KOMPAS.com - Kecelakaan helikopter Bell 212 di Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, pada Senin (20/5/2024), menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Beredar foto di media sosial yang diklaim memperlihatkan puing-puing helikopter.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.
Foto yang memuat narasi mengenai puing helikopter Presiden Iran disebarkan oleh akun Threads ini, ini, dan ini.
Foto serupa ditemukan di akun Instagram ini dan X ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun Threads, pada Senin (20/5/2024):
Presiden Iran Raisi dan Menlu Abdollahian Dipastikan Meninggal Dalam Kecelakaan PesawatPray For Iran.
(GFD-2024-20019) [KLARIFIKASI] Foto Puing Pesawat Latih, Bukan Helikopter Presiden Iran
Sumber:Tanggal publish: 21/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Terdapat simbol bendera Iran dan angka 1136 pada puing yang diklaim sebagai helikopter Bell 212.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto tersebut dengan Google Fact Check Tools.
Hasil pencarian foto mengarahkan ke artikel dari News Mobile, Newschecker, India Today, dan The Quint.
Foto itu tidak terkait kecelakaan helikopter yang dialami Raisi, pada Senin (20/5/2024).
Foto tersebut menampilkan pesawat latih milik Iran yang mengalami kecelakaan dekat Mutalaq di wilayah Salman Shahr pada April 2020. Puingnya ditemukan di daerah Kila Kala Abbas Abad.
Pesawat itu terbang dari Bisheh Kolah ke Teheran dan jatuh akibat cuaca buruk.
Situs berita Jahan News dan Tinn.ir mengabarkan insiden tersebut, menyertakan foto puing pesawat dengan lambang bendera Iran dan angka 1136.
Sementara, helikopter Bell 212 membawa 9 orang. Semuanya dinyatakan meninggal akibat kecelakaan.
Selain Raisi, helikopter itu juga mengangkut Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.
Dikutip dari BBC, otoritas Iran belum mengungkap penyebab kecelakaan. Namun, kementerian menyebutkan, helikopter mengalami kesulitan di tengah kabut tebal dan hujan.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto tersebut dengan Google Fact Check Tools.
Hasil pencarian foto mengarahkan ke artikel dari News Mobile, Newschecker, India Today, dan The Quint.
Foto itu tidak terkait kecelakaan helikopter yang dialami Raisi, pada Senin (20/5/2024).
Foto tersebut menampilkan pesawat latih milik Iran yang mengalami kecelakaan dekat Mutalaq di wilayah Salman Shahr pada April 2020. Puingnya ditemukan di daerah Kila Kala Abbas Abad.
Pesawat itu terbang dari Bisheh Kolah ke Teheran dan jatuh akibat cuaca buruk.
Situs berita Jahan News dan Tinn.ir mengabarkan insiden tersebut, menyertakan foto puing pesawat dengan lambang bendera Iran dan angka 1136.
Sementara, helikopter Bell 212 membawa 9 orang. Semuanya dinyatakan meninggal akibat kecelakaan.
Selain Raisi, helikopter itu juga mengangkut Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.
Dikutip dari BBC, otoritas Iran belum mengungkap penyebab kecelakaan. Namun, kementerian menyebutkan, helikopter mengalami kesulitan di tengah kabut tebal dan hujan.
Kesimpulan
Foto puing pesawat latih Iran yang mengalami kecelakaan pada April 2020 disebarkan dengan konteks keliru.
Pesawat yang terbang dari Bisheh Kolah ke Teheran itu jatuh di wilayah Salman Shahr dan puingnya ditemukan di Kila Kala Abbas Abad.
Puing itu bukan helikopter Bell 212 yang jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur dan menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, pada Senin (20/5/2024).
Pesawat yang terbang dari Bisheh Kolah ke Teheran itu jatuh di wilayah Salman Shahr dan puingnya ditemukan di Kila Kala Abbas Abad.
Puing itu bukan helikopter Bell 212 yang jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur dan menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, pada Senin (20/5/2024).
Rujukan
- https://www.threads.net/@erllygenze.id/post/C7LZyiivAZ5
- https://www.threads.net/@bahrululum0706/post/C7Liqh6PTjZ
- https://www.threads.net/@me_for_next_gaza_president/post/C7LziXoNzFs
- https://www.instagram.com/p/C7LeJKWPnq6/?img_index=3
- https://twitter.com/ElkanaJacobKE/status/1792408109912383766
- https://toolbox.google.com/factcheck/explorer/search/upload:ABPtcPq4ZjWSvOHMoqjA74zyBbXJFlSkLQGfJ9b2wFHZYaZSwyHK1EN-1sH0Oohwc1hBdTzl1QQ.z_yc2lJKyXtcBnNo;hl=en
- https://www.newsmobile.in/nm-fact-checker/fact-check-2019-photos-of-a-training-plane-crash-falsely-shared-as-iranian-presidents-helicopter-crash/
- https://newschecker.in/fact-check/old-images-falsely-linked-to-chopper-crash-killing-iranian-president-raisi/
- https://www.indiatoday.in/fact-check/story/iran-president-helicopter-crash-fake-photo-ebrahim-raisi-death-fact-check-2541671-2024-05-20
- https://www.thequint.com/news/webqoof/iranian-president-ebrahim-raisi-helicopter-crash-viral-images-fact-check#read-more
- https://twitter.com/hashtag/%D8%B3%D9%82%D9%88%D8%B7_%D9%87%D9%88%D8%A7%D9%BE%DB%8C%D9%85%D8%A7?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw
- https://twitter.com/hashtag/%D9%85%D8%AA%D9%84%E2%80%8C%D9%82%D9%88?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw
- https://t.co/7tFY8jxgGM
- https://t.co/Owei5h4bB7
- https://twitter.com/Iranian_RCS/status/1253016123727110146?ref_src=twsrc%5Etfw
- https://www.jahannews.com/gallery/725422/3/0/%D8%AA%D8%B5%D8%A7%D9%88%DB%8C%D8%B1%DB%8C-%D8%B3%D9%82%D9%88%D8%B7-%D9%87%D9%88%D8%A7%D9%BE%DB%8C%D9%85%D8%A7-%D8%A2%D9%85%D9%88%D8%B2%D8%B4%DB%8C-%D9%86%D8%A7%D8%AC%D8%A7
- https://www.tinn.ir/%D8%A8%D8%AE%D8%B4-%D8%AD%D9%88%D8%A7%D8%AF%D8%AB-66/210038-%D9%BE%DB%8C%D8%AF%D8%A7-%D8%B4%D8%AF%D9%86-%D9%84%D8%A7%D8%B4%D9%87-%D9%87%D9%88%D8%A7%D9%BE%DB%8C%D9%85%D8%A7%DB%8C-%D8%B3%D9%82%D9%88%D8%B7-%DA%A9%D8%B1%D8%AF%D9%87-%D8%AF%D8%B1-%D9%85%D8%A7%D8%B2%D9%86%D8%AF%D8%B1%D8%A7%D9%86
- https://www.bbc.com/news/articles/c4nnd23d505o
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20020) [HOAKS] Prabowo Mengamuk Usai Sri Mulyani Beberkan Kasus Korupsinya
Sumber:Tanggal publish: 21/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah unggahan mengeklaim Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengamuk karena Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya.
Namun, setelah ditelusuri, diketahui bahwa narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini pada 9 Mei 2024.
Akun tersebut membagikan tautan video di kanal YouTube ini dan diberi keterangan:
Prabowo Subianto Tiba Tiba NgamukUsai Sri Mulyani Beberkan Kasus Korupsi Menhan Kepada Kubu Anies Dan Ganjar
Kemudian di bagian thumbnail terdapat gambar Prabowo sedang ditenangkan oleh beberapa orang.
Gambar tersebut diberi keterangan:
BERITA TERBARU
PRABOWO TIBA-TIBA NGAMUKSRI MULYANI BERIKAN DATA MENHAN KEPADA GANJAR ANIES
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani beberkan korupsinya
Namun, setelah ditelusuri, diketahui bahwa narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini pada 9 Mei 2024.
Akun tersebut membagikan tautan video di kanal YouTube ini dan diberi keterangan:
Prabowo Subianto Tiba Tiba NgamukUsai Sri Mulyani Beberkan Kasus Korupsi Menhan Kepada Kubu Anies Dan Ganjar
Kemudian di bagian thumbnail terdapat gambar Prabowo sedang ditenangkan oleh beberapa orang.
Gambar tersebut diberi keterangan:
BERITA TERBARU
PRABOWO TIBA-TIBA NGAMUKSRI MULYANI BERIKAN DATA MENHAN KEPADA GANJAR ANIES
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani beberkan korupsinya
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar di thumbnail video dengan teknik reverse image search. Hasilnya, gambar tersebut identik dengan yang ada di laman Kompas.com ini.
Dalam gambar aslinya pria yang sedang ditenangkan oleh beberapa orang itu bukanlah Prabowo, namun anggota DPD asal Maluku Utara Basri Samarra.
Saat itu, Basri sedang ditenangkan oleh sesama anggota lainnya saat melakukan interupsi di sidang paripurna di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada 11 April 2016.
Sementara, setelah disimak sampai tuntas tidak ditemukan informasi valid Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan korupsinya.
Narator video hanya membacakan artikel di laman Seword.com ini yang berjudul: "Prabowo Tak Tahan Berbulu Domba, Dilepas dan Beringas Ingin Berkuasa".
Artikel tersebut memuat opini yang menyebut Prabowo sangat bernafsu untuk berkuasa. Dalam opini itu juga disebutkan bahwa Indonesia akan hancur jika dipimpin Prabowo.
Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya. Sehingga, infromasi yang beredar dipastikan hoaks.
Dalam gambar aslinya pria yang sedang ditenangkan oleh beberapa orang itu bukanlah Prabowo, namun anggota DPD asal Maluku Utara Basri Samarra.
Saat itu, Basri sedang ditenangkan oleh sesama anggota lainnya saat melakukan interupsi di sidang paripurna di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada 11 April 2016.
Sementara, setelah disimak sampai tuntas tidak ditemukan informasi valid Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan korupsinya.
Narator video hanya membacakan artikel di laman Seword.com ini yang berjudul: "Prabowo Tak Tahan Berbulu Domba, Dilepas dan Beringas Ingin Berkuasa".
Artikel tersebut memuat opini yang menyebut Prabowo sangat bernafsu untuk berkuasa. Dalam opini itu juga disebutkan bahwa Indonesia akan hancur jika dipimpin Prabowo.
Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya. Sehingga, infromasi yang beredar dipastikan hoaks.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Prabowo mengamuk karena Sri Mulyani membeberkan kasus korupsinya tidak benar atau hoaks.
Thumbnail merupakan hasil rekayasa. Gambar aslinya adalah momen ketika anggota DPD asal Maluku Utara Basri Samarra ditenangkan oleh sesama anggota lainnya saat melakukan interupsi di sidang paripurna pada 11 April 2016.
Selain itu, narator video juga hanya membacakan artikel yang memuat opini bahwa Prabowo sangat bernafsu untuk berkuasa.
Thumbnail merupakan hasil rekayasa. Gambar aslinya adalah momen ketika anggota DPD asal Maluku Utara Basri Samarra ditenangkan oleh sesama anggota lainnya saat melakukan interupsi di sidang paripurna pada 11 April 2016.
Selain itu, narator video juga hanya membacakan artikel yang memuat opini bahwa Prabowo sangat bernafsu untuk berkuasa.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/795587695431212/permalink/806512687672046/?mibextid=oFDknk&rdid=NFNzLEqbbCoMTgX2&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FRZNo6FFBGnhjsfZL%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.youtube.com/watch?v=2rD_MrGPjbg&t=3s
- https://pemilu.kompas.com/read/2016/04/11/16055591/Baru.Dibuka.Sidang.Paripurna.DPD.Kembali.Ricuh
- https://seword.com/politik/prabowo-tak-tahan-berbulu-domba-dilepas-dan-3J7BRoybO4
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20021) [HOAKS] Pilot Helikopter Presiden Iran adalah Agen Mossad Bernama Eli Koptar
Sumber:Tanggal publish: 21/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi pilot helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim Raisi adalah agen Mossad, badan intelijen Israel, bernama Eli Koptar.
Sebagaimana diketahui, Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter, Minggu (19/5/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi pilot helikopter Raisi adalah agen Mossad bernama Eli Koptar dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (20/5/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Lagi trending topik di akun X. Ternyata pilot helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi adalah Agen Mossad yg bernama Eli Koptar.
Akun itu menyertakan konten X (Twitter) yang memuat cuplikan siaran berita berbahasa Perancis.
Salah seorang pria dalam siaran tersebut mengatakan bahwa pilot helikopter yang ditumpangi Raisi adalah agen Mossad bernama Eli Koptar.
Sebagaimana diketahui, Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter, Minggu (19/5/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi pilot helikopter Raisi adalah agen Mossad bernama Eli Koptar dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (20/5/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Lagi trending topik di akun X. Ternyata pilot helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi adalah Agen Mossad yg bernama Eli Koptar.
Akun itu menyertakan konten X (Twitter) yang memuat cuplikan siaran berita berbahasa Perancis.
Salah seorang pria dalam siaran tersebut mengatakan bahwa pilot helikopter yang ditumpangi Raisi adalah agen Mossad bernama Eli Koptar.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi terkait pilot helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Dilansir Al Jazeera, pilot helikopter itu adalah Kolonel Seyed Taher Mostafavi. Ia didampingi co-pilot Kolonel Mohsen Daryanush, dan teknisi penerbangan Mayor Behrouz Ghadimi.
Ketiganya tewas dalam kecelakaan Minggu (19/5/2024) yang juga menewaskan Raisi. Korban lain dalam kecelakaan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, dan Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malik Rahmati.
Kemudian, Pemimpin Besar Revolusi Islam untuk Provinsi Azerbaijan Timur Ayatollah Mohammad Ali Ale-Hashem, dan kepala keamanan Sardar Seyed Mehdi Mousavi.
Sementara itu, pria dalam cuplikan siaran berita berbahasa Perancis yang dibagikan oleh sebuah akun X adalah analis politik Daniel Haik.
Dilansir New York Post, Haik keliru menafsirkan satire yang beredar di internet soal agen Mossad bernama "Eli Koptar" menjadi pilot helikopter Raisi.
Kekeliruan itu terjadi saat ia berbicara dalam siaran berita Perancis, i24. Nama agen "Eli Koptar" adalah permainan kata yang jika dilafalkan terdengar seperti "Helicopter".
Dilansir Al Jazeera, pilot helikopter itu adalah Kolonel Seyed Taher Mostafavi. Ia didampingi co-pilot Kolonel Mohsen Daryanush, dan teknisi penerbangan Mayor Behrouz Ghadimi.
Ketiganya tewas dalam kecelakaan Minggu (19/5/2024) yang juga menewaskan Raisi. Korban lain dalam kecelakaan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, dan Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malik Rahmati.
Kemudian, Pemimpin Besar Revolusi Islam untuk Provinsi Azerbaijan Timur Ayatollah Mohammad Ali Ale-Hashem, dan kepala keamanan Sardar Seyed Mehdi Mousavi.
Sementara itu, pria dalam cuplikan siaran berita berbahasa Perancis yang dibagikan oleh sebuah akun X adalah analis politik Daniel Haik.
Dilansir New York Post, Haik keliru menafsirkan satire yang beredar di internet soal agen Mossad bernama "Eli Koptar" menjadi pilot helikopter Raisi.
Kekeliruan itu terjadi saat ia berbicara dalam siaran berita Perancis, i24. Nama agen "Eli Koptar" adalah permainan kata yang jika dilafalkan terdengar seperti "Helicopter".
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi pilot helikopter Raisi adalah agen Mossad bernama "Eli Koptar" adalah hoaks.
Pilot helikopter itu adalah Kolonel Seyed Taher Mostafavi. Sementara, narasi soal agen Mossad berama "Eli Koptar" berasal dari satire yang beredar di internet.
Satire tersebut keliru ditafsirkan oleh analis politik Daniel Haik saat berbicara dalam siaran berita Perancis, i24, dan menyebar luas.
Pilot helikopter itu adalah Kolonel Seyed Taher Mostafavi. Sementara, narasi soal agen Mossad berama "Eli Koptar" berasal dari satire yang beredar di internet.
Satire tersebut keliru ditafsirkan oleh analis politik Daniel Haik saat berbicara dalam siaran berita Perancis, i24, dan menyebar luas.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid025etZD8yRK6J6JmuBLybbB13ErzCGYKFBxkzgYGtQqLE3NGdsCJEHRNGYs7yt2H9sl&id=100081164602397
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02Kyeje4t7FxGUJU2eqDfbCxds67sdCy14eF5Bv5LPSSCynngxx8BjLNpjXw52Lf5al&id=100080510941448
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0fuyAF8v2Gdoo4dz8uarBU9hq38oxZrN7FraMCN5QDMxun1iSFUtWAHfCwRYPeUSul&id=100081224381816
- https://www.aljazeera.com/news/2024/5/20/who-died-alongside-irans-president-raisi-in-the-helicopter-crash
- https://nypost.com/2024/05/20/world-news/french-news-network-tricked-into-reporting-mossad-agent-eli-copter-was-pilot-on-doomed-raisi-flight/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20027) [HOAKS] Badan Intelijen Iran Gerebek Kedubes India di Teheran
Sumber:Tanggal publish: 21/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Badan intelijen dan pasukan khusus Iran dikabarkan menggerebek Kedutaan Besar India di Teheran.
Kabar itu beredar setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter, pada Senin (20/5/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar penggerebekan Kedubes India adalah hoaks.
Kabar badan intelijen dan pasukan Iran menggerebek Kedubes India di Teheran dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (20/4/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Laporan: bahwa intelijen dan pasukan khusus Iran telah menggerebek kedutaan India di Teheran.
Iran menerima informasi dari sumber yang tidak diketahui bahwa India mungkin bertindak atas nama Israhell untuk membunuh Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Kabar itu beredar setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter, pada Senin (20/5/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar penggerebekan Kedubes India adalah hoaks.
Kabar badan intelijen dan pasukan Iran menggerebek Kedubes India di Teheran dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (20/4/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Laporan: bahwa intelijen dan pasukan khusus Iran telah menggerebek kedutaan India di Teheran.
Iran menerima informasi dari sumber yang tidak diketahui bahwa India mungkin bertindak atas nama Israhell untuk membunuh Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi kredibel terkait penggerebekan Kedubes India di Teheran oleh badan intelijen dan pasukan khusus Iran.
Kemudian, Kompas.com menelusuri foto yang dilampirkan dalam unggahan Facebook menggunakan Google Lens.
Gambar serupa ditemukan dalam pemberitaan Reuters, 21 Desember 2015.
Berdasarkan deskripsi, foto itu memperlihatkan anggota Komando Pasukan Khusus (KSK) Jerman, Bundeswehr, mengikuti latihan di dekat Putgarten, Jerman, pada 28 September 2015.
Kemudian, Kompas.com menelusuri foto yang dilampirkan dalam unggahan Facebook menggunakan Google Lens.
Gambar serupa ditemukan dalam pemberitaan Reuters, 21 Desember 2015.
Berdasarkan deskripsi, foto itu memperlihatkan anggota Komando Pasukan Khusus (KSK) Jerman, Bundeswehr, mengikuti latihan di dekat Putgarten, Jerman, pada 28 September 2015.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar badan intelijen dan pasukan Iran menggerebek Kedubes India di Teheran adalah hoaks.
Tidak ditemukan informasi kredibel terkait kabar tersebut. Foto yang disertakan adalah latihan pasukan khusus Jerman pada September 2015.
Tidak ditemukan informasi kredibel terkait kabar tersebut. Foto yang disertakan adalah latihan pasukan khusus Jerman pada September 2015.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0Sv6Gk7ymjUxrH2U2duMtfKuDfPqMs4D6FMSbvTUnRqkfVtJ9zgnwArQJ7YireXLXl&id=100080510941448
- https://www.facebook.com/reel/758029619825521
- https://www.facebook.com/reel/7580480008744210
- https://www.reuters.com/article/idUSKBN0U411X/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3577/7981





