KOMPAS.com - Beredar unggahan dengan narasi pemain sepak bola Jepang Kaoru Mitoma menangis ketika meminta maaf kepada tim nasional Indonesia.
Dalam unggahan disebutkan, permintaan maaf itu dilakukan karena Mitoma merasa telah mengganggu momen sakral saat timnas Indonesia menyanyikan lagu "Tanah Airku" selepas pertandingan.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Sebagai konteks, pemain timnas Jepang sempat menunda waktu saat timnas Indonesia akan menyanyikan lagu "Tanah Airku" seusai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 15 November lalu.
Penundaan itu terjadi karena beberapa pemain Jepang masih berada di lapangan untuk melakukan joging setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 0-4.
Adapun menyanyikan lagu "Tanah Airku" bersama suporter merupakan tradisi timnas Indonesia setelah pertandingan.
Unggahan yang mengeklaim Mitoma menangis ketika meminta maaf ke timnas Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Mitoma menangis saat diwawancara. Video diberi keterangan:
Pemain jepang menangis ingin minta maaf karena telah mengganggu moment sakral menyanyikan lagu tanah airku
Akun Facebook Tangkapan layara Facebook, narasi yang menyebut pemain Jepang menangis saat meminta maaf ke timnas Indonesia
(GFD-2024-24389) [HOAKS] Pemain Jepang Kaoru Mitoma Menangis Saat Minta Maaf ke Timnas Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 30/11/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video yang menampilkan Kaoru Mitoma menangis dan menelusurinya menggunakan Yandex.
Hasilnya, video yang memperlihatkan pemain yang membela Brighton and Hove Albion di Liga Inggris tersebut identik dengan unggahan kanal YouTube berbahasa Jepang ini.
Video itu telah diunggah sejak 6 Desember 2022, jauh sebelum laga Indonesia melawan Jepang pada 15 November 2024. Saat itu, Piala Dunia 2022 di Qatar sedang berlangsung.
Dalam video, Mitoma mengungkapkan kekecewaan dia terkait pertandingan yang dijalani bersama Samurai Biru di Piala Dunia 2022. Kemudian, di akhir video itu Kaoru Mitoma menangis.
Tim Cek Fakta juga menemukan artikel di laman The Argus soal video Mitoma menangis saat diwawancara.
Dalam keterangannya, Mitoma menangis setelah Jepang dikalahkan Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022.
Pertandingan itu harus diselesaikan lewat adu penalt setetah kedua tim bermain imbang 1-1.
Mitoma menjadi salah satu pemain yang dipercaya intuk menendang penalti, namun sayang eksekusinya berhasil digagalkan oleh kiper Kroasia.
Jepang pun kalah 1-3 dalam adu penalti. Hal itu membuat Mitoma menangis saat wawancara.
Adapun video adu penalti antara Jepang melawan Kroasia di Piala Dunia 2022 Qatar bisa dilihat di sini.
Hasilnya, video yang memperlihatkan pemain yang membela Brighton and Hove Albion di Liga Inggris tersebut identik dengan unggahan kanal YouTube berbahasa Jepang ini.
Video itu telah diunggah sejak 6 Desember 2022, jauh sebelum laga Indonesia melawan Jepang pada 15 November 2024. Saat itu, Piala Dunia 2022 di Qatar sedang berlangsung.
Dalam video, Mitoma mengungkapkan kekecewaan dia terkait pertandingan yang dijalani bersama Samurai Biru di Piala Dunia 2022. Kemudian, di akhir video itu Kaoru Mitoma menangis.
Tim Cek Fakta juga menemukan artikel di laman The Argus soal video Mitoma menangis saat diwawancara.
Dalam keterangannya, Mitoma menangis setelah Jepang dikalahkan Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022.
Pertandingan itu harus diselesaikan lewat adu penalt setetah kedua tim bermain imbang 1-1.
Mitoma menjadi salah satu pemain yang dipercaya intuk menendang penalti, namun sayang eksekusinya berhasil digagalkan oleh kiper Kroasia.
Jepang pun kalah 1-3 dalam adu penalti. Hal itu membuat Mitoma menangis saat wawancara.
Adapun video adu penalti antara Jepang melawan Kroasia di Piala Dunia 2022 Qatar bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Unggahan yang mengeklaim pemain Jepang menangis untuk meminta maaf ke timnas Indonesia adalah keliru.
Faktanya, konten yang beredar adalah momen ketika pemain Jepang, Kaoru Mitoma menangis usai negaranya dikalahkan Kroasia di Piala Dunia Qatar 2022. Dalam pertandingan itu Mitoma gagal mengeksekusi penalti.
Faktanya, konten yang beredar adalah momen ketika pemain Jepang, Kaoru Mitoma menangis usai negaranya dikalahkan Kroasia di Piala Dunia Qatar 2022. Dalam pertandingan itu Mitoma gagal mengeksekusi penalti.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/hot/read/5790513/efek-pemain-jepang-berlarian-momen-sakral-timnas-indonesia-nyanyikan-lagu-kebangsaan-sampai-tertunda-jay-idzes-turun-tangan?page=4
- https://www.facebook.com/reel/1048841206940534
- https://www.facebook.com/watch/?v=535821159244682&rdid=mvyf7wKKuClDhCJ3
- https://www.facebook.com/watch/?v=580533007796502&rdid=JKVJ3cH830sR461Q
- https://www.youtube.com/watch?v=05kwI7Nde58
- https://www.theargus.co.uk/sport/23178750.tearful-kaoru-mitoma-thanked-interviewer-world-cup-efforts/
- https://www.youtube.com/shorts/CSYvZzYYDak
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24388) [HOAKS] Foto Peti Mati Pasukan Khusus Inggris yang Bertempur untuk Kiev
Sumber:Tanggal publish: 30/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar sebuah foto menampilkan peti mati yang ditutupi oleh bendera Inggris. Foto beredar di media sosial pada November 2024.
Narasi yang beredar menyebutkan, peti mati tersebut berisi jenazah 18 Pasukan Khusus Inggris yang gugur setelah bertempur untuk Kiev, Ukraina.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam foto keliru.
Foto peti mati Pasukan Khusus Inggris yang bertempur untuk disebarkan oleh akun Facebook ini pada 3 November 2024. Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis:
18 anggota Pasukan Khusus Inggris telah kembali ke rumah setelah upaya "berhasil" untuk bertempur di pihak Kiev.
Benar, itu disembunyikan bersama mereka di dalam peti kayu.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Inggris di platform X, seperti diunggah oleh akun ini, ini, dan ini.
Narasi yang beredar menyebutkan, peti mati tersebut berisi jenazah 18 Pasukan Khusus Inggris yang gugur setelah bertempur untuk Kiev, Ukraina.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam foto keliru.
Foto peti mati Pasukan Khusus Inggris yang bertempur untuk disebarkan oleh akun Facebook ini pada 3 November 2024. Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis:
18 anggota Pasukan Khusus Inggris telah kembali ke rumah setelah upaya "berhasil" untuk bertempur di pihak Kiev.
Benar, itu disembunyikan bersama mereka di dalam peti kayu.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Inggris di platform X, seperti diunggah oleh akun ini, ini, dan ini.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri jejak digital foto yang beredar dengan metode reverse image search.
Hasil pencarian gambar di Google Lens mengarahkan ke situs berbagi gambar PA Images.
Keterangannya menjelaskan, foto tersebut menampilkan 14 peti mati dari tentara Inggris yang tewas dalam kecelakaan udara, yang dibawa kembali dari Afghanistan dengan menggunakan pesawat angkut RAF C-17.
Adapun foto tersebut diambil pada 13 September 2006 oleh Kementerian Pertahanan Inggris.
Foto yang sama juga dipakai pada pemberitaan BBC.
Sebanyak 14 prajurit tewas akibat jatuhnya pesawat Nimrod RAF di Afghanistan. Jatuhnya pesawat diduga karena kesalahan teknis.
Kejadian tersebut tidak terkait dengan perang antara Ukraina dan Rusia.
Hasil pencarian gambar di Google Lens mengarahkan ke situs berbagi gambar PA Images.
Keterangannya menjelaskan, foto tersebut menampilkan 14 peti mati dari tentara Inggris yang tewas dalam kecelakaan udara, yang dibawa kembali dari Afghanistan dengan menggunakan pesawat angkut RAF C-17.
Adapun foto tersebut diambil pada 13 September 2006 oleh Kementerian Pertahanan Inggris.
Foto yang sama juga dipakai pada pemberitaan BBC.
Sebanyak 14 prajurit tewas akibat jatuhnya pesawat Nimrod RAF di Afghanistan. Jatuhnya pesawat diduga karena kesalahan teknis.
Kejadian tersebut tidak terkait dengan perang antara Ukraina dan Rusia.
Kesimpulan
Foto peti mati 14 prajurit yang tewas akibat jatuhnya pesawat Nimrod RAF di Afghanistan disebarkan dengan konteks keliru.
Foto diambil pada 13 September 2006 oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Foto tersebut tidak terkait dengan perang antara Ukraina dan Rusia.
Foto diambil pada 13 September 2006 oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Foto tersebut tidak terkait dengan perang antara Ukraina dan Rusia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61565410630767/videos/586771683913580/
- https://ghostarchive.org/archive/pIOxa
- https://twitter.com/ug_chelsea/status/1852720401232633885
- https://x.com/SMO_VZ/status/1852721220862558285
- https://x.com/peacemaket71/status/1852708545420005776
- https://lens.google.com/search?p=AbrfA8rezLh4EXHivDDBT4uDxDSJDJPL3X1hAwj1sTC8--LmIHUhbIL_8B3jsHAp8IVH0ydkP9wjsMxtzwWqaTTUARCl3PCjueTT-vsRAlaHy-d9VUUf-P1mGOryN7MP1CJBmJpBgi9HhH92kLVBIpDW7j5VV-L_1DUgxNAkWgaEsX-Xzrm2xT60gjoIXJ2QdL8d8LKeiQvzyZIIJoW0oGoSevZCzVfijIlSuN-uUE9yBFMsz_kWuuIdorec0NHtxA4jZidWLKK8jnHyQgvTAtxhatWUYSynLKbGADnjZpH_N4wGLvGgWA%3D%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsIkVrY0tKR1V3TkdKallUY3lMV00yT0RjdE5HVmtOQzA1WWpSaExUQmlOMlZsTW1FMk1qTTRNeElmYTNkblR6TjNOVlV0TVhkaWMwWldkMUYzZG5veE4wWXlTQzFQTkU1NGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsWyIzY2RhNTY4ZC05ZTI0LTQ4NzQtOWYwZS01ZTdiZDkyZDQ2MDUiXV0=
- https://www.paimages.co.uk/image-details/2.3962551
- http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/scotland/north_east/5335188.stm
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24387) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Koreo Suporter Borussia Dortmund untuk Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 02/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim koreo suporter klub sepak bola Jerman, Borussia Dortmund untuk Indonesia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 November 2024.
Dalam video tersebut terlihat suporter klub sepak bola Jerman, Borussia Dortmund sedang membentangkan koreo dengan latar warna merah dan putih.
Video tersebut kemudian dikaitkan dengan informasi bahwa koreo tersebut sengaja dibentangkan oleh suporter Dortmund untuk Indonesia.
"Merinding liat Koreo dari Dortmund untuk Indonesia," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook beberapa kali direspons oleh warganet.
Benarkah koreo suporter Borussia Dortmund dalam video tersebut ditujukan untuk Indonesia? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim koreo suporter klub sepak bola Jerman, Borussia Dortmund untuk Indonesia. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya terdapat video identik di situs berbagi video YouTube. Video tersebut berjudul "Borussia Dortmund Fans Show Spectacular Tifo On Yellow Wall" yang dimuat channel YouTube Bundesliga pada 17 Februari 2020.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
"Another goosebump moment in the Bundesliga! We've already seen some amazing choreographies by the Bundesliga fans this season, but the Borussia Dortmund supporters have now topped them all! With huge banners and the city's coat of arms, the fans covered the entire Yellow Wall with a spinetingling display . Backed up by this amazing support, the players payed it back on the pitch as they beat Eintracht Frankfurt 4-0. What do you think of it? Can you remember a more iconic tifo in the Bundesliga?" tulis channel YouTube Bundesliga.
Narasi yang dimuat channel YouTube tersebut tidak disebutkan bahwa koreo suporter Borussia Dortmund ditujukan untuk Indonesia. Koreo itu dibentangkan saat pertandingan Dortmund melawan Eintracht Frankfurt.
Kesimpulan
Video yang diklaim koreo suporter klub sepak bola Jerman, Borussia Dortmund untuk Indonesia ternyata tidak benar. Faktanya, koreo suporter Dortmund dalam video tersebut tidak ada kaitannya dengan Indonesia.
Rujukan
(GFD-2024-24386) Keliru, Klaim Prabowo Liburkan Sekolah Satu Bulan Penuh Saat Ramadan 2025
Sumber:Tanggal publish: 02/12/2024
Berita
Sebuah akun media sosial Instagram [ arsip ] mengunggah foto Presiden Prabowo Subianto dengan narasi ia akan meliburkan sekolah sebulan penuh pada bulan Ramadan 2025.
“Saya waktu masih muda pernah merasakan libur, dulu, waktu itu libur sebulan penuh,” kata Prabowo seperti ditulis pengunggah.
la berharap dengan adanya kebijakan tersebut, para siswa dapat menggunakan waktu libur untuk mengikuti pesantren kilat dan mendalami ilmu agama.
Benarkah Prabowo akan meliburkan sekolah satu bulan penuh pada bulan Ramadan 2025?
Hasil Cek Fakta
Narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meliburkan sekolah satu bulan penuh selama bulan Ramadan, sebenarnya adalah pernyataan yang disampaikan Tim Prabowo-Sandiaga Uno pada kampanye Pemilihan Presiden 2019.
Pasangan Prabowo saat itu, Sandiaga Uno, mengatakan hal tersebut usai menghadiri konsolidasi juru kampanye nasional BPN Prabowo-Sandi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2019.
Dikutip dari Detik.com, Sandi menyebut libur selama puasa itu bisa dimanfaatkan siswa untuk kegiatan pesantren kilat. Dia juga menilai para siswa bisa dapat lebih dekat dengan keluarga untuk mengimbangi pengaruh teknologi informasi.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Priyo Budi Santoso, Badan Pemenangan Nasional (BPN). Dikutip dari Suara.com, dia menyatakan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal langsung menerapkan libur sekolah selama bulan Ramadan apabila terpilih di Pilpres 2019. Jika menang, para siswa dan siswi akan langsung diliburkan pada bulan Ramadan pada 2022 mendatang.
Namun Prabowo-Sandi saat itu kalah dalam Pilpres 2019. Meliburkan siswa saat bulan Ramadan juga bukan janji Prabowo saat maju lagi pada Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan SKB 3 Menteri, pada tahun 2025 mendatang akan ada 27 hari libur, terdiri dari 17 hari untuk tanggal merah/libur nasional dan 10 hari untuk libur cuti bersama. Tidak tercantum adanya libur puasa Ramadan 2025.
Dikutip dari Suara.com rincian jadwal Kalender Pendidikan Lengkap Semester II Tahun Ajaran 2024/2025, hanya ada libur awal Ramadan yang diperkirakan pada 27 Februari hingga 2 Maret 2025.
Berikutnya adalah libur menjelang dan pada Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan pada 25 Maret-7 April 2025.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim Prabowo akan meliburkan sekolah selama satu bulan penuh saat Ramadan adalahkeliru.
Hingga artikel ini diturunkan, belum ada rencana pemerintah untuk meliburkan sekolah satu bulan penuh selama Ramadan 2025. Pernyataan meliburkan sekolah tersebut sebelumnya adalah janji pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, Sandiaga Uno.
Pernyataan itu adalah janji jika Prabowo-Sandi menang Pilpres 2019, bukan Pilpres 2024.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DC0E8kKS8YD/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://mvau.lt/media/7d3bbce2-0841-47b6-a2bd-15de47b80872
- https://news.detik.com/berita/d-4469704/prabowo-sandiaga-wacanakan-sekolah-kampus-libur-1-bulan-selama-ramadan
- https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/news/2019/03/18/210535/jika-prabowo-menang-pilpres-bpn-anak-sekolah-akan-libur-selama-ramadan
- https://setkab.go.id/pemerintah-tetapkan-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2025/
- https://www.suara.com/lifestyle/2024/12/01/143954/jadwal-kalender-pendidikan-2025-seperti-apa-libur-sekolah-puasa-ramadhan-tidak-sebulan
- https://forms.gle/GVEt2ynw7frDB2k99
Halaman: 501/5960