• (GFD-2023-13316) [SALAH] JOKOWI PANIK! MAHFUD MD BERSAMA MAHASISWA DESAK JOKOWI MUNDUR KRN SUDAH TIDAK DIPERCAYA OLEH RAKYAT!

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 15/08/2023

    Berita

    Akun Youtube Gajah Mada TV mengunggah video pada tanggal 5 Agustus 2023 dengan judul: “JOKOWI PANIK! MAHFUD MD BERSAMA MAHASISWA DESAK JOKOWI MUNDUR KRN SUDAH TIDAK DIPERCAYA OLEH RAKYAT!”.

    Hasil Cek Fakta

    Video pertama yang dicupllik adalah video ceramah Mahfud MD yang diunggah di akun Youtube Masjid Al Akbar TV pada tanggal 1 Februari 2020 dengan judul: “KEADILAN SEBAGAI PONDASI KOKOHNYA NEGARA (Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. S.H. S.U. M.I.P.)”.

    Video kedua yang diambil adalah video yang identik dengan video saat Jokowi menyampaikan visi misi di final debat capres dan cawapres 2019 yang disiarkan secara langsung di akun Youtube CNN Indonesia pada tanggal 13 April 2019.

    Video ketiga yang dicuplik adalah video yang identik dengan video liputan dari METRO TV pada tangga 30 Maret 2022 denga judul: “Ketua KPK Firli Bahuri Minta Andi Arief Penuhi Panggilan”.

    Video keempat yang dicuplik identik dengan video Puan Maharani saat memberikan keterangan berkaitan dengan polemik Presidential Threshold. Keterangan tersebut diliput oleh tvOneNews pada tanggal 16 Desember 2021.

    Video kelima yang dicuplik adalah video aksi demonstrasi Mahasiswa Jambi yang diliput akun Youtube Tribunnews pada tanggal 11 April 2023 dengan judul: “Kesal Tak Ditemui Anggota Dewan, Aksi Demo Mahasiswa Jambi Tolak UU Cipta Kerja Berakhir Ricuh”.

    Video lain yang dicuplik adalah video yang tidak ada kaitannya dengan narasi yang disampaikan dalam video.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ditemukan informasi mengenai Mahfud MD dan Mahasiswa yang mendesak Jokowi untuk mundur karena sudah tidak dipercayai rakyat.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video merupakan hasil editan kumpulan video yang tidak berkaitan satu sama lain. Tidak ditemukan informasi mengenai Mahfud MD dan Mahasiswa yang mendesak Jokowi untuk mundur karena sudah tidak dipercayai rakyat.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13319) Cek Fakta: Tidak Benar Penemuan Batu Mengandung Listrik di Kongo

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 15/08/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penemuan batu yang mengandung listrik di Kongo, informasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook, pada 10 Agustus 2023.
    Unggahan klaim penemuan batu mengandung listrik di Kongo, mempilkan seorang sedang memegang benda berwarna perak kemudian dia menempelkan batu tersebut dengan dua utas kabel dari sisi yang berbeda yang diujungnya terdapat bola lampu.
    Terlihat dalam video tersebut lampu menyela ketikan dua kabel ditemperkan pada benda yang menyerupai bongkahan batu kecil tersebut.
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Di Afrika Tengah, di hutan Kongo, penduduk setempat menemukan batu yang tidak biasa dan bermuatan yang dapat digunakan bola lampu.
    Vibranium itu nyata ❗"
    Benarkah klaim penemuan batu mengandung listrik di Kongo? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim penemuan batu mengandung listrik di Kongo, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Electric rock kongo' penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact check: False claim electrically-charged rocks found in Congo" yang dimuat situs usatoday.com, pada 30 Januari 2023.
    Dalam situs usatoday.com, Simon Jowitt, seorang profesor geologi di University of Nevada, Las Vegas, mengatakan tidak ada mineral yang mengandung listrik.
    "Mineral di dalam bebatuan itu, jika Anda memiliki konsentrasi yang cukup, dapat menghantarkan listrik, tetapi tidak mungkin mereka benar-benar dapat menyimpannya," kata Jowitt dalam email.
    “Itu hanya melewati, dari satu ujung ke ujung lainnya, seperti jika Anda memiliki arus listrik yang melewati sepotong logam.”
    Anthony Love, seorang ahli geologi di Appalachian State University, mengatakan bebatuan yang ditunjukkan dalam unggahan tersebut tampaknya merupakan sejenis besi sulfida dan bisa jadi pirit, juga dikenal sebagai emas palsu.
    Seperti beberapa mineral lainnya, pirit dapat menghantarkan listrik, artinya listrik dapat mengalir melaluinya. Faktanya, pirit dinamai karena kemampuannya memancarkan percikan api saat terkena logam.
    Namun, tidak mungkin mineral menyimpan atau menghasilkan listrik sendiri, para ahli geologi setuju.
    "Tidak ada mineral yang menghasilkan listrik secara alami tanpa menambahkan energi ke dalam sistem," kata Love melalui email. "Saya akan mewaspadai 'penemuan' yang diumumkan di media sosial."
    Jowitt dan Love menebak bahwa semacam baterai dan kabel tersembunyi digunakan untuk membuatnya tampak seolah-olah batu itu menghasilkan listrik sendiri.
    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Posts falsely claim electrically-charged rocks found in Congo" yang dimuat situs apnews.com.
    Dalam situs apnews.com, Profesor geologi ekonomi di University of Nevada, Las Vegas mengatakan, mineral di dalam bebatuan itu jika memiliki konsentrasi yang cukup dapat menghantarkan listrik, tetapi tidak mungkin mereka benar-benar dapat menyimpannya.
    “Itu hanya melewati, dari satu ujung ke ujung lainnya, seperti jika Anda memiliki arus listrik yang melewati sepotong logam.” katanya
    Para ahli mengatakan tidak jelas persis bagaimana sumber energi cahaya dalam video itu, tetapi semua batu yang disepakati saja tidak dapat menyimpan daya listik.
    Batuan tidak seperti baterai, tidak dapat melepaskan listrik dengan sendirinya karena tidak memiliki reaksi kimia yang melepaskan elektron dan memungkinkan elektron mengalir.
    “Tidak ada kapasitas reaktif kimiawi di dalam batu yang akan Anda dapatkan di baterai,” katanya.
    Yaoguo Li, seorang profesor geofisika di Colorado School of Mines, menanggapi tentang batu dapat menyimpan listrik. "Kami tidak mengetahui mekanisme apa pun, sejauh ini, yang benar-benar mendukung fenomena semacam itu."
    Yuzhang Li, asisten profesor teknik kimia dan biomolekuler di University of California, Los Angeles, mengungkapkan, batuan alami biasanya tidak memiliki semua komponen baterai yang diperlukan, seperti elektroda positif dan negatif.
    “Saya kira tidak ada fisika baru yang ditemukan di sini. Saya ragu bahwa batu itu sendiri menghasilkan semacam tegangan," kata Li.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim penemuan batu mengandung listrik di Kongo tidak benar.
    Batuan tidak seperti baterai, tidak dapat melepaskan listrik dengan sendirinya karena tidak memiliki reaksi kimia yang melepaskan elektron dan memungkinkan elektron mengalir.
     

    Rujukan

  • (GFD-2023-13320) [SALAH] “MAHFUD MD PASANG BADAN UNTUK ROCKY GERUNG AGAR LOLOS HUKUMAN PENJARA”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/08/2023

    Berita

    :Kabar Baik Buat Pendukung R0ky Gerung, Gak Bisa Di Jer4t Hvkum An4lisa Hukvmnya Menurut Mahfud M-d.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook dengan nama pengguna “Perspektif” mengunggah video dengan narasi bahwa Mahfud MD pasang badan untuk Rocky Gerung agar lolos dari hukuman penjara.

    Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.

    Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari cnnindonesia.com dengan judul “Mahfud MD: Kasus Rocky Gerung Delik Aduan, Pak Jokowi Tak Mau Mengadu”.

    Thumbnail pada video yang menampilkan sosok Mahfud MD bersebelahan dengan Rocky Gerung tetapi gambar sebenarnya adalah Mahfud MD dengan Erick Thohir, gambar identik tersebut diunggah oleh inakoran.com dengan judul artikel “Mahfud MD Sebut Pemerintah Ikut Bersemangat dan Dukung R20”.

    Salah satu klip pada awal video yang menampilkan sosok Mahfud MD yang sedang melakukan wawancara identik dengan unggahan video oleh kanal Youtube milik KOMPASTV dengan judul video “Presiden Jokowi Enggan Laporkan Rocky Gerung, Mahfud MD: Ini Delik Aduan”.

    Dengan demikian, klaim tentang Mahfud MD pasang badan untuk Rocky Gerung agar lolos dari hukuman penjara adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi menyesatkan. Judul dan isi video tidak sesuai dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa Mahfud MD pasang badan untuk Rocky Gerung agar lolos dari hukuman penjara.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13322) [SALAH] “obat cacing di salurkan ke semua skolah2 ujung2nya pasti cmn buat depopulasi”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/08/2023

    Berita

    Akun Facebook Vena Mth (fb.com/100089034847463) pada 12 Agustus 2023 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar yang menampilkan obat dengan merk Albendazole dengan narasi:

    “Hati2 dgn segala pemberian dr mereka secara gratis yg ujung2nya pasti cmn buat depopulasi..obat cacing di salurkan ke semua skolah2 secara gratis yg lucunya anak2 sekolah hrs minum didepan para nakes..sementara jika obatnya dibawa ke rmh sdh pasti ortu yg lebih jitu dlm soal mengajarkan anak buat minum obat2an..kira2 aman nggk ya?”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya klaim bahwa pemberian obat cacing Albendazole scara gratis cuma untuk depopulasi merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal Cacingan (POPM) merupakan pemberian obat cacing sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan.

    Dikutip dari situs uks.kemdikbud.go.id, Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal Cacingan (POPM) disebut POPM Cacingan merupakan pemberian obat cacing secara serentak kepada semua penduduk sasaran di wilayah berisiko cacingan sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan.

    POPM Cacingan dilaksanakan di kelas masing-masing dua kali dalam 1 (satu) tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi tinggi dan satu kali dalam 1 (satu) tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi sedang. Pemberian obat cacing diberikan pada peserta didik tingkat PAUD (TK/RA/KB/BA/TPA/SPS) dan SD/MI. Obat cacing diberikan sejak anak umur 1 tahun lanjut sampai umur 12 tahun. Pemberian 1 kali per tahun sesuai dosis.

    Dikutip dari situs klikdokter.com, Albendazole adalah obat untuk mengatasi infeksi cacing, seperti sistiserkosis dan echinococcosis. Kandungan Albendazole bekerja dengan cara merusak sel usus cacing. Efeknya, cacing tidak bisa menyerap gula, hingga kehabisan energi, lalu mati. Obat Albendazole masuk dalam kelompok antelmintik (anticacing), yang bekerja membunuh parasit cacing di dalam tubuh.

    Selain itu dilansir dari situs dinkes.inhukab.go.id, obat cacing bernama Albendazole ini berikan dengan tujuan:

    1. Dapat mengoptimalkan penyerapan karobohidrat, protein, vitamin A dan zat besi sehingga meningkatkan kualitas hidup, status gizi dan perkembangan anak.

    2. Mengurangi Stunting pada anak.

    3. Membunuh berbagai jenis cacing baik dari telur, larva dan cacing.

    Kesimpulan

    Informasi menyesatkan. Faktanya, Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal Cacingan (POPM) merupakan pemberian obat cacing sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan