(GFD-2022-10532) Keliru, Kolase Video Penampakan Makhluk Misterius yang Tertangkap Kamera
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/09/2022
Berita
Kolase video yang masing-masing memperlihatkan penampakan makhluk misterius, beredar di media sosial. Kolase video tersebut dibagikan dengan klaim penampakan mahluk aneh yang tertangkap kamera.
Di Facebook, kolase video itu dibagikan oleh akun ini pada 6 September 2022.
Hingga artikel ini dimuat, kolase video tersebut telah mendapat 525 komentar.
Tangkapan layar kolase video berisi penampakan makhluk asing beredar di Facebook
Apa benar ini video penampakan mahluk misterius yang tertangkap kamera?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi video-video di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, video-video di atas bukanlah makhluk misterius yang tertangkap kamera, melainkan hasil suntingan.
Video-video tersebut pernah diunggah ke TikTok oleh akun myuz_gaza1 yakni:
Video Pertama
Potongan video 1
Video yang memperlihatkan makhluk misterius raksasa yang muncul dari dalam laut pernah diunggah ke Instagram oleh akun borisao_blois pada 29 Juni 2022. Pada keterangan profil, borisao_blois mencantumkan keterangan sebagai animator 3D.
“Beberapa lusin drone bawah air, tim helikopter udara, banyak kamera, dan hidrofon; semuanya siap untuk mengabadikan momen tersebut. Pertempuran yang dicurigai akan segera dimulai dan seluruh dunia menyaksikan. The Bloop akhirnya berhadapan langsung dengan El Gran Majá dan suasana tegang mengguncang setiap tubuh, mengguncang setiap nafas,” tulis akun borisao_blois pada keterangan videonya.
Video tersebut kemudian mengalami penambahan visual setelah diunggah ke TikTok oleh akun myuz gaza 1.
Video ini juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Borisao Blois pada 1 Juli 2022 dengan judul, “ The Bloop vs El Gran Majá - El Día del Encuentro.”
Video Kedua
Potongan video 2
Video kedua yang memperlihatkan makhluk misterius bersayap yang muncul dari balik awan identik dengan video-video yang pernah diunggah ke Instagram oleh akun jessencarlos yakni video 1 dan video 2.
Carlos merupakan seniman asal Joao Pessoa, Brazil, yang telah menggeluti dunia seni grafis dan 3D selama sepuluh tahun terakhir.
Video Ketiga
Potongan video 3
Video ketiga ini memperlihatkan makhluk misterius yang bermain-main dibalik awan. Video penampakan makhluk asing ini diunggah dalam beberapa versi oleh akun TikTok myuz_gaza1 di sini dan ini.
Video Keempat
Potongan video 4
Formasi awan yang menyerupai wajah seseorang yang diklaim sebagai Yesus Kristus pada video ini identik dengan gambar yang pernah diunggah ke situs flikr.com pada 14 Maret 2009. Pada gambar ini tertera watermark dengan tulisan: Worth1000.com.
Worth1000.com sendiri merujuk pada situs designcrowd.com yang menggelar kontes iklan bertajuk “Fenomena Supernatural 2”. Gambar gumpalan awan yang membentuk wajah manusia itu merupakan karya desainer Photoshop dengan nama ToxicSandpit.
Karya ToxicSandpit tersebut masuk dalam 10 finalis kontes photomontage yang diselenggarakan oleh Worth1000. “Foto tersebut memang sudah lama, namun kembali dibagikan pada Februari 2015 di berbagai jejaring sosial seperti Facebook, selain tersebar di pesan WhatApp dengan klaim bahwa formasi awan itu mewakili wajah Yesus Kristus,” dikutip dari e-farsas.com.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, Kolase video dengan klaim penampakan mahluk misterius yang tertangkap kamera adalah keliru.
Video-video tersebut merupakan karya beberapa seniman yang telah disunting yakni dengan menambahkan potongan video berbeda.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=903768981028414&_rdc=1&_rdr
- https://www.instagram.com/p/CfXkny-l1d5/?hl=en
- https://www.youtube.com/watch?v=BMoHu6tIi_M
- https://www.instagram.com/p/B8AxcasAPjc/?hl=en
- https://www.instagram.com/p/ByU4ILZlNHK/?hl=en.
- https://www.artstation.com/jessencarlos/profile
- https://www.tiktok.com/@myuz_gaza1/video/7122252790969175297?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1&lang=en
- https://www.tiktok.com/@myuz_gaza1/video/7107969305051942146?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1&lang=en
- https://www.flickr.com/photos/33461867@N03/3354410686/in/photostream/
- http://worth1000.com/
- http://worth1000.com/
- https://www.designcrowd.com/community/contest.aspx?id=1680154
- https://www.e-farsas.com/foto-mostra-o-rosto-de-jesus-nas-nuvens-milagre.html
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10533) Keliru, Video Seluruh NATO Ketakutan, Jet Tempur Jerman Tembak Jatuh Indonesia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/09/2022
Berita
Sebuah akun Facebook mengunggah video berjudul Seluruh NATO Ketakutan Jet Tempur Jerman Tembak Jatuh Indonesia. Video tersebut diunggah pada 7 September 2022 dan sudah mendapat 1,9 ribu like dan sudah ditayangkan hingga 120 ribu kali.
Video itu berisi kolase video pasukan militer dengan pesawat tempur. Narator dalam video menyebut tentang Angkatan Udara Jerman mengerahkan armada jet tempur untuk misi pertamanya di Indo Pasifik. Armada itu akan berhenti di Singapura sebelum mengadakan beberapa hari latihan dengan rekan-rekan Australia.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi NATO ketakutan hingga jet tempur Jerman tembak jatuh Indonesia
Benarkah jet tempur Jerman menembak jatuh Indonesia yang membuat seluruh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ketakutan?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi video dan narasi dalam unggahan di atas dengan bantuan Google Lens, Yandex Image Search dan mesin pencarian Google.
Untuk video, Tempo menemukan beberapa potongan video yang diambil dari beberapa sumber di antaranya:
Video 1
Potongan video 1
Video ini muncul pada detik ke 0.36 dan pernah diunggah oleh akun Youtube 223 Film pada 5 Februari 2019 dengan judul DR4 Three Ship Sortie.
Video pendek tersebut merekam serangan mendadak tiga kapal 'Camo Jet' yang terjadi di atas Laut Utara.
Ketiga Jet telah dicat secara khusus sebagai bagian dari perpisahan terakhir Tornado saat pensiun dari layanan pada Maret 2019. Dua jet dari Skuadron 31 dan IX(B) memiliki ekor yang dicat khusus, dengan 'Camo Jet' ketiga dicat dengan skema warna layanan awal yang terlihat pada GR1 dan GR4.
Video 2
Potongan video 2
Video di menit ke-2.22 ini pernah diunggah oleh akun Youtube Aeronautica Militare pada 16 November 2016 dengan judul Aeronautica Militare - "Pantere Nere" del 155°Gruppo Volo decollano per l'ultima volta dal 50°Stormo.
Keterangan video dalam bahasa Italia itu menjelaskan tentang penutupan Departemen Angkatan Udara yang bersejarah.
Video 3
Potongan video 3
Video ini muncul di menit ke 2.59, pernah diunggah oleh akun Youtube ?????? ????? pada 31 Mei 2014 dengan judul Cy37.
Video ini tentang presentasi pesawat tempur generasi kelima SU - 37.
Video 4
Potongan video 4
Video pada menit ke-3.25 ini pernah diunggah pada 5 Februari 2007 oleh akun YouTube cribster123 dengan judul Russian SU-37.
Video tersebut juga menunjukkan penampilan dari pesawat SU-37 saat melakukan manuver yang sangat tinggi.
Isi Narasi
Narasi yang dibacakan oleh narator di dalam video mengutip berita di sindonews.com berjudul Jerman Kirim Armada Jet Tempur ke Indo-Pasifik, Lintasi Indonesia yang diunggah pada 16 Agustus 2022.
Berita tersebut mengenai pesawat tempur Jerman yang mengambil bagian dalam latihan “Kakadu” bersama Angkatan Laut Australia antara 12 dan 26 September, di mana mereka akan melatih pertahanan aset Angkatan Laut.
Luftwaffe mengerahkan enam jet tempat Eurofighter, empat pesawat multirole A400M dan tiga kapal pengangkut tanker A330 dari Pangkalan Udara Neuburg pada Senin (15/8/2022). Armada itu akan melakukan perjalanan sejauh 10.000 km ke Singapura hanya dalam 24 jam dengan hanya satu pemberhentian singkat di Abu Dhabi untuk perubahan pilot.
Menurut jalur penerbangan dari Jerman ke Australia, armada jet tempur itu akan melintasi wilayah udara Indonesia.
Secara simbolis membawa bendera Jerman, Singapura, Australia, Korea Selatan, dan Jepang, Eurofighters dan kapal lainnya kemudian akan menuju ke Darwin, Australia untuk berpartisipasi dalam latihan “Pitch Black” dua tahunan Canberra yang berlangsung dari 19 Agustus hingga 9 September.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta video dan narasi, unggahan akun Facebook di atas adalah keliru.
Video tersebut tidak berkaitan dengan jet tempur Jerman menembak jatuh Indonesia. Melainkan berisi gabungan video pasukan militer dari peristiwa berbeda.
Selain itu, konteks narasi adalah berkaitan dengan latihan tempur “Kakadu” bersama Angkatan Laut Australia antara 12 dan 26 September.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=497602702193753&_rdc=1&_rdr
- https://www.youtube.com/watch?v=686axQ68bFI.
- https://www.youtube.com/watch?v=686axQ68bFI
- https://www.youtube.com/watch?v=yAnBFWHvCP0
- https://www.youtube.com/watch?v=Uc9MmgzN6aA
- https://www.youtube.com/watch?v=qomMH4gv7DA
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10534) Keliru, Video Pasukan Korea Utara Turun Ke Medan Laga, Habisi Tentara Ukraina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/09/2022
Berita
Akun media sosial Facebook mengunggah video berdurasi 10.37 menit dengan judul Kabar Hari Ini !!akhirnya Pasukan Korut Turun Ke Medan Laga Gilah Habis Tentara Ukraina. Video hasil kompilasi tersebut sudah mendapat 8.4 ribu lika dan sudah tayang 262 ribu kali.
Video itu menampilkan potongan video pasukan militer, Presiden Korea Utara Kim Jong Un, dan sebuah kota yang terbakar.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi militer Korea Utara turun menghabisi tentara Ukraina
Benarkah pasukan militer dalam video itu dikerahkan oleh Korea Utara ke Ukraina?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video yang disebarkan tidak berisi pasukan Korea Utara ke Ukraina meskipun Rusia dikabarkan membeli persenjataan dari Korut dan negara itu berencana mengirimkan pasukan militer untuk memperkuat Rusia.
Untuk membuktikan kebenaran klaim video di atas, Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi dengan bantuan Google Lens, Yandex Image dan mesin pencarian Google dan Youtube dengan kata kunci. Verifikasi terhadap unggahan video, Tempo menemukan sebagai berikut:
Video 1
Potongan video 1
Video pada detik ke-0.04 ini pernah diunggah oleh akun YouTube ??????? ????? pada 22 April 2022. Video ini berisi penjelasan dari Letnan Jenderal Igor Yevgenyevich Konashenkov kepala juru bicara Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, tentang pencarian kapal Moskva, kapal utama Armada Laut Hitam Rusia, yang tenggelam saat melewati lautan badai.
Kapal penjelajah rudal dengan 510 awak itu adalah simbol kekuatan militer Rusia, memimpin serangan angkatan lautnya di Ukraina.
Video 2
Potongan video 2
Video pada detik ke-0.31 ini pernah diunggah di YouTube KOMPASTV pada 26 April 2019 dengan judul video Vladimir Putin dan Kim Jong Un Bahas Situasi di Semenanjung Korea. Pertemuan tersebut terjadi untuk pertama kalinya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengadakan pertemuan tatap muka.
Keduanya membicarakan dukungan dan memperkuat hubungan antarnegara. Pertemuan bersejarah ini digelar tertutup di ruang konferensi di Kompleks Far Eastern Federal University Rusia di Vladivostok.
Video 3
Potongan video 3
Gambar ini terdapat pada video detik ke-0.48. Video identik pernah diunggah oleh akun YouTube Paektusan Revolutionary Army pada catatan waktu 1.27.36.
Video berjudul 'North Korean Military Parade for the 90th anniversary of the Korean People's Revolutionary Army 2022' itu diunggah pada 26 April 2022.
Narasi Video
Narasi video yang dibaca oleh narator dikutip dari situs Viva.co.id, berisi Korea Utara kemungkinan besar akan mengirim lebih dari 100.000 tentaranya ke Ukraina. Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Mirror, Korea Utara menjelaskan lewat saluran diplomatik untuk mengirim tenaga kerja dalam proses perbaikan infrastruktur pascaperang.
Tak cuma itu, Korea Utara di bawah komando Pemimpin Tertinggi, Kim Jong Un, juga bersedia memasok kekuatan tempur dalam jumlah besar buat mendukung militer Rusia dalam perang di Ukraina.
Lebih dari 100.000 tentara Korut akan dikerahkan ke garis depan bersama milisi pemberontak pro Rusia, Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR). Seperti yang diketahui, Korea Utara menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan kedua DPR dan LPR.
Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim bahwa pasukan Korea Utara turun ke medan laga gilah habis tentara Ukraina adalah keliru.
Video tersebut adalah gabungan dari peristiwa lain yang tidak terkait dengan pengerahan pasukan Korea Utara ke Ukraina.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=1796374817369763
- https://www.youtube.com/c/%D0%92%D0%B8%D1%82%D0%B0%D0%BB%D0%B8%D0%B9%D0%A1%D0%BA%D0%BE%D0%B1%D0%B5%D0%BB%D1%8C%D1%81%D0%BA%D0%B8%D0%B9
- https://www.youtube.com/watch?v=raKT_pZj8J4
- https://www.youtube.com/watch?v=u6_G6Ns92zU
- https://www.youtube.com/watch?v=u6_G6Ns92zU
- https://www.youtube.com/watch?v=U1ZoE1n4Zo4
- https://www.viva.co.id/militer/militer-dunia/1506256-ratusan-ribu-tentara-korut-siap-dukung-militer-rusia-habisi-ukraina
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10307) [SALAH] Foto “petani ini disiksa polisi yang dibayar PT Sadoka”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/09/2022
Berita
Akun Facebook Siti Maisyaroh (fb.com/navisasanumniyosa) pada 14 September 2022 membagikan postingan dari akun Facebook Pak Pray yang mengunggah sebuah gambar pada 9 April 2021.
Pada gambar tersebut, terdapat narasi “Tolong Pak Jokowi Kenapa petani ini disiksa seperti ini Apakah polisi di bayar dengan PT Sadoka sampa-sampai dia disiksa seperti ini Tolong sebarkan ini Biar mata masyarakat melihatnya bagaimana perlakukan polisi terhadap petani Terjadi di Daerah Sulawesi Selatan #JANGANCUMALIHATSAJA #SEBARKAN”
Pada gambar tersebut, terdapat narasi “Tolong Pak Jokowi Kenapa petani ini disiksa seperti ini Apakah polisi di bayar dengan PT Sadoka sampa-sampai dia disiksa seperti ini Tolong sebarkan ini Biar mata masyarakat melihatnya bagaimana perlakukan polisi terhadap petani Terjadi di Daerah Sulawesi Selatan #JANGANCUMALIHATSAJA #SEBARKAN”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai petani yang disiksa oleh polisi yang dibayar oleh PT Sadoka di Sulawesi Selatan merupakan klaim yang menyesatkan.
Faktanya, bukan PT Sadoka. Foto itu merupakan foto setelah bentrokan antara warga adat Panoma dan polisi pada tahun 2014 buntut konflik lahan dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka) di Sulawesi Selatan.
Foto yang sama, diunggah di artikel berjudul “Konflik Lahan Luwu Timur, Polisi dan Warga Adat Pamona Bentrok” yang terbit di situs mongabay.co.id pada 22 Juli 2014.
Dilansir dari artikel ini, bentrok warga adat Pamona dan polisi, buntut konflik lahan dengan perusahaan terjadi di Sulawesi Selatan. Tepatnya di Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Sekitar 57 warga luka-luka dan ditahan Polres Luwu Timur. Bata Manurung, ketua BPH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu, mengatakan, bentrokan pada 29 Juni 2014, namun terkesan ditutup-tutupi. Bata baru mengetahui dari warga pada 17 Juli.
Dia mengatakan, bentrok warga dengan kepolisian ini buntut konflik warga dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka), anak perusahaan Sintesa Grup. Perusahaan ini menyiapkan bahan baku bio-etanol. Sindoka mendapatkan HGU di Luwu Timur sejak 1987, berakhir 2017, dengan luas 3.500 hektar, di Desa Teromu. Meski masa HGU berakhir 2017, selama ini lahan dibiarkan terlantar. Masyarakat sekitar menggarap HGU Sindoka sejak 1998.
Setelah sekian tahun dikelola warga, Sindoka berusaha mengambil alih dengan memagari area yang kini menjadi perkebunan masyarakat itu. Akses warga memanen hasil kebun ditutup. Inilah yang memicu amarah warga kemudian membakar pos keamanan perusahaan di sekitar kawasan. Buntutnya, kekerasan polisi terhadap warga.
Kasus ini ditindaklanjuti oleh DPRD Luwu Timur dan memanggil PT Sindoka terkait keluhan warga perihal kegiatan PT Sindoka untuk mengosongkan lahan serta mencabut tanaman diatas lahan HGU tersebut. Pihak PT Sindoka melakukan mengosongan lahan sebagai tindakan pencegahan dikarenakan diduga adanya oknum warga luar masuk ke wilayah HGU dan menggunakan lahan itu.
Asisten Pemerintahan, Dohri Ashari mengatakan PT Sindoka belum selesai mengurus perizinan HGU atas lahan yang diakui perusahaan. Olehnya itu, katanya untuk baiknya perusahaan tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam juga meminta perusahaan untuk tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan yang membuat warga tidak nyaman.
Faktanya, bukan PT Sadoka. Foto itu merupakan foto setelah bentrokan antara warga adat Panoma dan polisi pada tahun 2014 buntut konflik lahan dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka) di Sulawesi Selatan.
Foto yang sama, diunggah di artikel berjudul “Konflik Lahan Luwu Timur, Polisi dan Warga Adat Pamona Bentrok” yang terbit di situs mongabay.co.id pada 22 Juli 2014.
Dilansir dari artikel ini, bentrok warga adat Pamona dan polisi, buntut konflik lahan dengan perusahaan terjadi di Sulawesi Selatan. Tepatnya di Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Sekitar 57 warga luka-luka dan ditahan Polres Luwu Timur. Bata Manurung, ketua BPH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu, mengatakan, bentrokan pada 29 Juni 2014, namun terkesan ditutup-tutupi. Bata baru mengetahui dari warga pada 17 Juli.
Dia mengatakan, bentrok warga dengan kepolisian ini buntut konflik warga dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka), anak perusahaan Sintesa Grup. Perusahaan ini menyiapkan bahan baku bio-etanol. Sindoka mendapatkan HGU di Luwu Timur sejak 1987, berakhir 2017, dengan luas 3.500 hektar, di Desa Teromu. Meski masa HGU berakhir 2017, selama ini lahan dibiarkan terlantar. Masyarakat sekitar menggarap HGU Sindoka sejak 1998.
Setelah sekian tahun dikelola warga, Sindoka berusaha mengambil alih dengan memagari area yang kini menjadi perkebunan masyarakat itu. Akses warga memanen hasil kebun ditutup. Inilah yang memicu amarah warga kemudian membakar pos keamanan perusahaan di sekitar kawasan. Buntutnya, kekerasan polisi terhadap warga.
Kasus ini ditindaklanjuti oleh DPRD Luwu Timur dan memanggil PT Sindoka terkait keluhan warga perihal kegiatan PT Sindoka untuk mengosongkan lahan serta mencabut tanaman diatas lahan HGU tersebut. Pihak PT Sindoka melakukan mengosongan lahan sebagai tindakan pencegahan dikarenakan diduga adanya oknum warga luar masuk ke wilayah HGU dan menggunakan lahan itu.
Asisten Pemerintahan, Dohri Ashari mengatakan PT Sindoka belum selesai mengurus perizinan HGU atas lahan yang diakui perusahaan. Olehnya itu, katanya untuk baiknya perusahaan tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam juga meminta perusahaan untuk tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan yang membuat warga tidak nyaman.
Kesimpulan
BUKAN PT Sadoka. Foto itu merupakan foto setelah bentrokan antara warga adat Panoma dan polisi pada tahun 2014 buntut konflik lahan dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka) di Sulawesi Selatan.
Rujukan
- https://www.mongabay.co.id/2014/07/22/konflik-lahan-luwu-timur-polisi-dan-warga-adat-pamona-bentrok/
- https://dprd-luwutimurkab.go.id/2019/10/15/terkait-permasalahan-lahan-hgu-amran-harap-perusahaan-dan-warga-saling-beri-rasa-aman-dan-nyaman/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/25/salah-petani-dipukuli-polisi-yang-dibayar-oleh-pt-sadoka-di-sulawesi-selatan/
Halaman: 6059/8120






