• (GFD-2024-21079) Cek Fakta: Hoaks Tempo Beritakan Agenda Persatuan Komunis Cina di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang menyebut Tempo memberitakan agenda Persatuan Komunis Cina di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Juli 2024.
    Dalam postingannya terdapat rekaman video yang menyebut Tempo pernah memberitakan agenda Persatuan Komunis Cina seperti memiskinkan pribumi dengan sistem, jauhkan umat Islam dari ajaran agamanya, mencampur adukkan ajaran agama, hingga membenturkan sesama pribumi.
    Akun itu menambahkan narasi "BERITA TEMPO Waspada komunis di mana mana?"
    Lalu benarkah postingan yang menyebut Tempo memberitakan agenda Persatuan Komunis Cina di Indonesia?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Tempo yang diunggah dalam artikel berjudul "Keliru, Konten Berisi Klaim Tempo Memberitakan Agenda Persatuan Komunis Cina" yang tayang pada 10 Juli 2024.
    "Ini hoaks dibuat orang jahat dengan menggunakan nama Tempo (yang) semakin tidak bermutu, dan mendekati brutal. Tempo tidak pernah mengeluarkan liputan, artikel, opini, ceramah dan penelitian soal tersebut," kata Setri dilansir dari laman Tempo.co.
    "Penyebaran hoaks dengan mencatut nama medianya tersebut merupakan fitnah yang mengganggu kerja-kerja jurnalistik Tempo. Hal itu berpotensi merusak kredibilitas Tempo yang sesungguhnya mengedepankan jurnalisme berkualitas," katanya menegaskan.
    Tempo juga mengimbau masyarakat menggunakan dan mengutip produk jurnalistik Tempo dengan mengikuti aturan yang berlaku.
    "Mengutip (harus) dengan menyampaikan informasi sebenarnya. Tidak boleh memotong, menginterpretasikan (secara keliru/menyesatkan), dan mesti minta izin. Ada hak cipta dalam semua produk jurnalistik Tempo," kata Setri.

    Kesimpulan


    Postingan yang menyebut Tempo memberitakan agenda Persatuan Komunis Cina di Indonesia adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21083) Salah, Penampakan Anjing Laut Berkepala Sapi di Bangkalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita

    tirto.id - Perkembangan teknologi informasi menjadikan media sosial menjadi tempat penyebaran informasi yang masif. Namun, tak jarang, sejumlah informasi dan klaim yang tersebar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Sebelumnya, Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terkait informasi yang menyebut ada penampakan lumba-lumba berwarna pink di pantai utara, Pulau Biak, Papua. Namun, setelah ditelusuri gambar lumba-lumba tersebut adalah hasil suntingan atau manipulasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI).

    Baru-baru ini, kembali ditemukan narasi serupa yang menyebut ada anjing laut berkepala sapi yang diklaim ditemukan di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Narasi tersebut disebarkan oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “Titien Mulyaningsih”,“Ardiande”, “Djibhi”, “Gmwijaya Dadek” dan “Putri Nalindra”, pada periode Selasa (9/7/2024) hingga Kamis (11/7/2024).

    “SAPI LAUT BARU KALI INI DENGAR DAN MELIHATNYAAnjing laut sdh pernah lihat,kuda laut sdh pernah lihat,singa laut juga pernah lihat,,,baru sekarang lihat sapi laut,nelayan di bangkalan Madura telah menangkapnya," bunyi keterangan salah satu akun tersebut pada Kamis (11/7/2024).

    Sepanjang Kamis (11/7/2024) hingga Jumat (12/7/2024) atau selama sehari tersebar di Facebook, salah satu unggahan telah mendapatkan 32 tanda suka, 7 komentar, dan videonya telah ditonton sebanyak 8,9 ribu kali.

    Lantas, benarkah klaim dalam video soal ditemukannya anjing laut berkepala sapi di Kabupaten Bangkalan?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan menonton video tersebut secara utuh dari awal hingga akhir. Video berdurasi 14 detik tersebut memang menampilkan seekor anjing laut berkepala sapi. Nampak juga sejumlah orang yang berada di sekeliling hewan tersebut.

    Namun, kami menemukan kejanggalan di video tersebut. Nampak, pada detik ke-6 hingga 10, ada seseorang yang mengenakan sepatu boots berwarna hijau berjalan ke arah anjing laut tersebut. Namun, gerakan orang tersebut nampak mencurigakan, dan pada detik ke-11, kaki orang tersebut berubah menjadi tiga.

    Tirto mencoba menelusuri keaslian video tersebut. Mula-mula, kami menggunakan metode reverse search image dari Google Lens dan Yandex. Namun, hasil penelusuran hanya mengarahkan ke konten serupa di berbagai media. Tidak ada informasi mengenai sumber gambar tersebut.

    Kami kemudian mencoba menggunakan perangkat pemindai video kecerdasan buatan (AI), mengingat ada beberapa komentar dari warganet di unggahan tersebut yang mengindikasikan ini adalah karya AI.

    Tirto menggunakan perangkat pemindai AI, Hive Moderation untuk mengidentifikasi video tersebut. Hasilnya, perangkat tersebut memberikan nilai 63 persen video tersebut kemungkinan dibuat dengan menggunakan teknologi AI.

    Perlu diketahui bahwa Tirto juga menemukan video yang sama diunggah di akun Facebook bernama "leonwild", yang konten-kontennya memang berfokus pada gambar-gambar hewan mutasi buatan AI.

    Selanjutnya, kami memasukkan kata kunci “Anjing Laut Berkepala Sapi” ke mesin pencarian Google.

    Hasilnya, pemerintah melalui penjelasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ternyata telah membantah kebenaran video yang menyebut ada anjing laut berkepala sapi di Kabupaten Bangkalan. Kominfo mengkategorikan klaim tersebut sebagai hoaks.

    Kami juga menemukan klaim adanya anjing laut berkepala sapi juga belum lama ini beredar di India. Sejumlah laman pemeriksa fakta kredibel di negara tersebut seperti factly.in dan newschecker.in juga telah membantah kebenaran klaim tersebut dan menyimpulkannya sebagai hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa ada anjing laut berkepala sapi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, seperti yang diklaim di video.

    Hasil identifikasi menggunakan perangkat pemindai AI dan pemeriksaan sejumlah media pemeriksa fakta kredibel mengungkap bahwa video tersebut adalah hasil suntingan atau manipulasi dengan kecerdasan buatan (AI). Video ini juga diunggah oleh pembuat konten di Facebook yang memang mengunggah konten-konten dengan subjek hewan mutasi dengan bantuan AI.

    Jadi, informasi yang menyebut bahwa ada anjing laut berkepala sapi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-21084) Hoaks Video Aa Gym Promosikan Obat Nyeri Sendi

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita

    tirto.id - Media sosial, termasuk Facebook, kerap menjadi tempat penawaran atau promosi obat mulai dari obat prostatitis, pelangsing, hingga obat nyeri sendi. Beberapa klaim ini sempat melalui pemeriksaan fakta Tirto.

    Sayangnya, sejumlah iklan obat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya dan kerap mencatut nama figur publik untuk tujuan promosi. Teranyar, muncul iklan obat nyeri sendi yang mencatut beberapa nama populer, mulai dari eks Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari, dr. Zaidul Akbar, hingga nama pejabat publik seperti mantan Ketua KPU Hasyim Asy’ari.

    Tak cukup sampai di situ, baru-baru ini, Tirto kembali menemukan klaim iklan obat nyeri sendi yang mencatut nama pendakwah yaitu KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym. Klaim tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “12a”(arsip) lewat unggahan video reels pada Kamis (4/7/2024).

    Dalam video tersebut, nampak sosok Aa Gym yang sedang berbicara mengenai penyakit nyeri sendi. Kemudian, di akhir video, dia mempromosikan obat yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit nyeri sendi.

    Berikut cuplikan pernyataan Aa Gym dalam video tersebut:

    “Hanya ada satu cara untuk menyingkirkan osteoartritis, radang sendi, asam urat, osteoporosis, dan lainnya untuk selamanya. Bersama dengan tim yang terdiri dari enam ahli terkemuka dari Harvard Medical School, kami telah mengembangkan formula perawatan sendi alami yang unik.

    Ini adalah solusi terobosan baru dan telah banyak orang yang telah menyelamatkan kesehatan mereka dengannya. Cukup minum satu kapsul sehari selama tiga minggu dan persendian anda akan pulih, peradangan akan hilang dan jaringan tulang rawan akan beregenerasi."

    Sepanjang Kamis (4/7/2024) hingga Jumat (12/7/2024), atau selama delapan hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 10 ribu tanda suka dan 1,1 ribu komentar. Video ini juga telah diputar selama 1,5 juta kali.

    Lantas, bagaimana keaslian video tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tirto melakukan penelusuran dengan menonton video tersebut dari awal sampai akhir. Setelah diamati secara seksama, kami mendapati kejanggalan dari gerak mulut Aa Gym dalam video dan percakapan yang dikeluarkan. Terlihat ada ketidaksinkronan antara gerak mulut sang pendakwah tersebut dengan kata-kata yang dikeluarkannya.

    Kami lantas mencoba menelusuri keaslian dan konteks video tersebut. Pertama, kami mengambil tangkapan layar dari salah satu momen di video tersebut. Lalu, kami menelusurinya dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images dan Yandex. Hasilnya, kami menemukan video tersebut identik dengan video di akun Instagram resmi milik Aa Gym berikut.

    Konteks asli video yang diunggah pada Minggu (23/7/2024) tersebut adalah video ceramah Aa Gym dengan tema pentingnya bekerja keras untuk mencapai ridho Allah SWT. Dalam video aslinya, pendakwah yang juga pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid tersebut, sama sekali tidak membahas soal penyakit nyeri sendi dan melakukan promosi obat tersebut.

    Berikut takarir yang ditulis dalam unggahan video tersebut:

    “Sahabatku sekalian, bekerja bukan untuk dikagumi anak maupun istri, bukan hanya karena sebagai ayah yang bertanggung jawab, kepala keluarga, yang bijaksana dan amanah. Bekerja keras itu hanya untuk mencari ridha Alloh saja. Mari kita simak nasihat dari Gurunda Aa Gym dalam tayangan berikut ini sahabat.”

    Sementara berikut transkrip narasi yang diucapkan Aa Gym dalam video asli tersebut:

    “Kita kerja bukan untuk dikagumi istri anak sebagai ayah yang tanggung jawab kepala keluarga yang bijaksana, yang amanah. Oh tidak kita kerja keras ini mengurus keluarga ya mencari keridhoan Allah saja.

    Belum tentu istri menghargai kita, gimana kalu tidak menghargai? Kalau tidak menghargai tobat jangan-jangan kita tidak ikhlas. Ujian dari Allah kalau memang tidak dihargai ya tidak apa-apa sama sekali makin ikhlas, makin lepas dari berharap apapun dari makhluk udah makin bahagia hidup ini.”

    Sejumlah kejanggalan tersebut mengindikasikan adanya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) dalam pembuatan video promosi obat nyeri sendi tersebut. Kami kemudian mencoba melakukan pemindaian audio dengan perangkat pendeteksi AI. Hasilnya, perangkat Hive Moderation memberikan skor 100 persen kemungkinan audio dalam video tersebut adalah AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, video yang memperlihatkan Aa Gym mempromosikan obat nyeri sendi kemungkinan besar adalah hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan (altered video).

    Video tersebut berasal dari video ceramah Aa Gym yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya. Dalam video aslinya, Aa Gym sama sekali tidak membahas soal penyakit nyeri sendi dan melakukan promosi obat tersebut. Audio dalam video tersebut dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan untuk mempromosikan produk obat nyeri sendi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21085) Keliru, Klaim Gerakan Tangan sebagai Cara Mencegah Stroke, Penyumbatan Pembuluh Darah dan Jantung

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita



    Sebuah video pendek yang menunjukkan gerakan cara mencegah stroke dan penyumbatan pembuluh darah jantung, diunggah oleh akun Facebook [ arsip ].

    Narator menjelaskan, dengan rutin menautkan jemari tangan dan menggenggamnya ke arah atas dan bawah, bisa mencegah penyakit tersebut. Gerakan itu ditujukan untuk memperlancar pembuluh darah sehingga terhindar dari stroke, penyumbatan jantung, dan penyumbatan pembuluh darah akibat pengentalan darah. 

     

    Unggahan tersebut sudah disukai 29,7 ribu dan dibagikan 5,6 ribu kali. Benarkah gerakan tangan seperti itu bisa mencegah stroke, penyumbatan pembuluh darah, dan jantung?

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan mewawancarai Spesialis Penyakit Dalam Subspesialisasi Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM. Menurut dia, upaya untuk mencegah stroke maupun serangan jantung dengan menggerakkan jari tangan harus dibuktikan dengan penelitian.

    “Saya tidak menemukan publikasi ilmiah tentang gerakan-gerakan itu yang membuktikan manfaat untuk mencegah stroke dan serangan jantung,” kata Zubairi kepada Tempo, Kamis, 11 Juli 2024.

    Menurutnya, upaya-upaya pencegahan stroke dan jantung yang telah terbukti antara lain:

    (1) Makan sehat dengan sayur buah ikan serta mengurangi lemak dan gula

    (2) Melakukan aktivitas fisik teratur, 150 menit seminggu dengan intensitas moderat atau 75 menit intensitas tinggi

    (3) Mengurangi berat badan bila gemuk, apalagi bila obesitas atau amat sangat gemuk

    (4) Berhenti merokok

    (5) Tidak mengkonsumsi alkohol

    (6) cukup tidur 7-9 jam sehari

    (7) Berobat teratur bila sakit, misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

    Hal senada disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSUD Dr HM Rabain Muara Enim, Sumatera Selatan, dr. Sondang Jasmine Mustikasari, Sp.JP. “Gerakan tangan yang dicontohkan tidak termasuk dalam aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk pencegahan penyakit jantung,” kata dia.

    Menurut dia, prinsip pencegahan penyakit kardiovaskuler meliputi :

    Panduan untuk mencegah penyakit jantung yang diakui secara internasional dapat diakses melalui laman web European Society of Cardiology.

    National Center for Chronic Disease melansir, cara mengurangi penyakit jantung, stroke dan kondisi terkait dengan cara:

    - Mengurangi penggunaan tembakau, memperbanyak aktivitas fisik, dan mengurangi paparan polusi udara.

    - Menggunakan Aspirin atau Antikoagulan sesuai kebutuhan, mengendalikan tekanan darah, mengelola kolesterol dan berhenti merokok.

    - Meningkatkan penggunaan rehabilitasi jantung di antara orang-orang yang pernah mengalami kejadian yang memenuhi syarat seperti serangan jantung atau operasi bypass arteri koroner.

    Kesimpulan



    Hasil verifikasi Tempo tentang klaim gerakan tangan cara mencegah stroke, penyumbatan pembuluh darah dan jantung adalah keliru.

    Gerakan tangan yang dicontohkan tidak termasuk dalam aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk pencegahan penyakit jantung. Tidak ada referensi ilmiah yang menjelaskan manfaat gerakan tersebut. 

    Rujukan