“Sheep and goats feces are presently in demand in China because of its richness in protein. Can you drink this?”
“Kotoran domba dan kambing saat ini diminati di China karena kaya akan protein. Bisakah Anda minum ini?”
(GFD-2022-8907) [SALAH] Foto Minuman dari Kotoran Domba dan Kambing di China
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 02/01/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Liberia Billboard mengunggah empat foto minuman yang diklaimnya terbuat dari kotoran domba dan kambing di China. Unggahan yang diunggah pada 26 November 2021 itu mendapat atensi berupa 371 reaksi, 458 komentar, dan telah dibagikan sebaanyak 4,1 rb kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto pertama dalam unggahan itu adalah potongan dari video YouTube berjudul “Pooping Goa” yang diunggah pada 21 Oktober 2009 dan diedit dengan menambahkan minuman. Adapun tiga foto lainnya merupakan minuman bernama pearl milk tea yang diunggah oleh akun Instagram bungbuanno (@bungbuanno) dan dijual di Vietnam.
Sebagai tambahan, pearl milk tea atau boba adalah minuman asal Taiwan yang diciptakan sekitar tahun 1980-an. Minuman teh ini dilengkapi bola tapioka kenyal sebagai pelengkap.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Facebook Liberia Billboard dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto pertama dalam unggahan itu adalah potongan dari video YouTube berjudul “Pooping Goa” yang diunggah pada 21 Oktober 2009 dan diedit dengan menambahkan minuman. Adapun tiga foto lainnya merupakan minuman bernama pearl milk tea yang diunggah oleh akun Instagram bungbuanno (@bungbuanno) dan dijual di Vietnam.
Sebagai tambahan, pearl milk tea atau boba adalah minuman asal Taiwan yang diciptakan sekitar tahun 1980-an. Minuman teh ini dilengkapi bola tapioka kenyal sebagai pelengkap.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Facebook Liberia Billboard dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, minuman dalam unggahan itu adalah pearl milk tea yang dijual di Vietnam dan bukan terbuat dari kotoran domba maupun kambing di China.
Faktanya, minuman dalam unggahan itu adalah pearl milk tea yang dijual di Vietnam dan bukan terbuat dari kotoran domba maupun kambing di China.
Rujukan
(GFD-2022-8906) [SALAH] Foto Patung Buddha Bamiyan di Awal 1900-an
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 01/01/2022
Berita
“This is said to be one of the oldest images of #Buddha when the revered statue was in its best condition in Bamiyan. Not good at detecting any sign of the photo having been doctored. But the scene could be from early 1900s. Taliban dynamited the statue in 2001.
@UNICEF”
“Ini dikatakan sebagai salah satu gambar tertua #Buddha ketika patung yang dihormati itu dalam kondisi terbaiknya di Bamiyan. Tidak pandai mendeteksi tanda-tanda foto yang telah diubah. Tapi pemandangan ini mungkin dari awal 1900-an. Taliban meledakan patung itu pada 2001.
@UNICEF”
@UNICEF”
“Ini dikatakan sebagai salah satu gambar tertua #Buddha ketika patung yang dihormati itu dalam kondisi terbaiknya di Bamiyan. Tidak pandai mendeteksi tanda-tanda foto yang telah diubah. Tapi pemandangan ini mungkin dari awal 1900-an. Taliban meledakan patung itu pada 2001.
@UNICEF”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) mengunggah cuitan berupa foto patung Buddha di Bamiyan yang diklaim sebagai salah satu foto tertua yang diambil awal tahun 1900-an. Cuitan yang diunggah pada 14 Desember 2021 itu mendapat atensi berupa 79 retweet dan 355 suka.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto patung Buddha Bamiyan di Afghanistan itu diambil oleh seorang fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz tahun 1953. Foto tersebut ditemukan pada situs Versicherungskammer Kulturstiftung yang merupakan organisasi non-profit asal Munich, Jerman yang berfokus untuk memajukan seni dan budaya melalui pameran serta konser.
Sebagai tambahan, mengutip dari The Jakarta Post, patung Buddha yang telah berdiri selama 1.500 tahun dihancurkan oleh Taliban tahun 2001 menggunakan dinamit. Saat itu, rezim memberlakukan aturan ketat dengan berbagai pelarangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto patung Buddha Bamiyan di Afghanistan itu diambil oleh seorang fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz tahun 1953. Foto tersebut ditemukan pada situs Versicherungskammer Kulturstiftung yang merupakan organisasi non-profit asal Munich, Jerman yang berfokus untuk memajukan seni dan budaya melalui pameran serta konser.
Sebagai tambahan, mengutip dari The Jakarta Post, patung Buddha yang telah berdiri selama 1.500 tahun dihancurkan oleh Taliban tahun 2001 menggunakan dinamit. Saat itu, rezim memberlakukan aturan ketat dengan berbagai pelarangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Ambassador M. Ashraf Haidari (@MAshrafHaidari) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Bukan diambil tahun 1900-an. Foto patung Buddha itu diambil tahun 1953 oleh fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz.
Bukan diambil tahun 1900-an. Foto patung Buddha itu diambil tahun 1953 oleh fotografer asal Jerman bernama Yvonne v. Schweinitz.
Rujukan
(GFD-2022-8905) [SALAH] Foto Rumah Abad Pertengahan di Perancis yang Dibangun Tahun 1509
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 01/01/2022
Berita
“Built in the year 1509, this Medieval home located in the Village of Argentan, France, has been standing for over 500 years. Wow!”
“Dibangun tahun 1509, rumah abad pertengahan yang berlokasi di Desa Argentan, Perancis, telah berdiri lebih dari 500 tahun. Wow!”
“Dibangun tahun 1509, rumah abad pertengahan yang berlokasi di Desa Argentan, Perancis, telah berdiri lebih dari 500 tahun. Wow!”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter The Fabulous Weird Trotters (@FabulousWeird) mengunggah cuitan berupa foto yang diklaimnya sebagai rumah abad pertengahan di Argentan, Perancis yang dibangun tahun 1509. Cuitan yang diunggah pada 9 Desember 2021 tersebut mendapat atensi berupa 124 retweet dan 875 suka.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu diambil pada 6 Mei 2013 dan diunggah pada situs Deviant Art oleh hubert61 pada 7 Mei 2013. Foto yang diberi judul “House Argentan Orne France” itu nyatanya bukan dibangun tahun 1509. Akun Facebook Ouest France Argentan memberikan penjelasan bahwa rumah tersebut dibangun tahun 1955 dan didekorasi oleh Roland Chauvin pada bagian atap tahun 1960 sampai 1970-an.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter The Fabulous Weird Trotters (@FabulousWeird) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu diambil pada 6 Mei 2013 dan diunggah pada situs Deviant Art oleh hubert61 pada 7 Mei 2013. Foto yang diberi judul “House Argentan Orne France” itu nyatanya bukan dibangun tahun 1509. Akun Facebook Ouest France Argentan memberikan penjelasan bahwa rumah tersebut dibangun tahun 1955 dan didekorasi oleh Roland Chauvin pada bagian atap tahun 1960 sampai 1970-an.
Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter The Fabulous Weird Trotters (@FabulousWeird) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, rumah tersebut dibangun tahun 1955 bukan tahun 1509. Rumah di Argentan, Perancis itu kemudian didekorasi oleh Roland Chauvin tahun 1960 sampai 1970-an.
Faktanya, rumah tersebut dibangun tahun 1955 bukan tahun 1509. Rumah di Argentan, Perancis itu kemudian didekorasi oleh Roland Chauvin tahun 1960 sampai 1970-an.
Rujukan
(GFD-2022-8904) [SALAH] Video “Kebiadaban Myanmar terhadap ummat Islam tidak bisa dimaafkan”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 01/01/2022
Berita
Akun Facebook Insan Dhoif (fb.com/100073165440015) pada 18 Desember 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang yang ditempatkan dalam kerangkeng kayu di dalam air dengan narasi sebagai berikut:
“Kebiadaban kalian terhadap ummat Islam tidak bisa dimaafkan! Kalian tunggu kebangkitan Islam,camkan itu!”
Di kolom komentar, akun ini menjawab pertanyaan akun yang mempertanyakan lokasi video itu dengan komentar: “Di Myanmar,rezim komunis sudah menyebar di seluruh Asia rupanya”
“Kebiadaban kalian terhadap ummat Islam tidak bisa dimaafkan! Kalian tunggu kebangkitan Islam,camkan itu!”
Di kolom komentar, akun ini menjawab pertanyaan akun yang mempertanyakan lokasi video itu dengan komentar: “Di Myanmar,rezim komunis sudah menyebar di seluruh Asia rupanya”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai kebiadaban Myanmar terhadap umat Islam merupakan klaim yang salah.
Faktanya, bukan di Myanmar. Video tersebut adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan unit komando pasukan elit Malaysia, Grup Gerak Khas (GGK).
Sebelumnya pada tahun 2019, video yang sama pernah diklaim terkait dengan isu Uighur pada saat itu. Klaim ini diperiksa faktanya melalui artikel berjudul [SALAH] Video “Penyiksaan oleh komunis terhadap muslim Uighur” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 28 Desember 2019.
Dilansir dari artikel ini, video lebih panjang terkait proses latihan komando pasukan elit GGK ini diunggah oleh kanal youtube Documentary HD pada 26 Juli 2015 dengan judul “Malaysia GGK Commando Documentary – World’s Special Forces Documentary – Documentary HD”. Di dalam video ini dijelaskan, hukum kurungan di dalam air itu diberikan kepada pasukan itu akibat kesalahan yang mereka perbuat dalam proses latihan.
Dalam rekaman video itu, di menit ke 33:56, Kopral (Corporal) Zahariman bin Mohamad mengatakan bahwa mereka dihukum karena melakukan kesalahan besar yaitu tidak menjalankan tugas dengan benar. Mereka diperintahkan untuk mengumpulkan 1 kg makanan, namun yang dibawa hanya lima atau enam potong makanan, itu kesalahan fatal dan mereka harus dipenjara.
Pasukan Grup Gerak Khusus atau biasa disebut GGK merupakan pasukan khusus dari Angkatan Darat Malaysia yang ditugaskan melakukan misi operasi khusus yang dimiliki pemerintah Malaysia. GGK melakukan misi tindakan langsung, perang non-konvensional, sabotase, anti-terorisme, dan pengumpulan intelijen.
Faktanya, bukan di Myanmar. Video tersebut adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan unit komando pasukan elit Malaysia, Grup Gerak Khas (GGK).
Sebelumnya pada tahun 2019, video yang sama pernah diklaim terkait dengan isu Uighur pada saat itu. Klaim ini diperiksa faktanya melalui artikel berjudul [SALAH] Video “Penyiksaan oleh komunis terhadap muslim Uighur” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 28 Desember 2019.
Dilansir dari artikel ini, video lebih panjang terkait proses latihan komando pasukan elit GGK ini diunggah oleh kanal youtube Documentary HD pada 26 Juli 2015 dengan judul “Malaysia GGK Commando Documentary – World’s Special Forces Documentary – Documentary HD”. Di dalam video ini dijelaskan, hukum kurungan di dalam air itu diberikan kepada pasukan itu akibat kesalahan yang mereka perbuat dalam proses latihan.
Dalam rekaman video itu, di menit ke 33:56, Kopral (Corporal) Zahariman bin Mohamad mengatakan bahwa mereka dihukum karena melakukan kesalahan besar yaitu tidak menjalankan tugas dengan benar. Mereka diperintahkan untuk mengumpulkan 1 kg makanan, namun yang dibawa hanya lima atau enam potong makanan, itu kesalahan fatal dan mereka harus dipenjara.
Pasukan Grup Gerak Khusus atau biasa disebut GGK merupakan pasukan khusus dari Angkatan Darat Malaysia yang ditugaskan melakukan misi operasi khusus yang dimiliki pemerintah Malaysia. GGK melakukan misi tindakan langsung, perang non-konvensional, sabotase, anti-terorisme, dan pengumpulan intelijen.
Kesimpulan
BUKAN di Myanmar. Video tersebut adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan unit komando pasukan elit Malaysia, Grup Gerak Khas (GGK).
Rujukan
Halaman: 5303/6946



