“BREAKING NEWS PC PUTUSKAN GANTUNG DIRI HARGA DIRI HANCUR AKHIRNYA PC NEKAT LAKUKAN INI…VIRAL
‼️
TAK KUAT IMAN PUTRI CANDRAWATI PUTUSKAN BUNUH DIRI…”
(GFD-2022-10294) [SALAH] Tak Kuat Iman Putri Candrawati Putuskan Bunuh Diri
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 12/09/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebuah kanal youtube bernama LENSA NUSANTARA mengunggah sebuah video berjudul “VIRAL
‼️
TAK KUAT IMAN PUTRI CANDRAWATI PUTUSKAN BUNUH DIRI…”. Dalam thumbnail video tersebut terdapat foto Putri dan seutas tali untuk bunuh diri di dalam sebuah ruangan interogasi.
Berdasarkan penelusuran, Narasi yang ada pada judul maupun thumbnail video tersebut adalah palsu. Dalam video berdurasi 11 menit tersebut, tidak terdapat informasi yang menyebutkan bahwa istri mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo itu tewas bunuh diri dengan cara gantung diri.
Pencarian di Google tidak menemukan adanya informasi kredibel tentang Putri Candrawati yang tewas bunuh diri. Kemudian terkait gambar dari thumbnail tersebut adalah saat Putri menghadiri rekonstruksi pembunuhan Brigradir J yang berlangsung di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Selain itu, terdapat juga narasi yang menyebutkan bahwa Putri berulang kali mengungkapkan kepada Komnas Perempuan bahwa dirinya lebih baik mati usai dilecehkan. Namun hingga saat ini, tidak ada pemberitaan dari media manapun yang memberitakan bahwa Putri sudah melakukan bunuh diri.
‼️
TAK KUAT IMAN PUTRI CANDRAWATI PUTUSKAN BUNUH DIRI…”. Dalam thumbnail video tersebut terdapat foto Putri dan seutas tali untuk bunuh diri di dalam sebuah ruangan interogasi.
Berdasarkan penelusuran, Narasi yang ada pada judul maupun thumbnail video tersebut adalah palsu. Dalam video berdurasi 11 menit tersebut, tidak terdapat informasi yang menyebutkan bahwa istri mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo itu tewas bunuh diri dengan cara gantung diri.
Pencarian di Google tidak menemukan adanya informasi kredibel tentang Putri Candrawati yang tewas bunuh diri. Kemudian terkait gambar dari thumbnail tersebut adalah saat Putri menghadiri rekonstruksi pembunuhan Brigradir J yang berlangsung di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Selain itu, terdapat juga narasi yang menyebutkan bahwa Putri berulang kali mengungkapkan kepada Komnas Perempuan bahwa dirinya lebih baik mati usai dilecehkan. Namun hingga saat ini, tidak ada pemberitaan dari media manapun yang memberitakan bahwa Putri sudah melakukan bunuh diri.
Kesimpulan
Informasi menyesatkan. Dalam isi keseluruhan video di Youtube tersebut tidak ditemukan adanya informasi bahwa Putri Candrawati tewas bunuh diri. Dalam video tersebut lebih banyak menjelaskan beberapa reka adegan pada saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Rujukan
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/09/07/142428982/hoaks-putri-candrawathi-bunuh-diri-di-rumahnya?page=all
- https://banggai.pikiran-rakyat.com/net/pr-1995465728/hoax-putri-candrawathi-bunuh-diri?page=2
- https://www.detik.com/sulsel/hukum-dan-kriminal/d-6267943/putri-candrawathi-ngaku-ke-komnas-perempuan-lebih-baik-mati-usai-dilecehkan
(GFD-2022-10292) [SALAH] “Protes di Indonesia melonjaknya biaya energi”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 11/09/2022
Berita
“Protes di Indonesia terus menggelora. Publik marah dengan melonjaknya biaya energi. Lihatlah adegan itu: ”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang direkam pada bulan lalu (Agustus), terkait protes Omnibus Law (UU Cipta Kerja) dengan informasi kontekstual palsu, yang menyebabkan kesimpulan SALAH. Video dengan konteks yang benar, direkam pada bulan lalu (Agustus)
Kesimpulan
TIDAK terkait dengan kenaikan harga BBM baru-baru ini (bulan ini, September). FAKTA: video yang dibagikan itu direkam bulan lalu (Agustus), terkait protes Omnibus Law (UU Cipta Kerja).
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] Halaman Facebook “DPP FSP LEM SPSI”,
- https://bit.ly/3L2RfkJ /
- https://bit.ly/3L2aR8X (arsip cadangan). [3] google.com,
- https://bit.ly/3Brwb4f /
- https://bit.ly/3QtN5U7 (arsip cadangan).
(GFD-2022-10522) Keliru, Massa Demo Tolak Kenaikan BBM Membakar SPBU di Tuban
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/09/2022
Berita
Sebuah akun Facebook membagikan kolase video yang memperlihatkan massa demo tolak kenaikan BBM dan kepulan asap dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Video lainnya berisi gabungan video aksi unjuk rasa.
Video tersebut diberi judul ‘Kesabaran Rakyat Sudah Habis !!! SPBU Di Tuban Dibakar Massa’. Sejak diunggah pada Senin, 5 September 2022, video ini sudah ditanggapi 20 ribu netizen, 7 ribuan komentar dan 425 ribu kali tayang.
Tangkapan layar cuplikan video yang beredar di Facebook soal kebakaran sebuah SPBU di Tuban akibat kemarahan massa atas kenaikan harga BBM, 1 September 2022
Video itu beredar di tengah penolakan kenaikan harga BBM di sejumlah daerah. Namun, benarkah SPBU di Tuban dibakar oleh para demonstran?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, kepulan asap yang terlihat dari sebuah SPBU bukan lantaran dibakar oleh massa yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Kepulan asap itu disebabkan terbakarnya mobil pick-up di SPBU Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Tuban.
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi setiap potongan video menjadi gambar. Setelah itu, Tempo menelusuri gambar dengan reverse image tool milik Google dan Yandex.
Video yang memperlihatkan kepulan asap di SPBU tersebut sebelumnya ditayangkan di akun YouTube Harian Surya. Media ini menjelaskan, mobil pick up tersebut terbakar saat mengisi bahan bakar pada 3 September 2022. Namun karena tangkinya bocor, kemudian menimbulkan kebakaran kecil.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Tuban, Sutaji, menyebut kebakaran ini hanya kebakaran kecil. Tak lama kemudian, api bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) oleh petugas SPBU setempat.
Sedangkan kolase video berikutnya yang memperlihatkan aksi unjuk rasa, merupakan demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dan menuntut pemilu bersih. Unjuk rasa itu terjadi pada 21 April 2022 dan 1 September 2022.
Video 1
Potongan video 1
Potongan video menit ke-1:52 memperlihatkan massa aksi sedang mengendarai sepeda motor dengan membawa spanduk pada Kamis, 1 September 2022. Video unjuk rasa ini terjadi di berbagai daerah, seperti di Makasar dan Surabaya. Di di akun YouTube CNN Indonesia video ini diberi judul Demo Menolak Kenaikan Harga BBM.
Video 2
Potongan video 2
Pada menit ke-3:30, terlihat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal. Video ini sebelumnya diunggah di YouTube Kompas.com yang diberi judul 11 Tuntutan Buruh pada Aksi May Day 14 Mei dan ditayangkan pada 21 April 2022.
Ketua Umum Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, di Jakarta aksi akan dilakukan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di daerah, para buruh juga melakukan aksi di Kantor KPUD Provinsi. Said Iqbal bilang, aksi buruh tersebut akan mengusung tuntutan pemilu jujur adil, tolak politik uang, dan pemilu harus diselenggarakan 14 Februari 2024.
"Dari KPU, aksi akan dilanjutkan di Bundaran Hotel Indonesia dengan menyuarakan tuntutan tolak Omnibus Law, turunkan harga kebutuhan bahan pokok, dan copot Menteri Perdagangan yang telah kalah dengan mafia minyak goreng," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022 dilansir dari Kompas.com.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi “Kesabaran rakyat sudah habis !!! SPBU di Tuban dibakar massa”, adalah keliru.
Obyek yang terbakar di SPBU Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Tuban itu adalah sebuah mobil pick-up. Saat melakukan pengisian bahan bakar, tangkinya bocor sehingga terjadi kebakaran. Namun tidak ada massa penolak harga BBM yang membakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar di Tuban.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=502229495014113
- https://www.youtube.com/shorts/VFvDW9ykyW4
- https://www.youtube.com/watch?v=mD1eHAFXVyk
- https://www.youtube.com/watch?v=muDDNf7FJKQ
- https://money.kompas.com/read/2022/04/20/211635326/buruh-bakal-gelar-aksi-may-day-pada-14-mei-ini-daftar-tuntutannya?page=all#page2
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10523) Sebagian Benar, Narasi Bocah Jepang Berdiri Menunggu Giliran Kremasi Adiknya
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/09/2022
Berita
Beredar unggahan foto di Facebook yang menampakkan seorang bocah laki-laki membawa bocah lain di punggungnya dengan narasi bocah Jepang di masa Perang Dunia II (1945) tengah berdiri menunggu giliran kremasi adiknya yang sudah meninggal.
Sang fotografer mengatakan, bocah itu menggigit bibirnya begitu keras agar tidak menangis sehingga darah menetes dari sudut mulutnya.
Tangkapan layar foto yang beredar di Facebook
Saat itulah penjaga meminta: "Berikan padaku beban yang kamu bawa di punggungmu." Bocah itu menjawab: "Dia tidak berat, dia saudaraku".
Foto tersebut diunggah 15 Agustus 2022 dan sudah sudah mendapat 7,8 ribu komentar dan sudah 61 ribu kali dibagikan. Bahkan sampai hari ini, di Jepang foto itu digunakan untuk melambangkan The Power of Love.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim foto tersebut, Tim Cek Fata Tempo menggunakan bantuan Google Lens dan Google Translate. Tempo menemukan sebuah berita yang menyertakan foto tersebut dengan judul Speaks more than a thousand words' Pope Instructs Distribution di laman situs Sankei.com pada 25 November 2019.
Foto itu memuat keterangan: Boy Standing at the Crematory" distributed by Pope Francis to emphasize the importance of peace (provided by the Vatican, jointly).
Dalam artikel tersebut dijelaskan, Paus Fransiskus (82 tahun) mengunjungi taman hiposenter di Nagasaki pada 24 September 2019. Selama kunjungan, foto "Boy Standing at the Grill" menarik perhatiannya. Paus Fransiskus meminta agar foto itu dicetak pada kartu dan dibagikan kepada dunia dengan kata-kata "Apa yang telah dibawa oleh perang."
Gambar itu diketahui diambil di Nagasaki pada 1945 setelah bom atom dijatuhkan. Tetapi masih banyak misteri, seperti siapa anak itu dan di mana gambar itu diambil. Foto itu menunjukkan seorang anak laki-laki bertelanjang kaki, menggendong seorang anak yang sudah meninggal di punggungnya. Ia menunggu giliran untuk proses kremasi dengan mulut tertutup rapat.
Foto itu diambil oleh mendiang Joe O'Donnell yang merupakan pensiunan fotografer militer AS. Setelah kembali ke Jepang, Tuan O'Donnell mengunjungi Jepang beberapa kali untuk mencari anak itu, tetapi tidak pernah ditemukan.
Pada pertengahan Oktober, seorang dokter di kota yang terlibat dalam mendukung para penyintas bom atom berusia 63 tahun bernama Takaya Honda. Ia sedang mencari lokasi syuting di bekas lokasi rumah sakit isolasi di Yagami, Kota Nagasaki. Di sana, disebutkan adanya penemuan sebuah krematorium.
O'Donnell memberikan kesaksian tentang adanya lubang dangkal di dekat tepi sungai dan informasi dari buku-buku yang memverifikasi foto-foto itu digunakan untuk menyelidiki. Tetapi sayangnya, tidak ada identifikasi yang dibuat.
Sumber: Asahi.com
Antonio Garcia, seorang imam Yesuit berusia 90 tahun dari Nagasaki, berkorespondensi dengan Paus selama bertahun-tahun. Ia melampirkan foto anak laki-laki yang kebetulan dia lihat beberapa tahun lalu tersebut, tanpa ada alasan yang jelas.
Namun pada akhir tahun 2017, Paus menginstruksikan pejabat gereja untuk membagikan kartu yang dicetak dengan fotonya. "Foto-foto seperti ini berbicara lebih dari seribu kata. Jadi saya ingin membagikannya," kata Paus.
Informasi senada juga terdapat pada laman Asahi.com yang berjudul ‘Who are you standing at the crematory? A piece that moved the Pope’. Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan bahwa anak-laki-laki tersebut berusia sekitar 10 tahun. Namun tidak diketahui siapa namanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa seorang bocah Jepang berdiri menunggu giliran kremasi adiknya sebagian benar.
Foto itu diambil oleh mendiang Joe O'Donnell yang merupakan pensiunan fotografer militer AS. Tidak ada penjelasan apakah benar fotografer tersebut mengatakan bahwa bocah itu menggigit bibirnya begitu keras agar tidak menangis sehingga darah menetes dari sudut mulutnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=463952532411553&set=a.346117820861692&type=3&__xts__[0]=68.ARA_fHenqqtb-5D7-uGbp6ef0tETX6JCyW7Msa0MyyREGjTddWW23ii6tIGzYrN-9FlWPbIT2PfGcLx7FxI4t-5JuXMydrCw-eyTOZvwC3-Mgfdt3FMRWyQQFDAgZnCOL_ySxtnLGbXj2NsYO1UgqmwP0rYSPBDGj-DcbmFxnUl77MWfp--Wg466QJJQnyM839Q51Q6wks6U54OUL25I78FujND3KnOIzWoZGiQs0xFbuQplqhCxZBWnr0Voh_F-FQugeK6IwEJLCykphc6ZOCyDIhy7eQAM
- https://www.sankei.com/article/20191125-USH267UF2FLTJP3Y7DON4PZEFM/photo/KS5UTSOJHJIPPKZOZVE6PKTGD4/
- https://www.asahi.com/articles/ASMCP5W6YMCPTIPE022.html
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 6065/8119





