Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan video berdurasi satu menit yang menjelaskan tabung gas mempunyai kode atau tanggal kadaluarsa yang tertera di bagian atas tabung.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Tabung gas ada masa pakainya jg... waspada yg sudah kadaluwarsa”
Berikut transkrip video tersebut:
“Cuma nanti ini saya mau kasih jelaskan sedikit, kalau ibu cari tabung-tabung yang kayak begini lagi ya, inikan 02 26, disini bulan disini tahun, ini bulan dua dua ribu dua enam. Sekarang kan 2024 berarti tabung ini masih bagus awet itu, jangan ambil tabung yang dibawah tahun. Contoh masih ada beredar tabung tahun 2015, 2013,”
Namun, benarkah kode tersebut merupakan tanggal kadaluarsa?
(GFD-2024-21090) Cek fakta, tabung gas miliki tanggal kadaluarsa
Sumber:Tanggal publish: 13/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Pertamina menegaskan bahwa tidak ada istilah tabung elpiji yang kadaluarsa. Kode yang tercantum pada tabung elpiji menunjukkan tahun dimana tabung elpiji harus dites ulang.
Demikian disampaikan Vice Presiden Corporate Communicaton Pertamina menanggapi beredarnya isu tabung kadaluarsa, yang menyebar di group Whatsapp beberapa hari terakhir. Menurut Fajriyah, kode pada tabung elpiji bukan merupakan kode berakhirnya penggunaan tabung tersebut, tetapi waktu untuk pengujian ulang.
“Setiap tabung elpiji akan diuji ulang setiap lima tahun, untuk memastikan seluruh tabung yang telah digunakan konsumen, tetap memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan,” ujar Fajriyah, dilansir dari laman Pertamina.
Jika hasil pengujian ulang bagus, lanjut Fajriyah, maka tabung tersebut dapat tetap digunakan, namun sebaliknya jika tabung dinyatakan kurang layak maka akan ditarik dari peredaran diganti dengan tabung baru.
“Karena itu, seluruh tabung yang beredar di pasaran, aman dan layak digunakan konsumen,” imbuh Fajriyah.
Menurut Fajriyah, jika dalam tabung elpiji tertulis kode produksi 2018, maka tabung tersebut akan dites ulang pada 2023.
"Namun demikian, pengecekan tabung tersebut tidak harus menunggu hingga lima tahun, karena jika ditemukan tabung kurang layak, meskipun belum lima tahun, akan langsung ditarik dan diganti dengan tabung baru," pungkas Fajriyah.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Demikian disampaikan Vice Presiden Corporate Communicaton Pertamina menanggapi beredarnya isu tabung kadaluarsa, yang menyebar di group Whatsapp beberapa hari terakhir. Menurut Fajriyah, kode pada tabung elpiji bukan merupakan kode berakhirnya penggunaan tabung tersebut, tetapi waktu untuk pengujian ulang.
“Setiap tabung elpiji akan diuji ulang setiap lima tahun, untuk memastikan seluruh tabung yang telah digunakan konsumen, tetap memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan,” ujar Fajriyah, dilansir dari laman Pertamina.
Jika hasil pengujian ulang bagus, lanjut Fajriyah, maka tabung tersebut dapat tetap digunakan, namun sebaliknya jika tabung dinyatakan kurang layak maka akan ditarik dari peredaran diganti dengan tabung baru.
“Karena itu, seluruh tabung yang beredar di pasaran, aman dan layak digunakan konsumen,” imbuh Fajriyah.
Menurut Fajriyah, jika dalam tabung elpiji tertulis kode produksi 2018, maka tabung tersebut akan dites ulang pada 2023.
"Namun demikian, pengecekan tabung tersebut tidak harus menunggu hingga lima tahun, karena jika ditemukan tabung kurang layak, meskipun belum lima tahun, akan langsung ditarik dan diganti dengan tabung baru," pungkas Fajriyah.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-21091) Cek Fakta: Hoaks Foto Penemuan Tengkorak Raksasa di Sri Lanka
Sumber:Tanggal publish: 13/07/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim penemuan tengkorak raksasa di Sri Lanka beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 21 Mei 2024.
Ada tiga foto yang disebarkan akun Facebook tersebut. Foto pertama, ada tiga laki-laki yang tengah berpose di depan tengkorak manusia berukuran jumbo. Foto kedua, yaitu dua foto laki-laki yang juga berpose di tengkorak manusia berukuran besar.
Sedangkan foto ketiga, terlihat seorang wanita berdiri di samping tengkorak, ukurannya hampir setinggi bahu wanita tersebut. Akun Facebook tersebut kemudian mengaitkan tiga foto itu dengan adanya penemuan tengkorak raksasa di Sri Lanka.
"Penemuan Luar Biasa Tengkorak Raksasa, Tinggi Lebih dari 10 Kaki, Berada di Warisan arkeolog Sri Lanka," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 23 kali direspons dan mendapat 5 komentar dari warganet.
Benarkah dalam foto itu merupakan penemuan tengkorak raksasa di Sri Lanka? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim penemuan tengkorak raksasa di Sri Lanka. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs pendeteksi gambar, yaitu isitai.com. Situs tersebut bisa mengidentifikasi sebuah gambar apakah hasil rekayasa atau asli.
Hasilnya, dua foto yang memperlihatkan sejumlah pria berpose di depan tengkorak manusia berukuran besar merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Gambar 1
Gambar 2
Sementara gambar tengkorak yang berada di samping seorang wanita lebih mirip dengan tengkorak gajah. Foto tengkorak gajah yang mirip dalam foto tersebut ditemukan di situs natural-history-conservation.com.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Postingan foto yang diklaim penemuan tengkorak raksasa di Sri Lanka ternyata hoaks. Faktanya, foto-foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Selain itu, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.
Rujukan
(GFD-2024-21092) Cek Fakta: Hoaks Video Penampakan Kelabang Raksasa Arthropleura
Sumber:Tanggal publish: 13/07/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Video yang diklaim penampakan kelabang raksasa Arthropleura beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 27 Juni 2024.
Dalam video tersebut telihat seekor binatang mirip kelabang atau kaki seribu sedang berjalan di gurun. Binatang tersebut burukuran besar dan memiliki banyak kaki. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kemunculan kelabang raksasa Arthropleura.
"Musim hujan di Arizona, yang terkenal dengan badai petir dan hujan lebatnya, adalah periode ketika gurun menjadi hidup. Menariknya, musim ini sangat kontras dengan lingkungan purba yang dihuni makhluk seperti Arthropleura. Arthropleura, genus arthropoda mirip kaki seribu yang telah punah, menjelajahi bumi selama periode Karbon, sekitar 340 hingga 290 juta tahun yang lalu. Berbeda dengan kondisi musim hujan Arizona yang kering dan gersang, Arthropleura tumbuh subur di hutan rawa yang subur dan dipenuhi vegetasi yang melimpah.
Arthropleura terkenal karena ukurannya yang mengesankan, dengan beberapa spesies mencapai panjang hingga 2,5 meter (sekitar 8 kaki), menjadikannya salah satu invertebrata darat terbesar yang diketahui. Arthropoda kolosal ini memiliki tubuh tersegmentasi dan banyak kaki, menyerupai kaki seribu modern tetapi dalam skala yang jauh lebih besar. Arthropleura diyakini merupakan hewan herbivora yang memakan bahan tanaman yang tumbuh subur di habitat rawa.
Fosil Arthropleura telah ditemukan di Eropa dan Amerika Utara, memberikan gambaran sekilas tentang dunia yang sangat berbeda dari musim hujan di Arizona. Meskipun musim hujan di Arizona membawa air ke lanskap gurun yang kering, dunia kuno Arthropleura adalah lingkungan hijau dan kaya air yang dipenuhi kehidupan tanaman," tulis salah satu akun Instagram.
Konten yang disebarkan akun Instagram tersebut telah 517.821 kali disukai dan mendapat beragam komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu merupakan penampakan kelabang raksasa Arthropleura? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penampakan kelabang raksasa Arthropleura. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut tersebut situs pendeteksi gambar, yaitu isitai.com. Situs tersebut bisa mengidentifikasi sebuah gambar apakah hasil rekayasa atau asli.
Hasilnya, gambar yang diklaim penampakan kelabang raksasa Arthropleura terdeteksi merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Dikutip dari artikel berjudul "An AI-generated video is falsely being shared as a real video of an eight-foot-long centipede-like creature" yang dimuat factly.in pada 26 Juni 2024, video tersebut ternyata pertama kali diunggah oleh akun X @IXITimmyIXI.
Di kolom komentar postingannya itu, akun @IXITimmyIXI menjawab salah satu warganet yang bertanya mengenai keasilan video tersebut. Akun @IXITimmyIXI menjawab bahwa video kelabang raksasa itu dibuat menggunkan alat Gen-3 Alpha milik Runway. Pada profil X-nya, akun @IXITimmyIXI menyebut bahwa dirinya adalah seorang manajer komunitas di Runway.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Postingan video yang diklaim penampakan kelabang raksasa Arthropleura ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Rujukan
(GFD-2024-21096) [HOAKS] Video Megawati Promosikan Obat Nyeri Sendi
Sumber:Tanggal publish: 13/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mempromosikan obat nyeri sendi.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video Megawati Soekarnoputri mempromosikan obat nyeri sendi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video, Megawati mengatakan pernah mengalami osteoarthritis selama 10 tahun. Penyakitnya sembuh setelah meminum obat yang direkomendasikan salah satu temannya.
Video tersebut diberi keterangan demikian:
Obat ini menyembuhkan sakit kaki saya setelah penggunaan pertama, coba ???????? Sekarang ada banyak hoax di Internet, tapi yang saya bicarakan adalah satu-satunya obat yang mengembalikan keremajaan dan elastisitas sendi pada tingkat molekuler.???? Dia menyelamatkan hidupku dan menyembuhkan kakiku. Saya benar-benar ingin Anda mulai hidup tanpa rasa sakit, cobalah pengobatan ini dan selamatkan diri Anda!
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Megawati mempromosikan obat nyeri sendi
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video Megawati Soekarnoputri mempromosikan obat nyeri sendi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video, Megawati mengatakan pernah mengalami osteoarthritis selama 10 tahun. Penyakitnya sembuh setelah meminum obat yang direkomendasikan salah satu temannya.
Video tersebut diberi keterangan demikian:
Obat ini menyembuhkan sakit kaki saya setelah penggunaan pertama, coba ???????? Sekarang ada banyak hoax di Internet, tapi yang saya bicarakan adalah satu-satunya obat yang mengembalikan keremajaan dan elastisitas sendi pada tingkat molekuler.???? Dia menyelamatkan hidupku dan menyembuhkan kakiku. Saya benar-benar ingin Anda mulai hidup tanpa rasa sakit, cobalah pengobatan ini dan selamatkan diri Anda!
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Megawati mempromosikan obat nyeri sendi
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Megawati identik dengan unggahan di kanal YouTube Sekretariat Presiden ini.
Video itu menampilkan wawancara eksklusif dengan Megawati saat peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia yang diunggah pada 17 Agustus 2020.
Dalam wawancara, Megawati membahas beberapa hal, seperti pengalaman ketika menjadi Presiden ke-5 RI serta peran perempuan dalam memajukan bangsa.
Megawati sama sekali tidak membahas soal obat nyeri sendi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com, memeriksa suara Megawati mempromosikan obat nyeri sendi menggunakan Hive Moderation.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, suara Megawati terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI, dengan probabilitas mencapai 100 persen.
Video itu menampilkan wawancara eksklusif dengan Megawati saat peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia yang diunggah pada 17 Agustus 2020.
Dalam wawancara, Megawati membahas beberapa hal, seperti pengalaman ketika menjadi Presiden ke-5 RI serta peran perempuan dalam memajukan bangsa.
Megawati sama sekali tidak membahas soal obat nyeri sendi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com, memeriksa suara Megawati mempromosikan obat nyeri sendi menggunakan Hive Moderation.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, suara Megawati terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI, dengan probabilitas mencapai 100 persen.
Kesimpulan
Video Megawati mempromosikan obat nyeri sendi merupakan konten manipulatif.
Video aslinya menampilkan wawancara eksklusif dengan Megawati saat HUT ke-75 Republik Indonesia pada 2020.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Megawati mempromosikan obat nyeri sendi terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Video aslinya menampilkan wawancara eksklusif dengan Megawati saat HUT ke-75 Republik Indonesia pada 2020.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Megawati mempromosikan obat nyeri sendi terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Rujukan
Halaman: 3269/7952

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4890684/original/015239100_1720853565-Tengkorak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4890685/original/062787100_1720853764-Gambar2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4890793/original/015345400_1720862567-KelabangRaksasa1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4890797/original/006988900_1720862660-SsKelabang1.jpg)

