• (GFD-2023-13439) [SALAH] Baju Adat Jokowi di Upacara Kemerdekaan Mengandung Makna Negatif

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 25/08/2023

    Berita

    “ MENGERIKAN⁉️INI MAKNA TUTUP KEPALA JKW MIRIP KASIM CINA & AMANGKURAT 1”

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]:

    Usai upacara memperingati Hari Kemerdekaan kemarin, muncul beragam isu isu terhadap baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi.

    Salah satu klaim yang membingkai isu negatif terkait baju adat Presiden Jokowi dibagikan melalui video yang diunggah Arena Politik pada 22 Agustus 2023 lalu.

    Video tersebut menarasikan jika baju adat Presiden Jokowi tersebut merupakan baju adat yang mempresentasikan suatu tokoh tertentu. Dalam judulnya ia mengklaim bahwa baju adat tersebut memiliki tutup kepala yang mirip dengan kasim Cina dan Amangkurat 1.

    Setelah dilakukan pencarian fakta, baju adat yang dikenakan oleh presiden tersebut merupakan salah satu baju kebesaran Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bernama Ageman Songkok Singkepan Ageng.

    Berdasarkan temuan informasi tersebut maka disimpulkan bahwa baju adat yang dikenakan presiden itu merupakan baju kebesaran Raja Keraton Surakarta, sehingga baju adat tersebut tidak memiliki makna untuk mempresentasikan satu tokoh tertentu saja.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Vendra Panji

    Faktanya baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi adalah baju adat Ageman Songkok Singkepan Ageng yang merupakan salah satu jenis baju kebesaran Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

    Rujukan

  • (GFD-2023-14576) Kick Off Diskusi Bulanan Cekfakta, Petakan Data Hoaks Jelang Pemilu 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/08/2023

    Berita

    Bandung, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang tergabung dalam koalisi Cekfakta menggelar kick off diskusi bulanan untuk memetakan data hoaks jelang Pemilu 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data/informasi terbaru mengenai kondisi dan situasi hoaks/informasi palsu yang muncul baik di media online maupun platform media sosial.

    Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi mendukung kegiatan koalisi Cekfakta yang sudah terbangun sejak 2018.. “Diskusi bulanan menjelang Pemilu 2024 melalui sosial media monitoring dapat mengantisipasi penyebaran hoaks, sekaligus sebagai inventarisir bank data hoaks. Kegiatan baik ini harus didukung,” katanya di Hotel El Royale, Bandung, Jumat (25/8/2023).

    Kick off diskusi bulanan cek fakta dibuka anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro. Sapto melihat bahwa hoaks akan terus meningkat bersamaan dengan tahun politik. Ia berharap, diskusi bulanan yang diselenggarakan AMSI dapat mengidentifikasi hoaks lebih awal. “Diskusi ini penting untuk dilakukan secara reguler karena kondisi/informasi palsu akan selalu berubah setiap saat. Koalisi Cekfakta dapat menjadi garda depan untuk mencegah hoaks. Dewan Pers sangat mengapresiasi,,” katanya.

    Dipandu oleh Trainer Cek Fakta, Anastasya Andriarti, diskusi dimulai dengan laporan pemantauan media sosial hoaks dengan memakai mesin artificial intelligence milik Binokular. Ini merupakan alat yang digunakan koalisi Cekfakta untuk sosial media monitoring menjelang Pemilu 2024.

    Project Manager Social Index Binokular, Danu Setio Wihananto memberikan gambaran bahwa hoaks politik mayoritas mengarah pada serangan personal atau identitas p.ara tokoh seperti capres atau cawapres “Hoaks seputar politik dominan mengarah pada penyerangan atas personal capres, cawapres.” kata Danu..

    Menurut ahli hukum pers, Yosep Adi Prasetyo, hoaks itu erat dengan bisnis dan acapkali diproduksi untuk motif ekonomi. Hoaks terbanyak menurut Yosep adalah hoaks tentang kesehatan.

    “Waktu pandemi,banyak sekali hoaks diproduksi. Contohnya kalau mau sehat minum minyak kayu putih. Kalau mau aman dari Covid berjemur. Jelas itu tidak akan menyembuhkan. Itu hoaks,” ujar Yosep.

    Sekarang menurut Yosep, banyak hoaks mencatut nama dokter Terawan. Ada soal penemuan obat kuat, obat jantung, obat gula darah, dan lain-lain. Celakanya masyarakat kita yang suka menolong, memudahkan hoaks mudah tersebar, karena didorong motif ingin berbagi informasi tanpa tahu bahwa itu adalah hoaks.

    Dengan begitu, menurut mantan Ketua Dewan Pers ini, tantangan terbesar dari penyebaran hoaks adalah literasi menggunakan media sosial dan sumber informasi.

    “Kerja cekfakta saat ini belum menyentuh dark social yang ada di grup-grup aplikasi percakapan dan media sosial. Koalisi perlu mendesak tanggung jawab platform misalnya agar setiap grup percakapan WA baru bisa dibentuk jika ada moderatornya. Perlu menyusun panduan percakapan,” katanya.

    Koordinator koalisi cekfakta, Adi Marsiela mengharap AMSI bisa mendorong lebih banyak media angotanya masuk dalam koalisi cekfakta agar amplifikasi kerja tim pemerika fakta lebih luas diakses publik.

    “Kalau anggota AMSI ada 456 media, misal ada sepuluh persennya saja itu sudah bagus. Mungkin tidak semua harus produksi debunking atau prebunking karena kemampuan dan jumlah tim tak sama. Keterlibatannya bisa juga dengan mempublikasikan konten yang ada dalam cekfakta.com,” kata Adi.

    Menurut Adi, setidaknya terdapat 20 kegiatan besar yang telah disusun koalisi AMSI, AJI, dan Mafindo menjelang Pemilu 2024. “Kegiatannya termasuk menyusun strategi meningkatkan kualitas dan sinkronisasi pemeriksa fakta, melengkapi database cekfakta, pembuatan konten cekfakta dengan target 2400 konten, hingga akan diadakan FGD actor mapping untuk meluaskan konten cek fakta,” katanya.

    Diskusi bulanan hasil pemetaan data/informasi hoaks yang baru dimulai 25 Agustus ini adalah salah satu strategi kampanye dan monitoring data hoaks secara berkala. Data ini akan menjadi dasar mengembangkan strategi kampanye baik online maupun offline serta meningkatkan kualitas konten cekfakta (debunking dan prebunking).

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

  • (GFD-2023-13375) Cek Fakta: Hoaks Imbauan Pakai Masker karena Muncul Virus Amoeba

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 24/08/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Informasi tentang imbauan memakai masker karena muncul virus Amoeba yang menyerang sistem pencernaan beredar di media sosial. Informasi tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 22 Agustus 2023.
    Akun Facebook tersebut mengunggah gambar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam gambar itu terdapat narasi sebagai berikut.
    "Menteri Luhut akan mewajibkan penggunaan masker untuk warga Jabodetabek"
    Akun Facebook tersebut kemudian menuliskan narasi bahwa muncul Amoeba yang menyerang sistem pencernaan, sehingga masyarakat diwajibkan kembali menggunakan masker.
    "Teman-2 saya mau ingetin, sepertinya kita sdh hrs mulai pakai masker kembali, ini tdk main-2, banyak banget org yg kena virus & tlh nyerang perut namanya "Amuba", RS penuhh loh hampir semua sakitnya sama.. jd perut melilit sakittt sekali kyk org mau kontraksi, trus lemasss, badan sakit; berujung mencret-2 sampai pipis sj keluar mencret, efeknya kalium & electrolit nya turun terus, trus serang ke fungsi jantung kita, Waspada Jagalah kesehatan Sahabatku,.!" tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat sejumlah komentar dari warganet.
    Benarkah ada imbauan memakai masker karena muncul virus Amoeba yang menyerang sistem pencernaan? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi tentang imbauan memakai masker karena muncul virus Amoeba yang menyerang sistem pencernaan. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.
    Nadia mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Pemerintah ataupun Kemenkes tidak pernah memberikan imbauan memakai masker karena muncul virus Amoeba yang menyerang sistem pencernaan.
    "Ini tidak benar ya," kata Nadia ketika dihubungi Liputan6.com, Kamis (24/8/2023).
    Terkait dengan imbauan memakai masker, hal ini memang pernah disampaikan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, pemakaian masker dilakukan guna menghadapi tingginya polusi udara di Jakarta.
    Informasi ini dikutip dari artikel berjudul "Siap-Siap, Menko Luhut Bakal Wajibkan Masker Lagi Imbas Polusi Udara" yang dimuat situs Liputan6.com pada 19 Agustus 2023.
    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan kembali menerapkan kewajiban pemakaian masker guna menghadapi tingginya polusi udara di Jakarta.
    Hal itu diungkapkannya seusai rapat koordinasi upaya peningkatan kualitas udara kawasan Jabodetabek lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pada Jumat 18 Agustus 2023 malam.
    "Jadi sekarang akan kita wajibkan masker lagi. Kita sarankan terutama teman-teman polisi itu semua sudah mulai masker," ujar Luhut di Kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu (19/8/2023).
    Tak hanya untuk polisi dan masyarakat, Luhut juga bakal mewajibkan industri berat dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menggunakan alat kendali polusi udara (scrubber). Sehingga bisa mengurangi pembuangan karbon emisi di langit Jakarta dan sekitarnya.
    "Karena tadi particulate matter (PM2,5) bisa kena kau jantung, kanker pernapasan. Kalau orang bikin gini kena kan enggak ada pangkat, enggak ada jabatan jenderal, kopral, menteri, presiden, siapapun bisa kena," tegasnya.
    Oleh karenanya, Luhut mengimbau siapapun patuh terhadap kebijakan ini agar tidak ada yang jadi korban dari penyebaran polusi udara.
    "Enggak ada agama kau apa, suku kau apa, semua bisa kena, anak kecil, orang tua. Jadi kita semua harus kompak. Jadi apa pun yang nanti diberikan pemerintah semua harus nurutin, karena kalau tidak kita korbannya," pinta Luhut.
     

    Kesimpulan


    Informasi tentang imbauan memakai masker karena muncul virus Amoeba yang menyerang sistem pencernaan ternyata tidak benar alias hoaks. Tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
  • (GFD-2023-13376) [SALAH] Jika Anis Jadi Presiden, Amerika Bebas Keruk Kekayaan Alam Indonesia

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 24/08/2023

    Berita

    “JIKA ANIS JADI PRESIDEN, AMERIKA BEBAS KERUK KEKAYAAN ALAM INDONESIA

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di Youtube Short yang mengklaim bahwa Amerika Serikat akan keruk kekayaan alam Indonesia, jika Anies Baswedan terpilih menjadi Presiden Indonesia. Unggahan tersebut dikemas dalam tayangan animasi yang diunggah pada 17 Maret 2023. Narator dalam video menjelaskan kembali pernyataan Habib Kribo terkait klaim bahwa Amerika bebas keruk kekayaan alam Indonesia jika Anies jadi Presiden.

    Faktanya tidak ditemukan informasi valid tentang klaim tersebut. Dikutip dari Youtube Kompas TV, Anies Baswedan pernah mengutarakan janji-janjinya jika terpilih menjadi Presiden. Terdapat Empat janji yang berkaitan dengan sektor ekonomi, lapangan kerja, kesehatan, dan pendidikan. Pernyataan itu dikatakan Anies saat safari politik di Bandung pada 5 Agustus 2023.

    Pada perbaikan pada sektor ekonomi, Anies berjanji akan membuat harga bahan pokok menjadi terjangkau. Selain itu Anies juga berjanji akan membuat fasilitas kesehatan yang memadai. Anies juga berjanji akan menyiapkan banyak lapangan pekerjaan dan akan memberikan akses pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

    Pernyayaan Habib Zen Assegaf atau habib Kribo dalam video yang mengatakan bahwa Anies Baswedan akan dijadikan alat Amerika Serikat sebagai wujud balas jasa selama ini, tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi yang valid tentang klaim tersebut. Pada safari politik di Bandung 5 Agustus 2023 lalu, Anies menjanjikan perbaikan di empat sektor yaitu ekonomi, lapangan kerja, kesehatan, dan pendidikan.

    Rujukan