(GFD-2024-18883) Hoaks! Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan foto Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Dalam unggahan tersebut, dinarasikan MoU tersebut berisi utang Indonesia terhadap Tiongkok sudah lunas.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Proses penanda tanganan bukti pelunasan hutang Indonesia ke china”
Namun, benarkah foto tersebut merupakan bukti Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok?
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri diketahui foto tersebut merupakan saat Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, di Great Hall of the People, Beijing (17/08).
Dalam pertemuan yang didahului dengan upacara penyambutan resmi tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat hal, dimulai dari kerja sama investasi hingga kerja sama antarmasyarakat. Selain menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama kedua negara.
Pertama, Presiden Jokowi menyampaikan mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi terutama untuk baterai EV dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama Halal Center. Presiden juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”. Beliau menyampaikan harapan agar RRT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kedua, terkait perdagangan dan keuangan, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang.
Ketiga, mengenai ketahanan energi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60GW hingga tahun 2040 mendatang. Presiden Jokowi pun berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi Indonesia–RRT, hal itu dikarenakan ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dinilai dapat terus diperkuat antara kedua negara.
Keempat, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara. Presiden Jokowi menyebut sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung Indonesia–RRT, hingga peningkatkan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia serta implementasi kerja sama desa melalui peningkatan kapasitas kepala desa Indonesia.
Setelah pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyaksikan proses penandatanganan 10 nota kesepahaman terkait kerjasama antar kedua negara. Nota yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Protokol tentang Persyaratan Pemeriksaan, Karantina, dan Sanitasi Veteriner Terhadap Produk Perairan Liar yang Akan Diekspor dari Indonesia ke Tiongkok;
2. Protokol Persyaratan Karantina dan Kebersihan Hewan Akuatik yang Dapat Dimakan dari Indonesia ke Tiongkok;
3. MoU Kerja Sama Implementasi Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI);
4. MoU Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan;
5. MoU Kerja Sama Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan;
6. MoU tentang Pertukaran Pengalaman untuk Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan;
7. MoU tentang Pembentukan Mekanisme Koordinasi Promosi Bersama Poros Maritim Global dan Belt and Road Initiative;
8. MoU Pendalaman Kerja Sama Bidang Kedokteran dan Kesehatan;
9. MoU Penguatan Investasi dan Kerja Sama Ekonomi; dan
10. MoU Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran serta Kerja Sama dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Dengan demikian, klaim foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap china merupakan keliru.
Klaim: Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam pertemuan yang didahului dengan upacara penyambutan resmi tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat hal, dimulai dari kerja sama investasi hingga kerja sama antarmasyarakat. Selain menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama kedua negara.
Pertama, Presiden Jokowi menyampaikan mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi terutama untuk baterai EV dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama Halal Center. Presiden juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”. Beliau menyampaikan harapan agar RRT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kedua, terkait perdagangan dan keuangan, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang.
Ketiga, mengenai ketahanan energi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60GW hingga tahun 2040 mendatang. Presiden Jokowi pun berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi Indonesia–RRT, hal itu dikarenakan ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dinilai dapat terus diperkuat antara kedua negara.
Keempat, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara. Presiden Jokowi menyebut sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung Indonesia–RRT, hingga peningkatkan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia serta implementasi kerja sama desa melalui peningkatan kapasitas kepala desa Indonesia.
Setelah pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyaksikan proses penandatanganan 10 nota kesepahaman terkait kerjasama antar kedua negara. Nota yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Protokol tentang Persyaratan Pemeriksaan, Karantina, dan Sanitasi Veteriner Terhadap Produk Perairan Liar yang Akan Diekspor dari Indonesia ke Tiongkok;
2. Protokol Persyaratan Karantina dan Kebersihan Hewan Akuatik yang Dapat Dimakan dari Indonesia ke Tiongkok;
3. MoU Kerja Sama Implementasi Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI);
4. MoU Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan;
5. MoU Kerja Sama Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan;
6. MoU tentang Pertukaran Pengalaman untuk Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan;
7. MoU tentang Pembentukan Mekanisme Koordinasi Promosi Bersama Poros Maritim Global dan Belt and Road Initiative;
8. MoU Pendalaman Kerja Sama Bidang Kedokteran dan Kesehatan;
9. MoU Penguatan Investasi dan Kerja Sama Ekonomi; dan
10. MoU Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran serta Kerja Sama dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Dengan demikian, klaim foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap china merupakan keliru.
Klaim: Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-18884) Hoaks! BI gulirkan bantuan produktif Rp125 juta untuk UMKM
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah poster pemberitahuan adanya bantuan produktif bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Bank Indonesia (BI) tersebar di platform WhatsApp.
Menurut keterangan yang tertera, bantuan BI akan disalurkan kepada 1,9 juta UMKM. Nantinya, jutaan pelaku usaha itu berhak mendapatkan dana produktif sebesar Rp125 juta.
Dijelaskan pula salah satu ketentuan untuk mendapatkan bantuan tersebut, yakni mengisi data diri dan mencantumkan nomor rekening bank.
"Siap-Siap! Bansos Produktif Cair bagi 1,9 juta UMKM.
SELAMAT! ANDA TERPILIH
Mendapatkan dana bantuan/bansos UMKM Sesuai Sayarat & Ketentuan Bank Indonesia (BI) Jakarta Pusat.
DANA UMKM: Rp.125.000.000," demikian isi keterangan yang termuat dalam poster di WhatsApp tersebut.
Lantas, benarkah BI gulirkan bantuan produktif untuk UMKM?
Menurut keterangan yang tertera, bantuan BI akan disalurkan kepada 1,9 juta UMKM. Nantinya, jutaan pelaku usaha itu berhak mendapatkan dana produktif sebesar Rp125 juta.
Dijelaskan pula salah satu ketentuan untuk mendapatkan bantuan tersebut, yakni mengisi data diri dan mencantumkan nomor rekening bank.
"Siap-Siap! Bansos Produktif Cair bagi 1,9 juta UMKM.
SELAMAT! ANDA TERPILIH
Mendapatkan dana bantuan/bansos UMKM Sesuai Sayarat & Ketentuan Bank Indonesia (BI) Jakarta Pusat.
DANA UMKM: Rp.125.000.000," demikian isi keterangan yang termuat dalam poster di WhatsApp tersebut.
Lantas, benarkah BI gulirkan bantuan produktif untuk UMKM?
Hasil Cek Fakta
BI membantah isi poster dengan klaim bantuan produktif tersebut.
Bank sentral RI, dalam unggahan resminya di Instagram, menjelaskan pihaknya bukanlah penyalur bansos produktif seperti yang tertera pada poster.
"BI tidak bekerja sama dengan instansi atau organisasi lain untuk pemberian "Bantuan Sosial Produktif". Dapat dipastikan hal yang terdapat pada poster tidak terkait dengan BI," demikian isi keterangan yang diunggah BI pada 24 Maret 2024.
Klaim: BI gulirkan bantuan produktif Rp125 juta untuk UMKM
Rating: Hoaks
View this post on Instagram
A post shared by Bank Indonesia (@bank_indonesia)
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Bank sentral RI, dalam unggahan resminya di Instagram, menjelaskan pihaknya bukanlah penyalur bansos produktif seperti yang tertera pada poster.
"BI tidak bekerja sama dengan instansi atau organisasi lain untuk pemberian "Bantuan Sosial Produktif". Dapat dipastikan hal yang terdapat pada poster tidak terkait dengan BI," demikian isi keterangan yang diunggah BI pada 24 Maret 2024.
Klaim: BI gulirkan bantuan produktif Rp125 juta untuk UMKM
Rating: Hoaks
View this post on Instagram
A post shared by Bank Indonesia (@bank_indonesia)
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-20178) Cek Fakta : [Hoax] Keterangan Sri Mulyani sedang jelaskan hutang negara saat Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2024
Berita
ZONAUTARA.com – Pernyataan Menteri Keuangan Republik Indonesia pada sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) menuai kontroversi saat Sri Mulyani menyerang pelapor ketika menjelaskan tentang hutang negara.
“Saya akan menjelaskan sekali lagi mumpung saya ada semangat untuk menjelaskan, supaya pihak bapak tidak menyebarkan hoax dan berpikiran jahat tentang pemerintah dan menambah pengetahuan bapak, semoga penjelasan saya bisa membuka matanya, kupingnya, pikirannya, wawasannya,” ucapan yang seolah-olah keluar dari mulut Sri Muliani, sebagaimana beredar dalam video di media sosial Tik-Tok.
Postingan tersebut di upload akun @getarjagatraya695 dengan judul “Nah buka mata dan kupingnya pak Anis&Ganjar”. Postingan ini saat ditelusuri, Jumat 12 April 2023 sudah di tonton sebanyak 5,8 juta kali dan disukai 245,1 ribu serta dibagikan 19,9 ribu kali.
“Saya akan menjelaskan sekali lagi mumpung saya ada semangat untuk menjelaskan, supaya pihak bapak tidak menyebarkan hoax dan berpikiran jahat tentang pemerintah dan menambah pengetahuan bapak, semoga penjelasan saya bisa membuka matanya, kupingnya, pikirannya, wawasannya,” ucapan yang seolah-olah keluar dari mulut Sri Muliani, sebagaimana beredar dalam video di media sosial Tik-Tok.
Postingan tersebut di upload akun @getarjagatraya695 dengan judul “Nah buka mata dan kupingnya pak Anis&Ganjar”. Postingan ini saat ditelusuri, Jumat 12 April 2023 sudah di tonton sebanyak 5,8 juta kali dan disukai 245,1 ribu serta dibagikan 19,9 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Zonautara.com mencoba mencari tahu kebenaran video tersebut. Langkah awal adalah dengan melakukan tangkapan layar potongan video yang diupload.
Tangkapan layar tersebut kemudian ditelusuri menggunakan Google Lens. Hasilnya ditemukan beberapa gambar yang berhubungan, salah satunya diposting akun Kompas TV. Ini persis dengan video yang diupload dimana terdapat logo Kompas TV serta tanggal sidang, 5 April 2024.
Tim Cek Fakta Zonautara.com membuka laman Youtube dan menuliskan kata kunsi “pernyataan Menteri Keuangan Sri Muliani di Sidang Sengketa Pilpres di Kompas TV”. Dari penelusuran teresebut ditemukan banyak video serupa yang diupload.
Setelah melakukan penelusuran, ditemukan kesamaan baik gestur tubuh Menteri Keuangan bersama menteri lainnya yang ada di video tersebut, yakni Menko Perekonomiaan Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Tri Rismaharani, maupun orang lain yang nampak.
Video yang sama itu di upload akun Kompas TV Sukabumi pada 6 April 2024 dengan judul “Terungkap! Sri Mulyani Sebut Asal Usul Uang yang Dipakai Jokowi Untuk Bansos” – dan bukan menjelaskan tentang hutang negara.
Video lainnya juga diupload beberapa media diantarnya akun Youtube milik media CNN TV dengan judul “Sri Mulyani Ungkap Sumber Dana Bantuan Masyarakat Jokowi,” di posting pada 5 April 2024. Kompas.com juga mempublish hal yang sama dengan judul “Sri Mulyani Jelaskan Jokowi Gunakan Dana Operasional Presiden Untuk Bagi -Bagi Bansos.”
Sementara untuk suara asli Sri Mulyani diduga dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang saat ini marak digunakan. Hal ini terdengar dari intonasi maupun cara berucap yang tidak sewajar diucapkan manusia, tetapi cenderung datar tanpa tanda baca.
Tangkapan layar tersebut kemudian ditelusuri menggunakan Google Lens. Hasilnya ditemukan beberapa gambar yang berhubungan, salah satunya diposting akun Kompas TV. Ini persis dengan video yang diupload dimana terdapat logo Kompas TV serta tanggal sidang, 5 April 2024.
Tim Cek Fakta Zonautara.com membuka laman Youtube dan menuliskan kata kunsi “pernyataan Menteri Keuangan Sri Muliani di Sidang Sengketa Pilpres di Kompas TV”. Dari penelusuran teresebut ditemukan banyak video serupa yang diupload.
Setelah melakukan penelusuran, ditemukan kesamaan baik gestur tubuh Menteri Keuangan bersama menteri lainnya yang ada di video tersebut, yakni Menko Perekonomiaan Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Tri Rismaharani, maupun orang lain yang nampak.
Video yang sama itu di upload akun Kompas TV Sukabumi pada 6 April 2024 dengan judul “Terungkap! Sri Mulyani Sebut Asal Usul Uang yang Dipakai Jokowi Untuk Bansos” – dan bukan menjelaskan tentang hutang negara.
Video lainnya juga diupload beberapa media diantarnya akun Youtube milik media CNN TV dengan judul “Sri Mulyani Ungkap Sumber Dana Bantuan Masyarakat Jokowi,” di posting pada 5 April 2024. Kompas.com juga mempublish hal yang sama dengan judul “Sri Mulyani Jelaskan Jokowi Gunakan Dana Operasional Presiden Untuk Bagi -Bagi Bansos.”
Sementara untuk suara asli Sri Mulyani diduga dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang saat ini marak digunakan. Hal ini terdengar dari intonasi maupun cara berucap yang tidak sewajar diucapkan manusia, tetapi cenderung datar tanpa tanda baca.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Zonautara.com, video yang diupload @getarjagatraya695 dengan judul “Nah buka mata dan kupingnya pak Anis&Ganjar” bukan merupakan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Sidang Sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Rujukan
(GFD-2024-18917) Hoaks! Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan foto Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Dalam unggahan tersebut, dinarasikan MoU tersebut berisi utang Indonesia terhadap Tiongkok sudah lunas.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Proses penanda tanganan bukti pelunasan hutang Indonesia ke china”
Namun, benarkah foto tersebut merupakan bukti Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok?
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri diketahui foto tersebut merupakan saat Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, di Great Hall of the People, Beijing (17/08).
Dalam pertemuan yang didahului dengan upacara penyambutan resmi tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat hal, dimulai dari kerja sama investasi hingga kerja sama antarmasyarakat. Selain menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama kedua negara.
Pertama, Presiden Jokowi menyampaikan mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi terutama untuk baterai EV dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama Halal Center. Presiden juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”. Beliau menyampaikan harapan agar RRT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kedua, terkait perdagangan dan keuangan, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang.
Ketiga, mengenai ketahanan energi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60GW hingga tahun 2040 mendatang. Presiden Jokowi pun berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi Indonesia–RRT, hal itu dikarenakan ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dinilai dapat terus diperkuat antara kedua negara.
Keempat, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara. Presiden Jokowi menyebut sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung Indonesia–RRT, hingga peningkatkan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia serta implementasi kerja sama desa melalui peningkatan kapasitas kepala desa Indonesia.
Setelah pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyaksikan proses penandatanganan 10 nota kesepahaman terkait kerjasama antar kedua negara. Nota yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Protokol tentang Persyaratan Pemeriksaan, Karantina, dan Sanitasi Veteriner Terhadap Produk Perairan Liar yang Akan Diekspor dari Indonesia ke Tiongkok;
2. Protokol Persyaratan Karantina dan Kebersihan Hewan Akuatik yang Dapat Dimakan dari Indonesia ke Tiongkok;
3. MoU Kerja Sama Implementasi Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI);
4. MoU Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan;
5. MoU Kerja Sama Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan;
6. MoU tentang Pertukaran Pengalaman untuk Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan;
7. MoU tentang Pembentukan Mekanisme Koordinasi Promosi Bersama Poros Maritim Global dan Belt and Road Initiative;
8. MoU Pendalaman Kerja Sama Bidang Kedokteran dan Kesehatan;
9. MoU Penguatan Investasi dan Kerja Sama Ekonomi; dan
10. MoU Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran serta Kerja Sama dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Dengan demikian, klaim foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap china merupakan keliru.
Klaim: Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam pertemuan yang didahului dengan upacara penyambutan resmi tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat hal, dimulai dari kerja sama investasi hingga kerja sama antarmasyarakat. Selain menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama kedua negara.
Pertama, Presiden Jokowi menyampaikan mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi terutama untuk baterai EV dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama Halal Center. Presiden juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”. Beliau menyampaikan harapan agar RRT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kedua, terkait perdagangan dan keuangan, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang.
Ketiga, mengenai ketahanan energi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60GW hingga tahun 2040 mendatang. Presiden Jokowi pun berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi Indonesia–RRT, hal itu dikarenakan ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dinilai dapat terus diperkuat antara kedua negara.
Keempat, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara. Presiden Jokowi menyebut sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung Indonesia–RRT, hingga peningkatkan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia serta implementasi kerja sama desa melalui peningkatan kapasitas kepala desa Indonesia.
Setelah pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyaksikan proses penandatanganan 10 nota kesepahaman terkait kerjasama antar kedua negara. Nota yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Protokol tentang Persyaratan Pemeriksaan, Karantina, dan Sanitasi Veteriner Terhadap Produk Perairan Liar yang Akan Diekspor dari Indonesia ke Tiongkok;
2. Protokol Persyaratan Karantina dan Kebersihan Hewan Akuatik yang Dapat Dimakan dari Indonesia ke Tiongkok;
3. MoU Kerja Sama Implementasi Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI);
4. MoU Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan;
5. MoU Kerja Sama Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan;
6. MoU tentang Pertukaran Pengalaman untuk Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan;
7. MoU tentang Pembentukan Mekanisme Koordinasi Promosi Bersama Poros Maritim Global dan Belt and Road Initiative;
8. MoU Pendalaman Kerja Sama Bidang Kedokteran dan Kesehatan;
9. MoU Penguatan Investasi dan Kerja Sama Ekonomi; dan
10. MoU Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran serta Kerja Sama dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Dengan demikian, klaim foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap china merupakan keliru.
Klaim: Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 3939/8119


