• (GFD-2024-17637) Cek Fakta: Klarifikasi McDonalds Tempelkan Pengumuman Pelanggan Terkait Dukungan pada Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Maret 2024.
    Dalam postingannya terdapat foto outlet McDonalds yang dinding kacanya diberikan tulisan sebagai berikut:
    "Upwards of 30.000 civillians have been murdered so far, during the genocide in Gaza. Congratulations to the IDF!
    We are proud to say that McDonalds supplies the Israeli military with free meals, especially while the rest of Gaza starves. We simply do not care. Thank you for your custom"
    Atau dalam Bahasa Indonesia
    "Lebih dari 30.000 warga sipil telah dibunuh sejauh ini, selama genosida di Gaza. Selamat kepada IDF!
    Kami bangga mengatakan bahwa McDonalds memasok makanan gratis kepada militer Israel, terutama ketika wilayah Gaza lainnya kelaparan. Kami tidak peduli. Terima kasih atas kebiasaanmu"
    Akun itu menambahkan narasi "Pemberitahuan Pelanggan dari McDonald's#BoikotMcDonald"
    Lalu benarkah postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari Lembaga Pemeriksa Fakta, Misbar berjudul "The Poster in McDonald’s Was Placed by Activists, Not the Company" yang tayang pada 29 Maret 2024.
    Dalam artikel itu dijelaskan bahwa pertama kali poster pengumuman itu ditemukan di salah satu cabang McDonalds di Glasgow City, Skotlandia.
    Namun bukan McDonalds yang menempelkan pengumuman itu melainkan aktivis Palestina yang tergabung dalam "artworkersforpalestinescotland".
    Dalam akun Instagramnya @artworkersforpalestinescotland menjelaskan mereka membuat poster pengumuman itu sebagai bentuk dukungan pada Palestina. Poster itu juga dapat dicetak secara cuma- cuma sebagai ajakan untuk memboikot McDonalds.
    Hal itu disampaikan dalam unggahan pada 25 Maret 2024 dengan narasi sebagai berikut:
    "Print your own! Pdf in bio!! It’s time to escalate the boycott of McDonalds!
    These Customer Notice stickers we made have gone up in McDonalds across Glasgow. A pdf is in our linktree for you to print as posters or stickers.
    Starbucks ones coming soon…"
    atau dalam Bahasa Indonesia
    "Cetak sendiri! Pdf di bio!! Saatnya meningkatkan boikot terhadap McDonalds!
    Stiker Pemberitahuan Pelanggan yang kami buat ini telah dipasang di McDonalds di seluruh Glasgow. Pdf ada di pohon tautan kami untuk Anda cetak sebagai poster atau stiker.
    Starbucks akan segera hadir…"

    Kesimpulan


    Postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina adalah tidak benar. Faktanya poster pengumuman itu ditempelkan oleh aktivis pembela Palestina di Glasgow, Skotlandia.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18406) KPU akui jual data rahasia negara ke asing, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Video di YoTube yang sudah ditonton hampir tujuh ribu kali, memuat narasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya telah menjual data negara yang bersifat rahasia ke pihak asing.

    Berikut isi narasinya:

    "GEGER MALAM INI!!

    KETUA KPU TERTANGKAP BASAH DEMI M3NANGKAN 02 KPU AKUI JUAL DATA RAHASIA NEG4R4 KE ASING

    KUASA TUHAN !! ANGIN SEGAR BUAT ANIES || TERBONGKAR JUGA BOROK KPU SELAMA INI,".

    Selain menampilkan cuplikan gambar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Terdapat pula rekaman pernyataan Pakar Telematika Roy Suryo serta pernyataan Pakar Politik Rocky Gerung dalam video tersebut.

    Konten selama delapan menit ini juga telah disukai 242 pengguna YouTube dan dipenuhi dengan 66 komentar.

    Namun, benarkah KPU akui jual data rahasia negara ke asing?

    Hasil Cek Fakta

    Video tersebut sama sekali tidak memperlihatkan pengakuan KPU RI, soal adanya penjualan data rahasia negara ke asing.

    Artinya, narasi yang disematkan pada judul video YouTube itu adalah hoaks.

    Sebagian besar video tersebut nyatanya hanya mempersoalkan kerja sama KPU RI dengan Alibaba Cloud dalam pengelolaan server.

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto juga membenarkan adanya kolaborasi antara KPU dengan Alibaba Cloud.

    Walau demikian, kerja sama tersebut dipastikan tidak akan membuat data pemilih yang ada di Sirekap bocor.

    Terlebih, pengawasan soal kerja sama ini melibatkan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Reserse Kriminal Polri dan KemenKominfo.

    Hal tersebut, disampaikan Menko Polhukam dalam berita ANTARA ini, pada 19 Maret 2024.

    Klaim: KPU akui jual data rahasia negara ke asing

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-18663) KPU akui jual data rahasia negara ke asing, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Video di YoTube yang sudah ditonton hampir tujuh ribu kali, memuat narasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya telah menjual data negara yang bersifat rahasia ke pihak asing.

    Berikut isi narasinya:

    "GEGER MALAM INI!!

    KETUA KPU TERTANGKAP BASAH DEMI M3NANGKAN 02 KPU AKUI JUAL DATA RAHASIA NEG4R4 KE ASING

    KUASA TUHAN !! ANGIN SEGAR BUAT ANIES || TERBONGKAR JUGA BOROK KPU SELAMA INI,".

    Selain menampilkan cuplikan gambar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Terdapat pula rekaman pernyataan Pakar Telematika Roy Suryo serta pernyataan Pakar Politik Rocky Gerung dalam video tersebut.

    Konten selama delapan menit ini juga telah disukai 242 pengguna YouTube dan dipenuhi dengan 66 komentar.

    Namun, benarkah KPU akui jual data rahasia negara ke asing?

    Hasil Cek Fakta

    Video tersebut sama sekali tidak memperlihatkan pengakuan KPU RI, soal adanya penjualan data rahasia negara ke asing.

    Artinya, narasi yang disematkan pada judul video YouTube itu adalah hoaks.

    Sebagian besar video tersebut nyatanya hanya mempersoalkan kerja sama KPU RI dengan Alibaba Cloud dalam pengelolaan server.

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto juga membenarkan adanya kolaborasi antara KPU dengan Alibaba Cloud.

    Walau demikian, kerja sama tersebut dipastikan tidak akan membuat data pemilih yang ada di Sirekap bocor.

    Terlebih, pengawasan soal kerja sama ini melibatkan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Reserse Kriminal Polri dan KemenKominfo.

    Hal tersebut, disampaikan Menko Polhukam dalam berita ANTARA ini, pada 19 Maret 2024.

    Klaim: KPU akui jual data rahasia negara ke asing

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-17897) KPU akui jual data rahasia negara ke asing, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Video di YoTube yang sudah ditonton hampir tujuh ribu kali, memuat narasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya telah menjual data negara yang bersifat rahasia ke pihak asing.

    Berikut isi narasinya:

    "GEGER MALAM INI!!

    KETUA KPU TERTANGKAP BASAH DEMI M3NANGKAN 02 KPU AKUI JUAL DATA RAHASIA NEG4R4 KE ASING

    KUASA TUHAN !! ANGIN SEGAR BUAT ANIES || TERBONGKAR JUGA BOROK KPU SELAMA INI,".

    Selain menampilkan cuplikan gambar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Terdapat pula rekaman pernyataan Pakar Telematika Roy Suryo serta pernyataan Pakar Politik Rocky Gerung dalam video tersebut.

    Konten selama delapan menit ini juga telah disukai 242 pengguna YouTube dan dipenuhi dengan 66 komentar.

    Namun, benarkah KPU akui jual data rahasia negara ke asing?

    Hasil Cek Fakta

    Video tersebut sama sekali tidak memperlihatkan pengakuan KPU RI, soal adanya penjualan data rahasia negara ke asing.

    Artinya, narasi yang disematkan pada judul video YouTube itu adalah hoaks.

    Sebagian besar video tersebut nyatanya hanya mempersoalkan kerja sama KPU RI dengan Alibaba Cloud dalam pengelolaan server.

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto juga membenarkan adanya kolaborasi antara KPU dengan Alibaba Cloud.

    Walau demikian, kerja sama tersebut dipastikan tidak akan membuat data pemilih yang ada di Sirekap bocor.

    Terlebih, pengawasan soal kerja sama ini melibatkan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Reserse Kriminal Polri dan KemenKominfo.

    Hal tersebut, disampaikan Menko Polhukam dalam berita ANTARA ini, pada 19 Maret 2024.

    Klaim: KPU akui jual data rahasia negara ke asing

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan