KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dengan nomor urut yang berbeda dengan surat suara resmi yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pada nomor urut 2 tertera pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sementara nomor 3 yakni pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan nomor urut tersebut sengaja ditukar. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi suara tersebut hoaks.
Informasi nomor urut pada surat suara Pilpres 2024 yang sengaja ditukar disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Dua dari akun-akun tersebut menyertakan video yang menampilkan surat suara Pilpres 2024.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 3 Februari 2024:
Jangan keliru, sejak kpn pak ganjar sama pak Prabowo tukeran nomor, harus jeli
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulasi di sebuah akun Facebook, 7 Februari 2024, soal nomor urut pada surat suara Pilpres 2024 yang sengaja ditukar.
(GFD-2024-16760) [HOAKS] Nomor Urut pada Surat Suara Pilpres 2024 Ditukar
Sumber: kompas.comTanggal publish: 16/03/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Surat suara yang beredar bukanlah surat suara resmi yang dikeluarkan oleh KPU.
Dikutip dari Kompas.com, desain surat suara Pilpres 2024 menampilkan pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Foto paslon tersebut mengenakan peci hitam dengan setelan jas. Keduanya mengangkat tangan seperti menyapa.
Kemudian nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mengenakan kemeja biru langit dan tidak berpeci.
Sementara nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengenakan setelan monokrom. Ganjar memakai kemeja hitam dan Mahfud mengenakan kemeja putih dengan peci hitam.
Sebelumnya, beredar pula sebaran surat suara dengan nomor urut berbeda seperti yang telah ditetapkan KPU.
Tim Cek Fakta Kompas.com melabeli unggahan tersebut sebagai hoaks.
Surat suara dengan nomor urut yang tertukar kemungkinan besar merupakan hasil suntingan atau manipulasi.
Dikutip dari Kompas.com, desain surat suara Pilpres 2024 menampilkan pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Foto paslon tersebut mengenakan peci hitam dengan setelan jas. Keduanya mengangkat tangan seperti menyapa.
Kemudian nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mengenakan kemeja biru langit dan tidak berpeci.
Sementara nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengenakan setelan monokrom. Ganjar memakai kemeja hitam dan Mahfud mengenakan kemeja putih dengan peci hitam.
Sebelumnya, beredar pula sebaran surat suara dengan nomor urut berbeda seperti yang telah ditetapkan KPU.
Tim Cek Fakta Kompas.com melabeli unggahan tersebut sebagai hoaks.
Surat suara dengan nomor urut yang tertukar kemungkinan besar merupakan hasil suntingan atau manipulasi.
Kesimpulan
Narasi nomor urut pada surat suara Pilpres 2024 yang sengaja ditukar merupakan hoaks.
Surat suara Pilpres 2024 menampilkan pasangan Ganjar-Mahfud nomor urut 2 dan Prabowo-Gibran nomor urut 3 merupakan hasil suntingan.
Surat suara yang beredar bukanlah surat suara resmi yang dikeluarkan KPU.
Surat suara Pilpres 2024 menampilkan pasangan Ganjar-Mahfud nomor urut 2 dan Prabowo-Gibran nomor urut 3 merupakan hasil suntingan.
Surat suara yang beredar bukanlah surat suara resmi yang dikeluarkan KPU.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100024296706301/videos/1535390603861001/
- https://www.facebook.com/nenk.iin.338/videos/915512393223623/
- https://www.facebook.com/aplonia.lado.9/posts/pfbid05JDKuWMksosCDJpd4epJ3Jje1ceoPcBV2A3k2z3Z4LSYWAWHLda6EtWkdQsvveFul
- https://nasional.kompas.com/read/2023/11/29/19365141/ini-desain-surat-suara-pilpres-2024-dan-gaya-tiap-capres-cawapres
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/02/05/190529282/hoaks-surat-suara-palsu-tampilkan-prabowo-gibran-sebagai-paslon-03
- https://t.me/kompascomupdate
(GFD-2024-16761) [HOAKS] Video Sekelompok Preman Mendatangi Masjid
Sumber: kompas.comTanggal publish: 16/03/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video sekelompok pemuda mendatangi bangunan mirip masjid, kemudian berbicara dengan mikrofon di depan mimbar.
Narasi yang disertakan dalam unggahan video itu, sekelompok pemuda tersebut diklaim sebagai kelompok preman yang melecehkan tempat ibadah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.
Video sekelompok preman mendatangi masjid ditemukan di akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan Instagram ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 29 Februari 2024:
Dimana menteri agamanya.....masjid tempat ibadah umat Islam sedang di lecehkan oleh para preman....VIRAL KAN
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 29 Februari 2024, soal sekelompok preman mendatangi masjid.
Narasi yang disertakan dalam unggahan video itu, sekelompok pemuda tersebut diklaim sebagai kelompok preman yang melecehkan tempat ibadah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.
Video sekelompok preman mendatangi masjid ditemukan di akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan Instagram ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 29 Februari 2024:
Dimana menteri agamanya.....masjid tempat ibadah umat Islam sedang di lecehkan oleh para preman....VIRAL KAN
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 29 Februari 2024, soal sekelompok preman mendatangi masjid.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video untuk menelusuri jejak digitalnya. Metode ini biasa disebut reverse image search.
Hasil penelusuran melalui Google Lens mengarahkan ke unggahan akun Instagram @palembangkaget, 2 Maret 2024.
Akun tersebut menjelaskan bahwa video merupakan kegiatan teater santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqlaliyah Cilongok, Tangerang, Banten.
Kegiatan teater tersebut bukan dilakukan di bagian masjid ponpes, melainkan ruang majelis mirip aula.
Berdasarkan kumpulan foto di Google Maps, tampak aula yang dimaksud dijadikan tempat pertemuan.
Situs Jatman Online menulis profil Ponpes Al Istiqlaliyah, menyertakan informasi bahwa ponpes tersebut memiliki fasilitas aula.
Sebagai informasi kegiatan teater sering dilakukan oleh para santri Ponpes Al Istiqlaliyah.
Sejumlah video di YouTube mendokumentasikan kegiatan teater saat acara perpisahan di Ponpes Al Istiqlaliyah, seperti yang diunggah kanal ini, ini, dan ini.
Hasil penelusuran melalui Google Lens mengarahkan ke unggahan akun Instagram @palembangkaget, 2 Maret 2024.
Akun tersebut menjelaskan bahwa video merupakan kegiatan teater santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqlaliyah Cilongok, Tangerang, Banten.
Kegiatan teater tersebut bukan dilakukan di bagian masjid ponpes, melainkan ruang majelis mirip aula.
Berdasarkan kumpulan foto di Google Maps, tampak aula yang dimaksud dijadikan tempat pertemuan.
Situs Jatman Online menulis profil Ponpes Al Istiqlaliyah, menyertakan informasi bahwa ponpes tersebut memiliki fasilitas aula.
Sebagai informasi kegiatan teater sering dilakukan oleh para santri Ponpes Al Istiqlaliyah.
Sejumlah video di YouTube mendokumentasikan kegiatan teater saat acara perpisahan di Ponpes Al Istiqlaliyah, seperti yang diunggah kanal ini, ini, dan ini.
Kesimpulan
Video kegiatan teater santri Ponpes Al Istiqlaliyah Cilongok, Tangerang, Banten disebarkan dengan konteks keliru.
Mereka bukanlah kelompok preman yang mendatangi masjid, melainkan santri yang melakukan kegiatan teater dalam acara perpisahan di aula ponpes.
Mereka bukanlah kelompok preman yang mendatangi masjid, melainkan santri yang melakukan kegiatan teater dalam acara perpisahan di aula ponpes.
Rujukan
- https://www.facebook.com/nuzuwirman.nuzuwirman.3/videos/955648489242573/
- https://www.facebook.com/mukhlishadibinje/videos/383246811234099/
- https://www.facebook.com/61551675428874/videos/7528120030561186
- https://www.facebook.com/100009934068430/videos/376710265250963
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0QQUecBQfyTo2wMUz6X8ErE7y9zYPTksp6AzQjCLLyWq6aW73ZTAfLPLtff8NQwhsl&id=100074835803360
- https://www.instagram.com/p/C380ME5yXvJ/
- https://lens.google.com/search?ep=subb&hl=en-ID&re=df&p=AbrfA8p5If-wuIbOlffT34FriCD7gMaZlJN1vIBB-tNza8ZYXfiLSHd9LEtEF6VHk_7vP2J2YoV0Mjfv6VLRk0luC60wBBh8Rjo4WSg1x5MSAZhFxS_jPTcxmCm9MVC-eLmCT7WNOCI9tEx2H5XU8-Q4mctsE7d1ROHoreTCQu2kLTtiqeZHPjBZ1uJGktKxSqmy2ucitm8U3h7jFxAGZVBQAQUn53AcqM02UQYt6jN_BNu9IQAkaj6HsrUvz7qtg2dpze6iYxdvBTOX2G2YO_kn2GaUvQbl0Q%3D%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsIkVrY0tKRGd4TlRKaU1XVTBMVGt6TTJZdE5EUTJNQzFpWkRJd0xUVmpNekprTm1JeU16ZGxaaElmWTNwMldHSmxPRUV4YmtsVE9FZHRjM3A0VFdaRGJIUklXamxhWVRWQ1p3PT0iXQ==
- https://www.instagram.com/p/C3-1elaSoRO/
- https://www.google.com/maps/uv?pb=!1s0x2e69ffdda1d63f85%3A0xd4c7b9133d89d556!3m1!7e115!4s%2Fmaps%2Fplace%2FPondok%2BPesantren%2BAl%2BIstiqlaliyah%2BCilongok%2BTangerang%2F%40-6.1651231%2C106.5431756%2C3a%2C75y%2C120.88h%2C90t%2Fdata%3D*213m4*211e1*213m2*211s_snIbWV4g6iH2h0tTS9zBg*212e0*214m2*213m1*211s0x2e69ffdda1d63f85%3A0xd4c7b9133d89d556%3Fsa%3DX%26ved%3D2ahUKEwjFu4WIhfiEAxUwSmwGHR0nCNcQpx96BAgPEAA!5sPondok%20Pesantren%20Al%20Istiqlaliyah%20Cilongok%20Tangerang%20-%20Google%20Search!15sCgIgAQ&imagekey=!1e10!2sAF1QipM9-Z3ODbpqhM14CFEIElYJiW7ONoCQ4hqsXoJU&hl=en&ved=1t%3A206134&ictx=111
- https://jatman.or.id/profil-pondok-pesantren-al-istiqlaliyah-cilongok-tangerang
- https://www.youtube.com/shorts/RepCHWQc6Mc
- https://www.youtube.com/watch?v=YUFi6GcaB-I
- https://www.youtube.com/watch?v=xRswRyiCtrc
- https://t.me/kompascomupdate
(GFD-2024-16660) Cek Fakta: Tidak Benar Video Salak Berisi Narkoba Impor dari China
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 15/03/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim adanya buah salak berisi narkoba dari China. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Maret 2024.
Dalam postingannya terdapat video beberapa petugas sedang mengupas buah salak dan ternyata berisi ratusan pil. Video itu disertai narasi:
"Luar biasa cara org mengedarkan narkoba ini lagi bentuknya seperti salak mari qt share agar semua tahu dan berhati-hati"
Video itu juga disertai narasi "Narkoba impor dalam bentuk salak. Buah salak dari Cina"
Lalu benarkah postingan video yang mengklaim adanya buah salak berisi narkoba dari China?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun Official INews di Youtube pada 1 Oktober 2020.
Video itu berjudul "Petugas Lapas di Jombang Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Buah Salak". Dalam video disebutkan penyelundupan narkoba pil koplo dalam buah salak dilakukan oleh seorang istri dari tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Jombang, Jawa Timur.
Liputan6.com juga pernah menulisnya dalam artikel berjudul "Istri Selundupkan 1.000 Butir Obat Terlarang Pakai Salak untuk Suami di Lapas Jombang" yang tayang 25 Agustus 2020.
Berikut isi artikelnya:
"Liputan6.com, Jakarta - Seorang istri narapidana berupaya menyelundupkan sekitar 1.000 butir obat terlarang jenis pil dengan memakai buah salak. Petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Jombang, Jawa Timur pun mengagalkan penyelundupan tersebut.
Kepala Lapas Kelas II B Jombang Mahendra Sulaksana menuturkan, pihaknya sudah menangani penyelundupan itu. Petugas teliti sehingga aksi tersebut berhasil digagalkan.
"Penggagalan masuknya obat tersebut diduga jenis obat terlarang dobel L itu diketahui oleh petugas pengamanan lapas yang bertugas di penggeledahan barang kunjungan," ujar dia, Senin, 24 Agustus 2020, seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, diduga barang tersebut dibawa pengunjung berinisial VN yang merupakan istri dari WBP yang kini masih menjalani pidana di Lapas Jombang.
Modus untuk memasukkan obat terlarang itu juga tergolong unik. Sang istri sengaja memecah kulit buah salak, lalu isinya dikeluarkan. Isi tersebut lalu diganti dengan pil, sehingga terlihat aman dan bentuk dari salak seolah tidak berubah.
"VN memasukkannya dengan cara mengemasnya di dalam buah salak dengan cara kulit buah dirobek, isi buah dikeluarkan dan diganti pil yang telah dikemas dalam plastik lalu dilem. Ini untuk menyamarkan dengan buah lainnya," kata dia.
Ia menambahkan, petugas juga meneliti barang bawaan pengunjung. Seluruhnya dilihat satu per satu, sehingga barang aman untuk dibawa petugas dan diberikan ke penerima.
"Setelah dibuka ditemukan obat berwarna putih, kemudian hal itu dilaporkan ke petugas. Selanjutnya kejadian ini telah diserahkan ke Kepolisian Resor Jombang sebagai bentuk sinergi antarinstansi untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan dan perundang-perundangan yang berlaku," kata Mahendra.
Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh polisi. Pelaku yang membawa buah berisi pil dobel l tersebut juga masih menjalani pemeriksaan intensif, termasuk mengusut asal barang terlarang itu."
Kesimpulan
Postingan video yang mengklaim adanya buah salak berisi narkoba dari China adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2024-16662) [SALAH] Angin Puting Beliung Sapu Bersih Belasan Rumah di Sulut 11 Maret 2024
Sumber: youtube.comTanggal publish: 15/03/2024
Berita
BENCANA ALAM TERBARU ~ SULUT BERHAMBURAN,ANGIN PUTING BELIUNG SAPU BERSIH BELASAN RUMAH
Hasil Cek Fakta
Pada 11 Maret 2024 lalu muncul sebuah unggahan video di Youtube memberikan sebuah klaim pada judul belasan rumah di Sulawesi Utara diterjang angin puting beliung hingga tersapu bersih.
Namun, ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Antaranews.com yang berjudul “BMKG: Waspada hujan lebat disertai angin kencang di Sumut”.
Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi angin puting beliung yang menerjang belasan rumah di Sulut.
Artikel tersebut berisi himbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar masyarakat Sumatera Utara mewaspadai potensi terjadinya banjir dan longsor akibat dari hujan lebat dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Daerah yang diperkirakan akan diguyur hujan diantaranya yaitu Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Diri, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Karo dan sekitarnya pada siang dan sore hari. Sementara di malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di daerah Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan adanya belasan rumah yang hancur di Sulawesi Utara akibat angin puting beliung adalah informasi yang tidak benar. Faktanya video tersebut hanya berisi himbauan agar masyarakat Sulut waspada mengenai potensi terjadinya banjir dan longsor.
Namun, ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Antaranews.com yang berjudul “BMKG: Waspada hujan lebat disertai angin kencang di Sumut”.
Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi angin puting beliung yang menerjang belasan rumah di Sulut.
Artikel tersebut berisi himbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar masyarakat Sumatera Utara mewaspadai potensi terjadinya banjir dan longsor akibat dari hujan lebat dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Daerah yang diperkirakan akan diguyur hujan diantaranya yaitu Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Diri, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Karo dan sekitarnya pada siang dan sore hari. Sementara di malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di daerah Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan adanya belasan rumah yang hancur di Sulawesi Utara akibat angin puting beliung adalah informasi yang tidak benar. Faktanya video tersebut hanya berisi himbauan agar masyarakat Sulut waspada mengenai potensi terjadinya banjir dan longsor.
Kesimpulan
Isi video tidak memberikan penjelasan yang sesuai pada klaim jika benar telah terjadi angin puting beliung yang menyapu bersih belasan rumah di Sulawesi Utara. Faktanya BMKG hanya menghimbau agar masyarakat Sumut untuk mewaspadai potensi terjadinya banjir dan longsor akibat dari hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.
Rujukan
Halaman: 4541/8135




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4773118/original/036004800_1710467696-cek_fakta_salak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971184/original/077320900_1574134640-Ilustrasi_Cek_Fakta_banner_3.jpg)

