(GFD-2024-21054) [PENIPUAN] Perubahan Biaya Transaksi Bank BCA
Sumber: WhatsApp.comTanggal publish: 11/07/2024
Berita
Sehubungan Adanya pembaharuan dari layanan Bank BCA, untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan nasabah Bertransaksi dari Bank BCA menggunakan aplikasi m-BCA, Mulai nanti malam ketika pergantian hari dan tanggal, Untuk seluruh biaya transaksi diubah menjadi biaya bulanan, Untuk biaya transaksi yang lama Rp 6.500/pertransaksi, di ganti dengan Biaya yang baru Rp 150.000/perbulan (Autodebit dari rekening tabungan), Unlimited transaksi. Untuk perubahan skema tarif dalam tahapan percobaan untuk 6 bulan kedepan, Dengan ini kepada Bpk/ibu Nasabah Bank BCA untuk PERSETUJUANNYA, ataupun Konfirmasinya disini : 1. Apakah setuju dengan Tarif baru perbulan Rp150.000, Atau 2. Jika tidak setuju, Dan tetap mau menggunakan Tarif yang lama Rp6.500/pertransaksi dikarenakan jarang bertransaksi. Dan Untuk konfirmasi silakan isi formulir yang dikirimkan. Pastikan semua data di isi dengan benar.”
Hasil Cek Fakta
Beredar melalui pesan berantai di media sosial WhatsApp menyebutkan pengumuman perubahan biaya transfer BCA berubah dari Rp 6.500 per transaksi menjadi Rp 150.000 per bulan, yang akan dipotong secara otomatis dari tabungan nasabah. Ketentuan ini tampak telah ditandatangani oleh Presiden Direktur dan Direktur.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut berulang kali muncul pada tahun 2022, pemeriksa fakta Mafindo telah membuat artikel klrifikasi pada laman Turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Perubahan Biaya Transaksi Bank BCA”.
Setelah mengunjungi laman resmi milik BCA dalam hal ini BCA menegaskan bahwa pengumuman tersebut TIDAK BENAR dan merupakan AKSI PENIPUAN. Bank hanya akan memberikan pengumuman/informasi dari nomor/akun resmi, yaitu WhatsApp Bank BCA pada nomor 08111500998 dengan centang hijau di samping nomor WhatsApp.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang biaya transaksi antar Bank dari Bank BCA menjadi Rp150.000 per-Bulan adalah keliru dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut berulang kali muncul pada tahun 2022, pemeriksa fakta Mafindo telah membuat artikel klrifikasi pada laman Turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Perubahan Biaya Transaksi Bank BCA”.
Setelah mengunjungi laman resmi milik BCA dalam hal ini BCA menegaskan bahwa pengumuman tersebut TIDAK BENAR dan merupakan AKSI PENIPUAN. Bank hanya akan memberikan pengumuman/informasi dari nomor/akun resmi, yaitu WhatsApp Bank BCA pada nomor 08111500998 dengan centang hijau di samping nomor WhatsApp.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang biaya transaksi antar Bank dari Bank BCA menjadi Rp150.000 per-Bulan adalah keliru dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Yudho Ardi
Setelah melakukan penelusuran, faktanya melalui akun resmi Bank Central Asia telah membantah berita soal Bank Central Asia menyebut bahwa biaya admin transfer antar bank dari Bank BCA sejumlah Rp6.500 per-transaksi, kemudian untuk transfer antar bank dengan transfer BI-Fast biaya admin transfer antar bank Rp2.500 akan dirubah menjadi unlimited transaksi sebesar Rp150.000 per-bulan.
Setelah melakukan penelusuran, faktanya melalui akun resmi Bank Central Asia telah membantah berita soal Bank Central Asia menyebut bahwa biaya admin transfer antar bank dari Bank BCA sejumlah Rp6.500 per-transaksi, kemudian untuk transfer antar bank dengan transfer BI-Fast biaya admin transfer antar bank Rp2.500 akan dirubah menjadi unlimited transaksi sebesar Rp150.000 per-bulan.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2022/11/30/salah-perubahan-biaya-transaksi-bank-bca/
- https://pressrelease.kontan.co.id/news/bca-tegaskan-pengumuman-perubahan-transfer-antarbank-jadi-rp150000bulan-adalah-hoax#:~:text=21%3A50-,BCA%20Tegaskan%20Pengumuman%20Perubahan%20Transfer%20AntarBank%20Jadi%20Rp150.000%2Fbulan,bulan%20adalah%20HOAX%20dan%20penipuan.
(GFD-2024-21055) [SALAH] Temuan Arkeologi Tentang Tengkorak Manusia Zaman Purba
Sumber: twitter.comTanggal publish: 11/07/2024
Berita
Temuan arkeoligis membuktikan manusia jaman purba….
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Twitter/X dengan nama akun “@Awandiatassana” yang mengunggah gambar dengan narasi temuan arkeologi tentang tengkorak manusia zaman purba.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut berulang kali muncul pada bulan Mei tahun 2024, pemeriksa fakta Mafindo telah membuat artikel klarifikasi pada laman Turnbackhoax.id dengan judul artikel “Tiga Foto “Penemuan Luar Biasa Tengkorak Raksasa, Tinggi Lebih dari 10 Kaki”.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut menggunakan Google Lens, Faktanya Fact Crescendo Sri Lanka menyebut foto yang menunjukkan seorang wanita berdiri di samping tengkorak raksasa 10 kaki adalah hoaks.
Setelah penyelidikan, juru bicara Departemen Arkeologi Sri Lanka membantah mengetahui atau menemukan bukti apa pun di Gua Pahiyangala. Selain itu, tidak ada temuan signifikan terkini yang dilaporkan dari gua tersebut.
Dengan demikian klaim tentang temuan arkeologi tentang tengkorak manusia zaman purba adalah salah dan masuk kategori konten palsu.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut berulang kali muncul pada bulan Mei tahun 2024, pemeriksa fakta Mafindo telah membuat artikel klarifikasi pada laman Turnbackhoax.id dengan judul artikel “Tiga Foto “Penemuan Luar Biasa Tengkorak Raksasa, Tinggi Lebih dari 10 Kaki”.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut menggunakan Google Lens, Faktanya Fact Crescendo Sri Lanka menyebut foto yang menunjukkan seorang wanita berdiri di samping tengkorak raksasa 10 kaki adalah hoaks.
Setelah penyelidikan, juru bicara Departemen Arkeologi Sri Lanka membantah mengetahui atau menemukan bukti apa pun di Gua Pahiyangala. Selain itu, tidak ada temuan signifikan terkini yang dilaporkan dari gua tersebut.
Dengan demikian klaim tentang temuan arkeologi tentang tengkorak manusia zaman purba adalah salah dan masuk kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Yudho Ardi
Informasi yang menyesatkan, faktanya informasi tersebut merupakan Hoax Lama Bersemi Kembali (HLBK). Faktanya Fact Crescendo Sri Lanka menyebut foto yang menunjukkan seorang wanita berdiri di samping tengkorak raksasa 10 kaki adalah hoaks.
Informasi yang menyesatkan, faktanya informasi tersebut merupakan Hoax Lama Bersemi Kembali (HLBK). Faktanya Fact Crescendo Sri Lanka menyebut foto yang menunjukkan seorang wanita berdiri di samping tengkorak raksasa 10 kaki adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-21057) Cek Fakta: Waspada Akun Instagram Palsu Raffi Ahmad Janjikan Uang Rp 10 Juta
Sumber:Tanggal publish: 11/07/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Raffi Ahmad membagikan uang 10 juta hanya dengan mengikuti akun Instagramnya. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Postingan tersebut beredar di Instagram dengan nama akun @raffi_nagitaberbagi221. Dalam postingannya terdapat foto Raffi Ahmad dengan narasi:
"Yg sudah folow dan bagikan langsung hubungi wa AA linx WA ada di frofil ig. 10 juta untuk 1 orang"
Hingga saat ini postingan itu telah dilihat 263,9 ribu orang dan mendapat 17,9 ribu likes.
Lalu benarkah postingan Raffi Ahmad membagikan uang 10 juta hanya dengan mengikuti akun Instagramnya?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan akun asli Raffi Ahmad di Instagram bernama @raffinagita1717 yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana juga tidak terdapat pengumuman Raffi akan membagikan uang 10 juta untuk 1 orang seperti dalam postingan.
Jadi bisa dipastikan akun @raffi_nagitaberbagi221 adalah akun palsu yang digunakan untuk mengecoh masyarakat.
Selain itu dalam postingan terdapat link yang menghubungkan ke nomor Whatsapp tertentu untuk pengambilan hadiah.
Hal ini merupakan indikasi penipuan yang bisa mengarahkan masyarakat untuk membagikan identitas pribadi atau terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan Raffi Ahmad membagikan uang 10 juta hanya dengan mengikuti akun Instagramnya adalah hoaks. Akun yang beredar merupakan akun palsu.
Rujukan
(GFD-2024-21062) Cek fakta, Menteri Amerika sebut Kominfo sibuk urus Palestina
Sumber:Tanggal publish: 11/07/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar media yang menarasikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bodoh dan sibuk urus Palestina hingga tidak tahu databasenya diretas.
Berikut narasi dalam tangkapan layar tersebut:
“Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Database Negaranya dihacker tidak tau, karena terlalu sibuk ngurus Palestina”
Namun, benarkah Menteri Amerika sebut Kominfo Indonesia bodoh dan sibuk urus Palestina?
Berikut narasi dalam tangkapan layar tersebut:
“Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Database Negaranya dihacker tidak tau, karena terlalu sibuk ngurus Palestina”
Namun, benarkah Menteri Amerika sebut Kominfo Indonesia bodoh dan sibuk urus Palestina?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, ANTARA mencari unggahan yang disertakan dalam tangkapan layar video tersebut. ANTARA tidak menemukan artikel dengan judul tersebut dan juga unggahan artikel pada Selasa, 2 Juli 2024 pukul 07:34.
Menteri Amerika yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan Anthony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Foto tersebut merupakan saat Blinken berbicara pada peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" yang pertama, di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 4 Januari 2023, dilansir dari Getty Image.
Selain itu, tidak ada pernyataan resmi Blinken terkait ransomeware yang sempat dialami di Indonesia.
Klaim: Menteri Amerika sebut Kominfo Indonesia sibuk urus Palestina.
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Menteri Amerika yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan Anthony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Foto tersebut merupakan saat Blinken berbicara pada peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" yang pertama, di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 4 Januari 2023, dilansir dari Getty Image.
Selain itu, tidak ada pernyataan resmi Blinken terkait ransomeware yang sempat dialami di Indonesia.
Klaim: Menteri Amerika sebut Kominfo Indonesia sibuk urus Palestina.
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 3277/7952


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4888959/original/023966700_1720674728-cek_fakta_follow.jpg)
