• (GFD-2024-21279) [PENIPUAN] Undian Gong Bali Dwipa Tahun 2024 oleh Bank BPD Bali

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/07/2024

    Berita

    Gong Bali Dwipa Tahun 2024 hadir kembali, total hadiah hingga 1 Miliar Rupiah ✨✨

    Siapa nih yang selama ini sudah rajin nambah saldo tabungan maupun gironya ?? 🧐.

    Siap-siap!! Kalian berkesempatan meraih Hadiah Undian #GongBaliDwipa2024

    Puncak Pengundian Hadiah Gong Bali Dwipa akan ditayangkan di official Youtube Bank BPD Bali juga pada @thankgoditsfestival yang dilaksanakan:

    🗓️: 28 Juli2024

    Hasil Cek Fakta

    Ditemukan sebuah unggahan di Facebook yang memberikan informasi tentang undian Gong Bali Dwipa 2024 yang diselenggarakan oleh Bank BPD Bali. Unggahan tersebut juga disertai dengan pencantuman link pendaftaran.

    Namun, saat dicek link tersebut mengarahkan ke sebuah situs yang meminta untuk memasukkan beberapa data yang bersifat privasi seperti nomor hp, nomor kartu ATM, tanggal kadaluarsa kartu ATM, hingga sisa saldo di rekening.

    Jika ditelusuri di Google dengan kata kunci “Gong Bali Dwipa” maka akan ditemukan hasil jika poster yang digunakan oleh unggahan Facebook ini memiliki kemiripan dengan poster acara Gong Bali Dwipa tahun 2022, sehingga dapat dikatakan jika poster tersebut telah dimanipulasi.

    Selain itu jika kita cek di situs resmi Bank BPD Bali (www.bpdbali.co.id), pihak bank belum memberikan informasi resmi mengenai kegiatan Gong Bali Dwipa untuk tahun 2024 ini.

    Berdasarkan dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang mengatasnamakan Bank BPD Bali tersebut merupakan salah satu modus untuk melakukan penipuan online.

    Kesimpulan

    Berdasarkan situs resmi Bank BPD Bali (www.bpdbali.co.id), pihak bank belum memberikan informasi resmi mengenai kegiatan Gong Bali Dwipa untuk tahun 2024 ini.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21280) [SALAH] Ruas Jalan Dodop-Motongkad Longsor 11 Juli 2024

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/07/2024

    Berita

    “jalan Dodap motongkad putus”

    Hasil Cek Fakta

    Ruas jalan antara Desa Dodop – Desa Motongkad dikabarkan longsor. Informasi tersebut beredar di media sosial Facebook. Salah satu pengguna Facebook memposting foto yang menampilkan titik koordinat lokasi, tanggal dan waktu. Pada foto memperlihatkan material longsor yang memutus akses jalan tersebut terjadi pada 11 Juli 2024.

    Berdasarkan hasil penelusuran, Humas Polres Boltim membantah rumor longsor yang terjadi di jalan antara Desa Dodop – Desa Motongkad. Polres Boltim meninjau langsung lokasi tersebut dan tidak ditemukan longsor sepanjang jalan Dodop-Motongkad. Ketika menelusuri titik koordinat pada gambar merujuk pada lokasi Molobog – Onggunoi, Matabulu, Kec. Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.

    “ Terkait informasi yang beredar di media sosial tentang adanya tanah longsor di ruas jalan antara Desa Dodap Kec. Tutuyan dan Desa Motongkad Kec. Motongkad setelah dilakukan pengecekan oleh Personil Polres Boltim tidak ditemukan adanya Tanah Longsor di ruas jalan tersebut, ruas jalan tersebut masih bisa dilewati sehingga informasi tersebut tidak benar. Untuk itu kami menghimbau kepada pengguna medsos agar tidak membagikan postingan yang belum tentu kebenarannya. Saring sebelum sharing, Bijaklah menggunakan medsos…“ keterangan resmi Polres Boltim pada akun Facebooknya.

    Dapat disimpulkan postingan Facebook yang mengklaim terjadi longsor di jalan antara Dodop dan Motongkad adalah keliru dan masuk ke dalam kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Humas Polres Boltim mengklarifikasi langsung ke lokasi dan menyatakan tidak ditemukan adanya tanah longsor di ruas jalan Dodop-Motongkad.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21281) [PENIPUAN] AKUN PJ GUBERNUR SUMUT AGUS FATONI

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/07/2024

    Berita

    A: Assalamualaikum
    B: Waalaikumsalam
    Semoga di berkahi dalam bentuk usaha maupun pekerjaan ya pak
    A: Aamiiin ya Allah semoga kita semua sehat” ya Pak
    B: Mohon maaf mengganggu waktunya sebentar, Mau Tanya Jika Ada Info tentang Pembangunan Masjid/Mushola, tolong kabari saya.
    Alhamdulillah Saya ada sedikit rezeki. Dan rencananya mau saya sumbangkan/ donasikan untuk pembangunan masjid/mushola yg sedang membutuhkan biaya

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook mengatasnamakan Pj Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni mengirimkan pesan meminta informasi terkait pembangunan tempat ibadah atau lembaga pendidikan kepada pengguna Facebook. Akun tersebut hendak menawarkan bantuan pembangunan.

    Faktanya akun tersebut merupakan akun tiruan. Dilansir dari akun Instagram @.infosumutku mengunggah video reels berisi tangkapan layar percakapan akun tiruan tersebut. Pada narasi dituliskan akun ini dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu.

    Sebagai tambahan Info Sumut mengimbau kepada masyarakat berhati-hati terhadap akun yang mengatasnamakan pejabat dengan modus serupa dan segera melaporkannya. Sehingga akun Facebook bernama Agus Fatoni merupakan konten tiruan.

    Kesimpulan

    Akun tiruan. Akun Facebook yang beredar bukan akun asli milik Agus Fatoni.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21282) [PENIPUAN] Akun Facebook Fauzankhoiri Denin Pj Bupati Empat Lawang

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/07/2024

    Berita

    (Tidak ditampilkan)

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan Facebook yang mengatasnamakan Pj Bupati Empat Lawang Fauzankhoiri Denin menuliskan kalimat tak pantas dalam bahasa daerah yang ditujukan kepada eks Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad.

    Faktanya akun Facebook tersebut bukan milik Fauzan Khoiri. Hal ini telah diklarifikasi oleh Pj Bupati Empat Lawang Fauzan khoiri dilansir dari rakyatempatlawang.bacakoran.co. Ia membantah bahwa akun tersebut miliknya dan meminta Kominfo untuk menindaklanjuti postingan akun tersebut yang membuat kegaduhan.

    Ketika ditelusuri postingan pada akun Facebook tersebut telah dihapus, namun akun Facebook masih ada. Sehingga postingan Facebook dari akun yang mengatasnamakan Pj Bupati Empat Lawang Fauzankhoiri Denin merupakan konten tiruan.

    Kesimpulan

    Fauzankhoiri dengan tegas memastikan bahwa akun Facebook tersebut bukan miliknya.

    Rujukan