• (GFD-2024-21130) [KLARIFIKASI] Foto Vlogger Asal Italia Dikira Pelaku Penembakan Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditembak saat berpidato dalam rapat umum kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024) sore waktu setempat.

    Kandidat yang digadang Partai Republik dalam Pilpres AS 2024 tersebut selamat, meski mengalami pendarahan di bagian telinga.

    Di media sosial, beredar foto pria yang diklaim sebagai pelaku penembakan Donald Trump. Pria itu diklaim bernama Mark Violets.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto pria yang diklaim sebagai pelaku penembakan Trump disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam foto, tampak seorang pria memakai kupluk, kacamata, dan pakaian hitam sedang bersila tangan.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (14/7/2024):

    BREAKING: Butler Police Department confirms the arrest of Mark Violets, identified as the Trump shooter and a known antifa extremist. Before the attack, he uploaded a video on YouTube claiming "justice was coming."

    Berikut terjemahannya:

    BREAKING: Departemen Kepolisian Butler mengkonfirmasi penangkapan Mark Violets, yang diidentifikasi sebagai penembak Trump dan dikenal sebagai ekstremis antifa. Sebelum penyerangan, dia mengunggah video di YouTube yang menyatakan "keadilan telah tiba".

    Hasil Cek Fakta

    Sosok lelaki dalam foto bukanlah pelaku penembakan Donald Trump. Pria tersebut adalah seorang jurnalis olahraga dan vlogger asal Italia bernama Marco Violi.

    Penampilan Violi memakai kupluk, kacamata, dan pakaian hitam serupa dengan unggahan di kanal YouTube-nya, Roma Giallorossa TV, 21 Maret 2024.

    Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Violi membantah terlibat dengan kasus penembakan Trump.

    "Berita yang beredar tentang saya sama sekali tidak berdasar dan diorganisasi oleh sekelompok haters yang telah menghancurkan hidup saya sejak tahun 2018, bahkan dengan pengintaian di rumah saya, foto interkom dan pintu depan saya," tulisnya pada Minggu, (14/7/2024).

    Biro Investigasi Federal AS atau FBI, telah mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks yang berusia 20 tahun sebagai "subyek yang terlibat" dalam percobaan pembunuhan Trump.

    Dilansir CNN, FBI mengidentifikasi pelaku sebagai warga Bethel Park, Pennsylvania. Crooks dibunuh di lokasi kejadian.

    Kesimpulan

    Foto jurnalis olahraga dan vlogger asal Italia Marco Violi keliru dikira pelaku penembakan Donald Trump.

    Violi membantah terlibat dengan percobaan pembunuhan Trump di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024).

    FBI telah mengidentifikasi pelaku yakni Thomas Matthew Crooks, yang telah dibunuh di lokasi kejadian.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21131) [HOAKS] Pendaftaran Undian Berhadiah Mengatasnamakan BTN

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

     

    KOMPAS.com - Bermunculan akun-akun Facebook mengatasnamakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

    Pengguna media sosial diminta untuk mengeklik tautan atau link sebagai syarat mendaftar undian.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah memakai nama dan foto profil BTN, seperti akun BTN INFO, BTN SPEKTADEAL, dan UNDIAN BTN SPEKTADEAL.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada 6 Mei 2024:

    *hai sobat..**BTN Batara Spekta**Khusus Nasabah (Bank-BTN) yang sudah Mempunyai (Rekening-BTN) ayo buruan daftar agar kamu berkesempatan menjadi pemenang Batara-Spekta(Bank-BTN)**1 Unit Rumah**Mobil**Motor**Emas Murni**Lemari Es**Smartphone**TV**Sepeda gunung**Rice cooker**Info lebih lanjut tentang pendaftaran (Batara-Spekta) silakan klik menu (Daftar) yang telah kami sediah kan**Untuk pendaftaran gratis...*

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 6 Mei 2024, menawarkan undian berhadiah dari BTN.

    Hasil Cek Fakta

    Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah bukanlah akun asli milik BTN. Akun Facebook resmi Bank BTN memiliki centang biru tanda telah terverifikasi.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang disebarkan oleh akun-akun tersebut menggunakan URL Scan.

    Tidak ada tautan yang mengarah ke situs resmi BTN. Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini dan di sini.

    Situs resmi bank BUMN tersebut dapat diakses melalui www.btn.co.id.

    Dalam situs resmi BTN, tidak terdapat informasi program undian berhadiah dengan mendaftar melalui sebuah tautan.

    Kesimpulan

    Akun-akun Facebook menawarkan undian berhadiah dari BTN merupakan hoaks. Akun tersebut bukanlah akun resmi BTN.

    Tautan yang diklaim sebagai pendaftaran undian berhadiah tidak mengarah ke situs resmi BTN.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21132) [HOAKS] Penampakan Meteor Hijau di Budapest Hongaria

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

     

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim sebagai penampakan meteor hijau di Budapest, Hongaria.

    Video berdurasi 11 detik itu menampilkan meteor yang disaksikan kerumunan orang.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau hoaks.

    Video penampakan meteor hijau di Budapest disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (8/7/2024):

    UPDATE – Huge green coloured meteor seen overnight in Budapest, Hungary

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan ciri-ciri bangunannya, seperti monumen, gedung, dan bentuk trotoar, video diambil di Lapangan Pahlawan di Budapest, Hongaria.

    Berikut lokasinya, dilihat dari Google Street View.

    Hasil penelusuran dengan metode reverse image search Google Lens mengarahkan ke salah satu video di akun TikTok @vias.ark yang diunggah pada 17 Februari 2024.

    Dalam keterangan video, pengunggah menyertakan tagar dalam bahasa Hongaria, seperti Heroes Square dan perlindungan anak.

    Berbekal informasi tersebut, ditemukan video pada tanggal dan lokasi serupa, seperti di akun X ini, ini, dan ini.

    Dari video-video yang beredar, tidak tampak adanya meteor yang terlihat di langit Budapest.

    Benda luar angkasa meteoroid disebut meteor ketika memasuki atmosfer Bumi.

    Berdasarkan data global penampakan meteor yang dikelola oleh Organisasi Meteor Internasional, tidak ada catatan apa pun mengenai penampakan meteoroid di Hongaria pada Juli 2024.

    Perwakilan Organisasi Meteor Internasional, Chris Peterson memastikan, cahaya dalam video bukanlah penampakan meteor.

    "Ini sama sekali bukan meteor. Meteor bergerak dalam garis lurus dengan jejaknya tepat di belakang. Mereka tidak bergerak seperti ikan yang berenang, seperti yang ditunjukkan dalam video ini," kata Peterson, dikutip Leadstories, Kamis (11/7/2024).

    "Ia tidak menimbulkan bayangan saat bergerak (dan meteor seterang ini akan menghasilkan bayangan)," tegasnya.

    Video yang beredar kemungkinan besar dibuat dengan computer-generated imagery (CGI).

    Orang-orang dalam video berkumpul karena melakukan aksi protes menentang pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban dan pengampunan yang dikeluarkan Presiden Katalin Novak atas kasus pelecehan seksual.

    Dikutip dari Reuters, sembilan influencer di Hongaria memimpin sekitar 10.000 pengunjuk rasa di Budapest, pada Jumat, 16 Februari 2024.

    Mereka berkumpul di Lapangan Pahlawan di Hongaria dan menyerukan reformasi atas sistem perlindungan anak di Hongaria dan transformasi sistem pemerintahan Orban.

    Dilansir Associated Press, Presiden Katalin Novak, sekutu Orban, mengundurkan diri di tengah kontroversi setelah terungkap ia mengeluarkan pengampunan presiden kepada seorang pria yang dipenjara karena menutupi serangkaian pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh direktur panti asuhan milik negara.

    Orban dari Partai Konservatif yang berkuasa sejak 2010, berupaya meredakan skandal tersebut. Namun, pengungkapan pengampunan dari presiden telah memicu kemarahan publik.

    Kesimpulan

    Video penampakan meteor hijau di Budapest, Hongaria merupakan konten manipulatif berbasis CGI.

    Kerumunan dalam video merupakan massa aksi protes menentang pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban dan pengampunan yang dikeluarkan Presiden Katalin Novak atas kasus pelecehan seksual, di Lapangan Pahlawan Budapest, pada 16 Februari 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21144) [HOAKS] The Simpsons Memprediksi Penembakan Donald Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Serial kartun The Simpsons disebut telah memprediksi penembakan Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump.

    Trump ditembak saat sedang berkampanye untuk Pemilihan Presiden 2024 di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7/2024) atau Minggu (14/7/2024) waktu Indonesia.

    Gambar sebuah episode The Simpsons yang menunjukkan Trump terbaring di peti mati beredar di media sosial.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi The Simpsons telah memprediksi penembakan Trump adalah hoaks.

    Narasi The Simpsons telah memprediksi penembakan Trump dibagikan oleh akun Instagram ini, dan akun Threads ini dan ini, pada Minggu (14/7/2024).

    Akun tersebut membagikan gambar sebuah episode The Simpsons yang menunjukkan Donald Trump terbaring di peti mati.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar Trump terbaring di peti mati dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, ditemukan artikel pemeriksa fakta Lead Stories, yang menyebutkan bahwa gambar tersebut bukan berasal dari The Simpsons.

    Menurut Lead Stories, episode Trump terbaring di peti mati pertama kali muncul pada 2017 dan berasal dari unggahan di forum daring 4Chan.

    Konten itu dibahas oleh kanal YouTube berbahasa Spanyol, Badabun, pada 3 Februari 2017.

    Sementara itu, laman wiki The Simpsons, Wikisimpsons, memiliki entri khusus yang mencatat setiap penampilan Donald Trump di serial tersebut.

    Tidak ada episode yang menayangkan Donald Trump terbaring di peti mati atau mengenai prosesi kematiannya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi The Simpsons telah memprediksi penembakan Donald Trump adalah hoaks.

    Gambar sebuah episode The Simpsons yang menunjukkan Trump terbaring di peti mati beredar di media sosial bukan berasal dari serial tersebut.

    Gambar itu pertama kali muncul di forum daring 4Chan pada 2017. Merujuk laman Wikisimpsons, tidak ada episode yang menayangkan Trump terbaring di peti mati.

    Rujukan