• (GFD-2023-13153) [SALAH] “Trisakti menyambut ide people power #RakyatCabutMandatJokowi”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 20/07/2023

    Berita

    NARASI: “Trisakti menyambut ide people power dg sikap dan tindakan.

    #RakyatCabutMandatJokowi

    #RakyatCabutMandatJokowi”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten dengan konteks informasi yang SALAH sehingga menyebabkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: TIDAK berkaitan dengan Koalisi People Power saat ini (2023). Video yang dibagikan sudah beredar sebelumnya pada tahun lalu (2022), berkaitan dengan aksi penyampaian pendapat menolak kenaikan BBM.

    Salah satu video dengan bagian yang identik dengan yang dibagikan oleh SUMBER yang dipublikasikan sebelumnya pada 15 Sep 2022, INDONESIANA TV NEWS di YouTube: “GEMPAR . RATUSAN NAHASISWA TRISAKTI & RAKYAT TERIAKKAN JTURUN TURUN TURUN JOKOWI. MIRIP TAHUN 1998

    TRIBUNNEWS.COM pada 13 Sep 2022: “Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi tolak kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022). Pantauan Tribunnews.com di lokasi, massa sempat mencoba merobohkan blokade beton separator dan kawat berduri yang tengah membentang

    Rocky Gerung Official di YouTube pada 15 Sep 2022: “GERAKAN MAHASISWA TERUS BERLANJUT “TURUNKAN JOKOWI”

    Berkaitan dengan Koalisi People Power 2023, hasil pencarian Google News dengan kata kunci: “people power 2023”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, TIDAK berkaitan dengan Koalisi People Power saat ini (2023). FAKTA: video yang dibagikan sudah beredar sebelumnya pada tahun lalu (2022), berkaitan dengan aksi penyampaian pendapat menolak kenaikan BBM.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13089) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Foto Bus Tim PSSI U-17

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 19/07/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto bus tim PSSI U-17, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Juli 2023.
    Unggahan klaim foto bus tim PSSI U-17 menapilkan sebuah bus tingkat tiga yang sedang terparkir di jalan. Pada bus tersebut terdapat tulisan "SoundTransit".
    Bus tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Bus squad tim PSSI U-17, tingginya 9 meter, ga bisa masuk ke JIS. Makanya JIS kudu direnovasi total! 😂😂😂"
    Benarkah klaim foto bus tim PSSI U-17? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto bus tim PSSI U-17, dengan menjadikan foto tersebut sebagai bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
     
    Penelusuran mengarah pada sejumlah situs yang memuat foto yang identik dengan klaim.
    Salah satunya artikel berjudul "April Fool’s Day in Seattle: Sound Transit’s triple-decker bus and that time the Space Needle collapsed" yang dimuat situs seattletimes.com, pada 1 April 2018.
    Artikel tersebut mencantumkan sumber dari operator angkutan umum ang melayani wilayah metropolitan Seattle di negara bagian Washington, AS Sound Transit’s dengan tipe “triple-decker” bus. 
    Artikel seattletimes.com juga menyertakan akun Instagram resmi @sondtransit.
    Berikut keterangan dari unggahan foto akun Instagram @sondtransit.
    "R&D teams making good progress on our new triple-decker prototype bus.".
    Penelusuran juga mengarah pada artikel "Arya Sinulingga Sebut Bus PSSI Tinggi, Hingga Tak Bisa Masuk Stadion JIS, Kocak: Netizen Munculkan Bus Tingkat Empat" yang dimuat situs heloindonesia.com.
    Artikel heloindonesia.com tersebut menyebutkan, foto-foto bis bertingkat, bahkan sampai tingkat empat, sehingga tidak bisa masuk ke Stadion JIS. Hal tersebut dilatar belakangi perdebatan antara Geisz Khalifaf dengan Arya Sinulangga, anggota Exco PSSI, di acara ILC yang dipandu wartawan seniorKarni Ilyas. Perdebatan ini terkait pernyataan Ketua PSSI yang mengatakan bahwa bus untuk drop out pemain tidak bisa masuk ke Stadion JIS.
     
    Sumber
    https://www.seattletimes.com/seattle-news/april-fools-day-in-seattle-sound-transits-triple-decker-bus-and-that-time-the-space-needle-collapsed/
    https://www.instagram.com/p/BhCIhzvnNHv/?utm_source=ig_embed&ig_rid=16d3b0cc-a793-4c90-8930-b0615069da35
    https://heloindonesia.com/olahraga/5353/arya-sinulingga-sebut-bus-pssi-tinggi-hingga-tak-bisa-masuk-stadion-jis-kocak-netizen-munculkan-bus-tingkat-empat
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto bus tim PSSI U-17 tidak benar.
    Foto tersebut merupakan prototype bus tiga tingkat milik operator angkutan umum ang melayani wilayah metropolitan Seattle di negara bagian Washington, AS.
  • (GFD-2023-13093) [SALAH] Video Badak Terlepas di Jalanan Umum Saat Kerusuhan Prancis

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 19/07/2023

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Laporan yang belum terkonfirmasi menyatakan ada seekor badak Afrika besar yang bergabung di tengah kerusuhan Prancis yang sedang berlangsung setelah hewan tersebut dilepaskan dari Kebun Binatang Paris oleh perusuh yang marah yang tengah memprotes kebrutalan polisi terhadap remaja”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @Somali_ICS (Somali Institute of Chinese Studies) mengunggah video yang memperlihatkan seekor badak besar tengah berada di jalanan ramai dan dilihat oleh banyak orang di sekitarnya. @Somali_ICS memberikan klaim bahwa badak tersebut dilepaskan oleh para perusuh yang marah di Prancis saat aksi protest terhadap polisi baru-baru ini.

    Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Video tersebut telah banyak beredar di internet sejak tiga tahun lalu, salah satunya diunggah oleh akun YouTube bernama “Caters Clips”. Video tersebut diberi judul “Rhino Takes Stroll Through Nepal Town”. Dilansir dari kolom deskripsi, video tersebut direkam oleh Damien Mander di pinggir Taman Nasional Chitwan, dan badak tersebut sedang berjalan melewati jalan utama yang kemudian kembali ke hutan belantara.

    Dengan demikian, informasi yang diberikan @Somali_ICS merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Konten yang menyesatkan. Video tersebut merupakan badak yang ada di Taman Nasional Chitwan di Nepal pada November 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13168) [SALAH] TKA Cina Ditangkap Di Sukabumi dan Telah Memiliki Lahan untuk Berkebun

    Sumber: TWITTER
    Tanggal publish: 19/07/2023

    Berita

    “TKA China tertangkap d Sukabumi mereka telah mempunyai lahan tuk berkebun dan mana yang teriak NKRI, dsaat negara krisis tp org asing bebas gentayangan”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di media sosial Twitter, yang menunjukkan sebuah operasi penangkapan beberapa orang di Sukabumi yang diduga sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Negara Cina. Video yang diunggah oleh akun bernama @dhemit_is_back ini menambahkan sebuah klaim yang menyatakan bahwa TKA Cina ini bebas tinggal di Indonesia dan mereka yang ditangkap tersebut telah memiliki lahan untuk berkebun.

    Namun setelah menelusuri lebih lanjut mengenai video yang beredar, ditemukan sebuah fakta yang menunjukkan kekeliruan dari klaim yang diungkapkan akun Twitter ini. Pertama, orang-orang yang ditangkap di dalam video tersebut bukan merupakan TKA seperti yang dinyatakan di dalam klaim video. Mereka diketahui merupakan warga asing biasa yang masih ditelusuri status dan izin tinggalnya di Indonesia. Kedua, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa orang-orang yang ditangkap tersebut telah memiliki lahan untuk berkebun.

    Melansir dari artikel Detik.com, disebutkan bahwa operasi penangkapan ini terjadi pada bulan Juli tahun 2021 lalu. Melalui penangkapan ini, diketahui terdapat 4 WNA Cina beserta 1 WNA Malaysia yang tinggal di bedeng mirip vila di kawasan perbukitan area tambang di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

    Kasi Intelijen Penindakan dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi, Taufan, menyatakan bahwa pihaknya melakukan operasi penangkapan mandiri setelah menerima informasi dari masyarakat setempat tentang aktivitas warga asing di areal tambang yang tidak berbahasa Indonesia dengan jelas. Kecurigaan pun semakin besar setelah beberapa warga asing yang ditemui tersebut melakukan penyamaran menjadi petani dan beberapa diantaranya berupaya untuk melarikan diri. Namun Taufan memastikan bahwa dari 5 orang yang telah ditangkap, tidak ada satupun dari mereka yang melakukan aktivitas pertambangan.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim video tentang TKA Cina ditangkap di Sukabumi dan mereka telah memiliki lahan untuk berkebun merupakan klaim hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli

    Faktanya, orang-orang yang ditangkap di video tersebut merupakan warga asing biasa yang masih ditelusuri perihal izin tinggalnya di Indonesia dan tidak ada informasi yang menyatakan bahwa mereka telah memiliki lahan untuk berkebun di Indonesia.

    Rujukan