Beredar sebuah postingan Arief’s Dsajah di Facebook dengan narasi:
“*POMBENSIN TUBAN DIBAKAR MASSA BEGITU HARGA BBM NAIK TGL 03-09-2022.* *INI BARU .. & WAJIB DI IKUTI OLEH SELURUH RAKYAT INDONESIA*”
(GFD-2022-10286) [SALAH] “POMBENSIN TUBAN DIBAKAR MASSA BEGITU HARGA BBM NAIK TGL 03-09-2022”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 05/09/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan kebakaran di sebuah SPBU yang diklaim sebagai pom bensin di Tuban yang dibakar massa begitu harga BBM naik merupakan klaim yang salah.
Faktanya, bukan karena dibakar. Kebakaran di SPBU tersebut diduga karena bocornya tangki mobil pikap yang sedang mengantre di SPBU Singgahan, Kabupaten Tuban, Sabtu (3/9/2022).
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan, kendaraan pikap itu terbakar sekitar pukul 14.00 WIB.
“Saat mengisi BBM di SPBU, pikap tersebut tangkinya bocor sedikit sehingga terjadi kebakaran kecil,” kata Sutaji saat dikonfirmasi.
Mengetahui muncul api dari kendaraan pikap tersebut, petugas SPBU langsung mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ada di SPBU untuk memadamkan api.
“Api bisa dipadamkan dengan menggunakan APAR oleh petugas SPBU,” pungkas Sutaji.
Faktanya, bukan karena dibakar. Kebakaran di SPBU tersebut diduga karena bocornya tangki mobil pikap yang sedang mengantre di SPBU Singgahan, Kabupaten Tuban, Sabtu (3/9/2022).
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan, kendaraan pikap itu terbakar sekitar pukul 14.00 WIB.
“Saat mengisi BBM di SPBU, pikap tersebut tangkinya bocor sedikit sehingga terjadi kebakaran kecil,” kata Sutaji saat dikonfirmasi.
Mengetahui muncul api dari kendaraan pikap tersebut, petugas SPBU langsung mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ada di SPBU untuk memadamkan api.
“Api bisa dipadamkan dengan menggunakan APAR oleh petugas SPBU,” pungkas Sutaji.
Kesimpulan
BUKAN DIBAKAR. Kebakaran di SPBU tersebut diduga karena bocornya tangki mobil pikap yang sedang mengantre di SPBU Singgahan, Kabupaten Tuban, Sabtu (3/9/2022).
Rujukan
(GFD-2022-10287) [SALAH] AIDS jenis baru yang merupakan hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet atau Monkeypox
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 05/09/2022
Berita
“Monkey Pox yang mereka pilih jadi the Next PANDEMIC.
Adonan COVID + Vaksin + Monkey Pox akan menghasilkan
Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang menjadi Masalah Kesehatan luas di 2023.
AIDS jenis ini bahkan lebih cepat membunuh dibandingkan AIDS karena HIV.”
Hoax tentang cacar monyet
Cek Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Cek Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Adonan COVID + Vaksin + Monkey Pox akan menghasilkan
Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang menjadi Masalah Kesehatan luas di 2023.
AIDS jenis ini bahkan lebih cepat membunuh dibandingkan AIDS karena HIV.”
Hoax tentang cacar monyet
Cek Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Cek Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Hoax tentang cacar monyet ke asia menggunakan burung
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah informasi berasal dari cuitan akun @doktertifa yang mengklaim bahwa perpaduan Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet atau Monkeypox menghasilkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) jenis baru. Cuitan yang diposting pada 24 Juli 2022 tersebut ramai, hingga disukai oleh 830 orang, dan disebarkan kembali lebih dari 300 orang.
Dilansir dari grid.id sehari sebelum cuitan Dokter Tifa, tepatnya pada hari Sabtu (23/07/2022), WHO baru saja menyatakan bahwa wabah Cacar Monyet atau Monkeypox telah memasuki kategori darurat kesehatan global. Kemudian terkait AIDS baru akibat percampuran Covid-19, vaksin dan Cacar Monyet atau Monkeypox, berdasarkan pernyataan dari Stephen Gluckman MD, Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine menyebutkan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi dari vaksin Covid-19. Sedangkan sejauh ini AIDS hanya disebabkan dari HIV serta, Cacar Monyet atau Monkeypox adalah dari sebaran virus yang ada pada hewan sejak lama.
Dapat dikatakan untuk adonan AIDS jenis baru yang merupakan hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet atau Monkeypox akan terjadi seperti yang disebutkan oleh Dokter Tifa, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Kompas.com pada 19 Februari 2022 menelusuri narasi serupa hingga disimpulkan, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi terkait dengan vaksin Covid-19. Menurut epidemiolog Indonesia untuk Griffith University Australia, Dicky Budiman. AIDS merupakan kondisi penyakit kronis yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sedangkan Cacar monyet atau Monkeypox terjadi karena infeksi virus melalui transmisi atau kontak erat, bukan karena suntikan vaksin.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim AIDS jenis baru adalah hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin dan Cacar Monyet atau Monkeypox adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Dilansir dari grid.id sehari sebelum cuitan Dokter Tifa, tepatnya pada hari Sabtu (23/07/2022), WHO baru saja menyatakan bahwa wabah Cacar Monyet atau Monkeypox telah memasuki kategori darurat kesehatan global. Kemudian terkait AIDS baru akibat percampuran Covid-19, vaksin dan Cacar Monyet atau Monkeypox, berdasarkan pernyataan dari Stephen Gluckman MD, Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine menyebutkan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi dari vaksin Covid-19. Sedangkan sejauh ini AIDS hanya disebabkan dari HIV serta, Cacar Monyet atau Monkeypox adalah dari sebaran virus yang ada pada hewan sejak lama.
Dapat dikatakan untuk adonan AIDS jenis baru yang merupakan hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin, dan Cacar Monyet atau Monkeypox akan terjadi seperti yang disebutkan oleh Dokter Tifa, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Kompas.com pada 19 Februari 2022 menelusuri narasi serupa hingga disimpulkan, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi terkait dengan vaksin Covid-19. Menurut epidemiolog Indonesia untuk Griffith University Australia, Dicky Budiman. AIDS merupakan kondisi penyakit kronis yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sedangkan Cacar monyet atau Monkeypox terjadi karena infeksi virus melalui transmisi atau kontak erat, bukan karena suntikan vaksin.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim AIDS jenis baru adalah hasil dari pencampuran Covid-19, vaksin dan Cacar Monyet atau Monkeypox adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)
Berdasarkan pernyataan dari Stephen Gluckman MD, Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine menyebutkan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi dari vaksin Covid-19. Sejauh ini AIDS hanya disebabkan dari HIV. Sedangkan Cacar Monyet atau Monkeypox adalah dari sebaran virus yang ada pada hewan sejak lama.
Berdasarkan pernyataan dari Stephen Gluckman MD, Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine menyebutkan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi dari vaksin Covid-19. Sejauh ini AIDS hanya disebabkan dari HIV. Sedangkan Cacar Monyet atau Monkeypox adalah dari sebaran virus yang ada pada hewan sejak lama.
Rujukan
(GFD-2022-10281) [SALAH] “Ma’ruf amin: kas negara menipis Ma’ruf Amin minta rakyat sisihkan harta bantu pemerintah”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 04/09/2022
Berita
“11 Triliun kemana?” (di cuitan).
“Ma’ruf amin: kas negara menipis Ma’ruf Amin minta rakyat sisihkan harta bantu pemerintah” (di tangkapan layar hasil suntingan).
“Ma’ruf amin: kas negara menipis Ma’ruf Amin minta rakyat sisihkan harta bantu pemerintah” (di tangkapan layar hasil suntingan).
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan foto artikel situs Liputan6.com hasil SUNTINGAN yang menyebabkan kesimpulan SALAH. Judul artikel asli situs Liputan6.com, “Ma’ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren”
Kesimpulan
Tangkapan layar hasil SUNTINGAN. FAKTANYA, judul artikel ASLI dari situs Liputan6.com yang dicatut adalah “Ma’ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren”.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] Liputan6.com: “Ma’ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren”,
- https://bit.ly/3cI0bj5 /
- https://archive.ph/wcPvc (arsip cadangan). [3] Google: “Ma’ruf Amin Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren”,
- https://bit.ly/3ALGrmn /
- https://archive.ph/X3gDR (arsip cadangan).
(GFD-2022-10282) [SALAH] “Baim Wong memberikan uang tunai dan handphone untuk 342 orang pertama melalui akun facebook Boss Qlu”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 04/09/2022
Berita
Sebuah akun Facebook bernama “Bos Qlu” melakukan live dengan konten kegiatan bagi-bagi hadiah oleh artis Baim Wong dengan narasi sebagai berikut:
“S͟a͟y͟a͟ ͟a͟k͟a͟n͟ ͟m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ ͟u͟a͟n͟g͟ ͟t͟u͟n͟a͟i͟ ͟R͟p͟ ͟ ͟5.͟0͟0͟0͟.͟0͟0͟0͟ ͟dan Handphone u͟n͟t͟u͟k͟ ͟342 ͟o͟r͟a͟n͟g͟ ͟p͟e͟r͟t͟a͟m͟a͟ ͟y͟a͟n͟g͟ ͟b͟e͟n͟a͟r͟-͟b͟e͟n͟a͟r͟ ͟m͟e͟n͟e͟b͟a͟k͟ ͟a͟n͟g͟k͟a͟ ͟d͟i͟ ͟g͟a͟m͟b͟a͟r͟,”
“S͟a͟y͟a͟ ͟a͟k͟a͟n͟ ͟m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ ͟u͟a͟n͟g͟ ͟t͟u͟n͟a͟i͟ ͟R͟p͟ ͟ ͟5.͟0͟0͟0͟.͟0͟0͟0͟ ͟dan Handphone u͟n͟t͟u͟k͟ ͟342 ͟o͟r͟a͟n͟g͟ ͟p͟e͟r͟t͟a͟m͟a͟ ͟y͟a͟n͟g͟ ͟b͟e͟n͟a͟r͟-͟b͟e͟n͟a͟r͟ ͟m͟e͟n͟e͟b͟a͟k͟ ͟a͟n͟g͟k͟a͟ ͟d͟i͟ ͟g͟a͟m͟b͟a͟r͟,”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook “Bos Qlu” yang membagikan uang tunai dan handphone dengan menggunakan video milik artis Baim Wong merupakan konten yang menyesatkan.
Faktanya, kegiatan bagi-bagi hadiah oleh Baim Wong hanya akan dilakukan melalui Youtube dan Instagram live serta Facebook gaming resmi milik Baim dan Paula untuk menghindari penipuan.
Berdasarkan hasil penelusuran, konten seperti ini pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] Baim Wong Adakan Giveaway Di Grup Facebook” yang terbit di turnbackhoax.id pada 24 Oktober 2020.
Dilansir dari artikel ini, Paula, istri dari Baim Wong melakukan klarifikasi dalam video yang diunggah pada 19 Juli 2020 di kanal Youtube Baby Kiano Tiger Wong.
“Giveaway kita itu selalu ada jamnya. Jadi kalau giveaway Baim Paula itu hanya hanya ada di YouTube dan Instagram, itu pun live. Kita live karena menghindari settingan, penipuan. Kalau pun ada di Facebook, itu giveaway di Facebook gaming. Selain itu, kita tidak pernah mengadakan giveaway,” kata Paula dalam video tersebut.
Faktanya, kegiatan bagi-bagi hadiah oleh Baim Wong hanya akan dilakukan melalui Youtube dan Instagram live serta Facebook gaming resmi milik Baim dan Paula untuk menghindari penipuan.
Berdasarkan hasil penelusuran, konten seperti ini pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] Baim Wong Adakan Giveaway Di Grup Facebook” yang terbit di turnbackhoax.id pada 24 Oktober 2020.
Dilansir dari artikel ini, Paula, istri dari Baim Wong melakukan klarifikasi dalam video yang diunggah pada 19 Juli 2020 di kanal Youtube Baby Kiano Tiger Wong.
“Giveaway kita itu selalu ada jamnya. Jadi kalau giveaway Baim Paula itu hanya hanya ada di YouTube dan Instagram, itu pun live. Kita live karena menghindari settingan, penipuan. Kalau pun ada di Facebook, itu giveaway di Facebook gaming. Selain itu, kita tidak pernah mengadakan giveaway,” kata Paula dalam video tersebut.
Kesimpulan
Kegiatan bagi-bagi hadiah oleh Baim Wong hanya akan dilakukan melalui Youtube dan Instagram live serta Facebook gaming resmi milik Baim dan Paula untuk menghindari penipuan.
Rujukan
Halaman: 6068/8118



