(GFD-2023-13250) [SALAH] Megawati Buka Suara Lebih Memilih Mendukung Anies-Puan di Pilpres 2024
Sumber: YoutubeTanggal publish: 31/07/2023
Berita
“KABAR MENGEJUTKAN HARI INI :bangbang: MEGAWATI BUKA SUARA LEBIH MILIH DUKUNG ANIES-PUAN DI PILPRES”
Hasil Cek Fakta
Akun facebook dengan nama Suara Rakyat (https://www.youtube.com/@suararakyat5895) pada 16 Juli 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim Megawati memilih untuk mendukung Anies-Puan di pemilihan presiden 2024.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan pada judul video tersebut tidaklah benar. Video tersebut justru lebih menjelaskan mengenai masa kepemimpinan Ganjar Pranowo di Provinsi Jawa Tengah yang dirasa kurang maksimal dan membuat masyarakat merasa harus mencari pemimpin baru karena mendambakan perubahan sehingga Anies Baswedan dinilai dapat menjadi sosok pemimpin yang memberikan harapan baru kepada masyarakat. Tak hanya itu, cuplikan video yang ditampilkan pun tidak sesuai dengan klaim yang disampaikan pada judul video, contohnya saja pada menit ke 4:23 yang merupakan potongan video milik KOMPASTV (https://www.youtube.com/@kompastv) yang merupakan pidato Bacapres Anies Baswedan di Apel Hari Buruh PKS pada 6 Mei 2023
Oleh sebab itu, video dengan klaim Megawati yang buka suara lebih memilih untuk mendukung Anies-Puan di perhelatan pilpres merupakan konten yang tidak benar
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan pada judul video tersebut tidaklah benar. Video tersebut justru lebih menjelaskan mengenai masa kepemimpinan Ganjar Pranowo di Provinsi Jawa Tengah yang dirasa kurang maksimal dan membuat masyarakat merasa harus mencari pemimpin baru karena mendambakan perubahan sehingga Anies Baswedan dinilai dapat menjadi sosok pemimpin yang memberikan harapan baru kepada masyarakat. Tak hanya itu, cuplikan video yang ditampilkan pun tidak sesuai dengan klaim yang disampaikan pada judul video, contohnya saja pada menit ke 4:23 yang merupakan potongan video milik KOMPASTV (https://www.youtube.com/@kompastv) yang merupakan pidato Bacapres Anies Baswedan di Apel Hari Buruh PKS pada 6 Mei 2023
Oleh sebab itu, video dengan klaim Megawati yang buka suara lebih memilih untuk mendukung Anies-Puan di perhelatan pilpres merupakan konten yang tidak benar
Kesimpulan
tema: politik, alat: mixed, sc: yt, tc: dream, fu: fc, bukti: video, scope: domestik, actor: politisi
Rujukan
(GFD-2023-13251) [SALAH] Ribuan Warga Jatim Penuhi Gelora Bung Tomo, Jokowi Dukung Anies
Sumber: YoutubeTanggal publish: 31/07/2023
Berita
“GEMPARKAN NUSANTARA :bangbang: RIBUAN WARGA JATIM PENUHI GELORA BUNG TOMO KAMPANYEKAN ANIES…”
Hasil Cek Fakta
Akun youtube dengan nama Suara Rakyat (https://www.youtube.com/@suararakyat5895) pada 28 Juli 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim ribuan warga Jatim memenuhi Gelora Bung Tomo untuk mengkampanyekan Anies serta Presiden Joko Widodo yang juga mendeklarasikan dukungannya untuk Anies Baswedan.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan pada judul video tersebut tidaklah benar. Video tersebut justru lebih menjelaskan mengenai Gatot Nurmantyo, mantan Panglima Tentaara Nasional Indonesia yang dinilai lebih kuat untuk menjadi pasangan calon presiden Anies Baswedan daripada Agus Harimurti Yudhoyono tanpa sedikitpun membahas mengenai warga Jawa Timur yang memenuhi Gelora Bung Tomo dan Presiden Joko Widodo yang mendukung Anies Baswedan.
Tak hanya itu, cuplikan video yang digunakan di dalam video tersebut pun tidak memiliki kesesuaian dengan klaim yang disampaikan pada judul. Contohnya saja pada menit ke 4:18 yang merupakan potongan video milik CNN Indonesia (https://www.youtube.com/@CNNindonesiaOfficial) yang diunggah pada 13 April 2019 lalu.
Oleh sebab itu, video dengan klaim berkumpulnya masyarakat Jawa Tiimur di Gelora Bung Tomo untuk mendukung Anies serta Presiden Jokowi yang mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies merupakan konten yang tidak benar.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan pada judul video tersebut tidaklah benar. Video tersebut justru lebih menjelaskan mengenai Gatot Nurmantyo, mantan Panglima Tentaara Nasional Indonesia yang dinilai lebih kuat untuk menjadi pasangan calon presiden Anies Baswedan daripada Agus Harimurti Yudhoyono tanpa sedikitpun membahas mengenai warga Jawa Timur yang memenuhi Gelora Bung Tomo dan Presiden Joko Widodo yang mendukung Anies Baswedan.
Tak hanya itu, cuplikan video yang digunakan di dalam video tersebut pun tidak memiliki kesesuaian dengan klaim yang disampaikan pada judul. Contohnya saja pada menit ke 4:18 yang merupakan potongan video milik CNN Indonesia (https://www.youtube.com/@CNNindonesiaOfficial) yang diunggah pada 13 April 2019 lalu.
Oleh sebab itu, video dengan klaim berkumpulnya masyarakat Jawa Tiimur di Gelora Bung Tomo untuk mendukung Anies serta Presiden Jokowi yang mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies merupakan konten yang tidak benar.
Kesimpulan
Unggahan video sebuah akun youtube dengan klaim Anies mendapatkan dukungan dari Jokowi serta ribuan warga Jawa Timur memenuhi Gelora Bung Tomo untuk mendukung Anies merupakan informasi yang tidak benar. Unggahan tersebut tidak sesuai baik dari cover dan judul dengan isinya.
Rujukan
(GFD-2023-13205) [SALAH] JOKOWI TERKEJUT! TAK RELA INDONESIA DIPIMPIN PETUGAS PARTAI, TNI COPOT BALIHO GANJAR & DUKUNG ANIES!
Sumber: YoutubeTanggal publish: 30/07/2023
Berita
Akun Youtube Gajah Mada TV mengunggah video pada tanggal 18 Juli 2023 dengan judul: “JOKOWI TERKEJUT! TAK RELA INDONESIA DIPIMPIN PETUGAS PARTAI, TNI COPOT BALIHO GANJAR & DUKUNG ANIES!”.
Hasil Cek Fakta
Video pertama yang dicuplik adalah potongan pernyataan dari Panglima TNI, Laksamana Yudo saat memberikan keterangan terkait pencopotan baliho Ganjar di lahan Makodim 1013 Mtw, Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Pernyataan tersebut diliput oleh akun Youtube KOMPASTV pada tanggal 17 Juli 2023 dengan judul: “Jawab Panglima TNI Laksamana Yudo soal Baliho Wajah Ganjar yang Dicopot TNI”.
Video kedua yang dicuplik adalah video yang identik dengan video saat Jokowi menyampaikan visi misi di final debat capres dan cawapres 2019 yang disiarkan secara langsung di akun Youtube CNN Indonesia pada tanggal 13 April 2019.
Video ketiga yang dicuplik identik dengan video Puan Maharani saat memberikan keterangan berkaitan dengan polemik Presidential Threshold. Keterangan tersebut diliput oleh tvOneNews pada tanggal 16 Desember 2021.
Video keempat yang dicuplik adalah video aksi demonstrasi Mahasiswa Jambi yang diliput akun Youtube Tribunnews pada tanggal 11 April 2023 dengan judul: “Kesal Tak Ditemui Anggota Dewan, Aksi Demo Mahasiswa Jambi Tolak UU Cipta Kerja Berakhir Ricuh”. Video lain yang dicuplik adalah video yang tidak ada kaitannya dengan narasi yang disampaikan dalam video.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video merupakan hasil editan kumpulan video yang diberi narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi terkait TNI yang mencopot baliho Ganjar dan mendukung Anies. Dikutip dari artikel CNN Indonesia pada tanggal 25 Mei 2023, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah memberikan perintah kepada prajurit terkait netralitas TNI di Pemilu 2024.
Video kedua yang dicuplik adalah video yang identik dengan video saat Jokowi menyampaikan visi misi di final debat capres dan cawapres 2019 yang disiarkan secara langsung di akun Youtube CNN Indonesia pada tanggal 13 April 2019.
Video ketiga yang dicuplik identik dengan video Puan Maharani saat memberikan keterangan berkaitan dengan polemik Presidential Threshold. Keterangan tersebut diliput oleh tvOneNews pada tanggal 16 Desember 2021.
Video keempat yang dicuplik adalah video aksi demonstrasi Mahasiswa Jambi yang diliput akun Youtube Tribunnews pada tanggal 11 April 2023 dengan judul: “Kesal Tak Ditemui Anggota Dewan, Aksi Demo Mahasiswa Jambi Tolak UU Cipta Kerja Berakhir Ricuh”. Video lain yang dicuplik adalah video yang tidak ada kaitannya dengan narasi yang disampaikan dalam video.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video merupakan hasil editan kumpulan video yang diberi narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi terkait TNI yang mencopot baliho Ganjar dan mendukung Anies. Dikutip dari artikel CNN Indonesia pada tanggal 25 Mei 2023, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah memberikan perintah kepada prajurit terkait netralitas TNI di Pemilu 2024.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Video merupakan hasil editan kumpulan video yang diberi narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi terkait TNI yang mencopot baliho Ganjar dan mendukung Anies. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah memberikan perintah kepada prajurit terkait netralitas TNI di Pemilu 2024.
Rujukan
(GFD-2023-13206) [SALAH] VIRAL!! SUMPAH POCONG KADER PDIP, INI PENGAKUAN PELAKU SOAL KEHAMILAN ANAKNYA?
Sumber: YoutubeTanggal publish: 30/07/2023
Berita
Akun Youtube POLITIK INDONESIA mengunggah video pada tanggal 25 Juli 2023 dengan judul: “VIRAL!! SUMPAH POCONG KADER PDIP, INI PENGAKUAN PELAKU SOAL KEHAMILAN ANAKNYA?”.
Hasil Cek Fakta
Video yang diunggah adalah video sumpah dari bacaleg PDIP yang membantah telah memperkosa anaknya saat terbaring di rumah sakit setelah dikeroyok massa. Bukan sumpah pocong, sumpah yang dilakukan adalah sumpah memakai Alquran yang diliput oleh akun Youtube CNN Indonesia pada tanggal 24 Juli 2023 dengan judul: “Bantah Perkosa Anak, Bacaleg PDIP Sumpah Pakai Alquran”.
Dilansir dari viva.co.id dalam artikel yang tayang pada tanggal 18 Juli 2023, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi dalam mengusut kasus tersebut membutuhkan kehati-hatian, karena dalam kasus tersebut belum jelas dan tidak memiliki saksi.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video menggunakan judul clickbait. Bukan sumpah pocong, sumpah yang dilakukan adalah sumpah menggunakan Alquran, saat kader PDIP tersebut membantah tuduhan pemerkosaan yang dilakukan kepada putri kandungnya.
Dilansir dari viva.co.id dalam artikel yang tayang pada tanggal 18 Juli 2023, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi dalam mengusut kasus tersebut membutuhkan kehati-hatian, karena dalam kasus tersebut belum jelas dan tidak memiliki saksi.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video menggunakan judul clickbait. Bukan sumpah pocong, sumpah yang dilakukan adalah sumpah menggunakan Alquran, saat kader PDIP tersebut membantah tuduhan pemerkosaan yang dilakukan kepada putri kandungnya.
Kesimpulan
Konten yang menyesatkan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video menggunakan judul clickbait. Bukan sumpah pocong, sumpah yang dilakukan adalah sumpah menggunakan Alquran, saat kader PDIP tersebut membantah tuduhan pemerkosaan yang dilakukan kepada putri kandungnya.
Rujukan
Halaman: 5389/8123



