• (GFD-2024-19104) Hoaks! Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2024

    Berita



    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan foto Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

    Dalam unggahan tersebut, dinarasikan MoU tersebut berisi utang Indonesia terhadap Tiongkok sudah lunas.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Proses penanda tanganan bukti pelunasan hutang Indonesia ke china”

    Namun, benarkah foto tersebut merupakan bukti Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok?

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri diketahui foto tersebut merupakan saat Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, di Great Hall of the People, Beijing (17/08).

    Dalam pertemuan yang didahului dengan upacara penyambutan resmi tersebut, Presiden Jokowi mengangkat empat hal, dimulai dari kerja sama investasi hingga kerja sama antarmasyarakat. Selain menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama kedua negara.

    Pertama, Presiden Jokowi menyampaikan mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi terutama untuk baterai EV dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama Halal Center. Presiden juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”. Beliau menyampaikan harapan agar RRT dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

    Kedua, terkait perdagangan dan keuangan, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang.

    Ketiga, mengenai ketahanan energi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60GW hingga tahun 2040 mendatang. Presiden Jokowi pun berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi Indonesia–RRT, hal itu dikarenakan ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dinilai dapat terus diperkuat antara kedua negara.

    Keempat, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara. Presiden Jokowi menyebut sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung Indonesia–RRT, hingga peningkatkan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia serta implementasi kerja sama desa melalui peningkatan kapasitas kepala desa Indonesia.

    Setelah pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyaksikan proses penandatanganan 10  nota kesepahaman terkait kerjasama antar kedua negara. Nota yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

    1.     Protokol tentang Persyaratan Pemeriksaan, Karantina, dan Sanitasi Veteriner Terhadap Produk Perairan Liar yang Akan Diekspor dari Indonesia ke Tiongkok;

    2.     Protokol Persyaratan Karantina dan Kebersihan Hewan Akuatik yang Dapat Dimakan dari Indonesia ke Tiongkok;

    3.     MoU Kerja Sama Implementasi Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/GDI);

    4.     MoU Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan;

    5.     MoU Kerja Sama Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan;

    6.     MoU tentang Pertukaran Pengalaman untuk Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan;

    7.     MoU tentang Pembentukan Mekanisme Koordinasi Promosi Bersama Poros Maritim Global dan Belt and Road Initiative;

    8.     MoU Pendalaman Kerja Sama Bidang Kedokteran dan Kesehatan;

    9.     MoU Penguatan Investasi dan Kerja Sama Ekonomi; dan

    10.  MoU Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran serta Kerja Sama dalam Pembangunan Berkelanjutan.

    Dengan demikian, klaim foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap china merupakan keliru.

    Klaim: Foto kesepakatan pelunasan utang Indonesia terhadap Tiongkok

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-19105) Hoaks! BI gulirkan bantuan produktif Rp125 juta untuk UMKM

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah poster pemberitahuan adanya bantuan produktif bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Bank Indonesia (BI) tersebar di platform WhatsApp.

    Menurut keterangan yang tertera, bantuan BI akan disalurkan kepada 1,9 juta UMKM. Nantinya, jutaan pelaku usaha itu berhak mendapatkan dana produktif sebesar Rp125 juta.

    Dijelaskan pula salah satu ketentuan untuk mendapatkan bantuan tersebut, yakni mengisi data diri dan mencantumkan nomor rekening bank.

    "Siap-Siap! Bansos Produktif Cair bagi 1,9 juta UMKM.

    SELAMAT! ANDA TERPILIH

    Mendapatkan dana bantuan/bansos UMKM Sesuai Sayarat & Ketentuan Bank Indonesia (BI) Jakarta Pusat.

    DANA UMKM: Rp.125.000.000," demikian isi keterangan yang termuat dalam poster di WhatsApp tersebut.

    Lantas, benarkah BI gulirkan bantuan produktif untuk UMKM?

    Hasil Cek Fakta

    BI membantah isi poster dengan klaim bantuan produktif tersebut.

    Bank sentral RI, dalam unggahan resminya di Instagram, menjelaskan pihaknya bukanlah penyalur bansos produktif seperti yang tertera pada poster.

    "BI tidak bekerja sama dengan instansi atau organisasi lain untuk pemberian "Bantuan Sosial Produktif". Dapat dipastikan hal yang terdapat pada poster tidak terkait dengan BI," demikian isi keterangan yang diunggah BI pada 24 Maret 2024.

    Klaim: BI gulirkan bantuan produktif Rp125 juta untuk UMKM

    Rating: Hoaks

    View this post on Instagram

    A post shared by Bank Indonesia (@bank_indonesia)

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-19118) [HOAKS] Seorang Perempuan Membuat Vlog Saat Tsunami di Taiwan

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi seorang perempuan membuat vlog saat terjadi tsunami usai gempa Taiwan, pada 3 April 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.

    Narasi soal seorang perempuan berswafoto saat tsunami akibat gempa Taiwan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Perempuan itu memakai pelampung berwarna biru dan merekam dirinya saat diterjang ombak. Dia terjatuh dan tergulung ombak, tetapi berhasil mempertahankan kameranya.

    "Dia berswafoto saat tsunami," tulis salah satu akun, pada Rabu, 3 April 2024, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

    Pengunggah juga menyertakan tagar yang menginformasikan bahwa tsunami terjadi di Jepang setelah gempa Taiwan.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar tidak ada kaitannya dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Taiwan, pada Rabu, 3 April 2024.

    Perempuan yang merekam dirinya saat diterjang ombak sempat viral pada 2021. Video serupa diunggah ulang oleh akun YouTube Tribun Solo Official, 10 Desember 2021.

    Perempuan dalam video mengunjungi wisata ombak bono di hilir Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

    Video dari sudut pandang lain diunggah kanal YouTube Meranti Galery official, 7 Desember 2023.

    Video itu direkam oleh seorang pria dan terlihat perempuan yang sama sedang membuat vlog.

    Dilansir Kompas.com, ombak bono merupakan fenomena di Sungai Kampar yang terjadi akibat bertemunya arus sungai menuju laut dengan arus pasang air laut menuju sungai atau tidal bore.

    Ombak yang terbentuk bisa mencapai enam meter.

    Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang memantau ada tsunami setinggi 30 sentimeter di Pulau Yonaguni sekitar 15 menit setelah gempa Taiwan.

    Gelombang yang lebih kecil terjadi di Pulau Ishigaki dan Miyako. Sempat ada peringatan Tsunami di Jepang, tetapi telah dicabut.

    Dikutip dari Associated Press, tidak ada kerusakan atau dampak serius akibat tsunami kecil tersebut.

    Kesimpulan

    Vlog seorang perempuan saat dihantam ombak bono di hilir Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, disebarkan dengan konteks keliru.

    Video tersebut telah beredar di media sosial sejak 2021 dan tidak ada kaitannya dengan gempa Taiwan, pada Rabu, 3 April 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19119) [HOAKS] Penandatanganan Bukti Pelunasan Utang Indonesia ke China

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa Indonesia telah menandatangani bukti pelunasan utang ke China.

    Narasi itu beredar melalui video dan foto yang menampilkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menandatangani berkas bersama perwakilan dari China.

    Penandatanganan itu disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Informasi soal penandatanganan bukti pelunasan utang Indonesia ke China disebarkan oleh akun TikTok ini, ini, dan ini.

    Narasi serupa juga diunggah oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut teks yang tertera pada video dan foto yang beredar:

    Proses penandatanganan bukti pelunasan hutang Indonesia ke china

    Hasil Cek Fakta

    Momen Menlu Retno menandatangani berkas bersama perwakilan dari China ditemukan di kanal YouTube CCTV Video News Agency, pada 17 Oktober 2023.

    Dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengadakan pertemuan bilateral bersama China di Great Hall of the People, Beijing, pada Selasa (17/10/2023).

    Selain Retno, Jokowi juga mengajak Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Ad Interim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

    Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut membahas empat hal, yakni investasi industri otomotif berbasis listrik, perdagangan dan keuangan, ketahanan energi, serta peningkatan wisatawan kedua negara.

    Setelah pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani 10 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

    Berikut isi nota kesepahamannya, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri:

    Tidak ada penandatanganan soal pelunasan utang Indonesia ke China.

    Berdasarkan laporan Bank Indonesia per Januari 2024, utang Indonesia kepada China mencapai 21.022 juta dollar AS atau sekitar Rp 338 miliar.

    Kesimpulan

    Narasi soal penandatanganan bukti pelunasan utang Indonesia ke China merupakan hoaks.

    Video dan foto yang beredar merupakan momen Menlu Retno menandatangani MoU kerja sama bilateral Indonesia dan China, bukan bukti pelunasan utang.

    Bank Indonesia mencatat, utang Indonesia ke China per Januari 2024 sekitar Rp 338 miliar.

    Rujukan