(GFD-2024-19643) Cek Fakta: Hoaks Jusuf Hamka Bagikan Rp 35 Juta Hanya dengan Tebak Angka di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Jusuf Hamka membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan menebak angka di Facebook. Postingan ini beredar sejak dua pekan lalu.
Salah satu akun bernama Yusuf Hamka Real Berbagii ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 April 2024.
Dalam postingannya terdapat foto Jusuf Hamka dengan narasi sebagai berikut:
"Kalian Yang Bisa tebak Nomor dengan Benar Bapak Kasih 35Jt.!!"
Akun itu juga menambahkan narasi
"Hubungi program Whatspp giveaway di bawah ini iya.."
Lalu benarkah postingan Jusuf Hamka membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan menebak angka di Facebook?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com beberapa kali menemukan akun palsu Jusuf Hamka di Facebook dengan klaim serupa. Padahal Jusuf Hamka sudah menjelaskan tidak punya akun media sosial selain @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Ia juga menjelaskan tidak punya akun resmi di Facebook. Postingan pada 31 Maret 2023 itu juga disertai narasi:
"HATI2 PENIPUAN. Banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan dengan menggunakan nama saya.
Untuk itu saya tegaskan kembali melalui video di atas ini. Mohon tidak mudah percaya kepada akun-akun lain, kecuali Instagram dan Tiktok seperti video di atas ini.
Bila ada yang minta-minta nomor rekening atau uang administrasi, mohon jangan dilayani karena itu pasti penipuan.
Think smart, do smart, and be smart."
Selain itu postingan yang beredar viral di Facebook mengarahkan masyarakat pada link tertentu. Ini merupakan modus pencurian data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Selain itu sangat berbahaya jika memberikan data pribadi seperti buku tabungan untuk diunggah di media sosial. Pasalnya data pribadi ini rawan digunakan untuk penipuan.
Kesimpulan
Postingan Jusuf Hamka membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan menebak angka di Facebook adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-19646) Beredar satu juta ton beras beracun dari China di Tanah Air, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang tersebar melalui WhatsApp menyebutkan, saat ini beras beracun yang berasal dari China masif beredar di Indonesia.
Bahkan, peredaran beras tak layak konsumsi itu disebut mencapai satu juta ton di Tanah Air.
Konten serupa yang juga ditemukan di Facebook pada awal Mei 2024. Konten itu turut mengaitkan narasi beras beracun dari China dengan gangguan kesehatan yang dialami seorang warga di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Berikut isi narasinya:
"WASPADA BERAS BERACUN 1 JT TON DARI CHINA
Konsumsi Beras Sintetis, IRT di Bukittinggi Sakit Tenggorokan dan Pusing,".
Lalu, benarkah ada satu juta ton beras beracun dari China di Tanah Air?
Bahkan, peredaran beras tak layak konsumsi itu disebut mencapai satu juta ton di Tanah Air.
Konten serupa yang juga ditemukan di Facebook pada awal Mei 2024. Konten itu turut mengaitkan narasi beras beracun dari China dengan gangguan kesehatan yang dialami seorang warga di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Berikut isi narasinya:
"WASPADA BERAS BERACUN 1 JT TON DARI CHINA
Konsumsi Beras Sintetis, IRT di Bukittinggi Sakit Tenggorokan dan Pusing,".
Lalu, benarkah ada satu juta ton beras beracun dari China di Tanah Air?
Hasil Cek Fakta
Kominfo telah menyematkan status "disinformasi" pada video yang beredar di WhatsApp serta Facebook tersebut sejak 18 Oktober 2023.
Artinya, video dengan klaim beras beracun dari China itu, telah teridentifikasi sebagai konten bohong yang sengaja dihadirkan untuk membuat publik panik hingga merugi.
Fakta lainnya adalah barang yang dibongkar dari kapal, sebagaimana termuat di video tersebut, merupakan beras yang diimpor oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dari Vietnam, bukan China.
Sementara itu, konten seorang wanita di Sumbar yang alami gangguan kesehatan akibat makan beras sintetis, ternyata tidak ada hubungannya dengan peredaran beras dari China di Indonesia. Berita aslinya dapat dilihat di YouTube resmi media ini.
Merujuk laporan ANTARA, Pemda Sumbar membenarkan adanya peredaran beras sintetis di wilayah Bukitinggi pada Oktober 2023.
Penemuan beras sintetis di Bukittinggi itu terungkap saat seorang warga bernama Dessi (30), curiga dengan beras yang dibelinya seharga Rp5.000 per kilogram.
"Berasnya aneh, berbeda dengan biasanya. Terlalu putih, cepat mengeras dan basi, serta juga berderai," kata Dessi.
Ia mengaku mengalami sakit komplikasi setelah mengonsumsi beras yang diduga sintetis itu. "Radang tenggorokan, pusing, dan demam tinggi, itu yang saya rasakan selama dua pekan setelah memakan beras ini," sebutnya.
Klaim: Beredar satu juta ton beras beracun dari China di Tanah Air
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Artinya, video dengan klaim beras beracun dari China itu, telah teridentifikasi sebagai konten bohong yang sengaja dihadirkan untuk membuat publik panik hingga merugi.
Fakta lainnya adalah barang yang dibongkar dari kapal, sebagaimana termuat di video tersebut, merupakan beras yang diimpor oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dari Vietnam, bukan China.
Sementara itu, konten seorang wanita di Sumbar yang alami gangguan kesehatan akibat makan beras sintetis, ternyata tidak ada hubungannya dengan peredaran beras dari China di Indonesia. Berita aslinya dapat dilihat di YouTube resmi media ini.
Merujuk laporan ANTARA, Pemda Sumbar membenarkan adanya peredaran beras sintetis di wilayah Bukitinggi pada Oktober 2023.
Penemuan beras sintetis di Bukittinggi itu terungkap saat seorang warga bernama Dessi (30), curiga dengan beras yang dibelinya seharga Rp5.000 per kilogram.
"Berasnya aneh, berbeda dengan biasanya. Terlalu putih, cepat mengeras dan basi, serta juga berderai," kata Dessi.
Ia mengaku mengalami sakit komplikasi setelah mengonsumsi beras yang diduga sintetis itu. "Radang tenggorokan, pusing, dan demam tinggi, itu yang saya rasakan selama dua pekan setelah memakan beras ini," sebutnya.
Klaim: Beredar satu juta ton beras beracun dari China di Tanah Air
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-19647) Hoaks! Pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Setelah gagal merebut gelar peringkat ketiga Piala Asia U23, Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk lolos di Olimpiade Paris 2024 melalui babak play off.
Indonesia akan mengikuti babak play off melawan Guinea pada Kamis (9/5/2024) dengan waktu kick off pukul 20.00 WIB. Pemenang laga Indonesia vs Guine akan lolos langsung ke cabang sepak bola Olimpiade Paris 2024.
Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan wawancara Pelatih Timnas Guinea, Kaba Diawara. Dalam video tersebut dinarasikan Diawara mengira Indonesia merupakan negara miskin.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Awalnya kira INDONESIA MISKIN ! bagaimana pelatih Guniea ini akhirnya tak tahan menahan malu”
Namun, benarkah video pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin?
Indonesia akan mengikuti babak play off melawan Guinea pada Kamis (9/5/2024) dengan waktu kick off pukul 20.00 WIB. Pemenang laga Indonesia vs Guine akan lolos langsung ke cabang sepak bola Olimpiade Paris 2024.
Sebuah unggahan video di TikTok menampilkan wawancara Pelatih Timnas Guinea, Kaba Diawara. Dalam video tersebut dinarasikan Diawara mengira Indonesia merupakan negara miskin.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Awalnya kira INDONESIA MISKIN ! bagaimana pelatih Guniea ini akhirnya tak tahan menahan malu”
Namun, benarkah video pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube Clever One Agency berjudul “Wawancara dengan Kaba Diawara, pelatih Guinea.” yang diunggah pada 4 Oktober 2023.
Dalam wawancara tersebut, Kaba Diawara menceritakan karir dan pengalamannya, yang diketahui merupakan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal.
Dengan demikian, klaim Pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin merupakan keliru.
Klaim: Pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam wawancara tersebut, Kaba Diawara menceritakan karir dan pengalamannya, yang diketahui merupakan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal.
Dengan demikian, klaim Pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin merupakan keliru.
Klaim: Pelatih Guinea sebut Indonesia negara miskin
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-19648) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Gebyar Undiah Berhadiah Simpeda Bank Jatim
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran gebyar undian berhadiah Simpeda Bank Jatim, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 April 2024.
Klaim pendaftaran gebyar undian berhadiah Simpeda Bank Jatim berupa tulisan sebagai berikut.
""𝘗𝘙𝘖𝘎𝘙𝘈𝘔 2024" 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘢𝘣𝘢𝘩 𝘽𝙖𝙣𝙠 𝙅𝘼𝙏𝙄𝙈 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝙅𝙘𝙤𝙣𝙣𝙚𝙘𝙩 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡𝙚
𝘔𝘰𝘣𝘪𝘭𝘦 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨 / 𝘚𝘮𝘴 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨
𝘎𝘦𝘣𝘺𝘢𝘳 𝘜𝘯𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝙎𝙞𝙢𝙥𝙚𝙙𝙖 𝘽𝙖𝙣𝙠 𝙅𝙖𝙩𝙞𝙢 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪,
𝘈𝘺𝘰 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘳𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘳𝘪𝘻𝘦 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 :
- 10 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘈𝘭𝘱𝘩𝘢𝘳𝘥
- 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘊𝘙-𝘝 𝘛𝘶𝘳𝘣𝘰
- 25 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘏𝘙-𝘝 𝘊𝘝𝘛
- 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘟𝘱𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳
- 15 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘍𝘰𝘳𝘵𝘶𝘯𝘦𝘳
- 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘚𝘤𝘰𝘱𝘺
- 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘟𝘮𝘢𝘹
- 30 𝘜𝘯𝘪𝘵 𝘛𝘝 𝘓𝘦𝘥 50 𝘪𝘯.
- 40 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘚𝘮𝘢𝘳𝘵𝘱𝘩𝘰𝘯𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘮𝘢𝘹14
- 100 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 & 𝘓𝘰𝘨𝘢𝘮 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢
- 25 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘰𝘳𝘦
- 50 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘜𝘮𝘳𝘰𝘩 𝘎𝘳𝘢𝘵𝘪𝘴
𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢...
𝘐𝘯𝘧𝘰 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯 (𝘎𝘌𝘉𝘠𝘈𝘙 𝘜𝘕𝘋𝘐𝘈𝘕 𝘉𝘈𝘕𝘒 𝙅𝘼𝙏𝙄𝙈)
𝘴𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘶 (𝘋𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳) 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢𝘬𝘢𝘯
𝘽𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙛𝙩𝙖𝙧 𝙎𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 ( 𝙂𝙍𝘼𝙏𝙄𝙎 )"
Benarkah klaim pendaftaran gebyar undian berhadiah Simpeda Bank Jatim? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran gebyar undian berhadiah Simpeda Bank Jatim, penelusuran mengarah pada akun Instagram resmi BankJatim @bankjatim, akun tersebut mengunggah peringatan untuk masyarakat agar mewaspadai akun penipuan berkedok undian berhadiah.
Berikut keterangan yang diunggah akun Instagram @bankjatim.
"Jangan mudah percaya dengan iming-iming hadiah yang tidak masuk akal. Sekali lagi pastikan informasi yang Sobat Jatim dapatkan berasal dari akun official Bank Jatim!".
Penelusuran dilanjutkan dengan memeriksa akun Facebook resmi Bank Jatim yang ditandai centang biru, akun Facebook tersebut tidak mengunggah informasi tentang pendaftaran undian tabungan simpeda Bank Jatim.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran gebyar undian berhadiah Simpeda Bank Jatim tidak benar.
Setelah dipastikan ke saluran informasi resminya Bank Jatim tidak mengadakan pendaftaran undian berhadiah Simpeda Bank Jatim.
Rujukan
Halaman: 3661/7990
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823906/original/041496900_1715045172-cek_fakta_berbagi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971184/original/077320900_1574134640-Ilustrasi_Cek_Fakta_banner_3.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824442/original/014845300_1715066307-bank_jatim_gebyar_undian.jpg)