“Perlu diketahui bahwa PEMBINA BRIMOB saat ini adalah Thahir nama aslinya Ang Tjoeng Ming. Dia adalah bos mayapada group sekaligus sodara ipar James Riyadi boss lippo group. Fix ya.. sekarang kalian tahu siapa pembina polisi. Taipan jadi pembina di Kepolisian.Kaya gak ada pribumi aja”.
(GFD-2023-13589) [SALAH] Pembina Brimob Saat Ini Adalah Thahir, Nama Aslinya Ang Tjoeng Ming
Sumber: FACEBOOKTanggal publish: 18/09/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook bernama Larose mengunggah kolase foto Dato Sri Thahir yang bernama asli Ang Tjoeng Ming dan diklaim merupakan pembina Brimob. Dalam beberapa foto terlihat Thahir tengah dipasangkan pin oleh Jokowi, dan ada foto dirinya berpidato mengenakan seragam Brimob.
Berdasarkan penelusuran, foto Thahir dan Jokowi adalah momen penghargaan Bintang Mahaputera Naraya yang disematkan Presiden Jokowi kepada Founder dan Chairman Mayapada Group Dato’ Sri Prof DR Tahir, MBA atas jasa-jasanya yang luar biasa di berbagai bidang dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Pemberian penghargaan kepada Dato’ Sri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97-TK/Tahun 2018.
Kemudian foto Dato Sri Thahir lainnya adalah momen saat dirinya dianugerahkan sebagai Warga Kehormatan Korps Brimob. Brimob memberikan apresiasi lantaran pengusaha kelahiran Surabaya itu, telah banyak membantu Korps dalam berbagai hal.
Kemudian foto Thahir yang tengah mengenakan seragam Brimob diambil ketika Thahir sedang memberikan sambutan setelah menerima anugerah sebagai warga kehormatan Korps Brimob pada tahun 2018 lalu.
Informasi menyesatkan serupa setidaknya beredar sejak tahun 2019 lalu. Salah satu artikel yang sudah diverifikasi oleh laman turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Bos Mayapada Jadi Pembina Brimob dan TNI”, (29/05/2019).
Berdasarkan penelusuran, foto Thahir dan Jokowi adalah momen penghargaan Bintang Mahaputera Naraya yang disematkan Presiden Jokowi kepada Founder dan Chairman Mayapada Group Dato’ Sri Prof DR Tahir, MBA atas jasa-jasanya yang luar biasa di berbagai bidang dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Pemberian penghargaan kepada Dato’ Sri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97-TK/Tahun 2018.
Kemudian foto Dato Sri Thahir lainnya adalah momen saat dirinya dianugerahkan sebagai Warga Kehormatan Korps Brimob. Brimob memberikan apresiasi lantaran pengusaha kelahiran Surabaya itu, telah banyak membantu Korps dalam berbagai hal.
Kemudian foto Thahir yang tengah mengenakan seragam Brimob diambil ketika Thahir sedang memberikan sambutan setelah menerima anugerah sebagai warga kehormatan Korps Brimob pada tahun 2018 lalu.
Informasi menyesatkan serupa setidaknya beredar sejak tahun 2019 lalu. Salah satu artikel yang sudah diverifikasi oleh laman turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Bos Mayapada Jadi Pembina Brimob dan TNI”, (29/05/2019).
Kesimpulan
Informasi menyesatkan dan merupakan hoaks daur ulang. Dato Sri Thahir bukanlah pembina Brimob. Foto tersebut merupakan foto Dato Sri Tahir yang tengah memberikan sambutan setelah menerima anugerah sebagai warga kehormatan Korps Brimob pada tahun 2018 lalu.
Rujukan
(GFD-2023-13599) [SALAH] Jokowi Pecat 72 Anggota DPR yang Terlibat Kasus Transaksi Rp349 T Kemenkeu
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/09/2023
Berita
Kanal YouTube KABAR NEWS (https://www.youtube.com/@kabarnews672) pada 13 September 2023 mengunggah video dengan judul dan thumbnail yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo telah memecat 72 anggota DPR yang terlibat kasus korupsi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senilai Rp 349 T. Lebih lanjut, para anggota DPR yang mendapat sanksi pemecatan tersebut juga disebut tidak pantas menjadi wakil rakyat.
[NARASI]: “GEMPAR MALAM INI || JOKOWI P£CAT 72 DPR, DISEBUT TAK P4NT4S JADI WAKIL RAKYAT KARNA K0RUP$I 349 T”
[NARASI]: “GEMPAR MALAM INI || JOKOWI P£CAT 72 DPR, DISEBUT TAK P4NT4S JADI WAKIL RAKYAT KARNA K0RUP$I 349 T”
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Pada kenyataannya, video tersebut menjelaskan mengenai pemberian sanksi disiplin berupa pemecatan kepada 8 tersangka terkait transaksi janggal senilai Rp 349 T di Kemenkeu. Ketua Tim Pelaksana Satgas TPPU juga menambahkan bahwa dari delapan surat yang diselesaikan, ada 15 nama yang telah terkena sanksi. Selain itu, dalam video tersebut juga membahas mengenai lima kendala yang dihadapi oleh Satgas TPPU dalam mengusut transaksi mencurigakan yang ditemukan oleh PPATK.
Pada kenyataannya, video tersebut menjelaskan mengenai pemberian sanksi disiplin berupa pemecatan kepada 8 tersangka terkait transaksi janggal senilai Rp 349 T di Kemenkeu. Ketua Tim Pelaksana Satgas TPPU juga menambahkan bahwa dari delapan surat yang diselesaikan, ada 15 nama yang telah terkena sanksi. Selain itu, dalam video tersebut juga membahas mengenai lima kendala yang dihadapi oleh Satgas TPPU dalam mengusut transaksi mencurigakan yang ditemukan oleh PPATK.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta ‘Ainayya Al Fatikhah.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo telah memberhentikan 72 anggota DPR yang terlibat kasus transaksi Rp349 T di Kementerian Keuangan merupakan konten yang menyesatkan. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo telah memberhentikan 72 anggota DPR yang terlibat kasus transaksi Rp349 T di Kementerian Keuangan merupakan konten yang menyesatkan. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Rujukan
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230911164108-4-471453/kasus-transaksi-rp349-t-kemenkeu-mahfud-8-orang-dipecat
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230607151951-4-443885/kpk-ungkap-daftar-tersangka-di-transaksi-rp349-t-kemenkeu
- https://liberte.suara.com/read/2023/06/14/141400/cek-fakta-presiden-jokowi-tanpa-peringatan-pecat-72-anggota-dpr-ternyata-ini-yang-terjadi
- https://nasional.kompas.com/read/2022/10/13/01000071/apakah-presiden-bisa-memecat-dpr-
(GFD-2023-13600) [SALAH] Mahfud MD Sebut Nama Anggota DPR yang Terlibat Kasus Transaksi Rp349 T Kemenkeu
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/09/2023
Berita
Kanal YouTube KABAR NEWS (https://www.youtube.com/@kabarnews672) pada 15 September 2023 mengunggah video dengan judul dan thumbnail yang mengklaim bahwa Menkopolhukam Mahfud MD telah menyebutkan nama-nama anggota DPR yang terlibat kasus dugaan korupsi sebesar 349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
[NARASI]: “GEMPAR SIANG INI || MAHFUD MD SEBUT NAMA2 ANGGOTA DPR YG T3RLIB4T K0RUP$I KEMENKEU DEPAN MEDIA”
[NARASI]: “GEMPAR SIANG INI || MAHFUD MD SEBUT NAMA2 ANGGOTA DPR YG T3RLIB4T K0RUP$I KEMENKEU DEPAN MEDIA”
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Pada kenyataannya, video tersebut hanya menjelaskan mengenai kronologi munculnya kasus transaksi gelap Rp349 T di Kemenkeu yang pertama kali dikabarkan ke hadapan publik oleh Mahfud MD. Lebih lanjut, terbongkarnya kasus transaksi gelap ini bermula dari temuan PPATK terkait transaksi jumbo dari rekening Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat eselon III di Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu yang kini tengah diperiksa KPK.
Pada kenyataannya, video tersebut hanya menjelaskan mengenai kronologi munculnya kasus transaksi gelap Rp349 T di Kemenkeu yang pertama kali dikabarkan ke hadapan publik oleh Mahfud MD. Lebih lanjut, terbongkarnya kasus transaksi gelap ini bermula dari temuan PPATK terkait transaksi jumbo dari rekening Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat eselon III di Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu yang kini tengah diperiksa KPK.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta ‘Ainayya Al Fatikhah.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Mahfud MD telah menyebutkan nama-nama anggota DPR yang terlibat kasus transaksi Rp349 T di Kementerian Keuangan merupakan konten yang menyesatkan. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Mahfud MD telah menyebutkan nama-nama anggota DPR yang terlibat kasus transaksi Rp349 T di Kementerian Keuangan merupakan konten yang menyesatkan. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Rujukan
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230329062940-4-425301/wajib-baca-kronologi-kasus-transaksi-gelap-rp349-t-kemenkeu
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230911164108-4-471453/kasus-transaksi-rp349-t-kemenkeu-mahfud-8-orang-dipecat
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230609073340-4-444397/7-tersangka-kasus-rp349-t-bukan-pns-kemenkeu-ada-mantan-dpr
(GFD-2023-13601) [SALAH] Mahfud MD Bawa Bukti Transfer Korupsi Milik Cak Imin
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/09/2023
Berita
Kanal YouTube KABAR NEWS (https://www.youtube.com/@kabarnews672) pada 10 September 2023 mengunggah video dengan judul dan thumbnail yang mengklaim bahwa Menkopolhukam Mahfud MD membawa bukti transfer korupsi dari mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) periode 2009-2014, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Diketahui bahwa kasus korupsi terkait sistem proteksi TKI ini terjadi di Kemenakertrans pada 2012 silam.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Pada kenyataannya, video tersebut menjelaskan mengenai penemuan beberapa bukti transfer uang hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK atas dugaan korupsi pengadaan sistem perlindungan atau proteksi TKI. Dalam kasus ini, diketahui bahwa Cak Imin telah memenuhi panggilan KPK terkait pemeriksaan sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Menakertrans periode 2009-2014. Lebih lanjut, KPK juga telah menetapkan tiga orang tersangka yang terdiri atas dua orang pejabat Kemenakertrans dan satu orang swasta.
Sepanjang video pun tidak ditemukan adanya berita mengenai bukti transfer yang dibawa Mahfud MD atas kasus korupsi yang melibatkan Cak Imin seperti yang tertulis pada judul video.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube KABAR NEWS merupakan informasi yang salah.
Pada kenyataannya, video tersebut menjelaskan mengenai penemuan beberapa bukti transfer uang hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK atas dugaan korupsi pengadaan sistem perlindungan atau proteksi TKI. Dalam kasus ini, diketahui bahwa Cak Imin telah memenuhi panggilan KPK terkait pemeriksaan sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Menakertrans periode 2009-2014. Lebih lanjut, KPK juga telah menetapkan tiga orang tersangka yang terdiri atas dua orang pejabat Kemenakertrans dan satu orang swasta.
Sepanjang video pun tidak ditemukan adanya berita mengenai bukti transfer yang dibawa Mahfud MD atas kasus korupsi yang melibatkan Cak Imin seperti yang tertulis pada judul video.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube KABAR NEWS merupakan informasi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta ‘Ainayya Al Fatikhah.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Mahfud MD membawa bukti transfer atas korupsi yang melibatkan Cak Imin merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Mahfud MD membawa bukti transfer atas korupsi yang melibatkan Cak Imin merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, judul tersebut berbeda dengan isi dan narasi dalam video.
Rujukan
- https://nasional.kompas.com/read/2023/09/01/22332061/kpk-sebut-dugaan-korupsi-sistem-proteksi-tki-di-kemenaker-terjadi-pada-2012
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230907102456-4-470250/cak-imin-tiba-di-kpk-diperiksa-jadi-saksi-korupsi-kemenaker
- https://nasional.kompas.com/read/2023/09/05/06113441/bakal-diperiksa-kpk-cak-imin-kemungkinan-saya-minta-ditunda
Halaman: 5310/8134



