(GFD-2024-19479) [SALAH] Prosesi Peletakan Tumbal Jokowi Dalam Membangun IKN
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 30/04/2024
Berita
"Prosesi Peletakan Tumbal Jokowi Dalam Membangun IKN"
Hasil Cek Fakta
Akun TikTok @rojobranded membagikan video dengan narasi "peletakan tumbal untuk pembangunan IKN." Video itu memperlihatkan Jokowi menjalani sebuah prosesi saat di IKN. Faktanya, prosesi tersebut bukan prosesi penumbalan.
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo memimpin prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia di titik nol ibu kota negara (IKN) Nusantara, Senin (14/3/2022).
Jokowi menjelaskan prosesi ini merupakan bentuk dari kebinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun ibu kota Nusantara ini. Adapun prosesi penyatuan tanah dan air di titik nol IKN Nusantara diikuti oleh gubernur dari semua provinsi di Indonesia.
Video lengkap prosesi penyatuan tanah dan air di IKN dapat dilihat di YouTube Kompas TV dengan judul " "FULL Prosesi Penyatuan Tanah dan Air dari 34 Provinsi di Titik Nol IKN Nusantara" yang diunggah pada 14 Maret 2022.
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo memimpin prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia di titik nol ibu kota negara (IKN) Nusantara, Senin (14/3/2022).
Jokowi menjelaskan prosesi ini merupakan bentuk dari kebinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun ibu kota Nusantara ini. Adapun prosesi penyatuan tanah dan air di titik nol IKN Nusantara diikuti oleh gubernur dari semua provinsi di Indonesia.
Video lengkap prosesi penyatuan tanah dan air di IKN dapat dilihat di YouTube Kompas TV dengan judul " "FULL Prosesi Penyatuan Tanah dan Air dari 34 Provinsi di Titik Nol IKN Nusantara" yang diunggah pada 14 Maret 2022.
Kesimpulan
Video tersebut bukan peletakan tumbal untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Faktanya adalah prosesi penyatuan tanah dan air di IKN, yang menandakan persatuan Indonesia untuk membangun Nusantara.
Rujukan
(GFD-2024-19480) [SALAH] Gunung Semeru meletus, Ribuan Rumah Terdampak Abu Vulkanik
Sumber: youtube.comTanggal publish: 30/04/2024
Berita
“BENCANA HARI INI~SORE INI LUMAJANG AMBURADUL GUNUNG SEMERU MELTUS DASYAT RIBUAN RUMAH TERDAMPK ABU.”
Hasil Cek Fakta
Sebuah kanal Youtube mengunggah video dengan klaim Gunung Semeru alami erupsi dahsyat yang terjadi pada Sabtu, 27 April 2024. Erupsi ini disebut berdampak hujan abu yang menerjang ribuan rumah di Kabupaten Lumajang.
Namun setelah menonton keseluruhan video, narasi yang dibacakan justru tidak menjelaskan erupsi yang terjadi pada 27 April 2024. Narasi tersebut menjelaskan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 23 Maret 2024.
Selain itu, tidak ada informasi yang menjelaskan mengenai dampak abu vulkanik yang dikatakan menerjang ribuan rumah warga di Kabupaten Lumajang.
Setelah dilakukan penelusuran, narasi yang dibacakan tersebut identik dengan artikel yang diunggah Kompas. Melansir Kompas, erupsi Gunung Semeru terjadi pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, pukul 23.00 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut.
Terbaru, Detik memberitakan erupsi Gunung Semeru terjadi pada 27 April 2024 sebanyak dua kali dengan tinggi kolom 800 meter.
PVMBG merekomendasikan warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (Sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Namun setelah menonton keseluruhan video, narasi yang dibacakan justru tidak menjelaskan erupsi yang terjadi pada 27 April 2024. Narasi tersebut menjelaskan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 23 Maret 2024.
Selain itu, tidak ada informasi yang menjelaskan mengenai dampak abu vulkanik yang dikatakan menerjang ribuan rumah warga di Kabupaten Lumajang.
Setelah dilakukan penelusuran, narasi yang dibacakan tersebut identik dengan artikel yang diunggah Kompas. Melansir Kompas, erupsi Gunung Semeru terjadi pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, pukul 23.00 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut.
Terbaru, Detik memberitakan erupsi Gunung Semeru terjadi pada 27 April 2024 sebanyak dua kali dengan tinggi kolom 800 meter.
PVMBG merekomendasikan warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (Sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Kesimpulan
Narasi dalam video menjelaskan erupsi Gunung Semeru pada 23 Maret 2024, juga tidak ada penjelasan mengenai ribuan rumah warga di Kabupaten Lumajang yang disebut terdampak abu vulkanik.
Rujukan
(GFD-2024-19483) [SALAH] TIGA HAKIM MK BANTAH HASIL SIDANG SENGKETA PILPRES, SIDANG MASIH AKAN DILANJUTKAN
Sumber: youtube.comTanggal publish: 30/04/2024
Berita
GEGER SIANG INI.. BANTAHAN 3 HAKIM SIDANG AKAN DI LANTUT KECURANGAN TERBONGKAR
BREAKING NEWS
SIDANG MK BELUM SELESAI
3 HAKIM MK BANTAH HASIL MK PILPRES 2024
BREAKING NEWS
SIDANG MK BELUM SELESAI
3 HAKIM MK BANTAH HASIL MK PILPRES 2024
Hasil Cek Fakta
Channel youtube bernama AKTUAL membagikan sebuah video yang menampilkan gambar thumbnail suasana ruang sidang disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa tiga hakim Mahkamah Konstitusi (MK) membantah hasil sidang sengketa Pilpres 2024 dan sidang masih akan dilanjutkan.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan momen ketika suasana pembacaan keputusan MK terkait penarikan atau pencabutan permohonan uji batas minimal usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada 2 Oktober 2023.
Foto aslinya dimuat dalam artikel murianews.com berjudul “Tok! Permohonan Uji Batas Usia Capres-Cawapres Resmi Dicabut”.
Narator dalam video gtersebut hanya membacakan ulang artikel dari mediaindonesia.com dengan judul “3 Hakim MK Beda Pandangan, Perludem : Putusan MK Tetap Harus Dipatuhi” yang dimuat pada 24 April 2024.
Dalam artikel tersebut membahas tentang peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz meminta agar masyarakat tetap menghormati hasil putusan dari MK terkait putusan sengketa Pilpres 2024 meski ada pro dan kontra terkait hasil putusan tersebut.
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi dengan klaim tiga hakim MK membantah hasil sidang sengketa Pilpres 2024 dan sidang masih akan dilanjutkan tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan momen ketika suasana pembacaan keputusan MK terkait penarikan atau pencabutan permohonan uji batas minimal usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada 2 Oktober 2023.
Foto aslinya dimuat dalam artikel murianews.com berjudul “Tok! Permohonan Uji Batas Usia Capres-Cawapres Resmi Dicabut”.
Narator dalam video gtersebut hanya membacakan ulang artikel dari mediaindonesia.com dengan judul “3 Hakim MK Beda Pandangan, Perludem : Putusan MK Tetap Harus Dipatuhi” yang dimuat pada 24 April 2024.
Dalam artikel tersebut membahas tentang peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz meminta agar masyarakat tetap menghormati hasil putusan dari MK terkait putusan sengketa Pilpres 2024 meski ada pro dan kontra terkait hasil putusan tersebut.
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi dengan klaim tiga hakim MK membantah hasil sidang sengketa Pilpres 2024 dan sidang masih akan dilanjutkan tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Tidak ditemukan informasi terkait tiga hakim MK membantah hasil sidang sengketa Pilpres 2024 dan sidang masih akan dilanjutkan. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Tidak ditemukan informasi terkait tiga hakim MK membantah hasil sidang sengketa Pilpres 2024 dan sidang masih akan dilanjutkan. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-19484) [SALAH] RATUSAN GURU DAN DOSEN KECAM POLITIK DINASTI JOKOWI
Sumber: youtube.comTanggal publish: 30/04/2024
Berita
Daruratratusan dosen turun tangan,kecam politik dinasti Jokowi
INDONESIA DALAM BAHAYA
RATUSAN GURU DAN DOSEN KECAM KELAKUAN JKW
INDONESIA DALAM BAHAYA
RATUSAN GURU DAN DOSEN KECAM KELAKUAN JKW
Hasil Cek Fakta
Sebuah video yang menampilkan thumbnail seorang presenter wanita bernarasikan ratusan guru dan dosen kecam politik dinasti Jokowi beredar dari channel youtube bernama REDAKSI TV pada 26 April 2024.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan pemberitaan terkait ratusan guru dan dosen kecam politik dinasti Jokowi. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Thumbnail video yang menampilkan presenter wanita tersebut merujuk ke salah satu video unggahan channel youtube resmi tvOneNews berjudul “[BREAKING NEWS] Pidato Anies Baswedan di Sidang Gugatan Pemilu 2024 | tvOne” yang tayang pada 27 Maret 2024.
Dengan demikian, narasi yang disebar luaskan oleh channel youtube REDAKSI TV adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan pemberitaan terkait ratusan guru dan dosen kecam politik dinasti Jokowi. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Thumbnail video yang menampilkan presenter wanita tersebut merujuk ke salah satu video unggahan channel youtube resmi tvOneNews berjudul “[BREAKING NEWS] Pidato Anies Baswedan di Sidang Gugatan Pemilu 2024 | tvOne” yang tayang pada 27 Maret 2024.
Dengan demikian, narasi yang disebar luaskan oleh channel youtube REDAKSI TV adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Tidak ditemukan informasi kredibel terkait ratusan guru dan dosen kecam politik dinasti Jokowi. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Tidak ditemukan informasi kredibel terkait ratusan guru dan dosen kecam politik dinasti Jokowi. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan.
Rujukan
Halaman: 3687/7991



