• (GFD-2022-10525) Keliru, Dua Anak Ferdy Sambo Ditangkap Bantu Pembunuhan Brigadir J

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 12/09/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah video dengan narasi bahwa dua anak Ferdy Sambo ditangkap karena membantu pembunuhan Brigadir J. Di dalamnya terdapat kolase video dan foto, termasuk Ferdy Sambo bersama keluarganya.
    Ada juga seorang perempuan yang mengaku pembantu rumah tangga Ferdy Sambo. Kemudian kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Republik Indonesia, Susno Duadji.
    Sejak dibagikan pada Selasa, 6 September 2022, video ini sudah tayang 2 juta kali, mendapat 48 ribu tanggapan dan 7 ribuan komentar. 
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook soal penangkapan 2 anak Ferdy Sambo
    Namun, benarkah dua anak Ferdy Sambo ditangkap karena terbukti membantu pembunuhan Brigadir J?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa tidak ada penangkapan terhadap dua anak Ferdy Sambo. Kolase video dan foto yang dibagikan itu menunjukkan proses rekonstruksi seputar kasus yang dialami Ferdy Sambo.
    Untuk memverifikasi kebenaran tersebut, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Reverse Image Search dan Yandex Image Search.
    Video 1
    Potongan video 1
    Pada detik ke-8, muncul seorang wanita mengaku merupakan pembantu rumah tangga Ferdy Sambo. Ia bicara pintu rahasia di rumah Sambo dan penyiksaan Brigadir J. Video itu kemudian viral di media sosial, hingga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menanggapi apa yang disampaikannya.
    Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan video viral yang menuduh organ Nofriansyah Yosua Hutabarat disimpan di pintu rahasia rumah Ferdy Sambo adalah bohong. “Hoaks itu. Kan itu sudah disampaikan oleh dokter forensik,” kata Dedi Prasetyo usai Kapolri rapat dengan Komisi III DPR pada Senin, 5 September 2022 dikutip dari Tempo. Dedi membantah ada pintu rahasia di rumah Ferdy Sambo.
    Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Ade Firmansyah mengatakan tidak ada tanda-tanda penyiksaan dalam autopsi ulang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. “Kami tidak menemukan adanya penyiksaan pada jasad,” kata Ade Firmansyah saat memaparkan hasil autopsi ulang di gedung Bareskrim Polri, Senin, 22 Agustus 2022.
    Video 2
    Potongan video 2
    Video detik ke-17 menunjukkan proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di tempat kejadian perkara di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Agustus 2022.
    Adegan ini banyak tayang di media-media kredibel, termasuk di tvonenews.com berjudul Ini Dia Adegan Inti Detik-detik Sebelum Brigadir J Terbunuh di Ruang Tengah Rumah Dinas Ferdy Sambo Duren Tiga. Dalam video terlihat Bharada E yang berpakaian warna oranye sedang mengikuti rekonstruksi di rumah dinas Ferdy Sambo.
    Perkembangan Kasus Ferdy Sambo
    Hingga saat ini, kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua atau Brigadir J masih terus berjalan. Sudah memeriksa anggota Polri dalam Sidang Kode Etik, bahkan telah menetapkan tersangka hingga melakukan pemecatan kepada personil Polisi yang terlibat.
    Polri telah memeriksa lima anggota dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) ihwal keterlibatan mereka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Mereka adalah Ferdy Sambo, Chuck Putranto, Baiquni, Agus Nurpatria, dan Diyah Chandrawati.
    Saat ini sudah ada 97 personil yang diperiksa. Tak hanya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkap fakta lainnya seputar kasus yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo tersebut.
    Awalnya Sigit menjelaskan bahwa dari 97 personil diperiksa, 35 orang di antaranya diduga melanggar kode etik. Selanjutnya, 18 orang dari yang diduga melanggar itu telah ditempatkan di penempatan khusus.
    "Kami telah memeriksa 97 personil, 35 orang diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi," kata Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR, di Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022), dilansir dari Detik.com.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, video berjudul Dua Anak Ferdy Sambo Ditangkap Terbukti Bantu Pembunuhan Brigadir J adalah keliru.
    Video tersebut tidak berisi tentang penangkapan dua anak Ferdy Sambo. Sampai sekarang, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa anak Ferdy Sambo ditangkap karena membantu pembunuhan Brigadir J.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10526) Keliru, Ma'ruf Amin Minta Rakyat Bantu Pemerintah Karena Kas Negara Menipis

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 12/09/2022

    Berita


    Sebuah akun Twitter mengunggah gambar pernyataan Ma’ruf Amin yang meminta rakyat membantu pemerintah karena kas negara menipis. Gambar tersebut berasal dari tangkapan layar sebuh media online berjudul Ma’ruf Amin: Kas Negara Menipis Ma’ruf Amin Minta Rakyat Sisihkan Harta Bantu Pemerintah. Akun ini ini juga menuliskan “11 triliun kemana?”
    Cuitan ini diunggah tanggal 31 Agustus 2022 dan retweets 444 kali, 200 quote tweet dan 1607 suka dari pengguna Twitter. Dari tangkap layar tersebut terlihat, berita ini ditulis oleh Delvira Hutabarat. 
    Tangkapan layar cuitan netizen di Twitter tentang pernyataan Wapres Ma'ruf Amin kepada rakyat Indonesia
    Tapi, benarkah Wapres Ma'ruf Amin melontarkan kata-kata tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan bahwa tangkapan layar laman berita daring tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Tidak ditemukan berita dengan judul yang sama pada laman media-media daring.
    Tempo memverifikasi tangkapan layar dengan reverse image tool, Yandex, dan Google. Serta menelusuri nama jurnalis dalam tangkap layar tersebut.
    Sumber asli berita tersebut berasal dari laman Liputan6.com tanggal 31 Agustus 2022 dengan judul Ma’ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren. Berita ini ditulis oleh jurnalis Devira Hutabarat, jurnalis Liputan6.com.
    Sumber: Liputan6
    Berita ini dikaitkan dengan peristiwa kekerasan yang terjadi di salah satu pesantren di Tangerang. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta masyarakat, khususnya pengurus pesantren untuk menjaga nilai-nilai Islam moderat yang mengedepankan kesantunan dan cara-cara yang baik.
    Liputan 6.com telah membantah narasi ini melalui kanal Cek Fakta Liputan 6 tanggal 4 September 2022.  

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi "Kas Negara Menipis, Ma’ruf Amin Minta Rakyat Sisihkan Harta Bantu Pemerintah” adalah keliru.
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Adapun sumber asli berita tersebut adalah pernyataan Ma’ruf Amin tentang kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10527) Benar, Menkes Budi Gunadi: Kelahiran 1980 Ke Bawah Memiliki Antibodi Lawan Virus Cacar Monyet

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 12/09/2022

    Berita


    Sebuah poster berisi klaim mengenai Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan bahwa orang kelahiran 1980 ke bawah memiliki antibodi melawan virus cacar monyet. Gambar tersebut diterima Tempo di aplikasi perpesanan Telegram. 
    Poster itu berbunyi: 
    Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kebanyakan orang kelahiran 1980 ke bawah memiliki antibodi melawan virus cacar monyet. Sebab pada periode tersebut mereka telah mendapat vaksinasi cacar air yang berlaku seumur hidup. 
    “Jadi buat teman-teman yang lahir 1980 ke bawah kayak saya ini, tua-tua itu terproteksi. Mungkin enggak 100 persen, tapi terproteksi,” kata Budi.
    Tangkapan layar pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang beredar di Telegram
    Benarkah pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Tempo menemukan pernyataan Menkes tersebut dikutip dari artikel Kompas.com berjudul Orang Kelahiran 1980-an Lebih Terproteksi dari Cacar Monyet, Benarkah? yang diunggah pada tanggal 23 Agustus 2022.
    Dalam artikel tersebut, Budi menyatakan kelompok orang yang lahir di tahun 1980 ke bawah telah mendapatkan vaksinasi cacar air yang berlaku seumur hidup. Pernyataan itu disampaikan Menkes dalam konferensi pers “Health Working Group Meeting G20” di Nusa Dua, Badung, Bali, pada Senin 22 Agustus 2022. 
    “Jadi buat teman-teman yang lahir 1980 ke bawah kayak saya ini, tua-tua itu terproteksi. Mungkin enggak 100 persen, tapi terproteksi,” kata Budi.
    Selain dimuat Kompas.com, pernyataan Menkes tersebut juga dimuat di situs CNN Indonesi, berjudul Orang Kelahiran 1980 ke Bawah Disebut Lebih 'Aman' dari Cacar Monyet
    Karena alasan vaksin cacar itu pula, Budi memprediksi, pasien cacar monyet di Indonesia tak akan mengalami gejala yang parah hingga menyebabkan situasi fatal. 
    Menurut Prof. dr. Zubairi Djoerban SPPD, KHOM, FINASIM, secara genetik virus smallpox (cacar air) hampir sama dengan virus monkeypox. Sehingga seseorang yang sudah pernah mendapatkan vaksin cacar bisa terlindungi dari virus cacar monyet, walaupun tidak 100 persen.
    “Benar, vaksin cacar air bisa melindungi seseorang dari virus cacar monyet. Karena secara genetik kedua virus tersebut hampir sama. Namun, tidak 100 persen bisa melindungi,” kata ahli Onkologi yang juga penasehat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
    Dokter yang banyak menangani pasien HIV/AIDS ini memberikan rujukan sebuah penelitian di Spanyol terkait monkeypox. Dari 181 penderita cacar monyet yang diamati di Spanyol, 32 orang di antaranya pernah mendapatkan vaksin cacar sewaktu kecil. 
    Pada artikel penelitian berjudul Clinical presentation and virological assessment of confirmed human monkeypox virus cases in Spain: a prospective observational cohort study, dijelaskan bagaimana karakteristik klinis dan virologi dari kasus cacar monyet pada manusia di Spanyol. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, pernyataan bahwa orang orang kelahiran 1980 ke bawah memiliki antibodi melawan virus cacar monyet oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin adalah benar.
    Menkes menyatakan hal tersebut pada konferensi pers “Health Working Group Meeting G20” di Nusa Dua, Badung, Bali, pada Senin 22 Agustus 2022. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10293) [SALAH] Perubahan Tarif Transfer Bank BRI Jadi Rp150.000

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/09/2022

    Berita

    Beredar sebuah pesan di aplikasi percakapan Whatsapp berisi surat elektronik mengatasnamakan bank BRI yang menginformasikan bahwa akan ada kenaikan tarif transfer antar bank yang semula Rp6.500 menjadi Rp150.000 dengan trasaksi tak terbatas selama satu bulan.
    Perubahan Tarif Transfer Bank BRI Jadi Rp.150.000

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan di aplikasi percakapan Whatsapp berisi surat elektronik mengatasnamakan bank BRI yang menginformasikan bahwa akan ada kenaikan tarif transfer antar bank yang semula Rp6.500 menjadi Rp150.000 dengan trasaksi tak terbatas selama satu bulan. Dalam surat tersebut nasabah juga diberikan pilihan apakah setuju dengan opsi seperti itu atau tidak.

    Berdasarkan hasil penelusuran, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto memastikan perusahaan tidak melakukan pengumuman tersebut.”Hal tersebut dipastikan tidak benar,” tuturnya saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/9/2022).

    Dia menegaskan bahwa BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan social media resmi (verified/centang biru) sebagai media komunikasi. Di antaranya:

    Website: www.bri.co.id
    IG: @bankbri_id
    Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri
    FB: Bank BRI
    Youtube: Bank BRI

    BRI pun menghimbau agar nasabah lebih berhati-hati dan tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi serta data perbankan seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, user & password internet banking, OTP, dan sebagainya kepada orang lain. Termasuk yang mengatasnamakan BRI, baik melalui tautan, website, maupun pesan singkat dari sumber tidak resmi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Sebab dikhawatirkan informasi tersebut merupakan modus penipuan social engineering. Jika nasabah terjebak kerugian nasabah dianggap sebagai kelalaian yang memberikan data rahasia sehingga BRI tidak akan bertanggung jawab. Lain cerita jika kerugian terjadi karena sistem perbankan.

    Hoaks serupa juda sudah pernah dibantah sebelumnya pada lama turnbackhoax.id pada artikel berjudul “[SALAH] Nomor WhatsApp BRI +1(210)6002003 Menyebarkan Surat Edaran Kenaikan Biaya Transaksi”, (5/6/2022).

    Kesimpulan

    Informasi palsu. Surat pengumuman bank BRI terkait perubahan tarif transfer yang beredar di media percakapan tersebut adalah hoaks. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto memastikan perusahaan tidak melakukan pengumuman tersebut. BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan social media resmi (verified/centang biru) sebagai media komunikasi.

    Rujukan