(GFD-2023-12340) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Jurnalis Abadikan Burung Nyanyi Seperti Manusia di Tiongkok
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 16/04/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video jurnalis mengambadikan burung bisa nyanyi seperti manusia di Tiongkok, informasi tersebut dibagikan lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Unggahan klaim video jurnalis mengambadikan burung bisa nyanyi seperti manusia di Tiongkok menampilkan sejumlah orang sedang membidikan kameranya ke arah yang sama yaitu bagian atas, terdengar suara nanda dalam video tersebut dan saat pengambilan gambar digeser terlihat seekor burung di atas pohon.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Di Tiongkok ada burung bisa nyanyi lagu spt manusia dgn suara keras dan nyaring di alam bebas, luar biasa, para jurnalis pada mengabadikanya. ☝️👍👍"
Benarkah klaim video jurnalis mengambadikan burung nyanyi seperti manusia di Tiongkok? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video jurnalis mengambadikan burung bisa nyanyi seperti manusia di Tiongkok, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs, salah satunya berjudul "網傳「經培訓的鳥會唱女高音」 查核中心:錯誤訊息 " yang dimuat situs news.ltn.com.tw, pada 6 Januari 2023.
Artikel situs news.ltn.com.tw menampilkan foto yang identik dengan cupilkan video, yaitu sejumlah orang sedang membidikan kameranya.
Artikel situs news.ltn.com.tw menyebutkan, berdasarkan penelusuran dengan gambar Baidu, mengarah pada video online yang identik tetapi tidak ada burung yang terlihat jelas di gambar. video menunjukkan bahwa seorang pejalan kaki yang melihat banyak orang tua memotret seekor burung dan berpikir bahwa merekam adegan ini adalah hal baru.
Laporan tersebut tidak menyebutkan "Conservatory of Music" atau nyanyian burung "Coloratura Soprano" Terlihat bahwa video online telah diubah.
Seorang peneliti pascadoktoral di Kantor Penelitian Ekologi Burung Universitas Sains dan Teknologi Ping Hong Xiaoyu mengidentifikasi spesies burung dalam klaim video tersebut. Hong Xiaoyu berkata bahwa burung dalam video online itu adalah "burung jalak berkerah hitam", yang merupakan burung yang sangat umum.
Sedangkan foto video online hasil penelusuran adalah "Bunga Pecking Payudara Merah", yang tidak mudah dilihat, dan lebih cenderung menarik orang untuk menonton dan memotret.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video jurnalis mengambadikan burung bisa nyanyi seperti manusia di Tiongkok tidak benar.
Dalam video yang beredar terlebih dahulu, tidak ada suara burung yang mengeluarkan suara seperti manusia bernyanyi.
Rujukan
(GFD-2023-12344) [SALAH] Video “EKSEKUSI SETENGAH JAM YANG LALU – MALAYSIA – UCRANIA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/04/2023
Berita
NARASI: “EKSEKUSI SETENGAH JAM YANG LALU – MALAYSIA – UCRANIA – DUNIA MILITER UPDATE – BERITA TERKINI”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: isi video TIDAK berkaitan dengan Malaysia. Selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan beberapa artikel yang salah satunya berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia.
Salah satu sumber dengan bagian video yang identik, KOMPASTV di YouTube pada 27 Nov 2021: “KOMPAS.TV – Bermarkas di Mojokerto, Jawa Timur, Pasukan Yonif Para Raider 503/Mayangkara adalah pasukan bantuan tempur di bawah divisi 2 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Salah satu sumber artikel yang dibaca, KOMPAS.TV pada 11 Sep 2022: “Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, gembira dengan hasil serangan balik cepat Kiev, mengolok-olok Moskow dengan menyebut, “Pasukan Rusia hari-hari ini mendemonstrasikan kemampuan terbaik yang bisa dilakukan mereka—berbalik. …”
VOI pada 12 Sep 2022: “”Dalam kemajuan di Kharkiv, kami mulai maju tidak hanya ke selatan dan timur, tetapi juga ke utara. Ada 50 km untuk pergi ke perbatasan negara (dengan Rusia),” kata kepala komandan Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhnyi di Telegram, melansir Reuters 11 September. …”
Salah satu sumber dengan bagian video yang identik, KOMPASTV di YouTube pada 27 Nov 2021: “KOMPAS.TV – Bermarkas di Mojokerto, Jawa Timur, Pasukan Yonif Para Raider 503/Mayangkara adalah pasukan bantuan tempur di bawah divisi 2 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Salah satu sumber artikel yang dibaca, KOMPAS.TV pada 11 Sep 2022: “Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, gembira dengan hasil serangan balik cepat Kiev, mengolok-olok Moskow dengan menyebut, “Pasukan Rusia hari-hari ini mendemonstrasikan kemampuan terbaik yang bisa dilakukan mereka—berbalik. …”
VOI pada 12 Sep 2022: “”Dalam kemajuan di Kharkiv, kami mulai maju tidak hanya ke selatan dan timur, tetapi juga ke utara. Ada 50 km untuk pergi ke perbatasan negara (dengan Rusia),” kata kepala komandan Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhnyi di Telegram, melansir Reuters 11 September. …”
Kesimpulan
MENYESATKAN, isi video TIDAK berkaitan dengan Malaysia. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan beberapa artikel yang salah satunya berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2] youtube.com: “Intip Latihan Tempur Yonif Para Raider 503/Mayangkara”,
- https://bit.ly/3zXY5n8 /
- https://archive.ph/fIA0A (arsip cadangan). [3] kompas.tv: “Serangan Balik Ukraina Sukses Besar, Pukul Mundur Pasukan Rusia hingga 50km Dekat Perbatasan”,
- https://bit.ly/3KDiR03 /
- https://archive.ph/rQvFg (arsip cadangan). [4] voi.id: “Dipukul Mundur Pasukan Ukraina di Kharkiv, Tentara Rusia Tinggalkan Benteng Pertahanan”,
- https://bit.ly/41xEXba /
- https://archive.ph/XpjBk (arsip cadangan).
(GFD-2023-12361) [SALAH] Foto Anies dalam Artikel “Pengamat: Jokowi Tidak Suka dan Menolak Anies”
Sumber: FacebookTanggal publish: 16/04/2023
Berita
NARASI:
“Pengamat: Jokowi Tidak Suka dan Menolak Anies
BUKAN HANYA JOKOWI !
SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL
AKAN MENOLAK YOHANIES!”
“Pengamat: Jokowi Tidak Suka dan Menolak Anies
BUKAN HANYA JOKOWI !
SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL
AKAN MENOLAK YOHANIES!”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Rubrik Peristiwa pada 11 April 2023 pukul 04.00 memposting sebuah gambar tangkapan layar artikel dengan judul “Pengamat: Jokowi Tidak Suka dan Menolak Anies”. Nampak pada gambar artikel foto Anies dengan latar belakang gedung KPK. Terdapat juga narasi bahwa bukan hanya Jokowi, seluruh rakyat Indonesia yang berakal akan menolah Yohanies.
Setelah ditelusuri artikel dengan judul tersebut merupakan artikel milik Harian Terbit. Terdapat kesamaan pada judul artikel, namun pada gambar artikel tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”. Gambar yang asli hanya foto gedung KPK. Dalam artikel juga tidak ada pembahasan mengenai seluruh rakyat Indonesia yang berakal akan menolak Anies.
Dengan demikian gambar tangkapan layar artikel telah disunting pada bagian gambar artikel. Gambar artikel tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri artikel dengan judul tersebut merupakan artikel milik Harian Terbit. Terdapat kesamaan pada judul artikel, namun pada gambar artikel tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”. Gambar yang asli hanya foto gedung KPK. Dalam artikel juga tidak ada pembahasan mengenai seluruh rakyat Indonesia yang berakal akan menolak Anies.
Dengan demikian gambar tangkapan layar artikel telah disunting pada bagian gambar artikel. Gambar artikel tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar tangkapan layar artikel telah disunting pada bagian gambar artikel. Faktanya, gambar artikel milik Harian Terbit tersebut tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar tangkapan layar artikel telah disunting pada bagian gambar artikel. Faktanya, gambar artikel milik Harian Terbit tersebut tidak ada foto Anies serta narasi “BUKAN HANYA JOKOWI ! SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG BERAKAL AKAN MENOLAK YOHANIES!”.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-12362) [SALAH] Video Ganjar dan Ahok menjadi Tersangka Pencucian Uang 300 Triliun untuk Modal Kampanye Capres
Sumber: FacebookTanggal publish: 16/04/2023
Berita
“Terima nasib….
TERSERET KASUS 300 TRILIUN
GANJ4AR DAN 4HOK DIGELANDANG KE KANTOR KPK PAGI INI”
TERSERET KASUS 300 TRILIUN
GANJ4AR DAN 4HOK DIGELANDANG KE KANTOR KPK PAGI INI”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Perspektif memposting sebuah dengan thumbnail Ganjar dan Ahok yang menggunakan rompi tahan. Dalam video yang diunggah 28 Maret 2023 pukul 14.31 terdapat narasi bahwa Ganjar dan Ahok menjadi tersangka pencucian uang 300 Triliun untuk modal Kampanye Capres.
Setelah ditelusuri thumbnail yang digunakan merupakan hasil editan. Gambar yang digunakan identik dengan gambar pada artikel liputan6.com berjudul “Lengkapi Berkas Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Periksa Bupati Blora” yang diunggah 6 Agustus 2020. Orang yang memakai rompi tahanan tersebut merupakan Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani.
Lebih lanjut beberapa potongan video yang menampilkan Ahok merupakan video dari Youtube KOMPASTV dengan judul Ahok Diperiksa KPK dalam Kasus RS Sumber Waras yang diunggah pada 12 April 2016. Dalam deskripsi terdapat informasi bahwa Ahok memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa terkait kasus penyelewengan dana pembelian lahan RS Sumber Waras. Narasi yang dibacakan merupakan narasi yang terdapat di artikel RMOL.id dengan judul “Kasus KTP-el Bisa Jadi Alasan Megawati Tidak Restui Pencapresan Ganjar Pranowo” dan tidak ada klaim pada berita tersebut mengenai Ganjar dan Ahok menjadi tersangka pencucian uang untuk modal kampanye capres.
Dengan demikian video yang mengklaim Ganjar dan Ahok ditangkap KPK karena menjadi tersangka pencucian uang 300 Triliun untuk modal Kampanye Capres tidak benar. Thumbnail yang digunakan merupakan editan gambar yang asli adalah Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani serta video tersebut tidak ada pembahasan mengenai Ganjar dan Ahok ditangkap KPK, sehingga masuk dalam kategori konten dimanipulasi.
Setelah ditelusuri thumbnail yang digunakan merupakan hasil editan. Gambar yang digunakan identik dengan gambar pada artikel liputan6.com berjudul “Lengkapi Berkas Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Periksa Bupati Blora” yang diunggah 6 Agustus 2020. Orang yang memakai rompi tahanan tersebut merupakan Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani.
Lebih lanjut beberapa potongan video yang menampilkan Ahok merupakan video dari Youtube KOMPASTV dengan judul Ahok Diperiksa KPK dalam Kasus RS Sumber Waras yang diunggah pada 12 April 2016. Dalam deskripsi terdapat informasi bahwa Ahok memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa terkait kasus penyelewengan dana pembelian lahan RS Sumber Waras. Narasi yang dibacakan merupakan narasi yang terdapat di artikel RMOL.id dengan judul “Kasus KTP-el Bisa Jadi Alasan Megawati Tidak Restui Pencapresan Ganjar Pranowo” dan tidak ada klaim pada berita tersebut mengenai Ganjar dan Ahok menjadi tersangka pencucian uang untuk modal kampanye capres.
Dengan demikian video yang mengklaim Ganjar dan Ahok ditangkap KPK karena menjadi tersangka pencucian uang 300 Triliun untuk modal Kampanye Capres tidak benar. Thumbnail yang digunakan merupakan editan gambar yang asli adalah Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani serta video tersebut tidak ada pembahasan mengenai Ganjar dan Ahok ditangkap KPK, sehingga masuk dalam kategori konten dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Video tersebut tidak benar. Faktanya, thumbnail yang digunakan merupakan editan gambar yang asli adalah Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani serta video tersebut tidak ada pembahasan mengenai Ganjar dan Ahok ditangkap KPK.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Video tersebut tidak benar. Faktanya, thumbnail yang digunakan merupakan editan gambar yang asli adalah Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzail Rinaldi Zailani serta video tersebut tidak ada pembahasan mengenai Ganjar dan Ahok ditangkap KPK.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/news/read/4323908/lengkapi-berkas-kasus-korupsi-pt-dirgantara-indonesia-kpk-periksa-bupati-blora
- https://www.youtube.com/watch?v=lMMEC_9zBRI
- https://politik.rmol.id/read/2023/03/26/568384/kasus-ktp-el-bisa-jadi-alasan-megawati-tidak-restui-pencapresan-ganjar-pranowo#:~:text=Alasan%20Ketua%20Umum%20(Ketum)%20PDI,disebut%20dalam%20nama-nama%20tersebut
Halaman: 5541/8066
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397241/original/068862400_1681630286-burung_nyanyi_cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397209/original/082562100_1681628736-burung_nyanyi_GI.jpg)


