• (GFD-2024-21835) Cek Fakta: Hoaks Presiden Jokowi Bagikan Rp 50 Juta Bagi Orang yang Membutuhkan Melalui Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Presiden Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta bagi orang yang membutuhkan di Facebook. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 Agustus 2024.
    Dalam unggahannya terdapat video Presiden Jokowi dengan suara sebagai berikut:
    "Setiap kalian follow tekan love dan panah itu saya akan bantu 50 juta. Per orang saya transfer 50 juta. Kalau kalian gak percaya saya buktikan sekarang juga ya"
    Video itu juga disertai narasi "Amanah untuk Anda. Bangtuan untuk kalian semua orang yang membutuhkan yaa"
    Hingga saat ini video tersebut telah dilihat lebih dari 912 ribu kali, mendapat 17,1 ribu likes dan 2,7 ribu lali dibagikan.
    Lalu benarkah postingan Presiden Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta bagi orang yang membutuhkan di Facebook?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah di akun Instagram resmi Presiden Jokowi @jokowi yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 27 Juni 2024.
    Namun dalam video asli tidak ditemukan narasi bahwa ia akan membagikan uang Rp 50 juta melalui media sosial manapun termasuk Facebook.
    Video itu diunggah Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
    "Lokasi Pasar Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan jauh dari Palangkaraya yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Namun harga di Pasar Beringin Buntok stabil dan baik, yang menandakan distribusi pangan berjalan baik di daerah ini."
    Selain itu kami juga menelusuri dan dalam kolom komentar terdapat narasi sebagai berikut:
    "https://api.whatsapp.com/send?phone=6281927462760&text=Ikut%20Gabung%20%20BOSSK"
    Ini merupakan indikasi penipuan yang bisa mengarahkan masyarakat untuk membagikan identitas pribadi atau terhubung dengan pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan Presiden Jokowi akan mentransfer uang Rp 50 juta bagi orang yang membutuhkan di Facebook adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21836) Cek Fakta: Hoaks Judul Artikel Kompas TV Sebut di IKN Akan Hadir Motor Terbang Tanpa Roda

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Kompas TV memberitakan di IKN akan hadir motor terbang tanpa roda. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 9 Agustus 2024.
    Dalam postingannya terdapat artikel berjudul:
    "Selain taxi terbang dan Kereta tanpa rel, Di IKN juga akan hadir motor tanpa roda dan bisa terbang"
    Selain itu dalam postingan terdapat pula foto Presiden Jokowi sedang mengendarai sapu terbang.
    Lalu benarkah Kompas TV memberitakan di IKN akan hadir motor terbang tanpa roda?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan kata kunci motor terbang di kolom pencarian Kompas.tv. Hasilnya tidak ada artikel yang identik dengan postingan.
    Kompas.tv  membahas soal transportasi di IKN, beberapa di antaranya berjudul "Kepala Otorita Sebut akan Uji Coba Mobil Terbang dan Angkutan Umum Tanpa Sopir di IKN" yang tayang pada 18 Maret 2024 dan "Uji Coba Taksi Terbang untuk IKN Akan Dilakukan Juli 2024" yang tayang pada 29 Mei 2024.
    Namun tidak ada judul artikel seperti dalam postingan yang diunggah di Facebook.
    Selain itu foto Presiden Jokowi dalam postingan juga merupakan hasil editan. Di dalam foto asli, Presiden Jokowi sebenarnya menggunakan motor saat mengunjungi Pasar Anyar, Tangerang, Banten pada 4 November 2018.
     

    Kesimpulan


    Postingan Kompas TV memberitakan di IKN akan hadir motor terbang tanpa roda adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21840) Hoaks! Pemerintah datangkan pawang hujan untuk upacara kemerdekaan RI di IKN

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video menarasikan pemerintah mendatangkan pawang hujan dari Banyuwangi untuk memodifikasi cuaca menjelang upacara kemerdekaan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Wih Lare Osing Banyuwangi tampil di IKN jadi pawang hujan.

    Menyala Laros.”

    Namun, benarkah pemerintah mendatangkan pawang hujan dari Banyuwangi untuk upacara kemerdekaan di IKN?

    Hasil Cek Fakta

    Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan pemerintah memanfaatkan teknologi untuk merekayasa cuaca agar cerah saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI berlangsung. Ini sekaligus membantah isu liar di media sosial yang menyebut adanya pengerahan pawang hujan di kawasan IKN.

    "Perlu kami sampaikan bahwa adanya informasi mengenai permintaan ke salah satu pawang hujan dari Banyuwangi itu hoaks. Kami menggunakan metode ilmiah dan juga teknologi untuk rekayasa cuaca di IKN," kata Usman, dilansir dari RRI.

    Usman menyebutkan rekayasa cuaca dinilai perlu dilakukan. Mengingat curah hujan di IKN dalam beberapa terakhir cukup tinggi.

    "Jadi tidak benar bahwa ada permintaan dari PUPR atau pemerintah kepada salah satu pawang hujan untuk melakukan rekayasa cuaca," lanjutnya.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-21841) Hoaks! Penipuan investasi mengatasnamakan LKBN ANTARA dan Pertamina

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/08/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah laman website menyerupai laman berita Antaranews dan mencatut logo Perum LKBN ANTARA menarasikan Presiden Joko Widodo telah menjadi penjamin proyek investasi terbesar di Indonesia.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan, bahwa proyek itu merupakan investasi di perusahaan Pertamina. Pengunggah juga mengajak pembaca untuk berinvestasi sebesar 250 dolar AS atau sekitar Rp3,9 juta dan dijanjikan akan mendapatkan keuntungan hingga Rp79 juta setiap bulannya.

    Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa tujuan dari proyek tersebut adalah untuk memberikan pendapatan pasif yang tinggi bagi semua warga negara.

    Berikut persyaratan dalam yang diunggah dalam artikel tersebut:

    “1. Mempertimbangkan bahwa jumlah setoran minimum adalah $250, modal ini diperlukan untuk berhasil bergabung dengan proyekwarga negara Indonesia.

    2. memiliki rekening bank terdaftar untuk dapat berdagang. Dengan tidak adanya rekening bank, tidak mungkin untuk berdagang karena dividen dibayarkan secara eksklusif melalui kartu bank.

    3. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan pendapatan adalah modal awal minimal $250. Mempertimbangkan bahwa jumlah setoran minimum adalah $250, modal ini diperlukan untuk berhasil bergabung dengan proyek.”

    Namun, benarkah investasi Pertamina yang dijamin Jokowi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Pertamina dalam akun resminya menyatakan bahwa unggahan artikel dalam laman tersebut merupakan hoaks.

    VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, juga menegaskan kepada ANTARA bahwa apa yang disampaikan dalam link berita tersebut adalah hoaks.

    "Kami juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang berasal dari pihak yang tidak bertanggung jawab," tegas Fadjar kepada ANTARA.

    Sementara itu, Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Irfan Junaidi, menegaskan ANTARA idak pernah memberitakan soal tawaran investasi masyarakat umum di Pertamina.

    "Mohon berhati-hati saat menerima tawaran investasi seperti ini, " imbuh Irfan.

    ANTARA juga mengajak masyarakat untuk langsung membaca berita-berita ANTARA dari sumbernya di website www.antaranews.com.

    Dengan demikian, laman artikel yang menyatakan proyek investasi pertamina merupakan hoaks.

    Klaim: Penipuan invetasi mengatasnamakan LKBN Antara dan Pertamina

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan