• (GFD-2024-20942) Cek Fakta: Klarifikasi Video 100 Anak Korban Perang Gaza Diselamatkan ke Hotel di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim ada 100 orang anak yatim korban perang Gaza telah diselamatkan ke hotel di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Juni 2024.
    Dalam postingannya terdapat video berdurasi 1 menit 4 detik menggambarkan sejumlah anak sedang sarapan di sebuah restoran. Video itu disertai narasi:
    "Alhamdulillah, lebih kurang 100 orang lebih anak yatim korban perang Gaza telah tiba di Indonesia.Mereka telah diselamatkan ke Indonesia berkat kerjasama dgn kedutaan Indonesia di perbatasan Palestina, Mesir, Yordania. Alhamdulillah, masing² mrk akan punya ayah angkat dan ibu angkat di negara ini. Sesampainya di bandara, mrk langsung dibawa menginap di hotel bintang 4 selama 3 hari utk menghibur dan menghilangkan trauma mrk. Alhamdulillah mudah²an mrk bisa jd orang sukses di Indonesia dan berbakti kpd orang tua angkat mrk. Aamiin² ya Robbal 'aalamiin."
    Lalu benarkah postingan video yang mengklaim ada 100 orang anak yatim korban perang Gaza telah diselamatkan ke hotel di Indonesia?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun @kristinawatihidajat di akun Instagramnya, 25 Juni 2024.
    Presiden Golden Future Indonesia itu membantah video yang beredar merupakan peristiwa di sebuah hotel di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berada di kamp pengungsi Palestina Irbid.
    Berikut klarifikasinya:
    "Kenapa Berita Tidak Benar Cepat Sekali Beredar ??
    Klarifikasi dari saya ini semoga bisa segera cepat beredar sebagai counter back berita yang tidak benar
    Tiba tiba dari kemarin malam banyak yg menanyakan kebenaran tulisan dari seorang umahat dengan Video saya bersama anak anak dari Palestina.
    Di sana dikatakan kalau kami membawa anak anak Palestina tersebut ke Indonesia dan membahagiakan mereka di hotel berbintang serta akan mencarikan mereka orang tua asuh, bahkan dikatakan pula mereka di deportasi dari negaranya ( ???) ke Indonesia.
    *Ini adalah Klarifikasi dari Saya*:Berita tersebut *TIDAK BENAR*
    Ntah sedang mimpi indah apa beliau, kok bisa bisanya merubah caption saya dengan narasi sendiri dengan mimpi mimpi indahnya.Mari kita aminkan saja semoga Allah mampukan kita untuk mewujudkannya
    Meskipun indah tapi dusta tetaplah dusta bukan ?
    Wahai ibu...siapapun anda tobatlah untuk menyebarkan hoax dan berita tidak benar meskipun isi beritanya adalah cita cita semua orang yang beriman
    Yang benar adalah, saat saya di video itu sedang berada di Kemp Pengungsi Palestina Irbid, tepatnya di Perbatasan Bumi Syam Suriah dan Jordania.
    Saya dan team sedang membuat Dapur Umum dan Pembagian sedekah Daging Serta bagi bagi hadiah lebaran untuk penduduk Camp yang mayoritas adalah para janda syuhada dan ratusan anak yatim Palestina.
    Tepatnya pada hari Tasrik Idul Adha 19 Juni 2024Semua kegiatan dilakukan di Kemp Palestina Irbid di Perbatasan Jordan dan Suriah, bukan di Indonesia apalagi dibawa ke hotel berbintang di Tanah Air kita.
    Demikian klarifikasi dari saya, semoga Allah jaga lisan dan tulisan kita dari pedihnya hisab di yaumul hisab kelak
    Barrakallahu FiekumPresiden Of Golden Future Indonesia*Kristinawati Hidajat*"
    Golden Future Indonesia sendiri merupakan platform penggalangan dana online yang dikelola oleh Yayasan Golden Future untuk menghimpun donasi kemanusiaan.

    Kesimpulan


    Postingan video yang mengklaim ada 100 orang anak yatim korban perang Gaza telah diselamatkan ke hotel di Indonesia adalah tidak benar. Hal ini telah diklarifikasi Kristina Wati Hidajat, Presiden Golden Future Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20946) Apa Benar Es Tebu Akan Basi 15 Menit Setelah Diperas?

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/07/2024

    Berita

    tirto.id - Pedagang yang menjual minuman tebu dengan memeras batangnya tak jarang ditemui di pinggir jalan. Pun, masyarakat kerap mengonsumsi es tebu untuk menangkal haus di tengah cuaca yang panas, bahkan ada juga yang langsung menyesap batang tebu demi memperoleh sarinya.

    Mengenai sari tebu, beredar informasi di jagat maya yang menyebut kalau minuman itu memiliki masa kedaluwarsa paling singkat di dunia. Akun Instagram bernama “surip.haryanto779”, misalnya, menyebarkan narasi tersebut dalam bentuk video kurang dari satu menit.

    Menurut video, masa kedaluwarsa es tebu terbilang singkat, karena minuman ini mengalami proses oksidasi yang sangat cepat, sehingga setelah lebih dari 15 menit, minuman es tebu akan berubah menjadi racun yang membahayakan kesehatan tubuh.

    "Maka dari itu, para pedagang es tebu kerap kali menyarankan agar minuman tersebut dihabiskan di tempat oleh konsumennya,” kata narator video.

    Video yang diunggah pada Selasa (25/6/2024) ini sudah disukai oleh 6.020 orang dan memperolah 143 komentar, per Rabu (3/7/2024). Alih-alih mempercayai klaim yang disebarkan, kebanyakan warganet di kolom komentar justru sangsi dan membagikan pengalaman positifnya minum es tebu lebih dari waktu yang disebutkan.

    Namun, unggahan semacam itu tak hanya ditemui di Instagram. Narasi identik juga ditemukan di TikTok, seperti bisa dilihat di sini.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim ini, Tirto mencoba menghubungi ahli gizi sekaligus pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ati Nirwanawati. Ia membantah klaim bahwa air tebu akan kedaluwarsa dalam jangka waktu 15 menit setelah diperas.

    “Kita beli [es tebu] didiamkan dalam waktu 15 menit langsung jadi racun ya enggaklah, nggak secepet itu. Yang penting [tebunya] fresh ya, entah baru diperas, atau batang tebunya. Karena kalau batangnya lama, 'kan suka ada jamur,” katanya saat dihubungi Tirto, Rabu (3/7/2024).

    Kendati begitu, Ati tak bisa memastikan maksimal waktu ketika air tebu ditaruh di suhu ruang. Menurutnya, masalahnya bukan terletak pada air tebunya, tapi ditakutnya ada bakteri, sehingga ketika membeli es tebu sebaiknya langsung dihabiskan atau disimpan dalam lemari es jika tidak segera dikonsumsi.

    “Umur simpan air tebu untuk dikonsumsi paling lama 4 hari pada penyimpanan kemasan plastik [di dalam] suhu rendah 10 ºC,” sambungnya.

    Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, pun sependapat. Menurutnya, air gula termasuk bahan yang awet untuk disimpan, sehingga banyak makanan awetan menggunakan gula, seperti contoh manisan.

    Sementara sari tebu yang sering dijual oleh pedagang di pinggir jalan bakal lebih awet jika diberi es batu. Pasalnya, es batu atau proses pendinginan di dalam kulkas akan memperlambat tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur yang menyebabkan air tebu cepat basi.

    “Untuk mengurangi kerusakan pada perasan tebu, saya sarankan dengan es batu. Tetapi es batu yang bisa diminum, bukan dari air mentah,” ujar Toto, mengutip Kompas, Sabtu (8/6/2024).

    Adapun air tebu yang sudah tidak layak konsumsi memiliki beberapa tanda, salah satunya muncul buih-buih, lantaran air tebu yang sudah basi akan menimbulkan gas. Kemudian, baunya juga seperti gas dari alkohol dan rasanya cenderung kecut.

    Sebuah studi yang dilakukan Luthfia, dkk berjudul “Pengaruh Variasi Suhu dan Lama Penyimpanan Air Tebu Terhadap Angka Lempeng Total” yang dimuat dalam Jurnal Kesehatan Tambusai (2023) menunjukkan kalau penyimpanan air tebu lebih baik disimpan pada suhu pendingin jika tidak langsung dikonsumsi karena nilai angka kuman pada suhu pendingin lebih rendah dibandingkan suhu ruang.

    Semakin lama air tebu disimpan juga membuktikan semakin tinggi jumlah kuman yang tumbuh. Air tebu yang disimpan dalam suhu ruang (20-25°C) selama 2 jam disebut mengalami pertumbuhan bakteri dengan nilai lebih rendah ketimbang air tebu yang disimpan dalam kurun waktu 6 jam.

    “Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kebersihan minuman air tebu diantaranya adalah kebersihan penjual, peralatan dan bahan serta pengolahan. Faktor kebersihan ini dapat menjadi sumber kontaminasi mikroba pada sampel,” tulis penelitian tersebut.

    Air tebu sendiri sebenarnya mengandung beragam nutrisi yang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Menukil artikel Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Kevin Adrian, di dalam 100 ml air tebu, terkandung sekira 80 kalori, karbohidrat, gula, protein, kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.

    Kandungan nutrisi itu disebut bermanfaat untuk meningkatkan energi, menangkal efek radikal, melancarkan sistem pencernaan, memelihara kesehatan hati, menjaga fungsi ginjal, dan mengurangi risiko kanker, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Meski demikian, studi mengenai manfaat air tebu untuk mencegah kanker masih sangat terbatas.

    Kandungan gula alami sukrosa dan fruktosa dalam air tebu dapat menghasilkan energi bagi tubuh, sehingga bisa bikin lebih bersemangat dalam beraktivitas. Selain itu, air tebu juga dapat mencegah dehidrasi.

    Oleh karenanya, air tebu cocok diminum saat sedang kelelahan atau setelah berolahraga agar tubuh bisa kembali segar.

    Terlepas dari manfaatnya yang beragam, air tebu tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Konsumsi air tebu juga perlu dibatasi oleh penderita diabetes. Hal ini dikarenakan kandungan gula di dalam air tebu cukup tinggi, sehingga bisa menaikkan kadar gula darah secara signifikan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, klaim es tebu kedaluwarsa dan menjadi racun dalam waktu 15 menit setelah diperas bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Ati Nirwanawati selaku ahli gizi sekaligus pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) telah membantah klaim itu dan menyampaikan bahwa umur simpan air tebu di dalam suhu rendah 10 ºC atau di dalam kulkas bisa dikonsumsi paling lama 4 hari pada penyimpanan kemasan plastik.

    Adapun air tebu yang sudah tidak layak konsumsi memiliki beberapa tanda, salah satunya muncul buih-buih, lantaran air tebu yang sudah basi akan menimbulkan gas. Kemudian, baunya juga seperti gas dari alkohol dan rasanya cenderung kecut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20947) Tidak Benar Menepuk Lengan Bisa Menghindari Serangan Jantung

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/07/2024

    Berita

    tirto.id - Informasi soal kesehatan kerap kali bermunculan di media sosial dan beberapa perlu ditelusuri kebenarannya. Medio Juni lalu, Tirto sempat memeriksa klaim soal larutan tepung sagu dan madu atau gula merah untuk mengatasi penyakit asam lambung atau GERD.

    Kami menemukan bahwa penggunaan tepung sagu dalam hal itu belum diteliti secara luas dalam skala besar. Nyatanya, klaim manfaat tepung sagu dalam mengatasi penyakit asam lambung hanya berdasarkan testimoni anekdotal, sehingga belum dapat disarankan sebagai terapi untuk mengatasi GERD.

    Kemudian pada penghujung Juni, mencuat narasi soal cara mencegah dan menghindari serangan jantung. Sebuah akun Facebook bernama “Pesona Alam” menyebarkan video berdurasi sekira 25 detik dengan takarir “4 cara menghindari serangan jantung”.

    Menukil klip tersebut, cara pertama yang bisa dilakukan yakni dengan menepuk siku bagian dalam, baik tangan kanan dan tangan kiri. Kedua, menepuk ujung setiap jari kita. Kemudian, menepuk ketiak kiri dan kanan dengan cepat. Terakhir, tepuk tangan dengan jari terbuka.

    “Lakukan 1 -2 menit, sehingga aliran darah lancar kembali,” bunyi narasi di bagian akhir video.

    Per Rabu (3/7/2024), klip yang beredar sejak Sabtu (29/6/2024) ini telah dibagikan sebanyak 2.800 kali dan mendapatkan ribuan impresi, berupa 8.400 likes dan181 komentar. Para netizen yang mewarnai kolom komentar tampak berterima kasih atas informasi yang dibagikan.

    Namun, apa benar menepuk lengan dan tangan bisa menghindari serangan jantung?

    Hasil Cek Fakta

    Mengutip laman Alodokter, serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah. Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Gejala yang dirasakan penderita serangan jantung bisa berupa nyeri dada, sesak napas atau napas berat, pusing, gelisah, keringat dingin, mual, muntah, atau sakit perut. Namun, ada juga penderita serangan jantung yang tidak mengalami gejala dan langsung mengalami henti jantung mendadak.

    Serangan jantung yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya. Komplikasi tersebut mencakup gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung.

    Adapun terkait pemicu serangan jantung, merujuk lansiran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di antaranya adalah faktor penambahan usia, adanya riwayat penyakit jantung dalam keluarga, obesitas atau kegemukan, stres, dan pola hidup yang buruk.

    Artinya, kurang berolahraga, merokok, dan berbagai aktivitas yang buruk bagi kesehatan dapat memicu seseorang terserang penyakit jantung.

    Bagaimana dengan menepuk lengan untuk mencegah dan mengatasi serangan jantung?

    Tirto mencoba menelusuri klaim itu lewat penelusuran Google. Lewat KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menjelaskan bahwa narasi yang beredar tidak tepat dan sudah lama tersebar. Menepuk lengan disebut tidak memberikan efek apa pun, lantaran lengan dan jantung tidak berhubungan.

    Saat seseorang terkena serangan jantung, langkah yang lebih baik dilakukan adalah resusitasi jantung paru (RJP). Mudahnya, RJP adalah teknik menekan jantung. Teknik ini membantu memompa supaya ada impuls listrik di jantung nyala lagi.

    "Selain itu, saat terjadi serangan jantung, lihat dulu kondisi pasiennya. Kalau pasien tidak sadar, Anda harus melihat apakah pasien masih bernapas atau tidak, denyut nadinya ada atau tidak," ujar dr. Devia, menukil KlikDokter.

    Ia menambahkan, kalau napas dan denyut nadi penderita serangan jantung tidak ada, yang bisa dilakukan adalah bantuan hidup dasar atau resusitasi jantung paru yang harus dikompresi sebanyak 30 kali. Meski begitu, harus digaribawahi bahwa RJP hanya bersifat pertolongan pertama pada orang yang mengalami masalah serangan jantung.

    "Di sisi lain, RJP juga perlu dilakukan untuk mempertahankan sirkulasi darah dalam tubuh dan menekan jaringan yang mati. Tapi meski sudah RJP pada pasien serangan jantung, bantuan medis tetap diperlukan. Karena nanti bisa dibantu dengan obat-obatan dan tindakan medis lainnya," tegas dr. Devia.

    Jika tidak menguasai teknik RJP, maka pendamping perlu tenang dan tidak panik, mengendurkan pakaian pasien, segera menghubungi dokter, mencari obat yang dibawa pasien, dan memastikan pasien mendapat penanganan medis.

    Memperbaiki gaya hidup memang menjadi kunci dalam mencegah penyakit jantung dan stroke. Mengutip laman American Heart Association, beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko serangan jantung di antaranya dengan berhenti merokok, memilih makanan yang kaya nutrisi (mengandung vitamin, mineral, serat, dan rendah kalori), beraktivitas fisik setiap hari, dan tidur yang cukup.

    Dengan begitu, menepuk lengan dan tangan terbukti tidak berhubungan dengan pencegahan serangan jantung. Narasi serupa pernah tersebar pada 2019 silam dan telah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta yang telah dilakukan menunjukkan kalau lengan dan jantung tidak berhubungan. Lewat KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menjelaskan bahwa narasi yang beredar tidak tepat dan sudah lama tersebar.

    Saat seseorang terkena serangan jantung, menurut dr. Devia, langkah yang lebih baik dilakukan adalah resusitasi jantung paru (RJP).

    Gaya hidup menjadi kunci dalam mencegah penyakit jantung dan stroke. Beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko serangan jantung di antaranya dengan berhenti merokok, memilih makanan yang kaya nutrisi, beraktivitas fisik setiap hari, dan tidur yang cukup.

    Jadi, video yang berseliweran di media sosial tentang cara mencegah dan menghindari serangan jantung dengan menepuk lengan dan tangan bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-20948) Cek Fakta: Hoaks Foto Vladimir Putin dan Kim Jong-un Angkat Gelas Bir di Klub Malam

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengangkat gelas berisi bir di klub malam beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 28 Juni 2024.
    Dalam foto tersebut, Putin dan Kim Jong-un tampak berpose mengangkat gelas berisi bir di sebuah klub malam. Sejumlah wanita dan pria terlihat berfoto bersama Putin dan Kim Jong Un.
    "New BFF’s❤️," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 149 kali dibagikan dan mendapat 119 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam foto tersebut Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengangkat gelas berisi bir di klub malam? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengangkat gelas berisi bir di klub malam.
    Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Google Images. Namun tidak ditemukan gambar identik beserta penjelasannya.
    Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs aiornot.com. Situs tersebut bisa mengidentifikasi sebuah gambar apakah hasil rekayasa atau asli.
    Hasilnya, foto Putin dan Kim Jong-un yang mengangkat gelas berisi bir merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
    Berikut gambar tangkapan layarnya.

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengangkat gelas berisi bir di klub malam ternyata tidak benar alias hoaks.
    Faktanya, foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Rujukan