“Innalillahi wa innailaihi roji’un
Turut Berdukacita Atas Meninggalnya:
‘Hasyim Asy’ari’
KETUA KPU
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diampuni segala kesalahan serta diterima segala amal ibadahnya boleh Allah dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan Iman lahir batin.”
(GFD-2024-20139) [SALAH] Ketua KPU Hasyim Asy’ari Meninggal Dunia
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 28/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Tiktok pencabutnyawa1945 memposting sebuah video berisi kabar duka yang datang dari ketua KPU, Hasyim Asy’ari yang meninggal dunia. Pada 22 Mei 2024 postingan tersebut sudah mendapatkan 11.7K like dan 6595 komentar.
Setelah ditelusuri pada 22 Mei 2024 ditemukan informasi bahwa Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pada hari ini menghadiri sidang etik dugaan tindak asusila di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebagai informasi Hasyim sedang menjalani sidang etik dengan dugaan tindakan asusila terhadap anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Adapun sidang hari ini berlangsung secara tertutup dimulai pukul 09.30 WIB.
Dengan demikian informasi Ketua KPU, Hasyim Asy’ari meninggal dunia tidak benar. Hasyim pada hari ini 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang etik dugaan tindak asusila di DKPP, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri pada 22 Mei 2024 ditemukan informasi bahwa Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pada hari ini menghadiri sidang etik dugaan tindak asusila di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebagai informasi Hasyim sedang menjalani sidang etik dengan dugaan tindakan asusila terhadap anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Adapun sidang hari ini berlangsung secara tertutup dimulai pukul 09.30 WIB.
Dengan demikian informasi Ketua KPU, Hasyim Asy’ari meninggal dunia tidak benar. Hasyim pada hari ini 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang etik dugaan tindak asusila di DKPP, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Informasi Ketua KPU, Hasyim Asy’ari meninggal dunia tidak benar. Faktanya, Hasyim pada hari ini 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang etik dugaan tindak asusila di DKPP.
Rujukan
(GFD-2024-20140) [SALAH] Presiden Jokowi Sita Aset Hasil Korupsi Timah Milik Harvey Moeis
Sumber: YouTube.comTanggal publish: 28/05/2024
Berita
Ke Lapas! Sandra Dewi Auto Kaget, Jokowi Tindak Tegas Suami Sandra Begini & Lita Gading Beri Reaksi | TEMU HARVEY – SANDRA DEWI KAGET SANG SUAMI MAKIN KURUS DI DALAM BUI
Hasil Cek Fakta
Kanal YouTube @yaschannelofficial pada 7 April 2024 mengunggah video dengan klaim bahwa Presiden Joko Widodo memberikan tindakan tegas dengan menyita aset hasil korupsi timah Rp 271 triliun milik suami Sandra Dewi, Harvey Moeis.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya video Presiden Jokowi yang diklaim pada unggahan merupakan video wawancaranya mengenai RUU Perampasan Aset.
Dalam wawancara pada 13 April 2023 tersebut, Presiden Jokowi kembali memberikan pernyataan soal proses penerbitan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang tidak kunjung selesai. Padahal menurutnya, aturan itu sangat penting untuk menegakkan hukum tindak pidana korupsi.
Dilansir dari Detik News, RUU Perampasan Aset telah dikaji dan diusulkan lebih dari satu dekade, sejak masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2012. Namun, pada kenyataannya RUU ini tidak kunjung disahkan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube @yaschannelofficial merupakan informasi yang salah.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya video Presiden Jokowi yang diklaim pada unggahan merupakan video wawancaranya mengenai RUU Perampasan Aset.
Dalam wawancara pada 13 April 2023 tersebut, Presiden Jokowi kembali memberikan pernyataan soal proses penerbitan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang tidak kunjung selesai. Padahal menurutnya, aturan itu sangat penting untuk menegakkan hukum tindak pidana korupsi.
Dilansir dari Detik News, RUU Perampasan Aset telah dikaji dan diusulkan lebih dari satu dekade, sejak masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2012. Namun, pada kenyataannya RUU ini tidak kunjung disahkan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube @yaschannelofficial merupakan informasi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ainayya.
Unggahan video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi telah menyita aset hasil korupsi timah milik Harvey Moeis merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, video Presiden Jokowi yang ditampilkan merupakan video wawancaranya mengenai RUU Perampasan Aset pada 13 April 2023.
Unggahan video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi telah menyita aset hasil korupsi timah milik Harvey Moeis merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, video Presiden Jokowi yang ditampilkan merupakan video wawancaranya mengenai RUU Perampasan Aset pada 13 April 2023.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=oCIIGQsI6j0
- https://nasional.kompas.com/read/2023/04/14/12024991/ketika-jokowi-gregetan-ruu-perampasan-aset-tak-juga-selesai-dan-partai-tak?page=all
- https://news.detik.com/berita/d-7297524/ahli-hukum-desak-ruu-perampasan-aset-disahkan-dukung-pemberantasan-korupsi
- https://turnbackhoax.id/2024/05/28/salah-presiden-jokowi-sita-aset-hasil-korupsi-timah-milik-harvey-moeis/
(GFD-2024-20141) [SALAH] Presiden Jokowi dan Kejagung Temukan Bukti Korupsi Timah Rp 271 T
Sumber: YouTube.comTanggal publish: 28/05/2024
Berita
Sandra Dewi kaget!! Jokowi & Kejagung berhasil temukan Bukti ini dari Suami Sandra, pantesan Korupsi | SANDRA DEWI TAK BERKUTIK, KEJAGUNG & DPR TEMUKAN BUKTI INI
Hasil Cek Fakta
Kanal YouTube @yaschannelofficial pada 5 April 2024 mengunggah video dengan judul dan thumbnail yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo dan Kejagung berhasil menemukan bukti korupsi timah Rp 271 triliun yang menyeret suami Sandra Dewi, Harvey Moeis.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya isi video tersebut tidak memberitakan mengenai bukti yang ditemukan Kejagung seperti yang diklaim pada unggahan, melainkan menampilkan momen rapat Komisi VI DPR bersama direksi PT Timah Tbk.
Dalam rapat dengar yang digelar pada 2 April 2024, anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P, Rieke Diah Pitaloka, membacakan deretan kasus korupsi di PT Timah yang terjadi dalam periode 2015-2022.
Lebih lanjut, Rieke mendorong Kejagung untuk mencekal jajaran PT Timah beserta keluarganya yang mungkin terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Selain itu, Rieke juga memberikan dukungan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal, agar tidak takut dalam menangani kasus saat ini.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube @yaschannelofficial merupakan informasi yang salah.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya isi video tersebut tidak memberitakan mengenai bukti yang ditemukan Kejagung seperti yang diklaim pada unggahan, melainkan menampilkan momen rapat Komisi VI DPR bersama direksi PT Timah Tbk.
Dalam rapat dengar yang digelar pada 2 April 2024, anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P, Rieke Diah Pitaloka, membacakan deretan kasus korupsi di PT Timah yang terjadi dalam periode 2015-2022.
Lebih lanjut, Rieke mendorong Kejagung untuk mencekal jajaran PT Timah beserta keluarganya yang mungkin terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Selain itu, Rieke juga memberikan dukungan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal, agar tidak takut dalam menangani kasus saat ini.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube @yaschannelofficial merupakan informasi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ainayya.
Unggahan video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi dan Kejagung telah menemukan bukti kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga Rp 271 triliun merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, isi video tersebut hanya menampilkan momen rapat Komisi VI DPR bersama direksi PT Timah Tbk.
Unggahan video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi dan Kejagung telah menemukan bukti kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga Rp 271 triliun merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, isi video tersebut hanya menampilkan momen rapat Komisi VI DPR bersama direksi PT Timah Tbk.
Rujukan
(GFD-2024-20142) [SALAH] Suhartoyo Meninggal Dunia
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 28/05/2024
Berita
“Turut berduka cita atas berpulangnya
SUHARTOYO
07 mei 2024
Semoga amal ibadah beliau diterima, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”
SUHARTOYO
07 mei 2024
Semoga amal ibadah beliau diterima, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”
Hasil Cek Fakta
Akun Tiktok pencabutnyawa1945 memposting sebuah video berisi kabar duka yang datang dari Suhartoyo yang meninggal dunia. Suhartoyo merupakan Pimpinan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Pada 22 Mei 2024 postingan tersebut sudah mendapatkan 22.2K like dan 8201 komentar.
Setelah ditelusuri pada 23 Mei 2024 ditemukan informasi bahwa Pimpinan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Suhartoyo pada 22 Mei 2024 masih terlihat pada sidang pengucapan putusan/ketetapan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta. Putusan/ketetapan yang dibacakan pada hari itu sebanyak 52 perkara. Sebagai informasi terdapat 297 perkara Pileg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kab/Kota yang didaftarkan ke MK.
Dengan demikian informasi Suhartoyo meninggal dunia tidak benar. Suhartoyo pada 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang pengucapan putusan/ketetapan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri pada 23 Mei 2024 ditemukan informasi bahwa Pimpinan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Suhartoyo pada 22 Mei 2024 masih terlihat pada sidang pengucapan putusan/ketetapan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta. Putusan/ketetapan yang dibacakan pada hari itu sebanyak 52 perkara. Sebagai informasi terdapat 297 perkara Pileg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kab/Kota yang didaftarkan ke MK.
Dengan demikian informasi Suhartoyo meninggal dunia tidak benar. Suhartoyo pada 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang pengucapan putusan/ketetapan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Informasi Suhartoyo meninggal dunia tidak benar. Faktanya, Suhartoyo merupakan Pimpinan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia pada 22 Mei 2024 masih menghadiri sidang pengucapan putusan/ketetapan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta.
Rujukan
Halaman: 3527/7978





