• (GFD-2024-21476) [PENIPUAN] Pengobatan Ida Dayak di Brebes

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 29/07/2024

    Berita

    Ibu Ida Dayak akan hadir di Brebes.
    Jangan lewatkan pengobatan Ida Dayak. Semoga ikhtiar anda mendapatkan kesembuhan oleh Allah SWT.
    Untuk pendaftaran silahkan langsung hubungi:
    Whatsapp:
    0882-4243-1792
    Admin Ida Dayak

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan di media sosial Facebook terkait informasi pengobatan yang dilakukan Ida Dayak di Gedung Korpri Brebes pada 25-29 Juli 2024. Pada postingan yang beredar mencantumkan nomor WhatsApp untuk pendaftaran pengobatan.

    Faktanya Dinkominfotik Brebes telah mengonfirmasinya. Pada postingan di akun media sosial Dinkominfotik Brebes menjelaskan informasi tersebut adalah modus penipuan. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak mendaftar melalui nomor WhatsApp yang tertera dan jangan sampai tertipu.

    “INFO Warga Brebes dan Sekitarnya. Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial tentang pengobatan Ida Dayak yang akan hadir di Brebes maka kami informasikan bahwa kabar tersebut adalah modus penipuan atau HOAX! #SaringSebelumSharing #Disinformasi #Moduspenipuan #Hoax” keterangan resmi oleh Dinkominfotik Brebes pada akun media sosialnya (5/07/24).

    Kesimpulan

    Dinkominfotik Brebes menyatakan informasi yang beredar adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21483) [HOAKS] Gunung Ciremai Akan Meletus Pasca-Gempa di Kabupaten Kuningan

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim Gunung Ciremai akan meletus pasca-gempa di Kabupaten Kuningan pada Kamis (25/7/2024) dan Jumat (26/7/2024). 

    Akan tetapi, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Gunung Ciremai akan meletus pasca-gempa beredara di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan tangkap layar berisi pesan di WhatsApp yang menginformasikan bahwa akan ada letusan Gunung Ciremai pasca-gempa di Kuningan.

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari laman Kuningankab.go.id, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menegaskan infromasi soal Gunung Ciremai akan meletus pasca-gempa di Kabupaten Kuningan adalah hoaks.

    Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi palsu terkait aktivitas gunung Ciremai dan gempa bumi di Kabupaten Kuningan. 

    “Informasi yang menyebutkan bahwa beberapa jam ke depan akan terjadi lagi gempa atau Gunung Ciremai akan meletus adalah hoaks. Masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang sumbernya tidak jelas," ujar Indra Sabtu (27/7/2024).  

    Dilansir Antara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memastikan gempa tektonik di Kabupaten Kuningan tidak memengaruhi aktivitas vulkanik di Gunung Ciremai. 

    Ketua PVMBG Pos Pengamatan Gunung Ciremai Jajat Sudrajat menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, Gunung Ciremai dalam kondisi normal. Tidak ada aktivitas vulkanik yang membahayakan di sekitar gunung tersebut.

    "Sejauh ini hasil pengamatan kami, kondisi Gunung Ciremai tetap normal dan tidak terpengaruh dengan peristiwa gempa," kata Jajat, Sabtu (27/7/2024)..

    Ia menambahkan, gempa tektonik di Kuningan pada Jumat (26/7/2024) diduga disebabkan karena adanya aktivitas tektonik pada sesar Baribis.

    Pusat gempa tersebut lokasinya sangat jauh dengan Gunung Ciremai, tepatnya sekitar 15 kilometer. 

    "Sampai kejadian gempa terakhir itu, jenis gempa vulkanik belum terekam di seismograf kami. Untuk saat ini aman, karena gempa kemarin itu kemungkinan akibat aktivitas sesar Baribis," ujar dia.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Gunung Ciremai akan meletus pasca gampa di Kabupaten Kuningan tidak benar atau hoaks.

    Hal itu telah dibantah oleh BPBD Kabupaten Kuningan serta PVMBG. 

    PVMBG menjelaskan, gempa tektonik di Kabupaten Kuningan tidak memengaruhi aktivitas vulkanik di Gunung Ciremai.

    Berdasarkan  pengamatan PVMBG, Gunung Ciremai dalam kondisi normal dan tidak ada aktivitas vulkanik yang membahayakan pasca gempa di Kuningan. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-21484) [KLARIFIKASI] Desain Ini Tidak Dipakai China pada Olimpiade Paris 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Desain seragam atlet China dalam Olimpiade Paris 2024 diklaim terinspirasi warna bendera Palestina.

    Beredar foto seorang perempuan memegang panah. Ia mengenakan atasan hijau, celana hitam, dan ada kain merah membentang di belakangnya.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan informasinya.

    Desain seragam atlet China yang terinspirasi dari warna bendera Palestina disebarkan oleh akun Facebook ini pada Kamis (25/7/2024).

    Berikut narasi yang ditulis:

    Tiongkok memilih desain yang terinspirasi dari bendera Palestina untuk Olimpiade Paris 2024.

    Narasi serupa juga disebarkan dalam bahasa Inggris oleh akun ini, ini, dan ini.

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang beredar bukanlah desain seragam atlet China di Olimpiade Paris 2024.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan Google Lens untuk menelusuri jejak digital foto yang beredar.

    Hasil pencarian menunjukkan, foto tersebut bersumber dari majalah Vogue China edisi September 2023.

    Foto serupa ditemukan di situs web Design Scene, 11 Agustus 2023.

    Perempuan dalam foto adalah model He Cong yang dipotret oleh fotografer Leslie Zhang.

    Edisi majalah Vogue China bertema atletis dibuat dalam rangka perayaan Asian Games Hangzhou.

    Saat upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, delegasi China memakai seragam berwarna putih dan merah.

    China mengirimkan 405 delegasi yang akan berkompetisi dalam 30 cabang olahraga. Foto para delegasi tersebut diunggah di situs Pemerintah China.

    Tidak ada delegasi yang memakai baju hijau dan celana hitam.

    Kesimpulan

    Foto model He Cong untuk majalah Vogue China edisi September 2023 disebarkan dengan konteks keliru.

    He Cong memakai baju hijau dan celana hitam karena majalah Vogue China mengangkat tema perayaan Asian Games Hangzhou.

    Delegasi China memakai seragam berwarna putih dan merah saat upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21431) Hoaks! Tautan aplikasi pembelajaran Plataran Sehat Kemenkes

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah ajakan untuk mengakses tautan mengatasnamakan aplikasi Plataran Sehat beredar melalui WhatsApp.

    Plataran Sehat adalah aplikasi pembelajaran digital dan pengembangan kompetensi bagi seluruh tenaga kesehatan di Indonesia, yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

    Platform ini menawarkan solusi pembelajaran yang fleksibel tanpa batas ruang dan waktu bagi para tenaga kesehatan.

    Dengan begitu, peningkatan keahlian bisa ditentukan dengan kebutuhan dan tempo masing-masing nakes.

    Berikut isi pesan yang beredar di WhatsApp:

    "Silahkan klik link di Bawah in untuk mengikuti pelatihan resmi dari Kemenkes bernilai SKP.

    lms.kemenkes.web.idplataransehat

    Wajib download aplikasi ini untuj login ke akun Plataran Sehat dan dapatkan pembelajaran digital gratis."

    Namun, benarkah tautan aplikasi pembelajaran Plataran Sehat Kemenkes itu resmi?

    Hasil Cek Fakta

    Kemenkes, dalam klarifikasi di saluran WhatsApp resminya, menegaskan bahwa tautan terkait aplikasi Plataran Sehat itu palsu.

    Kemenkes turut memastikan aplikasi Plataran Sehat dapat diakses tanpa pungutan biaya apapun atau gratis, dan tidak memerlukan aplikasi tambahan.

    "Apabila Healthies mendapatkan link/tautan palsu yang mengatasnamakan Plataran Sehat, jangan di klik ya!

    Plataran Sehat hanya dapat diakses melalui tautan resmi: lms.kemkes.go.id

    Tidak perlu download aplikasi tambahan dan tentunya gratis!," demikian isi keterangan Kemenkes di saluran WhatsApp pada 26 Juli 2024.

    Klaim: Tautan aplikasi Plataran Sehat Kemenkes

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024