(GFD-2023-13200) [SALAH] 300 Kabupaten serentak dukung Anies
Sumber: YoutubeTanggal publish: 28/07/2023
Berita
“GEMPARKAN NUSANTARA !! SERENTAK 300 KABUPAT3N DEKLARASI AKBAR DUKUNG AN1ES 2024 || BERITA TERBARU”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun YouTube mengunggah video yang mengklaim 300 kabupaten di Indonesia mendukung Anies Baswedan untuk menjadi presiden 2024. Video itu menampilkan momen deklarasi yang dihadiri ribuan orang. Faktanya, video dan foto yang disajikan tidak sesuai dengan klaim.
Berdasarkan penelusuran Google Image Search, foto thumbnail YouTube merupakan acara kampanye Jokowi. Joko Widodo menyampaikan orasi politik saat kampanye terbuka di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). Foto aslinya dapat dilihat pada laman antara.news dengan judul “Kampanye Jokowi di Banyumas.”
Video yang telah dilihat lebih dari 80 ribu kali itu, menampilkan video yang tidak sesuai dengan klaim. Faktanya, video deklarasi tersebut diikuti oleh Relawan Amanat Indonesia (Anies). Acara tersebut merupakan deklarasi dan pengukuhan Relawan Amanat Indonesia (Anies) di Stadion Tennis Indoor, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2023). Tidak ditemukan pernyataan dalam video bahwa acara tersebut dihadiri oleh perwakilan tiap kabupaten.
Berdasarkan penelusuran Google Image Search, foto thumbnail YouTube merupakan acara kampanye Jokowi. Joko Widodo menyampaikan orasi politik saat kampanye terbuka di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). Foto aslinya dapat dilihat pada laman antara.news dengan judul “Kampanye Jokowi di Banyumas.”
Video yang telah dilihat lebih dari 80 ribu kali itu, menampilkan video yang tidak sesuai dengan klaim. Faktanya, video deklarasi tersebut diikuti oleh Relawan Amanat Indonesia (Anies). Acara tersebut merupakan deklarasi dan pengukuhan Relawan Amanat Indonesia (Anies) di Stadion Tennis Indoor, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2023). Tidak ditemukan pernyataan dalam video bahwa acara tersebut dihadiri oleh perwakilan tiap kabupaten.
Kesimpulan
Klaim tidak benar. Video yang ditampilkan merupakan acara deklarasi dan pengukuhan Anies Baswedan oleh relawan Anies di Gelora Bung Karno (GBK) pada Mei 2023. Tidak ada video yang menjelaskan jika 300 kabupaten mendukung Anies.
Rujukan
(GFD-2023-13201) [SALAH] GANJ4R DI USIR WARG4, EFEK ORAS1 K4MP4NYE PENUH KEBENCI4N TERHADAP AN1ES
Sumber: YoutubeTanggal publish: 28/07/2023
Berita
GANJ4R DI USIR WARG4, EFEK ORAS1 K4MP4NYE PENUH KEBENCI4N TERHADAP AN1ES
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun YouTube mengunggah sebuah video yang menampilkan thumbnail dan judul dengan narasi yang dipelintir. Unggahan tersebut mengklaim bahwa Ganjar Pranowo diusir oleh warga saat melakukan kampanye. Terlihat dalam foto Ganjar tengah berada di antara kerumunan orang. Faktanya, klaim tersebut tidak benar.
Berdasarkan penelusuran Google Image Seacrh, ditemukan foto identik dengan thumbnail. Foto aslinya adalah momen ketika Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melepas peserta pada Charity Walk & Run ‘Semesta Mencegah Stunting’ di halaman Gedung Sate Bandung. Foto tersebut dapat dilihat pada artikel detik.com dengan judul “Ganjar Pranowo Sapa Warga Bandung.”
Tidak ditemukan informasi yang kredibel terkait klaim Ganjar diusir warga saat berkampanye. Dengan demikian unggahan tersebut termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Berdasarkan penelusuran Google Image Seacrh, ditemukan foto identik dengan thumbnail. Foto aslinya adalah momen ketika Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melepas peserta pada Charity Walk & Run ‘Semesta Mencegah Stunting’ di halaman Gedung Sate Bandung. Foto tersebut dapat dilihat pada artikel detik.com dengan judul “Ganjar Pranowo Sapa Warga Bandung.”
Tidak ditemukan informasi yang kredibel terkait klaim Ganjar diusir warga saat berkampanye. Dengan demikian unggahan tersebut termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Klaim pada thumbnail YouTube tersebut tidak benar. Faktanya, foto thumbnail merupakan momen saat Ganjar Pranowo menyapa warga Bandung pada 14 Mei 2023.
Rujukan
(GFD-2023-13240) [SALAH] Tanda Tangan Dekan Berbeda, Ijazah Jokowi Terbukti Palsu
Sumber: TWITTERTanggal publish: 28/07/2023
Berita
“Yg tandatangani ijazah Jokowi Prof. Dr. Sunardi
Pdhal nama dekan yg menjabat saat itu Prof. Dr. Achmad Sumitro
Lalu UGM merevisi masa jabatan sang dekan, bkn 3 periode berturut2, tp putus nyambung
E tapi yg versi inggris gk direvisi.Kocak”
Pdhal nama dekan yg menjabat saat itu Prof. Dr. Achmad Sumitro
Lalu UGM merevisi masa jabatan sang dekan, bkn 3 periode berturut2, tp putus nyambung
E tapi yg versi inggris gk direvisi.Kocak”
Hasil Cek Fakta
Sebuah informasi beredar melalui media sosial Twitter, perihal ijazah palsu milik Presiden Joko Widodo. Disebutkan di dalam klaimnya, bahwa tanda tangan dekan di dalam ijazah Jokowi adalah palsu karena saat tahun kelulusannya, dekan yang menjabat bukanlah Prof. Dr. (Bm). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc., melainkan Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sumitro Purwodipoero. Klaim ini muncul berdasarkan artikel di laman UGM berjudul Prof. Achmad Sumitro Meninggal Dunia yang terbit pada 24 September 2009, menuliskan informasi bahwa Achmad Sumitro menjabat Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama tiga periode berturut turut, yaitu pada tahun 1977 sampai tahun 1988.
Namun setelah dilakukan penelusuran terkait hal ini, ditemukan sebuah informasi baru yang dapat menjelaskan tentang hal ini. Diketahui bahwa Humas UGM melalui artikelnya, pada bulan Oktober 2022 atau 13 tahun kemudian, melakukan erratum/corrigendum atau ralat pada paragraf terakhir alinea dua artikel tersebut.
Koreksi tersebut berbunyi,
“Ralat Redaksi: Di paragraf terakhir alinea ke-2 tertulis “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama tiga periode berturut turut, 1977-1988”. Yang benar “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM periode 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991 dan 1991-1994. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih.
Ralat yang dilakukan oleh Humas UGM ini menjadi sebuah informasi baru yang menunjukkan bahwa Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo adalah benar Dekan Fakultas Kehutanan UGM pada saat Jokowi lulus dari perkuliahannya. Melansir dari artikel tempo.co, selain ralat pada artikel, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med, dalam jumpa pers tanggal 11 Oktober 2022, mengatakan Jokowi adalah alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
“Bapak Ir. Joko Widodo, adalah alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, angkatan tahun 1980. Bapak Ir. Joko Widodo dinyatakan lulus UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki,” kata Ova Emilia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan ijazah Jokowi palsu karena ditandatangani oleh dekan yang berbeda merupakan misleading content atau konten yang menyesatkan.
Namun setelah dilakukan penelusuran terkait hal ini, ditemukan sebuah informasi baru yang dapat menjelaskan tentang hal ini. Diketahui bahwa Humas UGM melalui artikelnya, pada bulan Oktober 2022 atau 13 tahun kemudian, melakukan erratum/corrigendum atau ralat pada paragraf terakhir alinea dua artikel tersebut.
Koreksi tersebut berbunyi,
“Ralat Redaksi: Di paragraf terakhir alinea ke-2 tertulis “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama tiga periode berturut turut, 1977-1988”. Yang benar “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM periode 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991 dan 1991-1994. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih.
Ralat yang dilakukan oleh Humas UGM ini menjadi sebuah informasi baru yang menunjukkan bahwa Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo adalah benar Dekan Fakultas Kehutanan UGM pada saat Jokowi lulus dari perkuliahannya. Melansir dari artikel tempo.co, selain ralat pada artikel, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med, dalam jumpa pers tanggal 11 Oktober 2022, mengatakan Jokowi adalah alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
“Bapak Ir. Joko Widodo, adalah alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, angkatan tahun 1980. Bapak Ir. Joko Widodo dinyatakan lulus UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki,” kata Ova Emilia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan ijazah Jokowi palsu karena ditandatangani oleh dekan yang berbeda merupakan misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga
Faktanya, dekan Fakultas Kehutanan yang menjabat pada saat kelulusan Jokowi (1985) adalah benar Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc. Artikel ralat dari UGM menunjukkan bahwa Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sumitro Purwodipoero menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 3 periode berturut-turut, yaitu 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991, dan 1991-1994. Sementara Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc., menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 2 periode, yaitu tahun 1969-1973 dan 1982-1988.
Faktanya, dekan Fakultas Kehutanan yang menjabat pada saat kelulusan Jokowi (1985) adalah benar Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc. Artikel ralat dari UGM menunjukkan bahwa Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sumitro Purwodipoero menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 3 periode berturut-turut, yaitu 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991, dan 1991-1994. Sementara Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc., menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 2 periode, yaitu tahun 1969-1973 dan 1982-1988.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/2317/benar-konten-berisi-klaim-setelah-13-tahun-ugm-ralat-artikel-tentang-jabatan-dekan-kehutanan
- https://turnbackhoax.id/2020/09/26/salah-ijazah-jokowi-palsu/
- https://ugm.ac.id/id/berita/756-prof-achmad-sumitro-meninggal-dunia/#:~:text=Salah%20satu%20guru%20besar%20terbaiknya,meninggal%20dalam%20usia%2074%20tahun.
(GFD-2023-13241) [SALAH] Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Diganti dengan Jenderal Moeldoko
Sumber: TWITTERTanggal publish: 28/07/2023
Berita
“Sehari setelah apel siaga, kader Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian direshuffle diganti oleh Jenderal Moeldoko. Istana makin retak:sunglasses:”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah unggahan di media sosial Twitter, yang memperlihatkan sebuah pesan melalui aplikasi Whatsapp, yang menyebutkan mengenai berita pergantian beberapa jajaran Menteri oleh presiden. Terlihat beberapa posisi di dalam cabinet Jokowi yang diklaim akan diganti dengan nama-nama yang juga tercantum di dalam pesan tersebut. Salah satu posisi yang disebut akan digantikan adalah posisi Menteri Petanian yang saat itu dijabat oleh salah satu kader Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo. Disebutkan bahwa posisi Syahrul akan digantikan oleh Jenderal Moeldoko.
Namun setelah melakukan penelusuran terkait informasi tersebut, diketahui bahwa klaim di dalam unggahan tersebut adalah hoaks. Melansir dari artikel media Bisnis.com, terpantau saat acara pelantikan dilaksanakan, Moeldoko diketahui memang berada di Kawasan istana, namun tidak turut masuk ke dalam jajaran pejabat yang akan dilantik. Diketahui bahwa terdapat 6 pejabat baru yang akan dilantik, yaitu:
Menkominfo Budi Arie
Wamenkominfo Nezar Patria
Wamendes Prof Paiman Raharjo
Wamenlu Pahala Mansury
Wamen BUMN Rosan Roeslani
Wamenag Saiful R Dasuki
Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian akan diganti dengan Jenderal Moeldoko, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun setelah melakukan penelusuran terkait informasi tersebut, diketahui bahwa klaim di dalam unggahan tersebut adalah hoaks. Melansir dari artikel media Bisnis.com, terpantau saat acara pelantikan dilaksanakan, Moeldoko diketahui memang berada di Kawasan istana, namun tidak turut masuk ke dalam jajaran pejabat yang akan dilantik. Diketahui bahwa terdapat 6 pejabat baru yang akan dilantik, yaitu:
Menkominfo Budi Arie
Wamenkominfo Nezar Patria
Wamendes Prof Paiman Raharjo
Wamenlu Pahala Mansury
Wamen BUMN Rosan Roeslani
Wamenag Saiful R Dasuki
Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian akan diganti dengan Jenderal Moeldoko, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga
Faktanya, tidak ada pergantian terhadap Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian.
Faktanya, tidak ada pergantian terhadap Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian.
Rujukan
Halaman: 5397/8123



