KOMPAS.com - Beredar foto mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenakan seragam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan hasil manipulasi.
Sebagai konteks, belakangan Anies disebut-sebut akan diusung PDI-P sebagai calon gubernur Jakarta.
Pada Senin (19/8/2024), Ketua DPP PDI-P Said Abdullah mengatakan, ada kemungkinan partainya bakal menggandeng Anies.
Foto Anies memakai seragam PDI-P muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, pada Selasa (20/8/2024).
Dalam foto tersebut, Anies tampak mengepalkan tangan kanan.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook foto yang menampilkan Anies memakai seragam PDI-P
(GFD-2024-22108) [KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Anies Baswedan Berseragam PDI-P
Sumber:Tanggal publish: 24/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, foto yang beredar di media sosial identik dengan unggahan di laman Riau Pos ini.
Dalam foto aslinya, pria yang memakai seragam PDI-P bukan Anies, melainkan mantan calon anggota legislatif PDI-P Harun Masiku.
Harun merupakan buron kasus suap penggantian antarwaktu anggota DPR 2019-2024.
Sementara itu, PDI-P sedang berupaya mengusung Anies pada Pilkada Jakarta 2024.
Seperti diberitakan Kompas.com, PDI-P berencana memasangkan Anies dengan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Dikutip dari Kompas TV, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan soal kemungkinan partainya mendukung Anies.
Hasto menuturkan, Anies tidak perlu menjadi kader PDI-P untuk diusung pada Pilkada Jakarta, asalkan memiliki semangat yang sama dengan partai berlambang banteng itu.
Dalam foto aslinya, pria yang memakai seragam PDI-P bukan Anies, melainkan mantan calon anggota legislatif PDI-P Harun Masiku.
Harun merupakan buron kasus suap penggantian antarwaktu anggota DPR 2019-2024.
Sementara itu, PDI-P sedang berupaya mengusung Anies pada Pilkada Jakarta 2024.
Seperti diberitakan Kompas.com, PDI-P berencana memasangkan Anies dengan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Dikutip dari Kompas TV, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan soal kemungkinan partainya mendukung Anies.
Hasto menuturkan, Anies tidak perlu menjadi kader PDI-P untuk diusung pada Pilkada Jakarta, asalkan memiliki semangat yang sama dengan partai berlambang banteng itu.
Kesimpulan
Foto Anies mengenakan seragam PDI-P merupakan hasil manipulasi. Dalam foto asli, sosok yang memakai seragam PDI-P merupakan Harun Masiku.
Meski disebut-sebut bakal diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta, namun sampai saat ini tidak ada informasi valid bahwa Anies telah menjadi kader partai berlambang banteng itu.
Meski disebut-sebut bakal diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta, namun sampai saat ini tidak ada informasi valid bahwa Anies telah menjadi kader partai berlambang banteng itu.
Rujukan
- https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/08/19/tak-ada-lagi-mitra-koalisi-pdi-p-tetap-cari-peluang-untuk-anies-hendrar-di-jakarta
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=421056874288854&set=gm.7973679372720558&idorvanity=314862931935612
- https://riaupos.jawapos.com/hukum/2253574018/kpk-sebut-harun-masiku-di-luar-negeri-ini-respons-hasto-pdip
- https://nasional.kompas.com/read/2024/08/19/15195581/pdi-p-upayakan-usung-anies-baswedan-di-pilkada-jakarta-2024
- https://www.kompas.tv/video/533058/hasto-bicara-kans-pdip-dukung-anies-di-pilkada-jakarta-asal-komitmen-sama
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22114) [HOAKS] Mahasiswa Unisba Meninggal Saat Demo Tolak Revisi UU Pilkada
Sumber:Tanggal publish: 24/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) bernama Andi Andriana, meninggal dalam demonstrasi menolak revisi UU Pilkada, Kamis (22/8/2024).
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi soal mahasiswa Unisba bernama Andi Andriana meninggal saat demo menolak revisi UU Pilkada dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan aparat sedang melakukan penganiayaan. Unggahan itu diberi keterangan demikian:
Innalillahi wa'innailaihi rojiunTurut berduka cita atas wafatnyaMAHASISWA UNISBAa/n Andi Andriana saat AKSI DEMO DARURAT INDONESIA 22 agustus 2024 ,...
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook yang menyebut mahasiswa Unisba meninggal saat demo menolak revisi UU Pilkada
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi soal mahasiswa Unisba bernama Andi Andriana meninggal saat demo menolak revisi UU Pilkada dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan aparat sedang melakukan penganiayaan. Unggahan itu diberi keterangan demikian:
Innalillahi wa'innailaihi rojiunTurut berduka cita atas wafatnyaMAHASISWA UNISBAa/n Andi Andriana saat AKSI DEMO DARURAT INDONESIA 22 agustus 2024 ,...
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook yang menyebut mahasiswa Unisba meninggal saat demo menolak revisi UU Pilkada
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Kompas.id, Andi Andriana bukan mahasiswa Unisba, melainkan Universitas Bale Bandung (Unibba).
Andi mengalami luka berat pada mata kiri akibat terkena lemparan batu saat demonstrasi menolak revisi UU PIlkada di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (22/8/2024).
Kejadian itu bermula ketika massa melemparkan batu ke arah Kantor DPRD Jawa Barat yang terkunci dan dijaga ketat aparat keamanan. Tiba-tiba, sebuah batu dilempar seseorang dari arah kantor DPRD dan mengenai mata Andri.
Lantas, Andi dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin karena mengalami pendarahan, kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo.
Presiden BEM Unibba Fauzi Septian mengatakan, akibat peristiwa itu Andi terancam mengalami kebutaan pada mata kiri. Fauzi juga membantah informasi yang menyebut Andi meninggal.
”Kondisi Andi telah sadar. Dari hasil pemeriksaan pihak dokter, Andi terancam buta permanen di mata bagian kiri karena terkena lemparan batu,” kata Fauzi.
Andi mengalami luka berat pada mata kiri akibat terkena lemparan batu saat demonstrasi menolak revisi UU PIlkada di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (22/8/2024).
Kejadian itu bermula ketika massa melemparkan batu ke arah Kantor DPRD Jawa Barat yang terkunci dan dijaga ketat aparat keamanan. Tiba-tiba, sebuah batu dilempar seseorang dari arah kantor DPRD dan mengenai mata Andri.
Lantas, Andi dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin karena mengalami pendarahan, kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo.
Presiden BEM Unibba Fauzi Septian mengatakan, akibat peristiwa itu Andi terancam mengalami kebutaan pada mata kiri. Fauzi juga membantah informasi yang menyebut Andi meninggal.
”Kondisi Andi telah sadar. Dari hasil pemeriksaan pihak dokter, Andi terancam buta permanen di mata bagian kiri karena terkena lemparan batu,” kata Fauzi.
Kesimpulan
Narasi soal mahasiswa Unisba bernama Andi Andriana meninggal dalam demonstrasi menolak revisi UU Pilkada adalah hoaks.
Faktanya, Andi merupakan mahasiwa Universitas Bale Bandung (Unibba). Ia mengalami luka berat pada mata kiri karena terkena lemparan batu.
Presiden BEM Unibba Fauzi Septian membantah informasi bahwa Andi meninggal.
Faktanya, Andi merupakan mahasiwa Universitas Bale Bandung (Unibba). Ia mengalami luka berat pada mata kiri karena terkena lemparan batu.
Presiden BEM Unibba Fauzi Septian membantah informasi bahwa Andi meninggal.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=825376083142366&id=100070099461264&mibextid=oFDknk&rdid=TNpQQMKjHKPoh5KY
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=402143539565769&id=100093103788963&mibextid=oFDknk&rdid=GWYwIJaePYILnHoh
- https://www.facebook.com/share/v/2v5eKw11LoWjBtDJ/?mibextid=oFDknk
- https://www.kompas.id/baca/nusantara/2024/08/23/terkena-lemparan-batu-unjuk-rasa-satu-mahasiswa-bandung-luka-berat-di-mata
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22115) [HOAKS] Tautan Penyaluran Bantuan PKH Rp 500.000
Sumber:Tanggal publish: 24/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah akun membagikan informasi mengenai pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disertai tautan atau link.
Pengguna media sosial diminta mengeklik tautan tersebut jika ingin mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu.
Tautan untuk mendapatkan bantuan PKH dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (22/8/2024). Berikut narasi yang dibagikan:
BANTUAN BLTAssalamualaikum yang ingin menerima Bantuan gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun silakan klik link di bawahInsyaAllah semua dapat.Bantu share bair semua bisa dapat rezeki
Pengguna media sosial diminta mengeklik tautan tersebut jika ingin mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu.
Tautan untuk mendapatkan bantuan PKH dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (22/8/2024). Berikut narasi yang dibagikan:
BANTUAN BLTAssalamualaikum yang ingin menerima Bantuan gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun silakan klik link di bawahInsyaAllah semua dapat.Bantu share bair semua bisa dapat rezeki
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan tersebut menggunakan WhereGoes untuk mengetahui situs yang dituju.
Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Seperti diberitakan Kompas.com, PKH adalah program bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran PKH dilakukan dengan menstransfer uang bansos langsung ke rekening penerima atau melalui Kantor Pos.
Cara mengecek penerima PKH dapat dilakukan dengan mengakses situs http://cekbansos.kemensos.go.id/ atau melalui aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh lewat Google PlayStore di ponsel Android.
Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Seperti diberitakan Kompas.com, PKH adalah program bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran PKH dilakukan dengan menstransfer uang bansos langsung ke rekening penerima atau melalui Kantor Pos.
Cara mengecek penerima PKH dapat dilakukan dengan mengakses situs http://cekbansos.kemensos.go.id/ atau melalui aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh lewat Google PlayStore di ponsel Android.
Kesimpulan
Tautan untuk mendapatkan bantuan PKH yang beredar di Facebook adalah hoaks. Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemensos.
Selain itu, penyaluran PKH dilakukan dengan mentransfer uang bansos langsung ke rekening penerima atau melalui Kantor Pos, tanpa perlu mengakses tautan tertentu.
Selain itu, penyaluran PKH dilakukan dengan mentransfer uang bansos langsung ke rekening penerima atau melalui Kantor Pos, tanpa perlu mengakses tautan tertentu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid029cHTvNWpg4Je3pjbMdTw8mURa18seQnZAgFhj86xD62866wGHczLeKgSmVN1tzoul&id=61564180996076
- https://wheregoes.com/trace/20244581710/
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/05/140000265/cair-agustus-2024-ini-syarat-dan-cara-cek-penerima-pkh?page=all
- http://cekbansos.kemensos.go.id/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22056) [SALAH] Sertifikat Halal KFC Dicabut Karena Mengandung Minyak Babi dan Daging di Burgernya Tidak Layak Dikonsumsi Manusia
Sumber: FacebookTanggal publish: 23/08/2024
Berita
“KFC..
Akhirnya Kalah..
Setelah..
Bertahun tahun
berusaha
menyembunyikan
kasusnya..
Bahwa..
Burgernya ~100%~
~Ayam..~?!!!*”
Kini..
Mereka telah
dinyatakan bersalah
karena ternyata bahan
pembuatan Burgernya
hanya 15% Ayam dan
85% sisanya bahkan
tidak layak/baik untuk
dikonsumsi tetapi
hanya cocok untuk
*Asu..*
Dewan..
Keadilan Islam telah
mencabut sertifikat
jaminan Halalnya..
Karena..
Telah ditemukan juga
bahwa :
Bumbu-bumbu..
Kecap..
Mayonesnya..
Pun..
Telah dicampur dan
dibuat dari unsur
Minyak Babi..
*Selain itu Misi dari*
*perusahaan ini juga*
*disinyalir telah Anti*
*Islam..*
Sekali lagi Viralkan..
Agar..
Ummat Islam
mengetahui dan
segera memboikot
produk produk
perusahaan ini..
Sebenarnya..
Kami sudah lama
dan seringkali
memperingatkan ummat bahwa produk
KFC itu faktanya
memang Haram..
Maka..
Dengan Membiarkan/
Mendiamkan dan
tidak membagikan
informasi berharga
ini..
Sama..
Halnya anda telah
memberi makan
keluarga Anda
sesuatu
Makanan
Haram..
_https://www.courthousenews.com/kfc-franchisee-loses…/
Akhirnya Kalah..
Setelah..
Bertahun tahun
berusaha
menyembunyikan
kasusnya..
Bahwa..
Burgernya ~100%~
~Ayam..~?!!!*”
Kini..
Mereka telah
dinyatakan bersalah
karena ternyata bahan
pembuatan Burgernya
hanya 15% Ayam dan
85% sisanya bahkan
tidak layak/baik untuk
dikonsumsi tetapi
hanya cocok untuk
*Asu..*
Dewan..
Keadilan Islam telah
mencabut sertifikat
jaminan Halalnya..
Karena..
Telah ditemukan juga
bahwa :
Bumbu-bumbu..
Kecap..
Mayonesnya..
Pun..
Telah dicampur dan
dibuat dari unsur
Minyak Babi..
*Selain itu Misi dari*
*perusahaan ini juga*
*disinyalir telah Anti*
*Islam..*
Sekali lagi Viralkan..
Agar..
Ummat Islam
mengetahui dan
segera memboikot
produk produk
perusahaan ini..
Sebenarnya..
Kami sudah lama
dan seringkali
memperingatkan ummat bahwa produk
KFC itu faktanya
memang Haram..
Maka..
Dengan Membiarkan/
Mendiamkan dan
tidak membagikan
informasi berharga
ini..
Sama..
Halnya anda telah
memberi makan
keluarga Anda
sesuatu
Makanan
Haram..
_https://www.courthousenews.com/kfc-franchisee-loses…/
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Mustika NawangWulan menulis pernyataan mengenai KFC yang dicabut sertifikat halalnya, karena beberapa bumbunya terbukti dibuat dari minyak babi. Selain itu, Mustika NawangWulan juga menyatakan bahwa sudah terbukti hanya 15% dari daging ayam burgernya yang layak dikonsumsi manusia, dan 85% sisanya hanya layak untuk dikonsumsi anjing. Unggahan yang ditulis pada 3 April tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 194 kali.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) telah menyatakan di laman resminya bahwa informasi terkait kandungan babi di KFC merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masih melansir dari laman resmi LPPOM MUI, PT. FAST FOOD INDONESIA Tbk. (Restoran KFC di Indonesia) telah mendapatkan sertifikat halal MUI sejak tahun 1999 dan masih terus memperpanjang sertifikat halalnya.
Isu ini telah banyak dibahas sejak 2019, salah satunya di laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] McDonald, KFC, Dominos, dan Pizza Hut Sudah Dicabut Sertifikasi Halalnya” dan dinyatakan sebagai konten palsu.
Selain itu, informasi mengenai kandungan ayam di burger KFC yang 85% nya hanya kayak untuk dikonsumi anjing juga merupakan hoaks lama yang bersemi kembali. Informasi ini telah banyak dibahas, salah satunya oleh media medcom.id di artikelnya yang berjudul “[Cek Fakta] Bahan Burger KFC 15 Persen Ayam Sisanya hanya Cocok untuk Anjing? Ini Faktanya” yang dipublikasikan pada 9 November 2021.
Terlebih lagi, ketika dilakukan pencarian lebih jauh mengenai sumber klaim informasi mengenai kandungan daging ayam di burger KFC, tidak ditemukan berita resmi dan/atau hasil penelitian yang valid yang menginformasikan ketidaklayakan daging tersebut.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Mustika NawangWulan merupakan konten yang menyesatkan.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) telah menyatakan di laman resminya bahwa informasi terkait kandungan babi di KFC merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masih melansir dari laman resmi LPPOM MUI, PT. FAST FOOD INDONESIA Tbk. (Restoran KFC di Indonesia) telah mendapatkan sertifikat halal MUI sejak tahun 1999 dan masih terus memperpanjang sertifikat halalnya.
Isu ini telah banyak dibahas sejak 2019, salah satunya di laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] McDonald, KFC, Dominos, dan Pizza Hut Sudah Dicabut Sertifikasi Halalnya” dan dinyatakan sebagai konten palsu.
Selain itu, informasi mengenai kandungan ayam di burger KFC yang 85% nya hanya kayak untuk dikonsumi anjing juga merupakan hoaks lama yang bersemi kembali. Informasi ini telah banyak dibahas, salah satunya oleh media medcom.id di artikelnya yang berjudul “[Cek Fakta] Bahan Burger KFC 15 Persen Ayam Sisanya hanya Cocok untuk Anjing? Ini Faktanya” yang dipublikasikan pada 9 November 2021.
Terlebih lagi, ketika dilakukan pencarian lebih jauh mengenai sumber klaim informasi mengenai kandungan daging ayam di burger KFC, tidak ditemukan berita resmi dan/atau hasil penelitian yang valid yang menginformasikan ketidaklayakan daging tersebut.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Mustika NawangWulan merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konten yang menyesatkan. Tidak ada pernyataan resmi mengenai sertifikat halal KFC yang dicabut, serta tidak ada bukti valid mengenai bumbu KFC yang mengandung minyak babi dan daging di burgernya yang tidak layak konsumsi.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/08/23/salah-sertifikat-halal-kfc-dicabut-karena-mengandung-minyak-babi-dan-daging-di-burgernya-tidak-layak-dikonsumsi-manusia/
- https://halalmui.org/penjelasan-lppom-mui-terkait-kandungan-babi-pada-produk-kfc/
- https://turnbackhoax.id/2019/10/21/salah-mcdonald-kfc-dominos-dan-pizza-hut-sudah-dicabut-sertifikasi-halalnya/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GKdJ6Opb-cek-fakta-bahan-burger-kfc-15-persen-ayam-sisanya-hanya-cocok-untuk-anjing-ini-faktanya
Halaman: 3001/7929
