KOMPAS.com - Beredar foto ikan raksasa di Danau Hogganfield, Glasgow, Inggris yang diklaim dipotret pada 1930.
Dalam foto, tampak orang-orang berkumpul di sekeliling ikan raksasa yang dijuluki Hoggie itu.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam foto tidak benar atau hoaks.
Foto ikan raksasa di Danau Hogganfield disebarkan oleh akun Threads ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu pengguna Threads, pada Jumat (3/5/2024):
Foto terkenal yang diambil pada hari ini pada tahun 1930 dari “Hoggie”, monster legendaris Hogganfield Loch yang akhirnya diambil setelah bertahun-tahun masyarakat meragukan keberadaannya.
Foto serupa juga ditemukan di akun Facebook ini, ini, dan Twitter ini.
(GFD-2024-19657) [HOAKS] Foto Ikan Raksasa di Danau Hogganfield pada 1930
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi, laporan, berita, atau foto lain yang mendukung penemuan ikan raksasa di Danau Hogganfield.
Sementara, hasil reverse image search di TinEye menunjukkan, foto itu baru beredar pada 2023.
Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dari foto yang beredar, terutama pada penampakan orang-orang dalam foto.
Apabila dicermati, wajah orang-orang dalam foto tampak buram, tidak simetris, bahkan memiliki bentuk yang aneh.
Ini merupakan ciri dari foto rekayasa yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan tools pendeteksi gambar AI yang dikembangkan Hive Moderation.
Hasilnya, gambar tersebut diidentifikasi 99,9 persen merupakan rekayasa atau buatan AI.
Sementara, hasil reverse image search di TinEye menunjukkan, foto itu baru beredar pada 2023.
Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dari foto yang beredar, terutama pada penampakan orang-orang dalam foto.
Apabila dicermati, wajah orang-orang dalam foto tampak buram, tidak simetris, bahkan memiliki bentuk yang aneh.
Ini merupakan ciri dari foto rekayasa yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan tools pendeteksi gambar AI yang dikembangkan Hive Moderation.
Hasilnya, gambar tersebut diidentifikasi 99,9 persen merupakan rekayasa atau buatan AI.
Kesimpulan
Foto ikan raksasa di Danau Hogganfield, Glasgow, Inggris, pada 1930 merupakan manipulasi. Hive Moderation mengidentifikasi foto tersebut 99,9 persen merupakan rekayasa AI.
Rujukan
- https://www.threads.net/@historicillustrations/post/C6escjOszc3
- https://www.threads.net/@itongabrian/post/C6gYTNfNFDC
- https://www.threads.net/@bowl_of_stu/post/Cx0G4sSKB6S
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=296130283169796&set=a.127715180011308
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=651370177092501&set=a.426710322891822
- https://twitter.com/fopminui/status/1719776485483978876/photo/1
- https://tineye.com/search/9695e7d776b839a25b85d9546d9e74eaf3a8939f?sort=crawl_date&order=asc&page=1
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19671) [HOAKS] Video Raffi Ahmad Promosikan Judi "Online"
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan selebritas Raffi Ahmad mempromosikan situs web judi.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan manipulasi.
Video Raffi Ahmad mempromosikan judi daring atau online muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini pada 30 April 2024.
Dalam video Raffi mengatakan, sering bermain di salah satu situs web judi dan kerap meraup keuntungan.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan manipulasi.
Video Raffi Ahmad mempromosikan judi daring atau online muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini pada 30 April 2024.
Dalam video Raffi mengatakan, sering bermain di salah satu situs web judi dan kerap meraup keuntungan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klip yang menampilkan Raffi sedang diwawancarai identik dengan unggahan di kanal YouTube SCTV ini.
Video yang beredar mencuplik klip pada menit ke-2, detik ke-13.
Dalam video asli, Raffi tidak membahas situs web judi, namun menjelaskan soal kondisi perusahaannya, RANS Entertainment, di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Menurut Raffi, sebisa mungkin ia akan mempertahankan karyawan yang ada.
Adapun video manipulasi yang mengaitkan Raffi Ahmad dengan judi online sebelumnya juga pernah beredar, penelusurannya bisa dilihat di sini.
Video yang beredar mencuplik klip pada menit ke-2, detik ke-13.
Dalam video asli, Raffi tidak membahas situs web judi, namun menjelaskan soal kondisi perusahaannya, RANS Entertainment, di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Menurut Raffi, sebisa mungkin ia akan mempertahankan karyawan yang ada.
Adapun video manipulasi yang mengaitkan Raffi Ahmad dengan judi online sebelumnya juga pernah beredar, penelusurannya bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Raffi Ahmad mempromosikan situs web judi merupakan manipulasi.
Dalam video asli, Raffi membahas mengenai kondisi perusahaaannya, RANS Entertainment di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Dalam video asli, Raffi membahas mengenai kondisi perusahaaannya, RANS Entertainment di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Rujukan
(GFD-2024-19672) Konten Satire soal Rekonstruksi Wajah Hawa dalam Tiga Dimensi
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Ilmuwan di Princeton University, Amerika Serikat, disebut berhasil merekonstruksi wajah perempuan pertama dalam Alkitab, Hawa, berbentuk tiga dimensi atau 3D.
Model 3D wajah Hawa dibagikan oleh akun X (Twitter) ini, pada Minggu (5/5/2024).
Berikut narasi yang disertakan:
Scientists at Princeton University have reconstructed this 3D model of how Eve, the first human woman created by God, may have looked.
(Para ilmuwan di Princeton University telah merekonstruksi model 3D dari wajah Hawa, perempuan pertama yang diciptakan oleh Tuhan).
Namun, warganet berkomentar gambar tersebut dibuat berdasarkan wajah penyanyi Taylor Swift.
Bagaimana faktanya?
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan publikasi ilmiah dari Princeton University terkait rekonstruksi wajah Hawa.
Setelah dicek menggunakan perangkat Hive Moderation, kemungkinan gambar wajah Hawa dihasilkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencapai 99,9 persen.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, konten tersebut merupakan variasi dari meme populer "Scientists Have Reconstructed This 3D Model".
Dikutip dari KnowYourMeme.com, meme tersebut mengacu pada parodi ilmuwan dari universitas terkenal menggunakan teknologi untuk membuat model 3D dari tokoh sejarah.
Namun, model 3D yang dibagikan berasal dari selebritas, bukan tokoh sejarah. Meme ini pertama kali diunggah oleh seorang pengguna X pada 25 Oktober 2022.
Pengguna itu mengatakan, ilmuwan di Stanford University berhasil merekonstruksi model 3D dari wajah Maria, ibu Yesus Kristus.
Kendati demikian, gambar yang dilampirkan tampak jelas adalah model 3D dari wajah artis Lady Gaga. Sejak saat itu, meme tersebut beredar dengan berbagai variasi.
Sehingga, dapat disimpulkan, konten yang mengeklaim ilmuwan Princeton University berhasil merekonstruksi wajah Hawa dalam bentuk tiga dimensi merupakan meme atau lelucon.
Model 3D wajah Hawa dibagikan oleh akun X (Twitter) ini, pada Minggu (5/5/2024).
Berikut narasi yang disertakan:
Scientists at Princeton University have reconstructed this 3D model of how Eve, the first human woman created by God, may have looked.
(Para ilmuwan di Princeton University telah merekonstruksi model 3D dari wajah Hawa, perempuan pertama yang diciptakan oleh Tuhan).
Namun, warganet berkomentar gambar tersebut dibuat berdasarkan wajah penyanyi Taylor Swift.
Bagaimana faktanya?
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan publikasi ilmiah dari Princeton University terkait rekonstruksi wajah Hawa.
Setelah dicek menggunakan perangkat Hive Moderation, kemungkinan gambar wajah Hawa dihasilkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencapai 99,9 persen.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, konten tersebut merupakan variasi dari meme populer "Scientists Have Reconstructed This 3D Model".
Dikutip dari KnowYourMeme.com, meme tersebut mengacu pada parodi ilmuwan dari universitas terkenal menggunakan teknologi untuk membuat model 3D dari tokoh sejarah.
Namun, model 3D yang dibagikan berasal dari selebritas, bukan tokoh sejarah. Meme ini pertama kali diunggah oleh seorang pengguna X pada 25 Oktober 2022.
Pengguna itu mengatakan, ilmuwan di Stanford University berhasil merekonstruksi model 3D dari wajah Maria, ibu Yesus Kristus.
Kendati demikian, gambar yang dilampirkan tampak jelas adalah model 3D dari wajah artis Lady Gaga. Sejak saat itu, meme tersebut beredar dengan berbagai variasi.
Sehingga, dapat disimpulkan, konten yang mengeklaim ilmuwan Princeton University berhasil merekonstruksi wajah Hawa dalam bentuk tiga dimensi merupakan meme atau lelucon.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
(GFD-2024-19690) [KLARIFIKASI] Video Pertemuan Jokowi dan Megawati di Istana pada 2016
Sumber:Tanggal publish: 07/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video Presiden Joko Widodo bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri untuk membahas pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pertemuan itu dinarasikan terjadi setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai konteks video sebenarnya.
Video pertemuan Jokowi dan Megawati makan bersama sambil membahas pilkada dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tautan di kanal YouTube ini pada 23 April dan 4 Mei 2024 dengan judul:
Pak Jokowi Makan Bersama Ibu Megawati sambil Bahas Pilkada.
Dalam thumbnail video terdapat gambar Jokowi dan Megawati sedang makan bersama. Gambar tersebut diberi keterangan demikian:
Lengkap Sudah Tekanan Batin Para Pembenci Jokowi. Jokowi dengan Bu Megawati Bahas Pilkada.
Pertemuan itu dinarasikan terjadi setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai konteks video sebenarnya.
Video pertemuan Jokowi dan Megawati makan bersama sambil membahas pilkada dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tautan di kanal YouTube ini pada 23 April dan 4 Mei 2024 dengan judul:
Pak Jokowi Makan Bersama Ibu Megawati sambil Bahas Pilkada.
Dalam thumbnail video terdapat gambar Jokowi dan Megawati sedang makan bersama. Gambar tersebut diberi keterangan demikian:
Lengkap Sudah Tekanan Batin Para Pembenci Jokowi. Jokowi dengan Bu Megawati Bahas Pilkada.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video pertemuan Jokowi dan Megawati identik dengan unggahan di kanal YouTube CNN Indonesia ini.
Dalam video itu, Megawati menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 21 November 2016. Ia datang sebagai Presiden ke-5 RI.
Seperti diberitakan Kompas.com, Jokowi mengatakan, agenda makan bersama Megawati merupakan bentuk silaturahmi.
Ia menuturkan, komunikasi seperti itu sangat efektif untuk menemukan solusi permasalahan bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Megawati juga membicarakan Pilkada Serentak 2017.
Sementara, setelah Pilpres 2024 belum ada agenda pertemuan antara Presiden Jokowi dan Megawati.
Diberitakan Kompas.com, pada Jumat (12/4/2024), Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan, Jokowi tidak bisa langsung bertemu dengan Megawati, namun harus bertemu dengan anak ranting PDI-P terlebih dahulu.
Hal itu diungkapkan Hasto saat ditanya apakah Jokowi sudah sowan ke Megawati hingga hari ketiga Lebaran 2024.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyayangkan adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2024.
Dalam video itu, Megawati menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 21 November 2016. Ia datang sebagai Presiden ke-5 RI.
Seperti diberitakan Kompas.com, Jokowi mengatakan, agenda makan bersama Megawati merupakan bentuk silaturahmi.
Ia menuturkan, komunikasi seperti itu sangat efektif untuk menemukan solusi permasalahan bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Megawati juga membicarakan Pilkada Serentak 2017.
Sementara, setelah Pilpres 2024 belum ada agenda pertemuan antara Presiden Jokowi dan Megawati.
Diberitakan Kompas.com, pada Jumat (12/4/2024), Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan, Jokowi tidak bisa langsung bertemu dengan Megawati, namun harus bertemu dengan anak ranting PDI-P terlebih dahulu.
Hal itu diungkapkan Hasto saat ditanya apakah Jokowi sudah sowan ke Megawati hingga hari ketiga Lebaran 2024.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyayangkan adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2024.
Kesimpulan
Video pertemuan Jokowi dan Megawati di Istana Merdeka pada 21 November 2016 disebarkan dengan konteks yang tidak lengkap.
Pertemuan itu bukan terjadi setelah Pilpres 2024. Pilkada yang dibahas dalam pertemuan merupakan pemilihan serentak pada 2017.
Pertemuan itu bukan terjadi setelah Pilpres 2024. Pilkada yang dibahas dalam pertemuan merupakan pemilihan serentak pada 2017.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/3689816557778189/permalink/7518223738270766/?mibextid=oFDknk&rdid=Gn45638jyUDNu7P2&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FMAvZAEipLMrfjwtm%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.facebook.com/groups/436294351329863/permalink/805110471114914/?mibextid=oFDknk&rdid=xtf8uGwgkjRXNmuP&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2Fi2J3tAzVC9HBtjDw%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.youtube.com/watch?v=9bzqIyPBD78
- https://www.youtube.com/watch?v=jyzh7XyyB4k
- https://nasional.kompas.com/read/2016/11/21/14001881/bertemu.di.istana.ini.yang.dibicarakan.jokowi.dan.megawati
- https://nasional.kompas.com/read/2024/04/13/06110091/hasto-terkait-jokowi-ingin-bertemu-megawati-anak-ranting-katakan-biar-ketemu
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3663/7990






