• (GFD-2023-13560) [SALAH] Raffi Ahmad berbagi hadiah melalui akun Facebook Raffi Nagita”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 12/09/2023

    Berita

    Akun Facebook Raffi Nagita (fb.com/100094365894612) pada 4 September 2023 menunggah video yang terdapat narasi:

    “Tanpa basa basi raffi bantu yang terlilit hutang atau ingin renovasi rumah saya bantu tranfer 45 juta tanpa di undi no tipu tipu syarat jujur”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook “Raffi Nagita” yang diklaim membagikan 45 juta rupiah mengatasnamakan aktor Raffi Ahmad merupakan konten tiruan.

    Faktnya, akun tersebut merupakan akun palsu. Akun Facebook asli milik Raffi Ahmad sudah memiliki tanda centang biru dengan tautan: facebook.com/RaffiAhmadLagi.

    Sebelumnya, giveaway yang mencatut nama Raffi Ahmad juga sudah pernah diperiksa faktanya melalu artikel berjudul [SALAH] “Akun Facebook ?????&?????? ????????” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 14 April 2023.

    Kesimpulan

    Akun palsu. Akun Facebook asli milik Raffi Ahmad sudah memiliki tanda centang biru dengan tautan: facebook.com/RaffiAhmadLagi.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13561) [SALAH] Video “Hilangnya gravitasi. Di jalan raya Melbourne (Australia), insiden kehilangan gravitasi total sering terjadi”

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 12/09/2023

    Berita

    Akun Twitter Ir. Benny Dwika Leonanda (twitter.com/bdleonanda) pada 7 September 2023 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan suasana sebuah jalanan yang sedang dilintasi mobil. Tiba-tiba dua mobil tampak terbang ketika melewati persimpangan jalan. Video ini diberi narasis ebagai berikut:

    “Hilangnya gravitasi. Di jalan raya Melbourne (Australia), insiden kehilangan gravitasi total sering terjadi.”

    Di tweet selanjutnya, Ir. Benny Dwika Leonanda menulis “Hal tersebut disebabkan oleh eksperimen (pemerintah AS) yang mengatur parameter gravitasi pada objek tertentu yang lewat di belakang pagar Australia. Tapi ini mengancam jiwa.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan dua mobil tampak terbang ketika melewati persimpangan jalan raya Melbourne, Australia merupakan konten yang dimanpulasi.

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Pihak kepolisian di China pada tahun 2018 menyoroti berbagai kesalahan dalam video tersebut, antara lain hilangnya zebra cross, ketipisan roda mobil, dan keanehan tiang kawat.

    Dilansir dari Liputan6 yang menelusuri video tersebut dengan cara mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images. Hasilnya terdapat gambar identik di artikel berjudul “No, There Weren’t Any Flying Cars in China – That Video is Fake” yang dimuat situs thequint.com pada 23 Februari 2018 lalu.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa video mobil terbang itu sempat viral dan diklaim terjadi di China pada 2018 lalu. Ketika itu, video tersebut diklaim terjadi karena bocornya medan magnet kabel bawah tanah.

    Situs berita Tiongkok Shine, yang berada di bawah naungan Shanghai Daily menyatakan bahwa video tersebut adalah rekayasa dan hasil manipulasi. Hal ini telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian di China. Polisi menyoroti berbagai kesalahan dalam video tersebut, antara lain hilangnya zebra cross, ketipisan roda mobil, dan keanehan tiang kawat.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Pihak kepolisian di China pada tahun 2018 menyoroti berbagai kesalahan dalam video tersebut, antara lain hilangnya zebra cross, ketipisan roda mobil, dan keanehan tiang kawat.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13562) [SALAH] “Luhut Ancam Buldoser Orang yang Halang-halangi Investasi ke RI., termasuk warga Rempang akan disapu bersih jika menjadi perusuh dan penghalang investasi”

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 12/09/2023

    Berita

    Akun Twitter Imam Shamsi Ali (twitter.com/ShamsiAli2) pada 11 September 2023 mengunggah sebuah cuitan dengan narasi sebagai berikut:

    “*Luhut Ancam Buldoser Orang yang Halang-halangi Investasi ke RI., termasuk warga Rempang akan disapu bersih jika menjadi perusuh dan penghalang investasi*…..”

    Cuitan ini disertai tautan artikel berita dari CNN Indonesia berjudul “Luhut Ancam Buldoser Orang yang Halang-halangi Investasi ke RI”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya cuitan dari akun Tiwtter @ShamsiAli2 yang menyatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengancam buldoser orang yang halang-halangi investasi ke Indonesia termasuk warga Rempang akan disapu bersih jika menjadi perusuh dan penghalang investasi merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya, berita tersebut merupakan berita tahun 2022 dan di berita tersebut tidak ada penyebutan bahwa Luhut akan menyapu bersih warga Pulau Rempang, Kepulauan Riau jika menjadi perusuh dan penghalang investasi.

    Berita dengan judul “Luhut Ancam Buldoser Orang yang Halang-halangi Investasi ke RI” tersebut diterbitkan di situs CNN Indonesia pada Kamis, 1 Desember 2022.

    Dilansir dari artikel tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan siap mem-buldoser siapa pun yang berani menghambat atawa mempersulit investasi yang masuk ke Indonesia. Apalagi, saat ini Indonesia telah memiliki reputasi yang sangat baik di mata investor. Ia menantang siapapun yang merusak reputasi tersebut berhadapan dengannya.

    “Dengan segala kemampuan yang ada pada saya, saya pasti ‘buldoser’. Jadi jangan bapak dan ibu sekalian ada yang menghambat izin,” imbuh Luhut dalam Rakornas Investasi 2022 yang dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (1/12).

    Luhut juga menekankan jangan sampai ada yang berani untuk melanggar aturan demi kepentingan pribadi. Sebab, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) iklim investasi Indonesia harus tetap dijaga agar menarik di mata investor.

    “Saya titip bapak dan ibu semua untuk bekerja dengan baik dan benar, sesuai dengan aturan yang ada. Saya tidak akan rela melihat kalau ada yang mempersulit investasi,” terang dia.

    Menurutnya, saat ini total komitmen investasi yang ada dalam pipeline pemerintah mencapai sebesar US$30,9 miliar sampai 2026 nanti. Jumlah ini, kata Luhut, harus terus bertambah dan jangan sampai berkurang. Karenanya, segala hambatan yang muncul dalam investasi harus dibasmi. Apalagi, kebijakan pemerintah saat ini sudah dipermudah dan diringkas agar bisa mempercepat investasi.

    “Pemutakhiran sistem OSS (Online Single Submission) pun perlu terus dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan sinkronisasi lintas kementerian/lembaga,” pungkasnya.

    Kesimpulan

    Berita tahun 2022 dan di berita tersebut tidak ada penyebutan bahwa Luhut akan menyapu bersih warga Pulau Rempang, Kepulauan Riau jika menjadi perusuh dan penghalang investasi.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13569) [SALAH] Seorang Pria Slovenia di Jerman Dipukuli Karena Dikira Membawa Bendera Rusia

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 11/09/2023

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Seorang pria Slovenia di Jerman dipukuli oleh sekelompok pengungsi Ukraina karena membawa bendera Slovenia. Para pengungsi Ukraina mengira dia sedang memegang bendera Rusia”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter bercentang biru dengan nama @dana916 (dana) mengunggah foto seorang pria yang sedang memegang bendera Ukraina, yang juga dilengkapi dengan penjelasan bahwa seorang pria asal Slovenia baru saja dipukuli oleh sekelompok pengungsi Ukraina di Jerman. Cuitan dan foto yang diunggah pada 27 Agustus tersebut telah disukai 82 orang, dibagikan dan dikutip ulang 16 kali, serta telah dilihat 4,478 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran perihal berita tersebut di Google, tidak ada kanal berita Eropa maupun internasional yang mempublikasikan kejadian tersebut. Justru, salah satu kanal berita terkenal di Eropa bernama Euronews, menyatakan bahwa informasi tersebut adalah berita palsu. Artikel dari Euronews tersebut berjudul “Don’t fall for this doctored Euronews report spread by pro-Kremlin channels”. Pada artikel tersebut tertulis pernyataan sebagai berikut:

    “Euronews did not produce or publish a report falsely claiming Ukrainian refugees attacked a man in Germany after mistaking his Slovenian flag for a Russian one”.

    Selain itu, berita serupa juga telah dibahas oleh stopfake.org dengan judul “Fake: Ukrainian refugees in Germany beat a man, confusing the Slovenian flag with the Russian one”.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @dana916 (dana) merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Konten yang menyesatkan. Tidak ada bukti valid yang dapat menunjukkan adegan tersebut dan tidak pernah ada berita yang membahas kejadian tersebut.

    Rujukan