• (GFD-2024-22984) CEK FAKTA: Hoaks Menteri AS Sebut Kominfo Bodoh karena Tak Tahu Data Nasional Diserang Hacker

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

    CEK FAKTA: Hoaks Menteri AS Sebut Kominfo Bodoh karena Tak Tahu Data Nasional Diserang Hacker

    Benarkan Menteri AS sebut Kemenkominfo bodoh usai data nasional dihack? Simak penelusurannya

    CEK FAKTA: Hoaks Menteri AS Sebut Kominfo Bodoh karena Tak Tahu Data Nasional Diserang Hacker

    Beredar sebuah tangkapan layar judul berita yang berisi Menteri Amerika Serikat menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bodoh usai Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 diserang hacker beredar di media sosial.

    Judul berita itu mencatut situs berita Liputan6.com, berjudul; "Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Databesa Negaranya dihacker tidak tau, karena terlalu sibuk ngurus Palestina."

    Unggahan tersebut memuat gambar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken yang sedang berpidato.

    Tampilan artikel tersebut juga mirip dengan situs Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta

    Mula-mula dilakukan dengan memasukkan kata kunci "Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Databesa Negaranya dihacker tidak tau, karena terlalu sibuk ngurus Palestina" di situs Liputan6.com.

    Hasilnya tidak ditemukan artikel dengan judul yang sama. Jika dilihat lebih detail, ada sejumlah kejanggalan yang terlihat pada layout unggahan tersebut dengan tampilan pada situs asli Liputan6.com.

    Satu di antaranya yaitu perbedaan font tulisan, struktur tanda baca, serta tata letak penulisan, nama penulis, dan tanggal unggahan artikel.

    Sementara itu, foto dalam unggahan tersebut Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Foto itu identik yang diunggah Getty Image. Foto itu diambil saat Blinken berbicara pada peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" yang pertama, di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri di Washington, DC pada 4 Januari 2023.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar Menlu AS Antony Blinken sebut Kominfo bodoh karena tidak tahu data nasional dihack adalah keliru. Faktanya, tidak ditemukan pernyataan Anthony seperti unggahan yang beredar.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Referensi:

    https://www.liputan6.com/news/indeks/2024/07/02?page=4

    https://www.antaranews.com/berita/4192881/cek-fakta-menteri-amerika-sebut-kominfo-sibuk-urus-palestina

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5637535/cek-fakta-hoaks-artikel-liputan6com-berjudul-menteri-as-komentari-kominfo-imbas-pdns-diserang-hacker?page=2

    Rujukan

  • (GFD-2024-22985) Viral Foto Pekerja Sedang Membangun Piramida Mesir, Begini Kata Arkeolog

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/07/2024

    Berita

    Viral Foto Pekerja Sedang Membangun Piramida Mesir, Begini Kata Arkeolog

    Benarkah foto bekerja sedang membangun piramida mesir? Simak penelusurannya

    Viral Foto Pekerja Sedang Membangun Piramida Mesir, Begini Kata Arkeolog

    Beredar sebuah foto di media sosial yang diklaim sebagai para pekerja sedang sedang membangun piramida Mesir tahun 2549 SM.

    Dalam foto yang beredar memperlihatkan orang-orang mengangkut balok batu berukuran besar. Berikut narasinya;

    "Foto para pekerja piramida di Mesir, foto diambil selama konstruksi pada 2549 SM. Ini bukti bahwa piramida itu bukan dibangun oleh alien," tulis keterangan foto yang diunggah di Facebook pada tanggal 21 Juni.

    Hasil Cek Fakta

    Sejumlah pakar yang menganalisa gambar tersebut mengatakan bahwa foto tersebut tidak menggambarkan dengan tepat bagaimana orang Mesir mengangkut balok-balok batu saat membangun piramida.

    Salima Ikram, seorang arkeolog dan profesor Kajian Mesir Kuno di American University in Cairo, mengatakan Gambar itu kemungkinan diambil dari film atau bahkan buatan AI.

    "Kemungkinan besar balok-balok batu ditarik di atas papan seluncur -- seperti yang terlihat pada gambar-gambar dari Mesir kuno yang memperlihatkan proses pemindahan benda-benda besar menggunakan metode tersebut," kata Salim, dilansir dari AFP.

    Mark Lehner, ketua dan presiden Ancient Research Associates mengatakan foto yang bereda bukan cara orang Mesir kuno mengangkut balok.

    Foto Hasil Buatan AI

    Pencarian gambar terbalik di Google dan Yandex menemukan foto dengan versi yang lebih jelas, diunggah oleh halaman Facebook bernama Institute of Alternative History and Archaeology pada tanggal 23 November 2023 bersama dengan dua foto lainnya.

    Halaman Facebook ini dengan jelas menyatakan pada keterangan gambar bahwa unggahan dimaksudkan sebagai lelucon belaka.

    Keterangan unggahan berbunyi: "

    Foto resmi yang diambil saat pembangunan piramida di Mesir, tahun 2600 SM. (Sedikit humor)".

    Halaman Facebook lain mengunggah foto tersebut pada tanggal 27 November 2023, dan menyatakan bahwa foto itu "murni fiksi untuk tujuan hiburan"

    Halaman tersebut kembali mengunggah foto yang sama pada tanggal 25 Maret 2024 dan mengatakan kalau foto itu adalah hasil buatan AI.

    Gambar orang-orang mengangkut batu tersebut berisi tanda-tanda hasil buatan teknologi AI, antara kaki dan bentuk badan yang terlihat aneh.

    Analisis menggunakan tool Hive AI Detector

    ย juga menemukan bahwa gambar tersebut "100% buatan AI.

    Kesimpulan

    Foto pekerja mengangkut balok-balok batu saat membangun piramida adalah hasil buatan AI.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21097) Cek Fakta: Tidak Benar Pembagian Hadiah Panen Simpedes dari BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pembagian hadiah panen Simpedes dari BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Juli 2024.
    Unggahan klaim pembagian hadiah panen Simpedes dari BRI berupa poster berisi tulisanย "Saksikan Penarikan PANEN HADIAH SIMPEDES" dalam poster tersebut juga terdapat foto kendaraan yang diklaim sebagai hadiah undian.
    ย Poster tersebut disertai dengan tulisan sebagai berikut.
    "๐Š๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐ง๐š๐ฌ๐š๐›๐š๐ก ๐๐š๐ง๐ค ๐๐‘๐ˆ ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ๐ค๐š๐ง ๐ค๐ž๐›๐ž๐ซ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐ง๐ฒ๐š ๐ฌ๐ข๐ฅ๐š๐ก๐ค๐š๐ง ๐ค๐ฅ๐ข๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ฎ ๐——๐—ฎ๐—ณ๐˜๐—ฎ๐—ฟ ๐๐ข ๐›๐š๐ฐ๐š๐ก ๐ข๐ง๐ข ๐Ÿ‘‡
    ๐‡๐š๐ข ๐’๐จ๐›๐š๐ญ ๐๐‘๐ˆ, ๐ฆ๐ž๐ฆ๐ž๐ง๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ง ๐‡๐š๐๐ข๐š๐ก ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š & ๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐ก๐š๐๐ข๐š๐ก ๐ฆ๐ž๐ง๐š๐ซ๐ข๐ค ๐ฅ๐š๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ ๐ข๐ง๐ข:
    ๐—š๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜‡๐—ฒ :
    โ€ข ๐Ÿ“ ๐”๐ง๐ข๐ญ ๐Œ๐จ๐›๐ข๐ฅ ๐๐Œ๐–
    ๐—›๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—ต ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ :
    โ€ข ๐Ÿ๐ŸŽ ๐”๐ง๐ข๐ญ ๐‡๐จ๐ง๐๐š ๐‡๐‘-๐•
    โ€ข ๐Ÿ“ ๐๐š๐ค๐ž๐ญ ๐”๐ฆ๐ซ๐จ๐ก ๐†๐ซ๐š๐ญ๐ข๐ฌ
    โ€ข ๐Ÿ๐ŸŽ ๐”๐ง๐ข๐ญ ๐Œ๐จ๐›๐ข๐ฅ ๐ˆ๐ง๐ง๐จ๐ฏ๐š ๐‘๐ž๐›๐จ๐ซ๐ง
    โ€ข ๐Ÿ‘๐ŸŽ ๐Œ๐จ๐ญ๐จ๐ซ ๐˜๐š๐ฆ๐š๐ก๐š ๐๐Œ๐€๐—
    โ€ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐ ๐ซ๐š๐ฆ ๐ž๐ฆ๐š๐ฌ
    โ€ข ๐Ÿ๐ŸŽ ๐ข๐๐ก๐จ๐ง๐ž ๐Ÿ๐Ÿ“๐๐ซ๐จ ๐Œ๐š๐ฑ
    โ€ข ๐Ÿ“ ๐“๐ข๐ค๐ž๐ญ ๐‹๐ข๐›๐ฎ๐ซ๐š๐ง ๐ค๐ž ๐‰๐ž๐ฉ๐š๐ง๐ 
    โ€ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐ค๐ฎ๐ฅ๐ค๐š๐ฌ ๐‹๐† ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ’
    โ€ข ๐ƒ๐ฅ๐ฅ"
    Unggahan tersebut menyertakan tautan "http://brimo-fstvll-kupon.bank-id.tech/?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR0TodRCJ3spHBEzWdz-49ktgi8Tjmyk7zCp2N8w2m8oNbSom1NaO4iGa8E_aem_mqcqfw1TFmtN9_Sm0v70yQ" yang diklaim sebagai formulir pendaftaran online.
    Halaman situs tersebtu meminta data diri dan perbankan jika ingin mengikuti progam pembagian hadiah.
    Benarkah klaim pembagian hadiah panen Simpedes dari BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    ย 
    ย 

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuriย klaim pembagian hadiah panen Simpedes dari BRI,ย penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Waspada Modus Social Engineering" yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
    Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
    Artikel berjudul "Cek Fakta: Waspada Hoaks Link Pendaftaran BI Fast Catut Nama Bank BRI" yang dimuat situs Liputan6.com menyebutkan, BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
    Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim pembagian hadiah panen Simpedes dari BRI tidak benar.
    BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
    Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21089) Berita unggulan, generasi anak hilang di Gaza hingga jenazah pebulu tangkis China masih di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Sejumlah berita unggulan akhir pekan yang menarik untuk disimak, ada pernyataan badan PBB soal Jalur Gaza berpotensi besar kehilangan seluruh generasi anak-anak akibat agresi Israel hingga jenazah pebulu tangkis China masih disimpan di RSUP Sardjito. Berikut ini rangkuman beritanya.

    1. UNRWA sebut Gaza berpotensi besar kehilangan generasi anak-anak

    Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan bahwa Jalur Gaza berpotensi besar kehilangan seluruh generasi anak-anak akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2023. Laporan lengkapnya di sini.

    2. Jenazah pebulu tangkis China masih disimpan di RSUP Sardjito

    Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta menyatakan jenazah pebulu tangkis tunggal putra China Zhang Zhi Jie sejak meninggal pada Minggu (30/6) masih disimpan di ruang pendingin rumah sakit itu.

    Pihak RSUP Dr Sardjito masih menunggu informasi terkait keputusan pihak keluarga terhadap jenazah pebulu tangkis tunggal putra China itu. Baca selengkapnya di sini.

    3. Mahasiswa gugat penetapan syarat usia calon kepala daerah ke MK

    Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta A. Fahrur Rozi dan mahasiswa Podomoro University Anthony Lee menggugat ketentuan penetapan syarat usia calon kepala daerah dalam Undang-Undang Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Para pemohon mengajukan permohonan uji materi Pasal 7 ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 karena dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum. Berikut laporannya.

    4. Sandiga Uno tunggu penugasan dari PPP di Pilkada Jawa Barat

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengaku masih menunggu penugasan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk maju sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada Jawa Barat 2024. Baca di sini.

    5. Danlanud Hasanuddin tanggung biaya pengobatan korban penembakan

    Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Bonang Bayuaji akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban penembakan senapan angin yang dilakukan oleh anggota Detasemen TNI AU Mutiara Palu, Sulawesi Tengah. Baca di sini.Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright ยฉ ANTARA 2024

    Hasil Cek Fakta