• (GFD-2026-32262) Hoaks Ahok Bagikan Tunjangan Bantuan Modal Usaha

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video di media sosial kembali memunculkan klaim mengenai adanya program bantuan modal usaha yang dikaitkan dengan tokoh publik. Kali ini, nama Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok dicatut dalam sebuah video yang diklaim berisi informasi penyaluran tunjangan bantuan untuk masyarakat.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut menampilkan sosok yang menyerupai Ahok sedang menyampaikan informasi terkait bantuan modal usaha. Dalam tayangan itu, terlihat Ahok mengenakan baju berwarna hijau tua dengan latar belakang yang menyerupai area taman.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Ir. basuki tjahaja purnama MM (arsip) pada Senin (26/01/2026). Hingga Jumat (06/02/2026), video tersebut telah ditonton 203 kali dan mendapatkan 15 tanda reaksi serta 35 komentar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video, terdapat narasi yang mengklaim bahwa akun pengunggah merupakan akun resmi dan informasi yang disampaikan adalah bagian dari program bantuan yang sah.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Kasus Korupsi Pertamina Dikaitkan dengan Ahok, Ini Respons PDIPAhok Sekarang di Partai Apa dan Dukung Siapa untuk Pilpres 2024?

    “Salam sehat semuanya, perkenalkan saya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di sini saya menyalurkan tunjangan bantuan untuk modal usaha khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Bagi yang belum pernah dapat bantuan, silahkan mendaftar atau langsung menghubungi Whatsapp saya. Semoga dengan bantuan ini, bisa menciptakan lapangan kerja. Untuk kalian yang membutuhkan modal usaha, bukan suatu kebetulan kalian menemukan video ini. Kamu merupakah salah satu yang terbaca dalam sistem algoritma Facebook saya dan berhak menerima bantuan ini," ucap Ahok dalam video tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Ahok Bagi-bagi bantuan usaha.

    Selain itu, dalam keterangan video, pengunggah juga menyertakan sebuah tautan yang diklaim mengarah ke nomor WhatsApp pribadi Ahok.

    “Yang mau proses cepat langsung klik link whatsapp di bawah ini.”

    Baca juga:Jalan Rusak Matraman Makan Korban, Seorang Pelajar Meninggal

    Lantas, benarkah Ahok menyalurkan bantuan modal usaha dalam programnya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Tirto memulai penelusuran dengan melakukan pencarian melalui mesin pencari terkait klaim adanya program tunjangan bantuan modal usaha yang disebut-sebut digagas oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penelusuran dilakukan dengan kata kunci yang relevan, termasuk nama Ahok dan frasa bantuan modal usaha.

    Hasilnya, tidak ditemukan satu pun informasi dari sumber resmi, media kredibel, maupun kanal resmi Ahok yang membenarkan adanya program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam video tersebut.

    Selanjutnya, kami menonton video yang beredar secara saksama. Dari pengamatan visual dan audio, ditemukan kejanggalan pada gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah sosok yang menyerupai Ahok. Ciri-ciri tersebut kerap muncul pada video hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya pada konten deepfake.

    Untuk memastikan hal tersebut, video kemudian diperiksa menggunakan alat pendeteksi AI pada video. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video secara visual tidak terdeteksi sebagai hasil rekayasa AI. Namun, hasil ini belum cukup untuk memastikan keaslian keseluruhan konten, karena manipulasi dapat terjadi hanya pada salah satu elemen, seperti audio.

    Oleh karena itu, kami memisahkan audio dari video dan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap suara yang terdengar dalam tayangan tersebut. Pengecekan audio kemudian dilakukan dengan pendeteksi AI, Undetectable AI. Hasilnya, audio yang ada dalam video tersebut terbukti sebagai AI dengan kemungkinan keaslian suara hanya 1 persen.

    Temuan ini mengindikasikan bahwa suara yang terdengar bukanlah suara asli Ahok, melainkan hasil manipulasi atau rekayasa teknologi AI. Dengan demikian, narasi yang disampaikan dalam video tidak dapat dianggap sebagai pernyataan langsung dari Ahok.

    Baca juga:Pemeriksaan Ahli Jadi Penentu Nasib Pandji di Kasus Mens Rea

    Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Google Lens untuk menelusuri kemungkinan sumber visual video tersebut. Dari hasil pencarian gambar serupa, tidak ditemukan video lain yang identik dengan konten yang beredar. Namun, ditemukan sebuah foto lama Ahok yang memiliki kemiripan kuat dengan sosok dalam video tersebut, yang diduga menjadi sumber utama pengeditan.

    Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, foto tersebut pernah dimuat dalam pemberitaan Dreamers.id pada 6 Juni 2017, foto tersebut berasal dari akun Instagram @basuki_btp_lovers, sayangnya akun instagram pengunggah foto tersebut sudah tidak ada. Foto tersebut diambil saat Ahok berada di Rumah Tahanan Mako Brimob.

    Dalam foto tersebut, Ahok mengenakan pakaian berwarna serupa, lengkap dengan kacamata, jam tangan, serta gaya rambut yang identik dengan sosok dalam video hoaks. Kemiripan ini memperkuat dugaan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi dari foto statis yang dianimasikan dan dipadukan dengan audio buatan AI.

    Baca juga:Prediksi Cuaca BMKG 9 Februari: Jakbar hingga Jateng Hujan Lebat

    Lebih lanjut, kami menelusuri akun yang membagikan unggahan tersebut yang diklaim sebagai akun resmi Ahok. Faktanya, akun resmi Ahok di Facebook adalah @Basuki Tjahaja Purnama dan sudah mendapatkan tanda verifikasi dari Facebook. Sementara itu, akun pengunggah video tidak memiliki tanda verifikasi dan menggunakan nama yang menyerupai akun resmi.

    Hal ini menunjukkan bahwa akun tersebut bukan akun resmi milik Ahok, melainkan akun tiruan yang sengaja dibuat untuk menyesatkan pengguna media sosial.

    Selain itu, dalam keterangan unggahan, pemilik akun juga membagikan tautan yang mengarah ke nomor Whatsapp https://wa.me/6282144391590. Nomor tersebut terdaftar sebagai akun WhatsApp Business dan menggunakan foto profil Ahok.

    Baca juga:PBB Terancam Bangkrut, Multilateralisme Kian Ditinggalkan?

    Pola pengalihan ke pendaftaran bantuan sosial melalui WhatsApp atau Telegram merupakan modus yang sering digunakan dalam penipuan daring. Dalam praktiknya, pelaku biasanya meminta data pribadi atau informasi keuangan korban. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan tidak memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak jelas kredibilitasnya.

    Kesimpulan

    Hingga penelusuran ini dilakukan, tidak ditemukan bukti yang memverifikasi klaim bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membagikan bantuan modal usaha melalui media sosial. Video yang beredar diketahui menggunakan audio buatan kecerdasan buatan (AI) dan disebarkan oleh akun yang tidak terverifikasi.

    Dengan demikian, klaim Ahok membagikan bantuan modal usaha tersebut merupakan informasi hasil video yang dimanipulasi (altered video) yang bersifat tidak benar dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32263) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Pengangkatan PPPK Penuh Waktu 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] pada Sabtu (3/2/2026) dari akun TikTok “INFO CASN” disertai takarir:

    RESMI DIBUKA, PENGANGKATAN PPPK PARUH WAKTU MENJADI PPPK PENUH WAKTU 2026

    Pendaftaran 3 feb 29 feb 2026

    PENDAFTARAN GRATIS / WEBSITE TERSEDIA DI BIO PROFIL

    KHUSUS PPPK PARUH SEKARANG BISA DAFTARKAN DIRI ANDA JADI PPPK PENUH WAKTU

    Kabar baik pppk paruh waktu Mulai skrg tahun ini uda bisa daftarkan diri anda jadi pppk full time

    #PPPK2026#InfoASN #pppkparuhwaktu#pppkfulltime #pppkpenuhwaktu

    Per Senin (9/2/2026), unggahan tersebut telah mendapat 6.400-an tanda suka, 445 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 3.500 kali.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Pendaftaran PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu 2026” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan jawapos.com “Resmi! Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Dimulai pada 2026, Simak Tahapan Lengkapnya”.

    Berita yang tayang pada Sabtu (31/1/2026) tersebut melaporkan Kementerian PAN-RB memberikan sinyal bahwa proses pengangkatan dari status paruh waktu menjadi penuh waktu akan mulai dilaksanakan secara bertahap. 

    Masih dari berita yang sama, disebutkan bahwa prosedur formal yang harus dilewati menuju PPPK penuh waktu berdasarkan keputusan MenPAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 diantaranya adalah usulan instansi, penetapan rincian, pengajuan ke BKN, pertimbangan teknis BKN, dan penetapan akhir. Namun, tidak ditemukan tautan pendaftaran PPPK Penuh Waktu 2026.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “INFO CASN”. Diketahui, tautan tersebut mengarah ke laman mencurigakan yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, serta nomor Telegram.

    Kesimpulan

    Faktanya, pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu itu masih dalam tahap perencanaan. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran pengangkatan PPPK Penuh Waktu 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32265) Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Ini untuk Cek Penerima Bansos Ramadan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tautan atau link cara mengecek penerima bantuan sosial (bansos) jelang Ramadan 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Bansos jelang ramadhan 2026 cair! Daftar bantuan PKH Rp.1.500.000 dan cara cek penerimanya klik daftar👇"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "Bansos Februari 2026 Cair! Ini Daftar Bantuan Sosial dan Cara Cek Penerimanya"
    Unggahan turut menyertakan menu daftar yang jika diklik akan muncul link berikut:
    "https://daftar.bantuan-pkh.my.id/?fbclid=IwY2xjawP2g5FleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFhSVRaZkpJdEE1UlV2VG5ac3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHuE-RH03ok-oMdDWQQSsh53PU4R3VnX3Xf6QnUUwvC74Xx4XEv_JQyjlv_3v_aem_CGRrI0ppKJDy-tL0tK7Spw"
    Link ini mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital dan meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim tautan cara mengecek penerima bansos jelang Ramadan 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link cara mengecek penerima bansos jelang Ramadan 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Lengkap! Daftar Bansos 2026 dan Cara Cek Status Penerima dari Kemensos" yang tayang pada 4 Januari 2026.
    Dalam artikel ini dijelaskan, masyarakat dapat memantau status penerimaan bansos melalui layanan resmi yang disediakan pemerintah. Proses pengecekan ini dirancang agar mudah diakses dan memberikan informasi yang akurat.
    Ada dua metode utama yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan.
    1. Melalui Situs Resmi Kemensos (cekbansos.kemensos.go.id)
    Ini merupakan cara pertama untuk memeriksa status penerimaan. Langkah-langkahnya meliputi membuka peramban di HP atau komputer, lalu mengunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Selanjutnya, pilih lokasi tempat tinggal mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan sesuai KTP.
    Kemudian, masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai persis dengan yang tertera di KTP, kemudian ketikkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar untuk keamanan. Terakhir, klik tombol “CARI DATA”. Sistem akan menampilkan informasi seputar status penerima bansos, jenis bantuan, dan periode penyaluran. Pastikan status pada kolom “Keterangan” tertulis “PROSES BANK HIMBARA” atau “PT POS” untuk memastikan dana akan segera cair.
    2. Melalui Aplikasi “Cek Bansos” Kemensos 
    Ini adalah alternatif kedua yang lebih praktis. Unduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Google Play Store atau App Store. Setelah itu, login atau daftar jika belum memiliki akun menggunakan NIK, nomor KK, dan nama lengkap. Unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi. Pilih menu “Cek Bansos”, lengkapi data domisili dan nama lengkap Anda, lalu ketik kode verifikasi yang muncul di layar.
    Klik menu “Cari Data”. Aplikasi ini juga memiliki fitur tambahan bernama Usul Sanggah, yang memungkinkan masyarakat untuk mengusulkan diri sendiri atau tetangga yang layak namun belum tersentuh bantuan pemerintah.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link cara mengecek penerima bansos jelang Ramadan 2026, tidak benar.
  • (GFD-2026-32266) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Festival Berhadiah Awal 2026 untuk Nasabah BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Februari 2026.
    Klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI berupa tulisan sebagai berikut.
    "FESTIVAL BERHADIAH AWAL TAHUN 2026 BANK BRI 🎉
    Khusus untuk seluruh nasabah Bank BRI yang sudah menggunakan aplikasi BRImo! Yuk buruan daftar dan ikuti undian berhadiah spesial untuk merayakan awal tahun 2026. Pendaftaran GRATIS lho! ✨
    Beragam Hadiah Menarik Menanti Kamu:
    - 10 Unit Mobil Alphard
    - 10 Unit Mobil Fortuner
    - 30 Unit Smartphone Promax15
    - 25 Emas Batang & Logam Mulia
    - 25 Paket Wisata Singapura
    - 50 Paket Umroh Gratis
    Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini! Segera daftar dan jadilah salah satu pemenangnya! 🚗📱✨"
    Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
    "https://retisdpo.vornsix-id.com/?fbclid=IwY2xjawP2WGpleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF4azBaRXRoRDNOaTk4NFJac3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHi4m6UHJvMkG0EquVUOsSH62JQezRQf2rqNzCVb8cT-QT43LBPkNhmKjBnNT_aem_Gq3352yz0l3JxiAKMj6ZEw".
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, berupa nama lengkap dan nomor handphone.
    Benarkah klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
    Dalam artikel Liputan6.com, Andrijanto saat menjabat sebagai Direktur BRI, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
    "Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
     
     
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
    Dalam artikel juga disebut, salah satu contohnya, penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
    Sebab, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/.
    Melalui situs resminya, BRI juga pernah membuat tulisan "Waspada Modus Social Engineering". Tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mengatasnamakan BRI.
    Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk petugas BRI.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI tidak benar.
    BRI pun mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mengatasnamakan BRI.

    Rujukan