(GFD-2024-18851) [SALAH] Jusuf Hamka Bagikan THR Lebaran 2024 di Tiktok
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 13/04/2024
Berita
THR ONLENE apakah kalian sudah dapet THR jawab jujur
Hasil Cek Fakta
Pada tanggal 11 April 2024 yang lalu ditemukan sebuah unggahan di Tiktok yang mengatasnamakan seorang pengusaha ternama, Jusuf Hamka, membagikan sebuah unggahan bahwa ia akan membagikan THR secara online.
Lalu jika kita cek pada bio akun @_jusufhamkaofficial3 ini, ditemukan sebuah pencantuman link Whatsapp yang dapat dicurigai menjadi media melakukan penipuan online.
Melalui akun Instagram resmi Jusuf Hamka (@jusufhamka), ia membuat sebuah unggahan pada 31 Maret 2023, di sana dijelaskan bahwa akun media sosial Jusuf Hamka hanya ada dua yakni @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Pada unggahan Instagramnya, ia juga memperingatkan warganet untuk berhati-hati terhadap penipuan oleh akun sosial media yang mengatasnamakan dirinya. Sebelumnya turnbackhoax.id juga pernah menerbitkan artikel serupa dengan klaim Jusuf Hamka bagikan uang 47 juta.
Lalu jika kita cek pada bio akun @_jusufhamkaofficial3 ini, ditemukan sebuah pencantuman link Whatsapp yang dapat dicurigai menjadi media melakukan penipuan online.
Melalui akun Instagram resmi Jusuf Hamka (@jusufhamka), ia membuat sebuah unggahan pada 31 Maret 2023, di sana dijelaskan bahwa akun media sosial Jusuf Hamka hanya ada dua yakni @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Pada unggahan Instagramnya, ia juga memperingatkan warganet untuk berhati-hati terhadap penipuan oleh akun sosial media yang mengatasnamakan dirinya. Sebelumnya turnbackhoax.id juga pernah menerbitkan artikel serupa dengan klaim Jusuf Hamka bagikan uang 47 juta.
Kesimpulan
Tidak benar bahwa Jusuf Hamka membagikan uang THR di Tiktok, akun yang mengatasnamakan Jusuf Hamka tersebut dapat diindikasi sebagai akun penipuan.
Rujukan
(GFD-2024-19107) Waspada penipuan dengan modus mengirimkan surat PHK
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Marak sejumlah modus penipuan dengan mengirimkan file dengan ekstensi apk, seperti undangan pernikahan, surat tilang, hingga surat Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK).
Sebuah unggahan X membagikan kisahnya yang dihubungi oleh nomor tidak dikenal dengan nama Direktur Kp. Nomor tersebut tiba-tiba mengirimkan sebuah file yang dinamakan surat PHK dari kantor pusat. Hingga saat ini, unggahan tersebut dilihat oleh 2,5 juta dan disukai oleh 48 ribu pengguna.
Apk sendiri merupakan format file yang digunakan untuk menghimpun berbagai macam elemen guna memasang aplikasi pada android.
Aplikasi ini digolongkan dalam kategori bahaya yang memungkinkan untuk meminta akses melakukan aktivitas seperti membaca dan menerima SMS, sehingga penipu bisa mengakses kode PIN, meminta SMS token secara ilegal, dan bisa melakukan pengiriman uang dari rekening korban.
Pakar keamanan siber Bruce Hanadi mengatakan tingkat keamanan digital masyarakat Indonesia masih lemah karena masih malas mengganti kata sandi secara rutin.
“Banyak dari kita yang malas mengganti kata sandi apapun, bahkan ada yang seumur hidup tidak diganti,” kata Bruce, dilansir dari ANTARA.
Selain malas mengganti kata sandi, masyarakat Indonesia juga menggunakan satu kata sandi untuk semua perangkat. Chief Information Security Officer snc.id itu juga mengungkap banyaknya masyarakat yang membuat kata sandi dengan kombinasi kata atau nomor yang mudah ditebak.
“Begitu ketahuan satu, ketahuan semua, peretas menebak aja satu-satu itu dan kata sandinya itu, menggunakan kata sandi yang mudah ditebak contohnya nama pasangan, nama anak, nomor mobil, itu yang harus dihindari,” kata dia.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Sebuah unggahan X membagikan kisahnya yang dihubungi oleh nomor tidak dikenal dengan nama Direktur Kp. Nomor tersebut tiba-tiba mengirimkan sebuah file yang dinamakan surat PHK dari kantor pusat. Hingga saat ini, unggahan tersebut dilihat oleh 2,5 juta dan disukai oleh 48 ribu pengguna.
Apk sendiri merupakan format file yang digunakan untuk menghimpun berbagai macam elemen guna memasang aplikasi pada android.
Aplikasi ini digolongkan dalam kategori bahaya yang memungkinkan untuk meminta akses melakukan aktivitas seperti membaca dan menerima SMS, sehingga penipu bisa mengakses kode PIN, meminta SMS token secara ilegal, dan bisa melakukan pengiriman uang dari rekening korban.
Pakar keamanan siber Bruce Hanadi mengatakan tingkat keamanan digital masyarakat Indonesia masih lemah karena masih malas mengganti kata sandi secara rutin.
“Banyak dari kita yang malas mengganti kata sandi apapun, bahkan ada yang seumur hidup tidak diganti,” kata Bruce, dilansir dari ANTARA.
Selain malas mengganti kata sandi, masyarakat Indonesia juga menggunakan satu kata sandi untuk semua perangkat. Chief Information Security Officer snc.id itu juga mengungkap banyaknya masyarakat yang membuat kata sandi dengan kombinasi kata atau nomor yang mudah ditebak.
“Begitu ketahuan satu, ketahuan semua, peretas menebak aja satu-satu itu dan kata sandinya itu, menggunakan kata sandi yang mudah ditebak contohnya nama pasangan, nama anak, nomor mobil, itu yang harus dihindari,” kata dia.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Hasil Cek Fakta
Rujukan
(GFD-2024-18852) [SALAH] Soimah Berikan Uang Sebesar 50 Juta di Facebook
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 13/04/2024
Berita
Bersiaplah Kalian Akan Dapat Transferan 50Jt Cash Hari Ini Dari Ma’e Langsung
Hasil Cek Fakta
Ditemukan sebuah akun Facebook yang mengatasnamakan salah satu artis Indonesia yaitu Soimah, mengunggah postingan di Facebook yang mengatakan jika ia sedang berbagi motor untuk siapa saja yang membutuhkan.
Unggahan tersebut juga disertai dengan pencantuman sebuah link Whatssapp yang dapat diwaspadai sebagai media untuk melakukan penipuan online.
Sebelum-sebelumnya turnbackhoax.id juga sudah sering menemukan unggahan-unggahan serupa mengenai adanya akun yang mengatasnamakan Soimah mengaku sedang mengadakan giveaway berupa uang jutaan rupiah dan sepeda motor.
Soimah sudah pernah membuat pernyataan melalui Instagram resminya @showimah yang mengatakan jika dirinya tidak pernah melakukan giveaway dalam bentuk apapun di sosial media, selain itu Soimah juga tidak memiliki akun Facebook.
Melalui pernyataan dari Soimah maka dapat disimpulkan jika semua akun yang mengatasnamakan dirinya tersebut merupakan akun palsu yang dapat dicurigai sebagai modus penipuan online.
Unggahan tersebut juga disertai dengan pencantuman sebuah link Whatssapp yang dapat diwaspadai sebagai media untuk melakukan penipuan online.
Sebelum-sebelumnya turnbackhoax.id juga sudah sering menemukan unggahan-unggahan serupa mengenai adanya akun yang mengatasnamakan Soimah mengaku sedang mengadakan giveaway berupa uang jutaan rupiah dan sepeda motor.
Soimah sudah pernah membuat pernyataan melalui Instagram resminya @showimah yang mengatakan jika dirinya tidak pernah melakukan giveaway dalam bentuk apapun di sosial media, selain itu Soimah juga tidak memiliki akun Facebook.
Melalui pernyataan dari Soimah maka dapat disimpulkan jika semua akun yang mengatasnamakan dirinya tersebut merupakan akun palsu yang dapat dicurigai sebagai modus penipuan online.
Kesimpulan
Tidak benar bahwa Soimah memberikan uang 50 juta secara cuma-cuma di Facebook, akun yang mengatasnamakan Soimah tersebut dapat diindikasi sebagai akun penipuan.
Rujukan
(GFD-2024-19108) Hoaks! Video penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan dalam kasus korupsi Rp271 triliun
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan viral video di media sosial TikTok dengan 27 juta kali penayangan menampilkan istri artis Raffi Ahmad, Nagita Slavina mempertanyakan kedatangan orang-orang yang langsung membawa Raffi Ahmad.
Video tersebut dinarasikan Raffi Ahmad diringkus polisi karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi PT Timah sebesar Rp271 triliun.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“raffi ahmad dirin9ku5 poli51 k45us pencuc14n uang 271 triliun #raffiahmad #ditangkap #polisi #271triliun #nagitaslavina”
Namun, benarkah video penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus korupsi 271 triliun tersebut?
Video tersebut dinarasikan Raffi Ahmad diringkus polisi karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi PT Timah sebesar Rp271 triliun.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“raffi ahmad dirin9ku5 poli51 k45us pencuc14n uang 271 triliun #raffiahmad #ditangkap #polisi #271triliun #nagitaslavina”
Namun, benarkah video penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus korupsi 271 triliun tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video serupa dengan unggahan YouTube AH yang berjudul “PRANK RAFFI AHMAD! Di TANGKAP POLISI!! NAGITA NANGIS” (https://www.youtube.com/watch?v=5GjXKy_nRQU) yang diunggah pada Mei 2019. Video tersebut bermula dari sejumlah orang mendatangi rumah Raffi Ahmad dan langsung menangkap Raffi yang diduga karena menggunakan narkotika.
Namun, video tersebut hanyalah konten prank yang dirancang oleh Raffi dan Atta Halilintar. Dengan demikian, video tersebut bukan penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus terlibat dalam korupsi Rp271 triliun.
Klaim: Video penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus korupsi Rp271 triliun
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Namun, video tersebut hanyalah konten prank yang dirancang oleh Raffi dan Atta Halilintar. Dengan demikian, video tersebut bukan penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus terlibat dalam korupsi Rp271 triliun.
Klaim: Video penangkapan Raffi Ahmad karena keterlibatan kasus korupsi Rp271 triliun
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 3930/8120





