• (GFD-2026-32501) [SALAH] Prabowo Reshuffle Menteri pada Februari 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 24/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Rabu (18/2/2026). Unggahan beserta narasi :

    “RESHUFFLE BESAR-BESARAN!

    PRABOWO ROMBAK TOTAL KABINET

    GANTI DENGAN MENTERI KRITERIA

    SEPERTI PURBAYA”

    Hingga Selasa (24/2/2026) unggahan telah mendapatkan 790 tanda suka, 286 komentar dan telah dibagikan ulang 28 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Prabowo reshuffle menteri pada Februari 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan kompas.com “Mensesneg Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet Jelang Lebaran” pada Selasa (10/2/2026). Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa pemerintah memastikan tidak ada rencana perombakan kabinet menjelang perayaan Lebaran.

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada perombakan atau reshuffle terhadap Kabinet Merah Putih. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu reshuffle menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ketika ditemui di Stasiun Gambir pada Selasa (10/2/2026), ia menyampaikan secara singkat bahwa tidak ada agenda pergantian menteri. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah saat ini fokus memastikan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan berlangsung lancar dan aman.

    Kesimpulan

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada perombakan atau reshuffle terhadap Kabinet Merah Putih. Unggahan berisi klaim “Prabowo reshuffle menteri pada Februari 2026” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32502) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Undian Berhadiah Bank SulutGo 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 24/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “BANK BSG TOUCH” pada Kamis (12/2/2026). Unggahan beserta narasi :

    “"𝘗𝘙𝘖𝘎𝘙𝘈𝘔 BSG Touch 2026"  𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘢𝘣𝘢𝘩 Bank Sulutgo 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘰𝘣𝘪𝘭𝘦 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨 / 𝘚𝘮𝘴 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨   

    𝘎𝘦𝘣𝘺𝘢𝘳 𝘜𝘯𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 BSG Touch 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪,  

    𝘈𝘺𝘰 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘳𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘳𝘪𝘻𝘦  𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 :

    10 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘈𝘭𝘱𝘩𝘢𝘳𝘥, 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘊𝘙-𝘝 𝘛𝘶𝘳𝘣𝘰, 25 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘏𝘙-𝘝 𝘊𝘝𝘛, 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘟𝘱𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳, 15 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘍𝘰𝘳𝘵𝘶𝘯𝘦𝘳, 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘚𝘤𝘰𝘱𝘺, 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘟𝘮𝘢𝘹, 30 𝘜𝘯𝘪𝘵 𝘛𝘝 𝘓𝘦𝘥 50 𝘪𝘯, 40 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘚𝘮𝘢𝘳𝘵𝘱𝘩𝘰𝘯𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘮𝘢𝘹14, 100 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 & 𝘓𝘰𝘨𝘢𝘮 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢, 25 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘰𝘳𝘦, 50 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘜𝘮𝘳𝘰𝘩 𝘎𝘳𝘢𝘵𝘪𝘴 

    𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢...

    𝘐𝘯𝘧𝘰 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯 

    (GEBYAR UNDIAN BANK SULUTGO)”

    Hingga Selasa (24/2/2026) unggahan telah mendapatkan 1.700 tanda suka, 29 komentar dan telah dibagikan ulang 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “BANK BSG TOUCH” tidak mengarah ke laman resmi Bank SulutGo di www.banksulutgo.co.id. Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan ke sebuah laman yang meminta pengunjung untuk mengisi data pribadi. Informasi yang diminta meliputi nomor telepon, nama lengkap sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta saldo rekening terkini.

    Sementara itu, melalui akun Instagram resminya Bank SulutGo menghimbau agar berhati-hati terhadap promo undian palsu yang mengatasnamakan Bank SulutGo. Informasi resmi Bank SulutGo hanya disampaikan melalui website resmi (www.banksulutgo.co.id), akun media sosial resmi, kantor cabang Bank SulutGo terdekat dan call center resmi Bank SulutGo di 1500-659. Bank SulutGo tidak pernah meminta PIN, OTP, password, atau data pribadi nasabah.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Bank Sulut Go di www.banksulutgo.co.id. Dengan demikian, unggahan berisi tautan “undian berhadiah Bank SulutGo” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32503) Cek Fakta: Tidak Benar Link Rekrutmen Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Lewat WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota melalui WhatsApp. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "REKRUTMEN PENDAFTARAN ONLINE BAWASLU KAB/KOTA SELURUH INDONESIA, MINAT DAFTAR LANGSUNG HUBUNGI KAMI"
    Unggahan menyertakan poster berisi tulisan sebagai berikut:
    "BAWASLU
    REKRUTMEN BAWASLU KABUPATEN/KOTA UNTUK SMA/SMK SEDERAJAT
    Pendaftaran Gratis terbatas, untuk 100 pelamar
    Posisi:
    Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia
    Persyaratan:
    - Laki-laki dan Perempuan
    - Pendidikan minimal SMA/SMK MTS D3 S1 semua jurusan
    - Usia maksimal 30 tahun
    - Sehat jasmani rohani, ramah tamah, jujur dan bertanggung jawab
    - Penempatan kerja di diseluruh wilayah Indonesia sesuai domisili KTP"
    Terdapat link menu WhatsApp dalam postingan yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah link rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota melalui WhatsApp? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota melalui WhatsApp. Penelusuran mengarah pada unggahan resmi Bawaslu melalui akun Instagram resminya @bawasluri.
    Bawaslu meminta masyarakat untuk selalu waspadai dan jangan percaya hoaks tentang rekrutmen calon anggota Bawaslu.
    Dalam unggahannya, Bawaslu memastikan bahwa semua proses rekrutmen tidak dipungut biaya apa pun. Selain itu, segala informasi resmi melalui website dan media sosial Bawaslu.
    Dalam website Bawaslu yakni https://www.bawaslu.go.id/, informasi seputar rekrutmen anggota Bawaslu daerah yang ada yakni pengumuman calon terpilih anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara masa jabatan 2025-2030 yang ditayangkan pada 30 April 2025.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota melalui WhatsApp, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32504) Hoaks! Anies laporkan Jokowi dan Rektor UGM ke Polda DIY

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/02/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan bahwa sejumlah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus alumni UGM, Anies Baswedan, menempuh jalur hukum dengan melaporkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia ke Polda DIY.

    Unggahan tersebut menyebut langkah itu diambil karena para alumni tidak terima reputasi UGM dianggap dirusak.

    Narasi yang beredar juga menyinggung polemik istilah “Teknologi Kayu” yang diklaim sebagian alumni tidak sesuai dengan nama resmi departemen di Fakultas Kehutanan UGM.

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “Babak Baru Polemik UGM: Alumni Tempuh Jalur Hukum, Anies Ikut Bersuara

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Polemik riwayat pendidikan mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini memasuki babak baru. Sejumlah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan pernyataan yang dianggap tidak selaras dengan arsip akademik kampus ke Polda DIY.

    Isu yang dipersoalkan adalah penggunaan istilah “Teknologi Kayu” yang oleh sebagian alumni dinilai tidak tercantum sebagai nama resmi departemen di Fakultas Kehutanan UGM pada periode tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar soal redaksi atau istilah, melainkan soal marwah institusi, integritas akademik, dan reputasi kampus yang telah dibangun puluhan tahun.

    Nama Anies Baswedan ikut menjadi sorotan. Ia disebut mendukung langkah alumni sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan kampus dan pentingnya transparansi informasi di ruang publik….”

    Namun, benarkah Anies laporkan Jokowi dan Rektor UGM ke Polda DIY?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi yang membenarkan klaim tersebut.

    Pencarian menggunakan kata kunci terkait hanya menampilkan pemberitaan lama ANTARA saat Anies Baswedan masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2015, ketika ia menegaskan bahwa pengguna ijazah palsu justru merendahkan dirinya sendiri.

    Pernyataan itu tidak merujuk kepada pihak tertentu dan tidak berkaitan dengan Jokowi maupun UGM.

    Dengan demikian, klaim bahwa Anies melaporkan Jokowi dan Rektor UGM ke Polda DIY tidak berdasar.

    Klaim: Anies laporkan Jokowi dan Rektor UGM ke Polda DIY

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan