E atau Richard Eliezer kritis dan dilarikan ke RSUD ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
     

    Rujukan

  • (GFD-2023-12106) [SALAH] Video “NEGERI JIRAN UNDANG CHINA️ TNI KEPUNG AUSTRALIA DARI SEGALA ARAH”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/03/2023

    Berita

    NARASI: “NEGERI JIRAN UNDANG CHINA‼️TNI KEPUNG AUSTRALIA DARI SEGALA ARAH”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: judul umpan klik (click bait) mengaitkan dengan Malaysia dan Tiongkok. Selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia menjadi Australia dengan Indonesia.

    Salah satu sumber video dengan bagian yang identik, Jrm di YouTube pada 26 Jun 2017: “#paskhas #denjaka #akmil 5 Senjata SNIPER andalan pasukan elit INDONESIA…”

    Salah satu sumber artikel yang dibaca di video dengan mengganti bagian-bagian tertentu, KOMPAS.com: “Moskwa mengatakan pihaknya telah menembakkan rudal jelajah ke sasaran militer Ukraina dan akan mengembangkan serangan “dari segala arah” setelah menuduh Ukraina “menolak” pembicaraan. …”

    Salah satu sumber video yang TIDAK berkaitan dengan tema yang diangkat oleh SUMBER, pidato kemenangan Anthony Albanese oleh ABC News (Australia) di YouTube pada 21 Mei 2022: “New incoming Prime Minister Anthony Albanese claims victory in the 2022 Australian federal election. …”

    Guardian Australia di YouTube pada 21 Mei 2022: “Labor leader Anthony Albanese has been elected the next prime minister of Australia. …”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, judul umpan klik (click bait) mengaitkan dengan Malaysia dan Tiongkok. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia menjadi Australia dengan Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12089) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Hujan Cacing di China

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 17/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video hujan cacing di China. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 Maret 2023.
    Unggahan klaim video hujan cacing di China berupa video berdurasi 0.43 detik. Awalnya menampilkan sejumlah video mobil yang diparkir di bahu jalan depan bangunan dan terdapat benda panjang hitam di sekirar mobil tersebut hingga sebagian menutupi mobil.
    Cuplikan video tersebut pun berubah dengan menampilkan benda panjang bergerak pada permukaan tanah.
    Dalam video tersebut terdapat narasi sebagai berikut.
    "Fenomena hujan aneh terjadi di Beijing China warga di Ibu Kota negara tirai bambu tersebut terkejut karena tiba-tiba turun hujang cacing, hingga kini belum diketahui sumber fenomena tersebut, warga Beijing pun merasa bingung dengan fenomena itu.
    Laman El Elardo melaporkan bahwa penduduk Beijing mendapat pengumuman saat hendak meninggalkan rumah, dalam cuplikan berita terlihat warga kota menjalankan rutinitas sehari-harinya dengan membawa payung agar tidak terkena ulat yang berjatuhan."
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Hujan Cacing di Beijing Cina. ..."
    Benarkah klaim video hujan cacing di China? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video hujan cacing di China, artikel  berjudul "Viral Hujan Cacing di China, Ini Fakta yang Sebenarnya" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 14 Maret 2023 menyebutkan, benda tersebut ternyata hanyalah sebuah tangkai bunga yang jatuh dari pohon.
    Seperti diketahui, daerah China saat ini mulai memasuki musim semi atau spring, sehingga bunga-bunga mulai banyak berguguran beserta tangkainya untuk menjadi bunga baru.
    Kabar ini juga diklarifikasi oleh salah satu pengguna TikTok yang saat ini tinggal di China. Ia bahkan turut menjelaskan bahwa kabar adanya hujan cacing di Beijing tidak benar adanya. Justru yang terjatuh di atas kendaraan-kendaraan tersebut adalah tangkai bunga biasa.
    “Kalian lihat apa yang aku pegang terlihat seperti cacing sebenarnya ini ‘tree’s pollen’ ini asalnya bunga dari atas pohon terus dia jatuh kebawah, di Beijing sekarang sudah musim winter, dari musim sejuk beralih ke musim spring musim bunga,” tulis akun @imniming di TikTok.
    Pengguna TikTok ini juga menjelaskan jika jatuhnya tangkai bunga dari pepohonan tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, wilayah Beijing sudah memasuki musim semi. Sehingga, kejadian tersebut adalah kejadian yang wajar dan pastinya bukan karena hujan cacing.
    “Jadi bunga akan jatuh dulu jadi keluarlah bunga. Oke akan tiba musim spring di Beijing, jadi yang kalian lihat ini bukan cacing tapi tree’s pollen, jadi jangan percaya bulat-bulat,” jelas keterangan akun tersebut 
    Kabar lain mengatakan jika tangkai bunga yang berjatuhan tersebut adalah tangkai dari bunga poplar pohon tulip. Sehingga bentuknya menyerupai cacing dan bukan hewan ulat dan lain sebagainya yang viral dibahas di media sosial.
    Artikel berjudul "Fakta Menarik Catkin, Bunga dari Pohon Poplar yang Dikaitkan dengan Hujan Cacing di China" yang dimuat Liputan6.com, pada 15 Maret 2023 menyebutkan, media dan pihak berwenang China tidak membuat laporan seperti itu tentang fenomena hujan cacing. Selain itu, pemeriksaan ketat terhadap video tersebut menunjukkan apa yang disebut cacing tidak terlihat di jalan-jalan terdekat.
    Penduduk dan jurnalis di China mengidentifikasi mereka sebagai catkin dari pohon poplar, yang merupakan pemandangan umum selama musim semi.
    Catkin adalah kelompok bunga yang menggantung dari pohon dan tidak memiliki kelopak. Mereka dapat ditemukan di banyak jenis pohon, dan angin membantu membawa serbuk sari untuk reproduksi.
    Perlu dicatat bahwa pohon poplar banyak tumbuh di seluruh China, dan catkin adalah pemandangan umum selama musim semi.
    Singkatnya, video viral yang mengklaim hujan cacing di China sebenarnya menunjukkan catkin pohon poplar.
    Penelusuran dilanjutkan dengan memangkas layar cuplikan video yang menampilkan benda panjang bergerak pada permukaan tanah untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
     
    Penelusuruan mengarah pada akun Facebook, Jejak Pendaki Indonesia yang mengunggah video identik dengan klaim sejak 19 September 2019.
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Geli-geli sedap, yakin tetep lanjut?
    Tag temen yang mau diajak ke sini..
    Beginilah kondisi jalur pendakian di Gunung Argopuro via Baderan seusai turun hujan..
    Video dari @abdullah_rozzaq08
    Lokasi : Gn. Argopuro
    #argopuro #gunungargopuro #cacing #viral #jejakpendaki"

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video hujan cacing di China tidak benar.
    Benda tersebut ternyata hanyalah sebuah tangkai bunga yang jatuh dari pohon. Sedangkan pada cupilikan video lain sudah beredar sejak 2019 dan bukan terjadi di China.
     

    Rujukan