• (GFD-2022-10301) [SALAH] KPK Segel Rumah Milik Prabowo Subianto

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan video oleh akun YouTube “Agenda Politik” pada 10 September 2022. Postingan video tersebut memperlihatkan proses penyegelan rumah milik Prabowo Subianto yang dilakukan oleh KPK.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada penyitaan rumah yang dilakukan oleh KPK kepada Prabowo Subianto. Cuplikan serupa yang terdapat pada menit ke 1.30 ketika tim KPK menandai rumah disita terlihat sama dengan video yang diunggah oleh akun YouTube KOMPASTV pada duraso 0.40.

    Pada video yang diunggah oleh akun YouTube KOMPASTV tersebut merupakan proses penyitaan yang dilakukan tim KPK pada kasus yang menyeret nama Andreau, staf khusus Edhy Prabowo, pada bulan Maret 2021.

    Dilansir dari Kompas.com, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyitaan tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Penyidik KPK melakukan penyitaan satu unit rumah yang diduga milik tersangka AMP yang terletak di Perumahan Pasadena Blok A No. 16 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,” kata Ali dikutip dari Antara, Jumat (12/3/2021).

    Dengan demikian, berita yang menyebutkan rumah milik Prabowo Subianto disita oleh KPK adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Penyitaan rumah yang dilakukan KPK bukan milik Prabowo Subianto, melainkan stafsus Edhy Prabowo, Andreau.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10302) [SALAH] Ditetapkan Jadi Tersangka, Prabowo Subianto Minta Maaf Kepada Jokowi

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan video oleh akun YouTube “Agenda Politik” pada 9 September 2022. Postingan video tersebut menyebutkan Prabowo Subianto meminta maaf kepada Jokowi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan kasus yang menyeret nama Prabowo Subianto, melainkan Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Dilansir dari detik.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur. Edhy Prabowo pun menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Menhan yang juga Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

    “Pertama saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah menghianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal,” kata Edhy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020) dini hari.

    Dengan demikian, berita yang menyebutkan Prabowo Subianto meminta maaf kepada Jokowi adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasi periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Permintaan maaf tersebut bukan dilakukan oleh Prabowo Subianto, melainkan Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10303) [SALAH] Video “Ferdy Sambo hanya bisa pasrah, puluhan tengkoraknya disita Polri”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Akun Facebook News Kolam (fb.com/Newskolam) pada 12 September 2022 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan gambar Ferdy Sambo dan tengkorak-tengkorak dengan narasi sebagai berikut:

    “Ferdy Sambo H4nya Bisa P4sr4h, Puluhan T3ngk¤rΔknya Disit4 Polri!!!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video yang memperlihatkan gambar Ferdy Sambo dan tengkorak-tengkorak dengan klaim bahwa itu adalah tengkorak-tengkorak yang disita Polri berkaitan dengan kasus Ferdy Sambo merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, gambar tengkorak-tengkorak tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus Ferdy Sambo. Gambar tengkorak -tengkorak yang ada di video itu adalah gambar tengkorak di Gua Mekongga di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

    Gambar tengkorak tersebut dimuat di artikel berjudul “Gua Tengkorak Kuburan Kedua Bangsawan Mekongga” yang terbit di situs Kompas.com pada 27 Mei 2013. Dilansir dari artikel ini, tim peneliti yang terdiri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin Makassar terus mengembangkan penelitian terhadap keberadaan ribuan tengkorak manusia di Gua Mekongga di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

    Asmunandar, arkeolog asal Universitas Negeri Makassar, menyatakan, tengkorak-tengkorak yang ada di dalam gua tersebut adalah saudagar/bangsawan atau kalangan orang berada dari suku Mekongga pada abad ke-14 silam, atau bisa juga keturunan dari para bangsawan tersebut. Asumsi ini bisa dikaitkan dengan temuan soronga (peti mati) dan benda-benda mewah pada zaman tersebut.

    Kesimpulan

    Tidak ada kaitannya dengan kasus Ferdy Sambo. Gambar tengkorak -tengkorak yang ada di video itu adalah gambar tengkorak di Gua Mekongga di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10304) [SALAH] Video “Atas Permintaan Kapolri Akhirnya Ferdian Gantikan Uya Kuya Giliran Ferdy Sambo Dihipnotis”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Akun Facebook Galeri Boss (fb.com/Galeri-Boss-108573518256841) pada 11 September 2022 mengunggah sebuah video yang menampilkan gambar seseorang dengan wajah Ferdy Sambo sedang memegang pundak Ferdian, seorang hypnotherapist dengan narasi sebagai berikut:

    “Atas Permintaan Kapolri Akhirnya Ferdian Gantikan Uya Kuya Giliran Ferdy Sambo Dihipnotis”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang menampilkan gambar seseorang dengan wajah Ferdy Sambo sedang memegang pundak Ferdian, seorang hypnotherapist yang diklaim bahwa Kapolri meminta Ferdian menggantikan Uya Kuya untuk menghipnotis Ferdy Sambo merupakan konten yang dimanipulasi.

    Faktanya, selain memuat gambar editan, video ini juga memuat informasi palsu terkait klaim Kapolri meminta Ferdian menghipnotis Ferdy Sambo.

    Gambar tersebut disunting dengan mengganti wajah Bripka Ambarita yang saat itu berfoto bersama Ferdian. Foto yang asli diunggah oleh Ferdian di akun Instagramnya pada 9 Februari 2020.

    Selain itu, klaim bahwa Kapolri meminta Ferdian menggantikan Uya Kuya untuk menghipnotis Ferdy Sambo juga merupakan klaim yang salah, karena permintaan agar Uya Kuya menghipnotis Ferdy Sambo datang dari mantan Kabareskrim, Komjen (Purn) Ito Sumardi Djunisanyoto yang meminta Kapolri agar para tersangka pembunuh Brigadir j di hipnoterapi oleh Uya Kuya.

    Kesimpulan

    Selain memuat gambar editan, video ini juga memuat informasi palsu terkait klaim Kapolri meminta Ferdian menghipnotis Ferdy Sambo.

    Rujukan