(GFD-2024-21850) Waspada! Sejumlah hoaks bagi-bagi hadiah jelang kemerdekaan Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 13/08/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sejumlah hoaks beredar menjelang kemerdekaan Indonesia diantaranya terkait bagi-bagi hadiah berupa uang tunai, hingga uang digital.
Hoaks yang beredar tersebut mengatasnamakan mullai dari tokoh publik hingga bank milik negara.
Berikut deretan hoaks bagi-bagi hadiah menjelang kemerdekaan Indonesia:
1. Kupon hadiah dari BRImo dan BRI
Sebuah unggahan di Facebook mengatasnamakan bank BRI menarasikan undian program kemerdekaan HUT RI ke-79 dari bank BRI yang akan diumumkan 17 Agustus 2024.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“ , FESTIVAL BRImo Hadir lagi, ikuti Undian nya dan menangkan Hadiah utama nya, pendaftaran secara
Dengan cara klik di postingan ini
Pemenang akan di umumkan pada tgl 17 Agustus 2024.
Buruan daftarkan diri anda, siapa tau anda jadi pemenang”
Namun, benarkah unggahan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, unggahan tersebut bukan berasal dari laman resmi Bank BRI. BRI mengimbau kepada seluruh nasabah untuk waspada kepada segala bentuk modus penipuan dan kejahatan perbankan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Berikut adalah akun resmi BRI, twitter @BANKBRI_ID, @kontakBRI, @promo_BRI ; Instagram @bankbri_id ; Tiktok @bankbri_id ; Youtube : BANK BRI ; dan Facebook BANK BRI.
2. Undian berhadiah dari Super Indo
Sebuah pesan berantai mengatasnamakan salah satu perusahaan retail Super Indo membagikan hadiah dari undian senilai Rp11 juta dalam rangka merayakan hari kemerdekaan dengan cara menekan tautan yang diberikan pengunggah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Congratulations! Super Indo Supermarket - Independence Day Gift
Through the questionnaire you will have a chance to get Rp 11.831.200”
Namun, benarkah unggahan tersebut:
Dilansir dari laman resmi Super Indo, mengklarfikasi bahwa narasi undian berhadiah dalam rangka kemerdekaan tersebut merupakan hoaks.
Super Indo juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati karena Super Indo tidak pernah meminta pembayaran apapun dalam hadiah undian.
3. Dedi Mulyadi bagikan uang jelang HUT RI
Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan anggota DPR RI periode 2019–2024, Dedi Mulyadi membagikan uang jelang HUT RI ke-79.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Setiap kalian follow tekan love dan tanda panah saya akan bantu 20.000.000 ini nyata bukan hoax pasti saya amanah”
Namun, benarkah video tersebut?
Berdasarkan penelusuran ANTARA, video Dedi Mulyadi tersebut serupa dengan unggahan Instagram resminya yang mengucapkan ulang tahun kota Purwakarta. Dalam video tersebut, Dedi Mulyani juga mengajak masyarakat untuk ikut merayakan hari jadi Purwakarta pada 26 Juli 2024 di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta.
Dengan demikian, video Dedi Mulyadi bagikan uang 20 juta pada setiap pengikut facebooknya merupakan hoaks.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Berikut adalah akun resmi BRI, twitter @BANKBRI_ID, @kontakBRI, @promo_BRI ; Instagram @bankbri_id ; Tiktok @bankbri_id ; Youtube : BANK BRI ; dan Facebook BANK BRI.
2. Undian berhadiah dari Super Indo
Sebuah pesan berantai mengatasnamakan salah satu perusahaan retail Super Indo membagikan hadiah dari undian senilai Rp11 juta dalam rangka merayakan hari kemerdekaan dengan cara menekan tautan yang diberikan pengunggah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Congratulations! Super Indo Supermarket - Independence Day Gift
Through the questionnaire you will have a chance to get Rp 11.831.200”
Namun, benarkah unggahan tersebut:
Dilansir dari laman resmi Super Indo, mengklarfikasi bahwa narasi undian berhadiah dalam rangka kemerdekaan tersebut merupakan hoaks.
Super Indo juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati karena Super Indo tidak pernah meminta pembayaran apapun dalam hadiah undian.
3. Dedi Mulyadi bagikan uang jelang HUT RI
Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan anggota DPR RI periode 2019–2024, Dedi Mulyadi membagikan uang jelang HUT RI ke-79.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Setiap kalian follow tekan love dan tanda panah saya akan bantu 20.000.000 ini nyata bukan hoax pasti saya amanah”
Namun, benarkah video tersebut?
Berdasarkan penelusuran ANTARA, video Dedi Mulyadi tersebut serupa dengan unggahan Instagram resminya yang mengucapkan ulang tahun kota Purwakarta. Dalam video tersebut, Dedi Mulyani juga mengajak masyarakat untuk ikut merayakan hari jadi Purwakarta pada 26 Juli 2024 di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta.
Dengan demikian, video Dedi Mulyadi bagikan uang 20 juta pada setiap pengikut facebooknya merupakan hoaks.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-21853) [KLARIFIKASI] Penjelasan atas Kabar Keliru Internet Mati akibat Badai Matahari 2025
Sumber:Tanggal publish: 13/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai badai matahari pada 2025 yang disebut akan mengakibatkan internet tidak bisa digunakan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi internet mati akibat badai matahari pada 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Prediksi Badai Matahari di Tahun 2025, apa yang akan terjadi?? Kalo pun benar terjadi, otomatis kita akan kembali seperti jaman dahulu yang tanpa internet dan listrik sampai berbulan-bulan. Siapkah kita??
Narasi itu disertai video presenter berita membahas tentang badai matahari pada 2025.
"Kemungkinan munculnya badai Matahari di tahun 2025 memungkinkan manusia di Bumi dapat kehilangan akses internet selama berbulan-bulan..."
"NASA sendiri sedang mengantisipasi supaya kalau pun memang terjadi letupan di Matahari yang menyebabkan badai Matahari supaya dampaknya bisa diminimalisir," kata sang presenter.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi internet mati akibat badai matahari pada 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Prediksi Badai Matahari di Tahun 2025, apa yang akan terjadi?? Kalo pun benar terjadi, otomatis kita akan kembali seperti jaman dahulu yang tanpa internet dan listrik sampai berbulan-bulan. Siapkah kita??
Narasi itu disertai video presenter berita membahas tentang badai matahari pada 2025.
"Kemungkinan munculnya badai Matahari di tahun 2025 memungkinkan manusia di Bumi dapat kehilangan akses internet selama berbulan-bulan..."
"NASA sendiri sedang mengantisipasi supaya kalau pun memang terjadi letupan di Matahari yang menyebabkan badai Matahari supaya dampaknya bisa diminimalisir," kata sang presenter.
Hasil Cek Fakta
Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo membantah bahwa badai matahari 2025 akan menghilangkan akses internet selama berbulan-bulan.
Ia menjelaskan, badai matahari umumnya terkait banyaknya bintik Matahari dan jumlahnya mencapai maksimum saat berada puncak aktivitasnya.
Menurut dia, suatu siklus aktivitas Matahari panjangnya 10 hingga 11 tahun, sehingga puncak siklus terjadi pada tahun ke-5 atau ke-6 dari awal siklus.
"Siklus aktivitas Matahari kali ini dimulai pada 2018, sehingga puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 2024 atau 2025. Namun, itu hanya patokan umum," ujar Marufin seperti diberitakan Kompas.com, 26 Mei 2024.
Sementara itu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA belum mengeluarkan peringatan khusus tentang "kematian" internet akibat badai matahari.
Dilansir Kompas.com, NASA memang telah meluncurkan misi Parker Space Probe, tetapi tidak pernah ada istilah kiamat internet dalam misi tersebut.
Parker Space Probe merupakan misi yang diluncurkan NASA pada 2018 untuk melihat permukaan atau atmosfer Matahari lebih dekat.
Melalui misi tersebut, NASA dapat mengumpulkan informasi tentang angin surya atau solar wind karena jarak wahana antariksa kian dekat dengan atmosfer Matahari.
NASA mempelajari dampak angin surya terhadap kehidupan di Bumi, antara lain perubahan orbit satelit, memperpendek umur satelit, dan mengganggu perangkat elektronik.
Istilah kiamat internet bersumber dari studi soal badai matahari yang ditulis oleh asisten profesor ilmu komputer Universitas California, Sangeetha Abdu Jyothi, pada 2021.
Pada judul studinya, ia menulis "internet apocalypse" atau kiamat internet.
Studi tersebut menganalisis ketahanan infrastruktur internet di seluruh dunia dan menemukan bahwa kabel bawah laut memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi.
Apabila terjadi badai matahari, maka kabel bawah air akan terganggu dan menghilangkan daya listrik besar-besaran.
Namun perlu digarisbawahi, studi tersebut berdasarkan analisis dan rekonstruksi, bukan berdasarkan pada peluncuran misi Parker Space Probe.
Ia menjelaskan, badai matahari umumnya terkait banyaknya bintik Matahari dan jumlahnya mencapai maksimum saat berada puncak aktivitasnya.
Menurut dia, suatu siklus aktivitas Matahari panjangnya 10 hingga 11 tahun, sehingga puncak siklus terjadi pada tahun ke-5 atau ke-6 dari awal siklus.
"Siklus aktivitas Matahari kali ini dimulai pada 2018, sehingga puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 2024 atau 2025. Namun, itu hanya patokan umum," ujar Marufin seperti diberitakan Kompas.com, 26 Mei 2024.
Sementara itu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA belum mengeluarkan peringatan khusus tentang "kematian" internet akibat badai matahari.
Dilansir Kompas.com, NASA memang telah meluncurkan misi Parker Space Probe, tetapi tidak pernah ada istilah kiamat internet dalam misi tersebut.
Parker Space Probe merupakan misi yang diluncurkan NASA pada 2018 untuk melihat permukaan atau atmosfer Matahari lebih dekat.
Melalui misi tersebut, NASA dapat mengumpulkan informasi tentang angin surya atau solar wind karena jarak wahana antariksa kian dekat dengan atmosfer Matahari.
NASA mempelajari dampak angin surya terhadap kehidupan di Bumi, antara lain perubahan orbit satelit, memperpendek umur satelit, dan mengganggu perangkat elektronik.
Istilah kiamat internet bersumber dari studi soal badai matahari yang ditulis oleh asisten profesor ilmu komputer Universitas California, Sangeetha Abdu Jyothi, pada 2021.
Pada judul studinya, ia menulis "internet apocalypse" atau kiamat internet.
Studi tersebut menganalisis ketahanan infrastruktur internet di seluruh dunia dan menemukan bahwa kabel bawah laut memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi.
Apabila terjadi badai matahari, maka kabel bawah air akan terganggu dan menghilangkan daya listrik besar-besaran.
Namun perlu digarisbawahi, studi tersebut berdasarkan analisis dan rekonstruksi, bukan berdasarkan pada peluncuran misi Parker Space Probe.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi internet mati akibat badai matahari pada 2025 perlu diluruskan.
Memang benar siklus aktivitas Matahari diperkirakan mencapai puncak pada 2025, tetapi tidak ada peringatan tentang kematian internet akibat fenomena tersebut.
Memang benar siklus aktivitas Matahari diperkirakan mencapai puncak pada 2025, tetapi tidak ada peringatan tentang kematian internet akibat fenomena tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=1060605665399432
- https://www.facebook.com/watch/?v=1064281955288141
- https://www.facebook.com/watch/?v=1145072493227006
- https://www.facebook.com/reel/1251544302845766
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/05/26/170000865/beredar-isu-badai-matahari-2025-hilangkan-akses-internet-berbulan-bulan-ini?page=all
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/07/04/171800882/cek-fakta-narasi-soal-kiamat-internet-tidak-terkait-nasa
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21854) [HOAKS] Kelompok Hezbollah Kirim Drone Berbentuk Merpati
Sumber:Tanggal publish: 13/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar gambar yang diklaim sebagai pesawat nirawak atau drone yang dikirim oleh kelompok Hezbollah yang berbasis di Lebanon.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Gambar drone Hezbollah berbentuk merpati disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (9/8/2024):
Hezbollah publishes a message to the occupation audience:Not every bird flying around you is a bird
Berikut terjemahannya:
Hizbullah menerbitkan pesan kepada kelompok pendudukan: Tidak semua burung yang terbang di sekitar Anda adalah burung
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (9/8/2024), gambar drone Hezbollah berbentuk merpati.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Gambar drone Hezbollah berbentuk merpati disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (9/8/2024):
Hezbollah publishes a message to the occupation audience:Not every bird flying around you is a bird
Berikut terjemahannya:
Hizbullah menerbitkan pesan kepada kelompok pendudukan: Tidak semua burung yang terbang di sekitar Anda adalah burung
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (9/8/2024), gambar drone Hezbollah berbentuk merpati.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek gambar yang beredar menggunakan Hive Moderation.
Tools tersebut dapat membantu mendeteksi seberapa banyak campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam suatu konten, termasuk gambar.
Hasilnya menunjukkan, gambar drone merpati teridentifikasi memiliki probabilitas 98,8 persen dibuat dengan AI.
Kelompok Hezbollah merupakan sekutu Hamas yang berbasis di Lebanon.
Dilansir Associated Press, kelompok Hezbollah memang meluncurkan serangan ke Israel pada pertengahan Mei, menggunakan drone peledak.
Serangan pesawat nirawak tersebut merupakan pembalasan terhadap Israel atas serangan udaranya di Beirut yang menewaskan komandan militer Hizbullah Fouad Shukur.
Kendati demikian, gambar yang beredar bukanlah drone milik kelompok Hezbollah.
Tools tersebut dapat membantu mendeteksi seberapa banyak campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam suatu konten, termasuk gambar.
Hasilnya menunjukkan, gambar drone merpati teridentifikasi memiliki probabilitas 98,8 persen dibuat dengan AI.
Kelompok Hezbollah merupakan sekutu Hamas yang berbasis di Lebanon.
Dilansir Associated Press, kelompok Hezbollah memang meluncurkan serangan ke Israel pada pertengahan Mei, menggunakan drone peledak.
Serangan pesawat nirawak tersebut merupakan pembalasan terhadap Israel atas serangan udaranya di Beirut yang menewaskan komandan militer Hizbullah Fouad Shukur.
Kendati demikian, gambar yang beredar bukanlah drone milik kelompok Hezbollah.
Kesimpulan
Gambar drone Hezbollah berbentuk merpati merupakan konten manipulatif berbasis AI.
Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, gambar tersebut memiliki probabilitas 98,8 persen dibuat dengan AI.
Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, gambar tersebut memiliki probabilitas 98,8 persen dibuat dengan AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2152675791785996&set=a.133993003654295
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1798261550580730&set=a.120173138389588
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=846213274192680&set=a.460543339426344&type=3
- https://apnews.com/article/hezbollah-israel-drones-lebanon-e1c0fdc0c963d57c0580d593d824ed8d
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21858) [HOAKS] Video Pegi Setiawan Bagikan Bansos Melalui Situs Judi
Sumber:Tanggal publish: 13/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi yang mengeklaim Pegi Setiawan, korban salah tangkap kasus pembunuhan Vina Cirebon, membagikan bantuan sosial (bansos) melalui situs judi.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang mengeklaim Pegi Setiawan membagikan bansos melalui situs judi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkin Pegi sedang diwawancara oleh presenter televisi. Video diberi keterangan sebagai berikut:
BERITA HARI INIPEGI IKUT MEMBAGIKAN BANSOS UNTUK KORBAN JUDUL
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang mengeklaim Pegi Setiawan membagikan bansos melalui situs judi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkin Pegi sedang diwawancara oleh presenter televisi. Video diberi keterangan sebagai berikut:
BERITA HARI INIPEGI IKUT MEMBAGIKAN BANSOS UNTUK KORBAN JUDUL
Hasil Cek Fakta
Video yang menampilkan Pegi sedang diwawancara identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Dalam video aslinya, Pegi menanggapi soal dugaan keterangan palsu dari saksi bernama Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina.
Menurut Pegi, keterangan Aep yang menyebutnya melakukan pembunuhan terhadap Vina adalah salah.
Dalam video, Pegi tidak mengatakan akan membagikan bansos melalui situs judi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Pegi membagikan bansos di situs judi menggunakan perangkat AI Voice Detector.
Hasilnya, suara Pegi terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas 79.44 persen.
Dalam video aslinya, Pegi menanggapi soal dugaan keterangan palsu dari saksi bernama Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina.
Menurut Pegi, keterangan Aep yang menyebutnya melakukan pembunuhan terhadap Vina adalah salah.
Dalam video, Pegi tidak mengatakan akan membagikan bansos melalui situs judi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Pegi membagikan bansos di situs judi menggunakan perangkat AI Voice Detector.
Hasilnya, suara Pegi terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas 79.44 persen.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim Pegi Setiawan membagikan bansos melalui situs judi tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Pegi memberikan tanggapan soal dugaan keterangan palsu dari saksi bernama Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation suara Pegi terdeteksi dihasil AI dengan probabilitas 79.44 persen.
Dalam video aslinya, Pegi memberikan tanggapan soal dugaan keterangan palsu dari saksi bernama Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation suara Pegi terdeteksi dihasil AI dengan probabilitas 79.44 persen.
Rujukan
Halaman: 3079/7940

