• (GFD-2024-21365) [HOAKS] Filter Rokok Mengandung Darah Babi

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar peringatan yang menyatakan rokok haram karena filternya mengandung darah babi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Informasi tentang filter rokok mengandung darah babi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (21/7/2024):

    BismillahDengan LIKE dan SHARE pesan ini khususnya pada para perokok muslimMaka anda ikut menyelamatkan banyak umat dari bahaya rokok bagi kesehatan, haram dan makruhnya rokok

    Maka anda ikut menyelamatkan nyawa jutaan orang yang merokokMaka anda ikut menyelamakan ratusan juta anak dan isteri akan kehilangan nyawa orangtua atau suaminya karena rokok

    Maka anda ikut menyelamatkan banyak umat islam dari ketidaktahuan dan kesalahpahaman HARAMNYA ROKOK

    Semua dokter katakan rokok mengancam jiwaSebagian besar ulama katakan merokok haramSebagian ulama katakan merokok makruh.

    Masih saja ada manusia dan masih saja ada umat islam yang merokokWallahualam.

    Dr Widodo JudarwantoGerakan Nasional Tidak Merokok Di Lingkungan MasjidSAVE CHILDREN FROM SMOKE

    Hasil Cek Fakta

    Narasi filter rokok mengandung babi merupakan isu lama yang beredar lebih dari 10 tahun lalu.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan menguji filter dari lima merek rokok di laboratorium menggunakan metode DNA.

    Hasilnya, tidak terdeteksi adanya kandungan DNA babi.

    Regulasi rokok diatur sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

    BPOM telah mengawasi produksi dan peredaran rokok, termasuk kandungan yang ada di dalamnya.

    Dilansir pemberitaan Kompas.com sebelumnya, tuduhan filter rokok mengandung babi pertama kali tercetus oleh Ketua Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) DR Hakim Sorimuda Pohan saat kampanye antirokok yang dihadiri ratusan PNS di Banjarmasin pada 2013.

    Ia mengutip pernyataan Profesor Kesehatan Masyarakat Universitas Sydney Simon Chapman dan riset Christien Meindertsma, peneliti dari Eindhoven, Belanda.

    Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Hasan Aoni Aziz menjelaskan, isu darah babi pada filter rokok pernah muncul di Indonesia dan Australia pada tahun 2010.

    Lembaga Penelitian Pengkajian Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah meneliti filter rokok yang beredar di Indonesia, baik dalam negeri maupun impor.

    Hasilnya tidak ditemukan kandungan babi.

    "Hasil riset LPPOM MUI terhadap filter rokok yang beredar di Indonesia, tidak ada yang mengandung darah babi, dan itu sudah dirilis resmi MUI. Kesimpulan penelitian LPPOM MUI sebenarnya menjadi jawaban atas tudingan yang tidak benar ketika itu," ucap Hasan.

    Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah narasi mengenai filter rokok mengandung babi pada 2021. Namun klaim yang sama kembali beredar pada pertengahan 2024.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai filter rokok mengandung darah babi merupakan hoaks berulang yang beredar sejak 10 tahun lalu.

    BPOM dan LPPOM MUI telah menguji filter rokok yang beredar di Indonesia dan tidak ditemukan adanya kandungan darah babi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21366) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Ular Piton Berkepala Dua, Bagian Ekor Menyerupai Kepala

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan beberapa warga menemukan ular piton berkepala dua. Ular itu kemudian diperlihatkan, dan terlihat dua kepala tanpa ada buntut.

    Namun, setelah ditelusuri informasi dalam video tersebut tidak benar.

    Video soal penemuan ular piton berkepala dua muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini.

    Dalam video tampak dua orang memegang ujung ular piton. Video diberi keterangan:

    Penemuan ular Piton berkepala dua

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut pernah viral dan pernah diberitakan Kompas.com dalam artikel ini.

    Dalam artikel itu, dijelaskan bahwa video itu adalah momen ketika warga Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas menemukan ular piton di kandang unggas milik salah satu warga. 

    Kapolsek Wangon AKP Wawan Dwi Leksono menjelaskan, ular tersebut tidak berkepala dua seperti yang dinarasikan dalam video.

    "Itu bukan berkepala dua. Itu yang dikira kepala ternyata bagian ekor yang buntung (putus) sehingga bentuknya menyerupai kepala," kata Wawan. 

    Menurut Wawan, video tersebut diambil pada 27 Mei 2024 dengan tujuan ramai dibicarakan di media sosial. 

     "Ditangkap ramai-ramai sama warga. Itu memang (bentuknya) seperti kepala dua, itu warga (membuat video) biar ramai saja," ujar Wawan. 

    Setelah ditangkap, ular dengan panjang sekitar 2 meter itu dipelihara oleh warga di Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon bernama Sumarno. 

    Kesimpulan

    Video penemuan ular piton berkepala dua tidak benar dan informasinya keliru.

    Faktanya, video itu menangkap momen ketika warga di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas menemukan ular piton pada 27 Mei 2024. 

    Kapolsek Wangon AKP Wawan Dwi Leksono memastikan, ular tersebut tidak berkepala dua. Ular itu memiliki bagian ekor yang putus sehingga terlihat seperti kepala.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21382) [HOAKS] Gebyar Undian Bank NTT

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Bermunculan akun-akun Facebook mengatasnamakan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT.

    Akun tersebut menawarkan undian berhadiah yang dapat diikuti dengan cara mengeklik tautan yang disebarkan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut hoaks.

    Tawaran undian berhadiah dari Bank NTT disebarkan oleh akun ini pada 2 Juli 2024.

    Berikut narasi yang ditulis:

    Siapa nih !! Yang sering transaksi di aplikasi B'PUNG MOBILE BANK NTT . Ada Hadiah menarik Nih buat kamu yang sering transaksi di aplikasi B'PUNG MOBILE BANK NTT , seperti

    -MOTOR-MOBIL-UANG TUNAI 150JT.

    Masih banyak lagi hadiah menarik Yuk Daftar Sekarang klik' Tombol daftar di bawah

    Tawaran undian berhadiah dengan dengan model serupa disebarkan oleh akun dengan nama Humas Bank NTT 2024 dan Undian Awal tahun Bank NTT.

    Ada pula akun Gebyar Awal Tahun Bank Ntt, Humas Bank Ntt, dan Humas Bank NTT 2024.

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat tiga tautan yang disebarkan oleh akun-akun Facebook mengatasnamakan Bank NTT.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek ke mana tautan tersebut berlabuh.

    Hasil pelacakan di WhereGoes menunjukkan, dua tautan mengarah ke situs error. Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini dan di sini.

    Sementara, salah satu situs yang dilacak menggunakan URL Scan juga tidak mengarah ke situs resmi Bank NTT.

    Situs resmi Bank NTT hanya diakses melalui www.bpdntt.co.id.

    Bank NTT menginformasikan kepada nasabah agar mewaspadai penipuan dengan berbagai modus, termasuk tawaran undian berhadiah di media sosial.

    Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengimbau nasabah untuk mengabaikan pesan, telepon, atau tawaran undian berhadiah di media sosial.

    "Abaikan jika menerima telepon atau pesan yang meminta bertransaksi atau mengirimkan uang, dan yang meminta data rahasia Nasabah seperti PIN, OTP, Password, Nomor Kartu ATM atau Debit dan lain-lain," kata Alex dikutip dari situs Bank NTT.

    Akun Facebook resminya memakai nama Humas Bpd Ntt. Begitu pula akun Instagram dan YouTube-nya.

    Kesimpulan

    Tawaran undian berhadiah dari Bank NTT merupakan hoaks.

    Tautan yang disebarkan sebagai syarat mendaftar undian berhadiah tidak mengarah ke situs resmi Bank NTT.

    Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengimbau nasabah untuk mengabaikan pesan, telepon, atau tawaran undian berhadiah di media sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21383) [HOAKS] Presiden AS Joe Biden Meninggal Dunia pada 22 Juli 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) Joe Biden dikabarkan meninggal dunia, sebagaimana disampaikan sebuah unggahan pada 22 dan 23 Juli 2024.

    Kabar itu berembus setelah Biden mengumumkan mundur dari pencalonan Partai Demokrat untuk Pemilihan Presiden AS 2024 yang pemungutan suaranya berlangsung pada November mendatang.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Narasi Joe Biden meninggal dunia dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (23/7/2024) dan akun X (Twitter) ini pada (22/7/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan di Facebook:

    Breaking! Joe Biden meninggal dunia

    Sementara, narasi yang dibagikan di X sebagai berikut:

    BEREDAR RUMOR BAHWA JOE BIDEN TELAH MENINGGAL DUNIA

    Narasi di X disertai foto Joe Biden mengenakan setelan jas dan masker, serta duduk di kursi.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kabar kematian Biden menggunakan Google Search dan menemukan artikel bantahan dari berbagai media pemeriksa fakta.

    Dilansir FullFact, rumor kematian Biden muncul setelah Sang Presiden dinyatakan positif Covid-19 pada 17 Juli 2024 dan menjalani isolasi mandiri.

    Rumor tersebut seolah mendapat penegasan dengan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Kongres AS.

    Namun, pengibaran bendera setengah tiang tersebut adalah untuk menandai kematian seorang Anggota Kongres AS, Sheila Jackson Lee.

    Undang-undang menyatakan, bendera setengah tiang akan dikibarkan pada hari kematian Anggota Kongres hingga hari pemakaman.

    Sementara itu, PolitiFact menyebutkan, laporan dari dokter Gedung Putih pada Selasa (23/7/2024) menunjukkan, gejala Covid-19 yang diderita Biden telah teratasi.

    Laporan tersebut juga mengatakan, fungsi vital dan paru-paru Biden tetap normal selama infeksi.

    Pada Selasa, (23/7/2024) Biden tampil ke publik untuk pertama kali setelah isolasi dan para jurnalis merekam videonya saat menaiki pesawat Air Force One. Biden mengatakan kepada reporter bahwa dia merasa sehat.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek foto Joe Biden yang disertakan dalam narasi di X menggunakan Hive Moderation, untuk mendeteksi apakah gambar itu dihasilkan AI.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation mendeteksi foto tersebut memiliki probabilitas mencapai 99,9 persen dihasilkan AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Presiden AS Joe Biden meninggal dunia adalah hoaks.

    Laporan terbaru dokter Gedung Putih pada Selasa (23/7/2024) menyebutkan, gejala Covid-19 yang diderita Biden telah teratasi.

    Sementara itu, Biden tampil ke publik untuk pertama kali pada Selasa dan direkam oleh para jurnalis saat memasuki pesawat Air Force One.

    Rujukan