• (GFD-2022-10288) [SALAH] KFC Bagikan Voucher Rayakan HUT ke 71

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 06/09/2022

    Berita

    Informasi tentang KFC membagikan voucher tiga ember ayam goreng gratis untuk merayakan HUT ke 71 beredar di media sosial. Informasi tersebut disebarkan akun Facebook yang mencatut KFC, KFC Fans.

    Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi klaim bahwa KFC membagikan voucher yang bisa ditukarkan tiga ember ayam goreng gratis.

    Untuk mendapatkan voucher tersebut, masyarakat diminta untuk mengetik "Love KFC" di kolom komentar akun Facebook tersebut. Setelah itu, diminta untuk membuka sebuah tautan.

    "Untuk merayakan 71 tahun @KFC, kami mengirimkan kupon kepada mereka yang membagikan dan menulis "Love KFC". Sebelum 5 September jam 4 sore. Setiap voucher dapat digunakan di KFC mana saja untuk mendapatkan tiga ember ayam GRATIS!.2022," tulis akun Facebook KFC Fans.

    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6.400 kali dibagikan dan mendapat 2 ribu komentar dari warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi KFC membagikan voucher tiga ember ayam goreng gratis untuk merayakan HUT ke 71. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi pihak PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), selaku pemegang merek dagang KFC di Indonesia.

    Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), Justinus Dalimin Juwono memastikan bahwa informasi KFC membagikan voucher tiga ember ayam goreng gratis untuk merayakan HUT ke 71 adalah tidak benar.

    "Itu tidak benar," kata Justinus kepada Liputan6.com, Sabtu (3/9/2022).

    Justinus meminta, masyarakat untuk mengabaikan dan tidak menyebarkan informasi palsu tersebut.

    "Mohon diabaikan saja," ucap Justinus.

    Kesimpulan

    Informasi KFC membagikan voucher tiga ember ayam goreng gratis untuk merayakan HUT ke 71 ternyata tidak benar alias hoaks. Pihak KFC Indonesia tidak pernah mengeluarkan program bagi-bagi voucher tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10516) Belum Ada Bukti, Ferdy Sambo Ditahan di Hotel Bintang Lima, Bukan Mako Brimob

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 05/09/2022

    Berita


    Sebuah halaman Facebook mengunggah video berjudul “Se Indonesia Di Bohongi, Sambo Ditahan di Hotel Bintang Lima Bukan di Bareskrim”. Video ini berisi narasi bahwa Ferdy Sambo tidak ditahan di penjara, melainkan di hotel bintang lima bukan di Bareskrim. 
    Ada juga kutipan pernyataan dari beberapa orang yang mengatakan “Mana buktinya Ferdy Sambo ditahan, Ferdi Sambo itu kan Satgasus, dia banyak mengetahui skandal-skandal besar di negeri ini”. 
    Ada pula yang menanyakan, “Sambo dihukumnya dimana? Apa yang dilakukannya di penjara? Katanya mau transparan, dikurung? Dimana dikurungnya? Kenapa kita nggak boleh tahu?”  “Jangan-jangan mereka disana ngopi, makan, biliard” kata seseorang dalam video ini.
    Tangkapan layar sebuah video yang beredar di Facebook dan YouTube tentang dugaan Ferdy Sambo ditahan di hotel bintang 5, bukan Mako Brimob
    Video yang diunggah tanggal 24 Agustus 2022 ini telah disukai 192, 45 komentar, dan 18.000-an view dari pengguna Facebook. Di YouTube, video ini diunggah pertama kali tanggal 22 Agustus 2022. 

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa hingga artikel ini diturunkan, belum ada bukti-bukti yang bisa diperoleh bahwa Ferdy Sambo ditahan di hotel. Video yang disebarkan tersebut tidak berisi bukti-bukti tentang keberadaan Sambo di sebuah hotel. Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Agustus 2022, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 
    Untuk verifikasi video dan narasi dalam video tersebut, Tempo menelusuri sumber asli video. Fragmen video dianalisis dengan reverse image tool dengan Yandex dan Google. Narasi ini dibandingkan juga dengan berita dari media yang kredibel.
    Dari penelusuran ditemukan sumber asli video ini dari sebuah akun YouTube. Video ini diunggah di Youtube tanggal 22 Agustus 2022. Video ini berisi pengulangan fragmen video yang sama. Fragmen-fragmen tersebut berasal dari tangkap layar berita online, video YouTube dan tayangan televisi nasional.
    Fragmen 1
    Pada detik ke-7, video ini menampilkan Ferdy Sambo mengenakan baju hitam di sebuah ruangan. Dari foto tersebut terlihat seperti sedang menulis di atas kertas berwarna putih. Di depannya ada cangkir berwarna hitam dan botol air mineral.
    Sumber: Suara.com
    Berdasarkan penelusuran Tempo, foto ini identik dengan foto berita yang dirilis Suara.com tanggal 7 Agustus 2022. Foto ini diberi keterangan “Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Propam Polri saat diperiksa”. Sumber foto disebut Istimewa.
    Dalam berita ini tidak disebutkan kapan pemeriksaan ini berlangsung. Dilansir Tempo, pada tanggal 4 Agustus 2022, Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo mengatakan dirinya telah beberapa kali diperiksa penyidik dalam kasus Brigadir J. Kedatangannya ke Bareskrim Polri pada, Kamis, 4 Agustus 2022, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Saat itu, Sambo mengenakan seragam polisi lengkap.
    Pascapemeriksaan tanggal 4 Agustus 2022, Ferdy Sambo langsung dibawa dan ditahan di Mako Brimob. Dilansir Tempo pada tanggal 6 Agustus, Sambo kembali diperiksa Inspektorat Khusus terkait dugaan pelanggaran kode etik penanganan tempat kejadian perkara pembunuhan Brigadir J.
    Fragmen 2
    Pada menit ke 2:38 video ini menampilkan tangkapan layar berita media online. Berita tersebut diunggah tanggal 20 Agustus 2022 dengan judul “Ferdy Sambo Ditempatkan di Hotel Bintang 5 Bukan di Mako Brimob, Bukti Kuatnya Sang Kaisar”. 
    Berita tersebut juga menampilkan satu foto gabungan gambar Ferdy Sambo dan bangunan bertingkat dengan kolam renang di sekitarnya.
    Pemeriksaan fragmen video 2
    Hasil penelusuran Tempo, tangkap layar tersebut bersumber dari unggahan situs Sewaktu.com pada 22 Agustus 2022. Berita ini mengutip cuitan sebuah akun Twitter yang mengatakan, Info opposite 6890, FS Sambo tidak di Mako Brimob tapi di hotel Aston TB Simatupang.
    Sumber lain yang dikutip adalah pernyataan Deolipa Yumara, mantan kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer di tayangan YouTube Uya Kuya TV, Jumat, 19 Agustus 2022. Tidak ada sumber kredibel yang jadi sumber berita ini. 
    Fragmen 3 
    Pada menit ke 3:13, video ini menampilkan foto beberapa orang, satu di antaranya berbaju batik coklat. Foto ini diberi narasi bahwa berdasarkan cuitan akun Twitter @Opposite, "Ferdy Sambo tidak di Mako Brimob tapi di hotel Aston TB Simatupang".
    Sumber: ANTARA
    Hasil penelusuran Tempo menunjukkan bahwa foto tersebut identik dengan foto pada berita yang dirilis Antara pada 2 Agustus 2021. Oleh Antara, foto tersebut diberi keterangan “Wali Kota Medan Bobby Afif (kiri) meninjau langsung lokasi isolasi di eks Hotel Soechi, Medan, Kamis (29/7/21). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan”.
    Foto yang identik juga digunakan oleh RRI untuk berita berjudul ‘Persiapan Rampung, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas Isoman Eks Hotel Soechi Segera Aktif’. 
    Perkembangan Kasus Ferdy Sambo
    Setelah ditetapkan sebagai tersangka Ferdy Sambo menjalani rangkaian pemeriksaan. Dilansir Tempo, pada 31 Agustus 2022, Ferdy Sambo dan empat tersangka lain dihadirkan dalam rekonstruksi kasus terbunuhnya Joshua di dua lokasi.
    Rekonstruksi berlangsung di tempat  kejadian perkara (TKP) rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling III dan lokasi penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan verifikasi fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video dan narasi “Se Indonesia Di Bohongi, Sambo Ditahan di Hotel Bintang Lima Bukan di Bareskrim” adalah Belum Ada Bukti.
    Video yang disebarkan tersebut tidak berisi bukti-bukti tentang keberadaan Ferdy Sambo di sebuah hotel. Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Agustus 2022, ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10284) [SALAH] Peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 05/09/2022

    Berita

    “Orang ga divaksin dilarang mengakses tempat umum, artinya angka covid yang katanya menanjak saat ini sudah pasti disebarkan oleh orang2 yang sudah divaksin”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun twitter dengan akun @SorayaJouska membuat cuitan tentang Covid-19 yang menanjak disebarkan oleh orang-orang yang sudah divaksin. Cuitan tersebut diposting pada 23 Juli 2022.

    Mengutip sindonews.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 , Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, yakni BA4 dan BA5. Menurutnya, Sub varian baru yang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara pada umumnya bergejala ringan, kebutuhan perawatan di RS jauh lebih rendah dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya.

    Dilansir dari merdeka.com, Kepala Subbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas Covid-19 Alexander K Ginting juga menyebut kenaikan kasus Covid-19 saat ini dipicu perubahan varian virus yang dibarengi pelonggaran kepatuhan pada protokol kesehatan. Selain itu, Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur RSPI Sulianti Saroso menyebut penyebab utama kenaikan kasus adalah kemunculan varian baru Covid-19 yang menjadi bagian dari dinamika pandemi.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim kenaikan kasus Covid-19 disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, yakni BA4 dan BA5.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10285) [SALAH] Ritual Iluminati Janin Bayi Aborsi untuk Kandungan Vaksin

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 05/09/2022

    Berita

    “Knp ada janin bayi aborsi di dlm kandungan vaksin? Pasti ada yg bertanya-tanya. Itu ada hubungannya dgn ritual illuminati. Sebelum barang haram dan berbahaya itu di edarkan, mereka sdh meritualkannya lebih dulu.

    Mau percaya silahkan ga juga its ok😂”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah klaim mengenai hubungan ritual iluminati dengan janin bayi aborsi yang ada dalam kandungan vaksin disebarkan melalui akun @YogaswaraWahyu pada 23 Juli 2022. Cuitan tersebut sudah disukai 118, dan 34 kali diposting ulang.

    Mengutip dari CNNIndonesia.com Melansir History of Vaccines, sel janin mulai digunakan untuk membuat vaksin sejak tahun 1960-an. Kala itu, ilmuwan mengumpulkan sel janin dari para wanita yang hendak menggugurkan kandungannya akibat wabah rubella. Penggunaan sel janin untuk mengembangkan vaksin masih digunakan untuk membuat beberapa vaksin lain seperti MMR (campak, gondok, dan rubella), hepatitis A, Varicella, zoster, oral Adenovirus Tipe 4 dan Tipe 7, dan rabies.

    Menurut Dr. James Lawler, seorang ahli penyakit menular di Nebraska Medicine sel janin ini juga digunakan oleh Pfizer / BioNTech dan Moderna. Sel ini diambil dari jaringan janin untuk menguji vaksin mereka. Sementara Johnson & Johnson menggunakan sel janin untuk pengembangan, konfirmasi dan produksi.

    Pfizer menggunakan garis sel janin untuk menguji kemanjuran vaksin. Garis sel adalah salinan sel yang dikloning dari sumber yang sama yang telah diadaptasi untuk tumbuh terus menerus di laboratorium. Garis sel merupakan kunci penelitian medis. Garis sel turunan janin manusia tidak digunakan untuk memproduksi vaksin penelitian Pfizer yang diduga mengandung sel janin. Mereka menggunakan komponen sintetik dan diproduksi secara enzimatik.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim mengenai hubungan ritual iluminati dengan kandungan sel janin dalam vaksin adalah salah dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Salah, menurut Badan Kesehatan AS, vaksin yang dikembangkan menggunakan sel manusia diambil dari sel janin yang legal. Sel asli diperoleh lebih dari 50 tahun yang lalu dan telah dipertahankan di bawah pedoman federal yang ketat oleh American Type Culture Collection. Garis sel yang digunakan sekarang lebih dari tiga generasi dihilangkan dari asalnya, dan belum menggunakan jaringan baru untuk memproduksi vaksin.

    Rujukan