• (GFD-2022-10308) [SALAH] Sampul Artikel CNN Indonesia Ganjar dan Jokowi RI 1 – RI 2 Pilpres 2024

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/09/2022

    Berita

    Sebuah akun Facebook mengunggah tangkapan layar artikel pemberitaan media online CNN Indonesia yang berjudul “MK: Presiden Dua Periode Tak Dilarang Maju Cawapres” yang terbit pada 12 September 2022.

    Hasil Cek Fakta

    Dalam unggahan tersebut menampilkan sampul artikel yang memperlihatkan Jokowi dan Ganjar tengah berjalan beriringan dan terdapat narasi Ganjar-Jokowi RI1-RI2 Pilpres 2022.

    Berdasarkan penelusuran, Gambar sampul hasil suntingan atau editan. Melalui index pencarian pada situs CNN Indonesia dengan tanggal dan jam yang sama ditemukan artikel asli oleh CNN Indonesia dengan judul yang sama menampilkan gambar asli dari artikel CNN Indonesia berjudul “MK: Presiden Dua Periode Tak Dilarang Maju Cawapres” memperlihatkan seorang pria tengah memfoto surat suara pasangan calon pilkada.

    Kesimpulan

    Gambar sampul hasil suntingan atau editan. Gambar asli dari artikel CNN Indonesia berjudul “MK: Presiden Dua Periode Tak Dilarang Maju Cawapres” memperlihatkan seorang pria tengah memfoto surat suara pasangan calon pilkada.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10531) Sebagian Benar, Video Muslim Dilarang Salat Jumat di Kota Gurgaon, India

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita


    Sebuah video beredar di media sosial Facebook pada 30 Agustus 2022, menunjukkan beberapa petugas Kepolisian sedang menarik seorang pria Muslim setelah dia menghalangi seseorang yang akan menjalankan Salat Jumat di lokasi parkir di Kota Gurgaon, India.
    Tangkapan layar video TikTok yang beredar di Facebook soal larangan Salat Jumat di India
    Setelah pria tersebut dibawa, tampak puluhan jamaah sedang menjalankan ibadah salat di sebuah lapangan terbuka. Video itu diberi narasi ‘Salat Jumat Dilarang di India’. Video berdurasi 49 detik itu sudah mendapat 28 ribu tanggapan dan 4 ribuan komentar.  

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, Salat Jumat tidak dilarang di India dan tempatnya sudah disediakan. Namun, kelompok Sanyukta Hindu Sangharsh Samiti melarang Salat Jumat dilakukan di tempat umum. Peristiwa itu terjadi pada 3 Desember 2021. 
    Untuk memverifikasi kebenaran video itu, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan tools milik Google, seperti Google Reverse Image dan Yandex. Tidak hanya itu, pengecekan dilakukan lewat petunjuk dari video, termasuk lokasi kejadian di Kota Gurgaon, India.
    Pada video detik ke-5, terlihat seorang berbaju warna kuning dengan lengan panjang tampak menghadang seorang pria mengenakan pakaian hitam putih. Gambar atau video ini pun telah beredar di media-media kredibel.
    Sumber foto kanan: Getty Images
    Perusahaan agen penyedia foto, Getty Images memuat foto itu dengan judul ‘Friday Namaz Offered At Gurugram Sector 37 Parking Area Amid 'Disruptions'’ dan keterangannya, seorang anggota Sanyukta Hindu Sangharsh Samiti berinteraksi dengan seorang ulama Muslim di area parkir sektor 37, pada 3 Desember 2021 di Gurugram, India.
    Pengerahan polisi secara intensif dilakukan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan. Polisi berpakaian biasa juga hadir di lokasi untuk menilai situasi. Foto oleh Vipin Kumar/Hindustan Times via Getty Images.
    Di media Al Jazeera, berita itu berjudul ‘ India: Hindu groups continue to disrupt Muslim prayers in Gurgaon’. Selama lebih dari dua bulan, kelompok-kelompok Hindu sayap kanan telah memprotes umat Islam yang melakukan salat Jumat di ruang publik di Gurugram, kurang dari satu jam di luar ibu kota India, New Delhi, yang menyebabkan kemarahan dan kecemasan di kalangan minoritas.
    Peristiwa dalam video itu terjadi saat para demonstran memarkir truk di salah satu tempat ibadah di Sektor 37 Gurugram, yang lebih dikenal dengan nama lamanya Gurgaon, di negara bagian Haryana. Ketika jemaat Muslim ingin salat berjamaah, kerumunan pria Hindu mulai meneriakkan slogan-slogan keagamaan, mencela para jamaah, dan mengatakan salat tidak akan diizinkan. Aparat keamanan menjaga ketat lokasi itu. 
    Muslim Gurugram telah melaksanakan Salat Jumat mereka di taman dan di lahan kosong selama bertahun-tahun dengan persetujuan dari pihak berwenang karena kurangnya jumlah masjid. Sekitar 100 lokasi terbuka, telah dipakai untuk Salat Jumat.
    Tetapi protes terus-menerus oleh kelompok-kelompok Hindu telah mengganggu shalat Jumat dalam beberapa bulan terakhir, mendorong pejabat kota untuk menarik izin sebagian besar lokasi Salat Jumat.
    Dalam sebuah video yang menjadi viral Jumat tersebut, seorang warga Hindu bernama Dinesh Bharti terlihat mengolok-olok seorang imam Muslim bernama Shehzad Khan. Terlihat dia kemudian diseret oleh polisi dan ditangkap karena menghasut dan mengganggu perdamaian publik. Laporan media India mengatakan Bharti telah ditangkap atas tuduhan serupa sebelumnya juga.
    Sejak pertengahan September, kelompok-kelompok Hindu sayap kanan di bawah panji Sanyukt Hindu Sangharsh Samiti (Komite Perjuangan Bersama Hindu) telah mengganggu Salat Jumat di seluruh Gurugram, dengan menyebarkan kotoran sapi di atas sebuah situs dan kadang-kadang dengan mengadakan sembahyang Hindu sebagai gantinya. “Kami tidak menentang salat, tetapi kami menentang salat di tempat umum,” ujar Rajiv Mittal, juru bicara kelompok kepada Al Jazeera.
    Namun, salah satu pendiri Dewan Muslim Gurgaon, Altaf Ahmad mengatakan kepada Al Jazeera, mereka telah berdoa di ruang publik selama bertahun-tahun karena jumlah masjid yang tidak mencukupi. “Kami berdoa di ruang terbuka karena paksaan, bukan karena pilihan. Hanya ada 13 masjid yang berfungsi di seluruh wilayah Gurgaon,” katanya.
    Ahmad mengatakan bahwa setidaknya ada 108 ruang terbuka di kota tempat umat Islam beribadah hingga tiga tahun lalu. Dia mengatakan gangguan pertama terjadi pada Mei 2018, mengurangi jumlah tempat salat Jumat menjadi 37. Jumlah itu semakin menyusut menjadi sekitar 20 bulan lalu.
    Wakil Komisaris Polisi Gurugram, Yash Garg, mengatakan tidak ada “izin tertulis” bagi umat Islam untuk shalat di 37 lokasi tersebut dan itu dilakukan hanya melalui kesepakatan antara komunitas pada tahun 2018.
    "Tidak ada izin resmi karena itu bukan masalah hak di tempat umum. Polisi selalu berada di lokasi. Orang-orang yang mencoba mengganggu telah ditangkap,” ujar Garg.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, video salat Jumat dilarang di India adalah sebagian benar.
    Kelompok Sanyukta Hindu Sangharsh Samiti dalam video itu mengganggu muslim yang akan menggelar salat Jumat di tempat umum. Dari 108 lokasi yang sebelumnya diizinkan untuk salat Jumat, tersisa 37 lokasi dan menyusut menjadi 20an. Salat Jumat di India hanya dapat dilaksanakan di tempat-tempat yang telah disediakan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10299) [SALAH] Ibu Kandung Jokowi Bernama Sulami yang Merupakan Aktivis GERWANI

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “ORSON_ordesonto” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar yang menunjukkan foto Jokowi bersama dengan seorang wanita paruh baya. Dalam foto tersebut, juga terdapat narasi yang menyatakan bahwa foto wanita tersebut merupakan ibu kandung Jokowi yang bernama Sulami dan merupakan aktivis GERWANI.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Nama ibu kandung Jokowi adalah Sujiatmi Notomiharjo dan berasal dari keluarga pengusaha penggergajian.

    Lebih lanjut, wanita paruh baya yang terdapat dalam narasi yang beredar bukan merupakan ibu Jokowi. Adapun ibu Jokowi dapat dilihat salah satunya dalam video yang diunggah oleh kanal Sekretariat Kabinet RI berjudul “Kejutan Presiden Jokowi untuk Ibunda Tercinta di Hari Ibu” yang diunggah pada 22 Desember 2018.

    Narasi serupa telah beredar beberapa kali, salah satunya pada Maret 2020. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] “Jokowi anak kandung dari SULAMI” yang diunggah pada 31 Maret 2020.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “ORSON_ordesonto” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Hoaks lama yang kembali beredar. Ibu kandung Jokowi bernama Sujiatmi Notomiharjo dan berasal dari keluarga pengusaha penggergajian.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10300) [SALAH] Video Ratu Elizabeth Melemparkan Makanan ke Anak-Anak di Afrika

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 14/09/2022

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “SoftWarNews” mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang perempuan tengah melemparkan sesuatu ke arah sekumpulan anak laki-laki. Video tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan Ratu Elizabeth yang tengah melemparkan makanan ke anak-anak di Afrika.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut tidak menunjukkan Ratu Elizabeth yang melemparkan makanan ke anak-anak di Afrika. Video tersebut merupakan potongan dari film dokumenter yang diproduksi oleh Lumiere Company, sebuah perusahaan film asal Prancis. Wanita dalam video tersebut adalah istri dari Gubernur-Jenderal wilayah kekuasaan Prancis di Indochina pada saat itu yang tengah membagikan koin ke anak-anak setempat. Adapun wilayah tersebut kini dikenal sebagai Vietnam

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “SoftWarNews” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan video Ratu Elizabeth yang melemparkan makanan ke anak-anak di Afrika. Faktanya, video tersebut merupakan potongan dari film dokumenter di Vietnam. Wanita dalam video tersebut adalah istri dari Gubernur-Jenderal wilayah kekuasaan Prancis di Indochina pada saat itu.

    Rujukan