• (GFD-2024-21086) Keliru, Fenomena Aphelion Menyebabkan Suhu Bumi Lebih Dingin

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita



    Sebuah postingan di media sosial Facebook [ arsip ] mengklaim bila fenomena Aphelion akan terjadi dan membuat suhu bumi lebih dingin. Fenomena ini bahkan membuat jarak Bumi ke Matahari semakin lebih jauh dan berdampak pada cuaca yang lebih dingin sehingga menimbulkan banyak penyakit.



    Lantas benarkah fenomena Aphelion membuat suhu bumi lebih dingin?

    Hasil Cek Fakta



    Mulyono R. Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) seperti dikutip dari arsip berita Cekfakta Tempo, informasi terkait fenomena Aphelion di masyarakat cukup meresahkan. Padahal Aphelion adalah fenomena astronomis biasa terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. 

    Pada bulan Juli seperti diungkapkan BMKG dalam rilisnya, wilayah Australia biasa berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hari di wilayah Indonesia khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

    Berdasarkan hasil analisis BMKG terkait suhu udara di Indonesia dari 113 stasiun pengamatan, diketahui selama bulan Juni 2024 suhu udara di wilayah Indonesia berkisar 27.02 derajat celcius. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan Juni 2024 periode 1991-2020 di Indonesia adalah sebesar 26.53 derajat celcius. Sementara pada Juli 2024, suhu udara di wilayah Indonesia berkisar 24-29 derajat celcius. Prediksi suhu minimum berkisar 22-28 derajat celcius dan prediksi suhu maksimum berkisar 28-34 derajat celcius.

    Thomas Djamaluddin, astronom dan peneliti serta mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) seperti dikutip dari Tempo bahkan membantah fenomena Aphelion membuat suhu bumi lebih dingin. “Tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak Matahari ke Bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi," kata Thomas.

    Suhu udara dipengaruhi distribusi panas di Bumi akibat perubahan setiap tahun posisi Matahari. Saat ini Matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin. “Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara.”.

    Larry Wasserman, seorang astronom dari Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona seperti dikutip dari New York Times mengatakan fenomena Aphelion merupakan fenomena astronomis dimana posisi bumi berada jauh dari matahari. Pada Aphelion, jarak Bumi dari matahari sekitar 94,5 juta mil. Enam bulan kemudian, pada awal Januari di musim dingin, Bumi berada pada titik terdekatnya dengan matahari pada jarak 91,5 juta mil. Lokasinya dikenal sebagai perihelion.

    Dikutip dari Merdeka, fenomena Aphelion sendiri terjadi satu kali setiap orbit bumi mengelilingi matahari (satu revolusi). Yang berarti fenomena aphelion terjadi setiap tahun sekali. Fenomena aphelion bukanlah fenomena penampakan benda langit yang bisa dilihat, sehingga tidak ada perubahan yang terlihat di langit. Bumi hanya akan berada di posisi orbit paling jauhnya dari Matahari. 

    Fenomena Aphelion tidak berpengaruh pada suhu di bumi. Suhu dingin yang dirasakan adalah efek dari musim kemarau. Saat musim kemarau, awan di langit lebih sedikit. Hal tersebut membuat Bumi tidak memantulkan panas yang diserap pada siang dan malam hari saat pagi. Sehingga udara pagi akan terasa lebih dingin.

    Kesimpulan



    Hasil pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang mengklaim fenomena Aphelion akan terjadi dan membuat suhu bumi lebih dingin adalah keliru. Informasi ini diketahui merupakan informasi lawas yang selalu beredar setiap bulan Juli. 

    Thomas Djamaluddin, astronom dan peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional bahkan mengungkapkan tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak Matahari ke Bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21087) [KLARIFIKASI] Belum Ada Bukti Terapi Pijat Jempol Sembuhkan Rabun

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim memijat ibu jari atau jempol dapat menyembuhkan rabun pada mata dan pandangan tidak jelas.

    Namun, setelah ditelusuri klaim tersebut belum terbukti, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Narasi yang mengeklaim memijat jempol dapat menyembuhkan rabun pada mata serta pandangan tidak jelas muncul di media sosial. Misalnya, narasi yang dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Video diberi keterangan:

    Dua titik pijat untuk mata Rabun, pandangan tidak jelas. Semoga bermanfaatsalam sehat.

    #massage#tips#herbal#pijattradisional#ramuanherbal

     

    Hasil Cek Fakta

    Dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Mario Marbungaran Hutapea menjelaskan, narasi yang menyebut memijat jempol dapat mengobati rabun serta pandangan tidak jelas belum terbukti secara ilmiah.

    "Itu kan termasuk terapi alternatif ya, tetapi sejauh ini setahu saya belum ada penelitian. Jadi masih perlu diteliti lebih lanjut. Belum terbukti," ujar Mario kepada Kompas.com, Rabu (10/7/2024).

    Mario mengatakan, metode memijat jempol kemungkinan merupakan akupresur yang merupakan teknik pengobatan tradisional dari China.

    Akupresur dilakukan dengan cara memberikan tekanan di bagian tubuh tertentu. Kendati begitu, menurut Mario hal itu harus dibuktikan secara ilmiah. 

    "Kita di kedokteran modern enggak belajar terkait itu (akupresur)," ucap Mario. 

    Ia mengatakan, di dunia kedokteran apabila seorang mengalami rabun dan tidak ingin bergantung dengan kacamata maka harus dilakukan operasi. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim memijat dapat menyembuhkan rabun dan pandangan tidak jelas belum terbukti secara ilmiah. 

    Dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Mario Marbungaran Hutapea menjelaskan, di dunia kedokteran apabila seorang mengalami rabun dan tidak ingin bergantung pada kacamata harus dilakukan operasi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21088) [HOAKS] Video Presiden Ukraina dan Perancis Menari

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menari.

    Mereka menari dengan pakaian dan gaya rambut yang berbeda, memakai riasan dan wig.

    Namun berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.

    Video Zelensky dan Macron menari disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 29 Juni 2024:

    Macron and Zelensky, 2 of those 'men' responsible for hundreds of thousands of deaths, the displacement and suffering of millions of innocent people, and the destruction of several countries on all levels. Sponsored by the so-called globalists.

    (Macron dan Zelensky, 2 dari 'orang-orang' yang bertanggung jawab atas ratusan ribu kematian, pengungsian dan penderitaan jutaan orang tak berdosa, dan kehancuran beberapa negara di semua tingkatan. Disponsori oleh mereka yang disebut globalis(Satanist)).

    Hasil Cek Fakta

    Video berdurasi 52 detik yang beredar di jagat maya menampilkan berbagai klip yang berbeda.

    Namun, semua klip tersebut merupakan deepfake. Video mengambil klip dari berbagai sumber, kemudian mengganti bagian kepala orang yang menari dengan kepala Zelensky dan Macron.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan tiga video asli yang dipakai sebagai bahan konten deepfake.

    Pertama, video dari kanal YouTube StratusDanceClub, 26 Juli 2009, berjudul Circa "1986-1987 Part Seven".

    Video menampilkan kerumunan orang sedang berjoget. Pada menit ke-4 detik ke-41, video asli tampak seorang perempuan berbaju putih. Kemudian, video deepfake mengganti wajahnya dengan wajah Macron.

    Ada pula klip perempuan memakai singlet pada menit ke-2 detik ke-19. Namun, konten manipulatifnya mengganti wajah perempuan tersebut dengan wajah Macron.

    Kemudian video dari kanal YouTube yang sama, tetapi diunggah pada 19 Juli 2009, berjudul "Circa 1986-1987 Part Three".

    Terdapat sosok lelaki berbaju putih dengan dasi hitam pada menit ke-2 detik ke-20. Klip itu diganti dengan wajah Macron.

    Kemudian, video dari kanal YouTube Salam Sezam, 1 Desember 2020 menampilkan penari berbaju merah.

    Video tersebut diedit dengan mode kaca (mirror mode), kemudian wajah penari diganti dengan wajah Zelensky.

    Berikut perbandingan gambar klip asli dan hasil manipulasinya:

    Kesimpulan

    Video Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menari merupakan konten manipulatif atau deepfake.

    Klip orang menari dari berbagai sumber di YouTube, diganti dengan wajah wajah Zelensky atau Macron.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21093) CEK FAKTA: Benarkah Tidak Ada Perampasan Tanah dalam Pembangunan IKN?

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pelaksana tugas Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono mengeklaim, tidak ada perampasan tanah masyarakat dalam pembangunan IKN.

    "Perampasan apa? Apa itu perampasan? Enggak ada. Enggak ada istilah itu," kata Basuki di Kompleks Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (6/6/2024), dilansir Kompas.com.

    Pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu disampaikan dalam menanggapi tudingan soal adanya perampasan tanah warga.

    "Bukan membantah. Saya enggak ngerti itu, enggak ada istilah perampasan," ujar dia.

    Sebelumnya, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengungkapkan, masyarakat yang terdampak pembangunan IKN dan infrastruktur penunjang mengalami intimidasi ketika lahan mereka dibeli pihak Otorita.

    Dinamisator Jatam Merita Sari mengatakan, lahan milik masyarakat di lokasi pembangunan diambil pihak Otorita IKN dengan berbagai cara sepanjang 2022-2023.

    “Diajak bernegosiasi tapi harganya sudah ditentukan. Misalnya, dari Rp 100.000 menjadi Rp 70.000 per meter persegi,” kata Merita dalam diskusi yang disiarkan melalui YouTube Sahabat Indonesia Corruption Watch (ICW), Rabu (5/6/2024).

    Peneliti Sajogyo Institute, Eko Cahyono membantah pernyataan Basuki. Ia mengatakan, terdapat empat poin yang dapat dijadikan dasar untuk memaknai perampasan lahan di IKN.

    Pertama, dari sisi historis. Lahan di IKN terdiri atas Hutan Tanaman Industri (HTI) dan izin konsesi lainnya.

    "Coba kita cek, tanah-tanah itu dari mana, statusnya apa, mayoritas HTI. Artinya bukan dari wilayah kosong. Ada konsesi dan izin-izin yang tidak bersih-bersih amat (ada konflik dengan masyarakat)," ujar Eko.

    Konsesi merupakan pemberian hak, izin, atau tanah oleh pemerintah kepada instansi pemerintah, perusahaan, individu, atau entitas legal lain.

    Eko menuturkan, banyak lahan di IKN sudah dikuasai mafia atau pemegang konsesi lahan bersifat HTI, sehingga bisa ditarik sewaktu-waktu oleh pemerintah tanpa kompensasi.

    Misalnya, berdasarkan catatan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sebanyak 282 bidang yang dikelola masyarakat di Kelurahan Pemaluan, Sepaku, dan Penajam Paser Utara.

    Total luas yang dikuasai masyarakat hanya sebesar 680 hektare atau setara 9,71 persen dari total lahan konsesi. Kawasan IKN mencapai 180.965 hektare bukanlah ruang kosong.

    Berdasarkan catatan JATAM, terdapat 162 konsesi pertambangan, kehutanan, sawit, PLTU batu bara, hingga properti.

    Sebanyak 158 dari 162 konsesi tersebut merupakan konsesi batu bara yang masih menyisakan 94 lubang tambang menganga.

    Kedua, dampak tidak langsung. Pembangunan besar-besaran di IKN berpotensi menyingkirkan masyarakat adat, marjinal, dan miskin di sekitar IKN. Perampasan tanah perlu dilihat dari sudut pandang yang akan datang.

    IKN punya dampak tidak langsung, yaitu membuat tanah-tanah "diobral" atau ditawarkan sebagai hak guna usaha (HGU) dengan pengurangan atau bahkan tanpa pajak, dan punya konsesi 180 tahun.

    Menurut Eko, ini merupakan perampasan tidak langsung, karena yang bisa membeli hanya yang bermodal besar.

    Ketiga, dampak turunan lainnya, seperti munculnya mafia tanah (broker atau spekulan tanah) yang sekarang menguasai tanah-tanah strategis di IKN. Mereka bisa bekerja dengan cara-cara manipulatif dan bahkan tidak diketahui siapa orangnya.

    Keempat, perampasan ruang hidup. Eko mengatakan, hubungan manusia dengan tanah bersifat kompleks.

    Sering kali pemerintah hanya melihat hubungan manusia dengan tanah secara ekonomi semata yang selesai dengan ganti rugi.

    Padahal, kerusakan hutan dan alam masyarakat akibat pembangunan bukan semata menghilangkan sumber ekonomi masyarakat, tetapi juga merusak ruang hidup.

    Masyarakat tidak hanya takut kehilangan tanah tapi kehilangan identitas sejarah mereka.

    Bentuk ancaman serius perampasan ruang hidup di sekitar IKN terjadi pada Masyarakat Balik di Kecamatan Sepaku, yang wilayah adatnya masuk proyek IKN.

    “Hanya karena jumlah suku Balik tidak banyak, pendapat mereka tidak dianggap, bahkan tidak diajak ngomong. Padahal setiap individu punya hak dasar yang harus dilindungi. Apalagi mereka punya sejarah panjang,” kata Eko.

    Pendapat senada disampaikan mahasiswa doktoral di IPB University dan Dosen Sosiologi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, Nikodemus Niko.

    Nikodemus menyebutkan, perubahan-perubahan dalam ruang hidup seringkali mengakibatkan hilangnya cara hidup tradisional dan praktik budaya asli masyarakat adat.

    Berdasarkan catatan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim pada 2022 menunjukkan, sejak ditetapkan sebagai IKN, muncul banyak perampasan tanah secara sepihak oleh negara maupun perusahaan pemegang izin dari negara, bahkan di wilayah adat.

    Terdapat tujuh prinsip keamanan manusia atau human security yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    IKN dinilai belum memenuhi ketujuh kategorinya, yakni keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan personal, keamanan komunitas, keamanan politik.

    Berdasarkan riset BRIN pada 2023, pemerintah belum secara serius memenuhi tujuh prinsip keamanan manusia bagi masyarakat adat dan lokal atas pembangunan IKN.

    Pasal 15A ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara menyebutkan, tanah di IKN terdiri atas barang milik negara, barang milik Otorita IKN, tanah milik masyarakat, dan tanah negara.

    Tidak ada bunyi klausul tanah adat di dalam UU tersebut. Akibatnya, masyarakat adat akan rentan digusur karena tidak memiliki hak atas tanah. Padahal, masyarakat adat telah mengelola lahan tersebut sejak ratusan tahun.

    Pembangunan IKN berpotensi menciptakan ketimpangan sosial dan potensi konflik horizontal.

    Berdasarkan kesaksian Eko, beberapa warga mengeluh karena sudah puluhan tahun minta jalan, air dan listrik, juga akses pendidikan, dan kesehatan, tetapi tidak pernah digubris.

    Sementara "calon pendatang" yang akan menghuni IKN, telah disediakan layanan publiknya, seperti jalan, rumah, air bersih, kesehatan, dan sebagainya.

    Secara sosiologis, hal ini akan menjadi bara dalam sekam apabila tidak ada sensitivitas atas ketimpangan sosial-ekonomi dan agraria di sekitar IKN.

    ***

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan