• (GFD-2024-18612) Cek Fakta: Tidak Benar Gedung Dalam Foto Ini Miring Akibat Gempa Taiwan pada 3 April 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto gedung miring yang diklaim akibat gempa di Taiwan pada 3 April 2024 beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 3 April 2024.
    Dalam foto tersebut terlihat gedung bertingkat. Namun, posisinya tampak miring dan diklaim akibat gempa yang mengguncang Taiwan pada 3 April 2024.
    "BREAKING: Scary Visuals Coming From Taiwan Where A 7,5 Scale Earthquake Hit Today," demikian narasi dalam foto tersebut.
    "Taiwan was hit by the strongest earthquake in 25 years 😳💔," tulis salah satu akun Instagram.
    Sebelumnya, gempa mengguncang Taiwan pada Rabu 3 April 2024. Gempa tersebut menimbulkan korban tewas dan luka serta tsunami di Jepang. Filipina sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian mencabutnya.
    Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan mengatakan satu orang diduga tewas tertimpa batu di wilayah pegunungan Hualien, tempat pusat gempa berada. Sementara itu, lebih dari 50 orang terluka. Demikian seperti dilansir Reuters.
    "Setidaknya 26 bangunan runtuh, lebih dari setengahnya berada di Hualien, dengan sekitar 20 orang terjebak dan upaya penyelamatan masih berlangsung," sebut Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan.
    Benarkah gedung dalam foto itu miring akibat gempa yang mengguncang Taiwan pada 3 April 2024? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto gedung miring yang diklaim akibat gempa di Taiwan pada 3 April 2024. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Google Images.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang memuat foto identik. Satu di antaranya artikel berjudul "Earthquakes in Taiwan are linked to seasonal changes in water levels" yang dimuat situs newscientist.com pada 14 April 2021 lalu.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Narasi dalam foto tersebut menjelaskan mengenai gedung yang miring atau rusak akibat gempa di Taiwan pada 2018 lalu.
    "A building damaged by an earthquake in eastern Taiwan in 2018," demikian narasi dalam foto tersebut.
     

    Kesimpulan


    Foto gedung miring yang diklaim akibat gempa di Taiwan pada 3 April 2024 ternyata sebagian salah. Taiwan memang diguncang gempa pada 3 April 2024 lalu. Namun foto gedung miring tersebut akibat gempa yang mengguncang Taiwan pada 2018 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19219) [SALAH] “Toyota membagikan Toyota Hilux melalui akun Toyota Alphard Fans,Club”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/04/2024

    Berita

    Akun Facebook Toyota Alphard Fans,Club (fb.com/100076411361337) pada 7 April 2024 mengunggah sebuah gambar dnegan narasi sebagai berikut:

    “Sejauh ini belum ada yang menemukan nomor selain 609, belum ada pemenang (Toyota Hilux). Kami masih memiliki 5 kemenangan lagi.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook “Toyota Alphard Fans,Club” yang membagikan Toyota Hilux merupakan konten palsu.

    Faktanya, akun Facebook resmi Toyota Indonesia adalah facebook.com/ToyotaID. Di akun resmi tidak ditemukan pengumuman pembagian hadiah seperti yang beredar di media sosial.

    Sebelumnya, klaim yang identik sudah pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul [SALAH] “Giveaway Toyota Hilux 2023” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 25 April 2023.

    Selain itu, berdasarkan penelusuran melalui situs resmi Toyota Indonesia, yakni toyota.astra.co.id dan toyota.co.id, juga tidak ditemukan pengumuman pembagian hadiah seperti yang beredar di media sosial.

    Kesimpulan

    Akun palsu. Akun Facebook resmi milik Toyota Indonesia adalah ToyotaID (facebook.com/ToyotaID). Di akun Facebook resmi ini tidak ditemukan informasi terkait pembagian Toyota Hilux secara gratis.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18466) Cek Fakta: Tidak Benar Dosen UIN Antasari Imbau Tak Beli Kurma dari Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/04/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Dosen UIN Antasari imbau tak beli kurma dari Israel, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Maret 2024.
    Klaim Dosen UIN Antasari imbau tak beli kurma dari Israel berupa tulisan sebagai berikut.
    "⚠ Jangan DibeliMERK KURMA INI
    Dr. Anang Saifuddin, MA Dosen UIN Antasarih Bjm
    Inilah Daftar Merk Kurma Import Asal Israel, Negara Ini Membunuh Kaum Muslimin :
    Sehubungan Dengan Persiapan Untuk Romadhon, Harap Di Perhatikan Dengan Seksama Agar JANGAN BELI KURMA Dari Israeli, Yang Di Jual Dengan Nama-Nama Merk Sbb:
    1.Bomaja
    2.Carmel Agrexco
    3.Delilah
    4.Desert Diamond
    5.Hadiklaim
    6.Jordan Plains
    7.Jordan River
    8.King Solomon
    9.Paradise Dates
    10.Rapunzel
    11.Red Sea
    12.Royal Treasure
    13.Shams
    14.Tamara
    BANTU SEBARKAN...
    Syukron"
    Benarkah klaim Dosen UIN Antasari imbau tak beli kurma dari Israel? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Dosen UIN Antasari imbau tak beli kurma dari Israel, penelusuran mengarah pada keterangan tertulis berjudul "Dosen UIN Antasari Tepis Berita yang Viral ini!"  yang dimuat situs resmi UIN Antasari uin-antasari.ac.id menyebutkan, informasi tersebut bisa menjurus ke hoaks, lantaran pencatutan nama sang dosen, yang mengaku sama sekali tidak pernah membuatnya.
    “Dari redaksinya: menulis menggunakan nama seperti itu dan gelar akademik di platform WhatsApp atau media sosial lainnya, itu tidak pernah saya lakukan,” tegasnya kepada Rektor UIN Antasari via WhatsApp yang diteruskan kepada Humas, Jumat (10/03/2023).
    Lewat klarifikasi tersebut, warganet pun diharapkan teliti sebelum membagikan, karena bisa ikut menyebarkan informasi keliru, seiring sudah mencatut nama dan institusi.
    Seperti diketahui, Dr. Saifuddin, M.A. bernama lengkap Saifuddin Ahmad Husein, yang merupakan pakar linguistik lulusan S-2 University of Colorado Boulder (Amerika Serikat).

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Dosen UIN Antasari imbau tak beli kurma dari Israel tidak benar.
    Informasi tersebut bisa menjurus ke hoaks, lantaran pencatutan nama sang dosen, yang mengaku sama sekali tidak pernah membuatnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18979) [HOAKS] Video Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi soal Iran menyerang Kota Tel Aviv, Israel, dengan peluru kendali atau rudal. Ledakan terdengar di Kota Metula, sebelah utara Israel.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Video Iran menyerang Tel Aviv dengan rudal disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Pengunggah menyertakan video berdurasi 10 detik yang menampilkan ledakan besar di sebuah kota.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (7/4/2024):

    Iran telah mulai menyerang Tel Aviv yang diduduki Israel dengan rudal berat; api neraka berkobar, beberapa bangunan hancur.

    Suara ledakan keras terdengar di kota Metula di utara Israel.

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Minggu (7/4/2024), mengenai video Iran menyerang Tel Aviv dengan rudal.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video lalu menelusuri jejak digitalnya melalui Google Lens.

    Hasil pencarian mengarahkan ke kanal YouTube The Telegraph dan On Demand News.

    Keterangan video yang diunggah pada 24 Maret 2024 tersebut merupakan serangan udara terhadap angkatan laut Rusia di Pelabuhan Sevastopol, Laut Hitam.

    Lebih dari 10 rudal yang ditembakkan merusak fasilitas angkatan laut dan dua kapal perang besar Rusia. Militer Ukraina membantah tudingan soal dalang serangan.

    Sejauh ini, tidak ada laporan atau informasi valid soal serangan Iran ke Israel.

    Seperti diberitakan Kompas.id, pada Senin (8/4/2024), Iran memperingatkan akan melancarkan serangan ke sejumlah kedutaan besar Israel.

    Serangan itu sebagai balasan terhadap serangan udara Israel pada 1 April 2024 yang menewaskan dua jenderal Quds Garda Revolusi Iran atau IRGC.

    Serangan terjadi di kompleks Kedutaan Besar Iran yang menewaskan 16 orang. Dua jenderal Iran, Mohammad Reza Zahedi dan Mohammad Hadi Haji Rahimi, tewas.

    Iran menuding serangan itu dilakukan oleh F-35 Israel. Sementara, Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

    Meski demikian, AS bersiaga menghadapi serangan balasan Iran yang menarget aset AS ataupun Israel di sekitar kawasan itu.

    Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, pada Minggu (7/4/2024) malam waktu setempat atau Senin (8/4/2024) waktu Indonesia, menyatakan, Israel siap menghadapi skenario apa pun yang mungkin timbul dengan Iran.

    Hal senada disampaikan Kepala Angkatan Bersenjata Israel Herzi Halevi. Ia mengatakan, Israel tahu cara menghadapi Iran, baik secara defensif maupun ofensif.

    ”Kami tahu caranya bertindak tegas terhadap Iran, baik di wilayah yang dekat maupun jauh. Dalam melakukan operasi, kami bekerja sama dengan Amerika Serikat dan mitra strategis di kawasan,” ujar dia.

    Kesimpulan

    Video serangan rudal terhadap angkatan laut Rusia di Pelabuhan Sevastopol, Laut Hitam, disebarkan dengan konteks keliru.

    Tidak ada laporan atau informasi valid soal serangan Iran ke Israel pada awal April 2024. Kendati demikian, Israel dan Amerika Serikat bersiap menghadapi serangan balasan Iran.

    Rujukan