• (GFD-2023-12455) [SALAH] Video “PERAYAAN PASKAH DI ARAB SAUDI”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 09/04/2023

    Berita

    Akun Yukato Nishihara (fb.com/100085599796801) pada 9 April 2023 mengunggah sebuah video dengan narasi:

    “PERAYAAN PASKAH DI ARAB SAUDI… Gimana drun.. ayo kesana demo tuh raja Arab.. takbirrr…”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai perayaan Paskah di Arab Saudi merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan di Arab Saudi. Perayaan di video itu adalah Festival Paskah “Semana Santa”, yang diadakan di Antigua, Guatemala.

    Video yang identik, diunggah di kanal Youtube Leonardo Villagran pada 3 April 2023 dengan judul “Marcha Fúnebre “Al Señor de la Merced” Jesús nazareno de la Merced, Domingo de Ramos 2023”.

    Kemiripan video yang diunggah oleh sumber klaim dengan video di kanal Youtube ini adalah gedung yang dilewati oleh arak-arakan tersebut. Gedung itu adalah gedung The Captain General Palace, atau Palacio de los Capitanes Generales yang bertempat di Alun-alun Pusat Antigua, Guatemala.

    Dilansir dari artikel berjudul “The Semana Santa Easter Festival in Antigua, Guatemala” yang terbit di situs transitionsabroad.com, Antigua, menjadi hidup dengan Pekan Suci tahunan “Semana Santa”, yang diadakan antara 22 Maret dan 23 April. Seluruh kota berpartisipasi dalam kegiatan khidmat selama seminggu dengan perayaan sukacita pada Paskah.

    Kesimpulan

    BUKAN di Arab Saudi. Perayaan di video itu adalah Festival Paskah “Semana Santa”, yang diadakan di Antigua, Guatemala.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12290) Cek Fakta: Hoaks Raja Arab Saudi Berikan Hadiah Pedang Emas pada Ida Dayak

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 08/04/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim Raja Arab Saudi memberikan hadiah pedang emas kepada Ida Dayak. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 4 April 2023.
    Dalam postingannya terdapat video berjudul "Ibu Ida Dayak dapat hadiah pedang emas dari raja arab". Video berdurasi 6 menit 32 detik mengklaim Ida Dayak menerima hadiah itu pada Kamis, 30 Maret 2023.
    Narator dalam video mengklaim informasi itu dilansir dari media kenamaan Arab Saudi, Saudi Gazette.
    Lalu benarkah postingan video yang mengklaim Raja Arab Saudi memberikan hadiah pedang emas kepada Ida Dayak?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman Saudi Gazette, Saudigazette.com.sa seperti yang diklaim dalam postingan. Di kolom pencarian kami memasukkan kata kunci "Ida Dayak".
    Hasilnya tidak ada artikel yang terkait Ida Dayak. Pencarian dilanjutkan dengan mengetik kata kunci "King Salman" di kolom pencarian.
    Hasilnya berita terkait King Salman pada tanggal 30 Maret 2023 berjudul "King Salman congratulates UAE President on new appointments". Tidak ada berita terkait Ida Dayak pada tanggal tersebut seperti yang diklaim dalam video.
    Pencarian dilanjutkan dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ada informasi kredibel yang menyebut Raja Arab Saudi memberikan hadiah pedang emas bagi Ida Dayak.
    Di dalam video yang diklaim juga hanya menceritakan sosok Ida Dayak dan perjalanannya selama ini. Gambar foto dan video juga hanya gabungan foto dari Raja Arab Saudi dan tidak ada hubungannya dengan Ida Dayak.

    Kesimpulan


    Postingan video yang mengklaim Raja Arab Saudi memberikan hadiah pedang emas kepada Ida Dayak adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12314) [SALAH] Video “DI TERJANG 120 RUDAL PEMUSNAH DARATAN , RIBUAN WARGA SIPIL DAN PASUKAN AUS TAK TERTOLONG”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/04/2023

    Berita

    NARASI: “kpk_DI TERJANG 120 RUDAL PEMUSNAH DARATAN , RIBUAN WARGA SIPIL DAN PASUKAN AUS TAK TERTOLONG__”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: isi video TIDAK berkaitan dengan Australia. Selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia untuk mengesankan konflik yang terjadi adalah antara Australia dengan Indonesia.

    Salah satu sumber dengan bagian video yang identik, The Telegraph di YouTube pada 1 Mar, 2022: “#Kharkiv #Ukraine #Invasion Ukrainian officials reported a Russian bombardment of Kharkiv, the country’s second largest city, had killed dozens of civilians. It was not possible to independently verify the casualty figures.

    Salah satu sumber artikel yang dibaca, Liputan6.com: “Rusia menyerang Ukraina dengan serentetan rudal Kamis, termasuk yang menargetkan ibu kota, Kyiv, dan kota Kharkiv. Ajudan presiden Ukraina Miykhailo Podolyak mencuit bahwa Rusia meluncurkan sedikitnya 120 rudal “untuk menghancurkan infrastruktur penting dan membunuh warga sipil secara besar-besaran.

    Hasil pencarian Google Video, kata kunci: “russia kharkiv regional administration building attack”.

    Hasil pencarian Google News, kata kunci: “russia kharkiv regional administration building attack”.

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, isi video TIDAK berkaitan dengan Australia. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia untuk mengesankan konflik yang terjadi adalah antara Australia dengan Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12346) [SALAH] Operasi Marinir Kerajaan Inggris di Ukraina pada Maret 2023

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 08/04/2023

    Berita

    Channel YouTube KABAR HARIAN (https://www.youtube.com/@kabarharian4810) pada 28 Maret 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Marinir Kerajaan Inggris melakukan operasi beresiko tinggi di Ukraina pada Bulan Maret ini. Operasi tersebut berlangsung di lingkungan yang sangat sensitif serta memiliki tingkat resiko politik dan militer yang tinggi.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya beberapa narasi yang dibacakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil suntingan dari artikel milik Sindo News (https://www.sindonews.com/). Artikel asli dengan judul “Inggris Akui Telah Kirim Pasukan ke Ukraina” tersebut telah diunggah pada 14 Desember 2022.
    Lebih lanjut, beberapa narasi yang merupakan hasil suntingan antara lain: Pertama, narasi yang menyatakan bahwa Marinir Kerajaan Inggris melakukan operasi beresiko tinggi pada Maret 2023. Nyatanya, mereka telah melakukan operasi tersebut pada April 2022 lalu.

    Kedua, narasi yang menyebutkan bahwa pada Maret ini, pasukan AS sedang memeriksa pengiriman senjata Amerika di Ukraina. Faktanya, pemeriksaan senjata tersebut telah dilakukan pada Oktober 2022 lalu.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh KABAR HARIAN merupakan konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Marinir Kerajaan Inggris melakukan operasi beresiko tinggi di Ukraina pada Bulan Maret 2023 merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, terdapat beberapa narasi yang merupakan hasil suntingan dari artikel Sindo News yang berjudul “Inggris Akui Telah Kirim Pasukan ke Ukraina”.

    Rujukan